PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
SILUMAN PEMBUAT KEKACAUAN


__ADS_3

“Aku bisa memastikan bahwa dia bukanlah mata-mata sekte iblis. Dan aura jahat yang ada di tubuhnya, sudah pasti bukanlah aura jahat bawaan lahir. Aku adalah orang yang paling mengenalnya.” Tiba-tiba seseorang menengahi pembicaraan. Tidak diragukan lagi, orang itu adalah Huang Chao. Ia pun tidak bisa terus tinggal diam ketika melihat Wuxian disudutkan seperti itu oleh semua orang.


“Huang Chao, apa yang kau lakukan? Siapa yang menyuruhmu bicara? Cepat kembali!” printah Jin Xun, guru Huang Chao. Campur tangan Huang Chao membuat Jin Xun tidak senang karena tak ingin Huang Chao terseret ke dalam masalah yang tidak diperlukan.


Huang Chao menatap gurunya dengan tatapan penuh pengharapan. Ia tidak bisa membantah perintah gurunya, tetapi ia pun tak bisa diam saja melihat Wuxian tersudutkan dari berbagai sisi, seakan-akan Wuxian sudah tak lagi memiliki hak untuk melindungi dirinya dan memutuskan jalan hidupnya sendiri.


“Guru, maaf, tapi aku tidak bisa tinggal diam,” gumam Huang Chao. Ia berharap Jin Xun dapat mendengar perkataannya yang sengaja diucapkan dengan volume suara pelan. “Semua, saya paling mengenal identitasnya. Aku adalah Huang Chao, anak yang tumbuh bersama dengannya sejak kecil. Kami hanyalah anak yang tumbuh di desa terpencil. Dia hanyalah anak yang hidup dari keluarga sederhana. Namun karena tragedi terjadi di desa kami, hanya kami berdua yang selamat. Karena terlalu muda, kami perlu melindungi diri kami sendiri. Kemudian, kami memutuskan untuk berguru di sekte Qing Long. Awalnya, niat kami hanya ingin melindungi diri kami sendiri, tidak ada hal lain lagi. Aku adalah anak yang diceritakannya. Aku mendapatkan seorang guru dan kasih sayang dari saudara seperguruan lainnya, tapi akhir-akhir ini aku baru tahu jika saudara yang datang bersamaku, ternyata tak mendapatkan seorang guru. Dia sudah pasti bukanlah mata-mata sekte iblis. Entah dari mana asalnya aura jahat yang bersemayam dalam tubuhnya, tapi sudah pasti aura jahat itu bukanlah aura jahat bawaan lahir. Jika membunuhnya tanpa pertimbangan, takutnya … kita hanya akan mewujudkan keinginan aura jahat itu, maka aura jahat akan mengambil alih tubuhnya. Mohon semuanya mengambil keputusan bijak atas masalah ini. Selain itu, kita belum memastikan apakah dia benar-benar memiliki aura jahat atau tidak.” Huang Chao menjelaskan secara detail kepada semua orang yang ada di aula pertemuan.


“Benar, kita tidak tahu apakah anak ini benar-benar memiliki aura jahat atau tidaknya.”


“Aku tahu bagaimana cara memastikannya!” cetus salah seorang yang ada di sana. Kemudian, ia bangkit dari tempat duduknya dan memperkenalkan dirinya, “Aku bukanlah berasal dari sekte mana pun. Aku hanyalah seorang pendekar yang berkultivasi dan menciptakan teknik-teknik magis dengan kemampuanku sendiri. Karena akhir-akhir ini aku mendengar para siluman membuat kekacauan di sebuah Kota, kemudian aku datang ke Kota itu untuk menaklukkannya. Ternyata, siluman yang membuat kekacauan di Kota itu adalah siluman rubah berekor sembilan. Siluman rubah berekor sembilan tidak bisa diremehkan, karena siluman itu telah menyempurnakan kultivasinya dan menumbuhkan sembilan ekornya. Aku sempat terluka parah ketika melawannya. Untung saja, di saat yang tepat, beberapa murid dari sekte Xuanyuan datang karena menerima kabar yang sama. Setelah membentuk formasi penakluk siluman dan menaklukkan siluman itu, karena kejahatannya tak bisa diampuni, maka kami terpaksa harus menghancurkan inti silumannya. Namun sebelum kami berhasil menghancurkan inti silumannya, tipu muslihatnya membuat kami terperdaya dan ia berhasil lolos. Ternyata, kami tidak sepenuhnya gagal karena siluman rubah itu kehilangan sebuah artefak magis yang berhasil ia curi. Cermin penangkap roh, aku yakin kalian pernah mendengarnya. Artefak magis itu saat ini berada di tanganku,” jelasnya panjang kali lebar.

__ADS_1


“Cermin penangkap roh? Bukankah itu artefak magis yang dimiliki oleh sekte Keluarga Ping?”


“Benar, cermin penangkap roh adalah artefak magis sekaligus benda berharga milik Keluarga Ping. Bagaimana bisa benda berharga itu berada di tanganmu? Apa yang terjadi dengan Keluarga Ping?”


“Benar, siapa pun mengetahui asal-usul Cermin penangkap roh. Cermin penangkap roh memang artefak magis milik Keluarga Ping. Seperti yang kuceritakan barusan, siluman rubah itu kehilangan Cermin penangkap roh. Sudah pasti dia mencurinya dari Keluarga Ping. Oleh sebab itu, kami berinisiatif untuk mengembalikan artefak magis itu kepada pemilik sahnya. Namun, siapa yang menyangka, setelah kami sampai di gerbang sekte Keluarga Ping, kami merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Kami mengetuk pintu begitu lama, tetapi tak ada sahutan dari dalam. Kemudian, kami terpaksa mendobrak pintu. Tidak disangka … .” Dia sengaja menggantung perkataannya.


“Apa yang terjadi setelah itu? Bagaimana dengan sekte Keluarga Ping?”


“Benar. Lanjutkan! Kami ingin mendengarnya sampai habis.”


Semua orang yang berada di aula itu tidak sabar untuk mendengar kelanjutan kisah seorang pendekar yang menceritakan kejadian tentang Keluarga Ping. Mereka sangat antusias dan penasaran mendengarkan kelanjutan kisahnya.

__ADS_1


“Mereka semua mati,” ungkapnya. “Tidak disangka, setelah kami masuk, tak ada seorang pun dari Keluarga Ping yang berhasil selamat. Mereka semua dibantai habis. Sudah pasti, hal itu dilakukan oleh siluman rubah berekor sembilan itu!” cetusnya.


“Tidak bisa dibiarkan! Selain sekte iblis, ternyata klan roh telah berani mengacau di dunia manusia!”


Ribuan tahun lalu, setelah Perang Enam Dunia, alam roh telah rusak parah. Kemudian, banyak siluman dari klan roh yang mengungsi ke dunia manusia. Namun karena manusia dan roh/siluman adalah makhluk yang berbeda, perwakilan dari keduanya pun menekan perjanjian. Pada saat itu, perwakilan klan manusia mengizinkan para siluman itu untuk tinggal di dunia manusia, dengan syarat, asalkan mereka tak mengganggu kedamaian hidup manusia di bumi.


Manusia dan siluman adalah makhluk yang berbeda, karena siluman adalah makhluk yang lebih kuat dari manusia biasa. Untuk menjaga kedamaian dan keselamatan umat manusia, meskipun hidup di dunia yang sama, siluman tidak diizinkan untuk mengganggu kehidupan manusia.


Klan siluman telah disediakan tempat khusus untuk mereka tinggal dan membangun peradaban. Tempat untuk para siluman adalah lembah-lembah terbesar di dunia. Lembah-lembah terbesar tempat tinggal para siluman antara lain ada 4 yakni, Lembah Roh Binatang Darat, dan Lembah Roh Binatang Air, Lembah Roh Tumbuhan Darat, dan Lembah Roh Tumbuhan Air. Setiap 4 Lembah siluman memiliki rajanya tersendiri. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, perjanjian damai yang terbentuk ribuan lalu perlahan-lahan sudah tak berlaku lagi.


Banyak siluman yang melanggar janji. Mayoritas dari siluman itu merasa bosan jika terus tinggal di Lembah Siluman. Oleh sebab itu, banyak siluman yang melarikan diri ke dunia manusia dan membuat kekacauan-kekacauan karena merasa bahwa mereka lebih hebat daripada manusia-manusia yang mereka anggap lemah dan tak berdaya ketika melawannya. Kekacauan tersebut perlahan merajalela, membuat para manusia tak bisa hidup tentram damai seperti sediakala.

__ADS_1


Karena tak ingin ditindas oleh para siluman, manusia pun mulai belajar untuk melindungi diri sendiri. Berguru, mencari ilmu perlindungan diri, berkultivasi hingga mencapai tahap abadi agar bisa melindungi diri sendiri dan orang-orang yang membutuhkan perlindungan, lalu memberantas kejahatan di dunia.


“Para siluman jahat itu memang tidak bisa dimaafkan. Kita tidak bisa berbelas kasih kepada mereka lagi! Mereka sudah keterlaluan. Berani sekali memusnahkan sekte Keluarga Ping. Sepertinya, mereka sengaja memprovokasi kita semua!”


__ADS_2