PENDEKAR BELENGGU NIRWANA

PENDEKAR BELENGGU NIRWANA
PENCARIAN ARTEFAK


__ADS_3

"Orang dari sekte abadi memang bodoh. Mereka mudah sekali dimanfaatkan," balas Chang Sheng.


"Namun, aku baru memberitahu siapa dirimu, belum lagi identitas aslimu. Tebak, andai dia tahu siapa dirimu yang sebenarnya, apa mungkin dia akan tetap menganggapmu teman?" ancamnya.


Chang Sheng reflek menatap pria itu dengan tatapan nyalangnya. "Kau berani! Ingat, tujuan kita lebih besar. Jika kau mengungkapnya, semua yang kita lakukan selama ini akan sia-sia," cetus Chang Sheng.


"Aku tahu, aku hanya menakutimu saja. Melihatmu seperti itu membuatku sangat senang. Teruslah hidup bersembunyi dengan identitas itu."


***


"Artefak magis? di mana aku harus mendapatkan semua itu?" tanya Wuxian dengan desakan agar Qiaofeng segera memberitahunya.


"Mengumpulkan semuanya tidak semudah yang kau kira. Asal kau tahu, bukan kau saja yang membutuhkannya, tetapi Gu Xiang juga. Selanjutnya, bagaimana caramu menghadapi Gu Xiang jika ia tahu kau menginginkannya?" balas Qiaofeng.


Wuxian terhening sembari memikirkan ide apa yang harus dia lakukan untuk mengelabui Gu Xiang. Seluruh hidupnya telah dikendalikan olehnya. Jika Gu Xiang tahu bahwa Wuxian menginginkan 4 artefak magis, maka orang lain yang akan menanggung kesalahannya.


"Qiaofeng, di mana aku bisa mendapatkan keempat artefak magis itu?" tanya Wuxian.


"Keempat artefak itu berpencar. Cermin penangkap roh telah direbut oleh Gu Xiang. Kini, dia memiliki satu. Sedangkan 3 lainnya, kemunculannya belum diketahui," ujar Qiaofeng.


"Jika kemunculannya belum bisa diprediksi, bagaimana kita bisa mendapatkannya?" tanya Wuxian.


"Cari! Itulah kenapa aku bilang, semua tergantung usahamu sendiri. Di dunia ini tidak ada yang instan. Jika ingin mencapai tujuan besar, pengorbanan harus dilakukan. Aku tidak percaya jika memiliki Tuan sepertimu. Sudahlah, aku tidak mau tahu. Karena aku sudah memberitahumu, kau mau atau tidaknya, tergantung dirimu sendiri. Terserah saja sih jika kau ingin selalu dikendalikan." Qiaofeng menghilang dan kembali ke dalam Pedang Samsara.

__ADS_1


Setelah Wuxian lama mempertimbangkannya, akhirnya ia pun bangkit dari tempatnya. Dia berjalan menuju Kuil iblis tempat Gu Xiang berkultivasi.


"Ada perlu apa kau datang menemuiku? apa hukuman yang kuberikan tadi masih kurang?" tanya Gu Xiang. Ia yang duduk bersila sembari memejamkan matanya pun membuka matanya ketika menyadari kedatangan Wuxian di sana. "Kenapa dengan tatapanmu? ingin membunuhku?" sindirnya.


Bruk! Wuxian meletakkan lututnya menyentuh lantai kuil. Tanpa perintah apa pun, dia berlutut di hadapan Gu Xiang.


Sementara Gu Xiang tertegun ketika melihat perihal yang dilakukan oleh Wuxian. "Apa kau merasa bersalah karena melawan perintahku? Baru beberapa menit saja kau menjadi penurut seperti ini. Mencurigakan. Katakan! apa yang kau inginkan dariku?"


"Raja Iblis, hamba sadar kesalahanku. Lain kali, aku tidak akan pernah membangkang perintahmu. Mulai saat ini, aku akan melakukan semua yang kau perintahkan. Untuk menebusnya, izinkanku membantumu mewujudkan keinginanmu," tutur Wuxian.


Gu Xiang sempat kebingungan ketika melihat sikap Wuxian yang pembangkang, kini berubah drastis menjadi sangat penurut. Namun, ia tak ingin banyak berpikir. Mungkin karena sebelumnya dia memberinya peringatan keras sehingga Wuxian menjadi seperti itu.


"Membantuku? Apa yang bisa kau bantu?" tanyanya menyelidiki.


"Baik! Jika itu yang kau inginkan, kuizinkan kau pergi mencarinya. Temukan dan bawalah ke hadapanku!" perintahnya.


"Baik!" ucap Wuxian sembari memberi penghormatan kepada Gu Xiang.


Setelah menyampaikan permintaannya, ia pun bangkit dan meninggalkan kuil iblis. Dalam hatinya, Wuxian merasa lega jika Gu Xiang sama sekali tak mencurigai niat lain yang akan dia lakukan.


Raja Iblis Gu Xiang berusaha mengumpulkan keempat artefak magis yaitu untuk membuka 3 pintu pembatas 3 alam, yakni dengan tujuan termudah memulai peperangan dengan klan dewa di Alam Surgawi. Sementara Wuxian, ia membutuhkannya untuk tujuan pribadi.


Setelah mendapat perintah resmi dari Gu Xiang, Wuxian pun meninggalkan Alam Iblis untuk berkelana mencari 4 artefak magis yang dikatakan telah menyebar di dunia manusia. Selanjutnya, ia harus kembali ke dunia manusia untuk menemukannya.

__ADS_1


"Raja Iblis, kenapa Anda mengizinkannya mengemban tugas seberat itu? kemungkinan besar, orang sepertinya tidak akan pernah membantumu memuaskan hasrat terpendam klan kita. Dia pasti memiliki tujuan lain," ujar seorang wanita penggoda dari klan iblis. Dia adalah Wen Zi si iblis penggoda.


Wen Zi datang menghampiri Gu Xiang dan duduk di pangkuannya sembari mengelus wajahnya. Gu Xiang pun membalas sentuhan maut dari Wen Zi dan berkata, "Tidak perlu khawatir. Aku sudah tahu dia tidak mungkin melakukan sesuatu secara cuma-cuma. Aku hanya ingin melihat, sampai di mana dia berhasil menemukannya. Dia berada di bawah kendaliku. Sekali pun dia berusaha mengkhianatiku, dia tidak akan pernah bisa," balas Gu Xiang.


"Rana Iblis, Anda terlalu baik," puji Wen Zi.


"Benarkah? kalau begitu, kau juga harus merasakan kebaikan dariku," cetusnya.


Mereka pun mulai bermesraan dan berhubungan badan dengan sentuhan-sentuhan maut yang membuat keduanya melayang.


***


"Wuxian!" Panggilan seseorang reflek membuat Wuxian menghentikan langkahnya seketika. Akan tetapi, ia tak ingin mempedulikan dan terus melanjutkan langkahnya.


"Ternyata benar kau adalah Wuxian. Berhenti!" perintahnya kepada Wuxian. Namun, Wuxian sengaja mengacuhkannya. Ia terus melanjutkan langkahnya tanpa mempedulikan seseorang yang menyerukan namanya.


Karena Wuxian sengaja mengacuhkannya, sosok itu pun terpaksa harus menghadang Wuxian. Dengan kekuatan magisnya, dia secepat kilat menghadang Wuxian di hadapannya.


"Wuxian, ini aku!" cetusnya. "Aku Huang Chao. Wuxian, kembalilah! ikut denganku kembali," pintanya.


"Kembali? Ke mana? Ke sekte itu maksudmu? Hujan Chao, jangan naif. Apa kau sama dengan mereka? kau ingin agar aku lenyap dari dunia ini. Benar, bukan?" balas Wuxian sembari meninggikan nada bicaranya.


"Wuxian, kembalilah selagi ada kesempatan. Jangan sampai kau melakukan banyak kesalahan hingga membuatmu tak menemukan jalan kembali. Kembalilah bersamaku! aku akan membantumu memurnikan tubuhmu seperti dulu." Huang Chao meraih lengan Wuxian dan menarikanya. Namun, Wuxian sengaja menghempas cekalan tangan Huang Chao.

__ADS_1


"Tdak ada Wuxian lagi di dunia ini. Semuanya hanyalah masa lalu. Dia sudah mati. Kalian yang membunuh anak itu, dunia yang membuangku dan menjadikanku seperti ini. Untuk apa aku harus memberi penjelasan kepada dunia? aku tidak salah, tapi disalahkan dunia. Huang Chao, kau tidak pernah berada di posisiku. Kau tidak akan pernah bisa mengerti. Acuhkan saja jika kau bertemu denganku. Suatu saat nanti, kita akan saling berhadapan di medan perang!" cetusnya.


__ADS_2