
Setalah murid dari Biro Keamanan yang bernama Jin Ling melaporkan tentang insiden yang tengah terjadi kepada Ketua Pengawas, perihal itu pun segera dilaporkan kepada Run Yu. Ketika Run Yu mendapat laporan dari Biro Keamanan, selanjutnya ia memanggil para mahaguru sekte Qing Long untuk berkumpul di aula pertemuan.
Mereka berdiskusi secara intens mengenai masalah kemunculan sebuah pedang yang memiliki aura jahat di dalamnya. Ketua para mahaguru mengetahuinya, mereka pun berunding secara terbuka untuk mengatasi masalah kemunculan pedang itu.
“Wakil Pimpinan, aku rasa … kita harus segera mengadakan penyucian pedang. Roh pedang yang memancarkan aura jahat di dalamnya harus segera dibasmi agar tidak menimbulkan masalah besar kelak.”
“Tidak, kita tidak boleh gegabah. Hal ini sepertinya lebih serius daripada kelihatannya. Jika kita menyucikan roh pedang tanpa mengetahui asal-usulnya dan seberapa kuat roh pedang itu, takutnya … roh pedang akan melawan balik dan membuat kita terluka saat melakukan penyucian pedang.”
“Lalu, apa ada yang tahu asal-usul pedang itu?”
“Pedang itu cukup misterius. Entah dari mana datangnya dan bagaimana kejadian tepatnya, hanya murid-murid yang berada di tempat kejadian yang bisa bersaksi.”
“Apa mereka sudah bisa bersaksi untuk menceritakan kejadian yang terjadi?”
“Kabarnya, mereka saat ini tengah dirawat di Biro Kesehatan milik Jiang Ruyi. Setelah mereka siuman dan lebih baik, kita baru bisa meminta kesaksiannya. Saat ini, yang terpenting adalah pemulihan mereka.”
“Jika benar begitu, kita hanya bisa menunda penanganan masalah ini. Namun, kita tidak bisa menundanya lebih lama lagi. Besok, tepatnya adalah pertemuan umum yang akan mengundang pendekar-pendekar hebat dunia Jianghu. Jika mereka mengetahui hal ini, takutnya … mereka akan merasa was-was.”
__ADS_1
“Bukankah sebaiknya mereka tahu agar dapat memberikan solusi masalah ini?”
“Tidak, ini adalah masalah sekte. Kita tidak kekurangan orang hebat untuk mengatasi masalah. Jangan sampai orang luar tahu masalah ini. Kita tidak tahu apa yang mereka pikirkan dan atau lakukan. Jangan sampai pada akhirnya hanya akan menambah masalah yang lebih rumit untuk ditangani. Andaikata di antara mereka ada yang mengetahui tentang asal-usul kemunculan pedang itu dan menyadari kekuatannya, khawatirnya mereka akan menyalahgunakannya, hingga akhirnya menjadi bencana. Selama ratusan tahun, dunia Jianghu selalu damai. Namun, akhir-akhir ini sekte iblis mulai melakukan pergerakan. Entah apa yang akan direncanakan mereka. Jika orang luar sampai mengatahui kejadian ini, cepat atau lambat sekte iblis pun akan mengetahuinya. Dan jika hal itu terjadi, maka mereka kan menghalalkan segala cara untuk merebut benda yang berasal dari sekte mereka.”
“Benar. Aura jahat yang keluar dari pedang itu tampaknya tidak biasa. Selama aku berhadapan langsung oleh orang-orang dari sekte iblis, aku belum mendapati aura jahat sekuat aura yang terpancar dari pedang itu.”
“Kalau begitu, kita hanya bisa menyegel pedang itu di Aula Leluhur. Mohon semuanya untuk memperingati para murid agar jangan lagi mendekati Aula Leluhur. Jangan sampai terjadi kesalahan dan menimbulkan bencana. Setelah para murid yang terluka itu membaik, kita akan meminta mereka memberikan kesaksian.”
Setelah berunding lama, akhirnya para Mahaguru memutuskan untuk memasang segel sementara, guna menjaga pedang misterius itu di Aula Leluhur. Insiden kemunculan pedang misterius belum terpecahkan, di samping para guru pun tidak mengetahui asal-usul tentang pedang itu. Namun, hal itu bukanlah masalah besar.
Perpustakan sekte Qing Long sangatlah luas. Mencari buku yang menggambarkan wujud-wujud pedang sekte iblis dan pemilikinya, seperti mencari jarum di tumpukkan jerami, apalagi mereka harus mencari buku-buku kuno. Namun, para mahaguru tidak turun tangan secara langsung. Untuk apa memiliki banyak murid jika mereka tidak dapat membantunya?
Para Mahaguru memerintahkan para muridnya untuk menyelidiki asal-usul pedang misterius dengan mencari catatan-catatan kuno di perpustakaan. Karena persiapan acara Pertemuan Umum telah selesai, maka waktu luang para murid pun digunakan untuk mencari catatan kuno tentang kemunculan pedang misterius itu. Hanya saja, beberapa dari mereka tidak melihat bentuk pedang secara langsung.
Tampaknya, akan sulit bagi mereka untuk menemukannya. Bahkan, mereka tak diizinkan untuk meihat wujud asli pedang yang telah disegel di dalam Aula Leluhur. Jangankan melihatnya, mereka bahkan tak bisa lagi mendekati Aula Leluhur karena kemanannya telah diperketat.
“Eh, apa kau sudah menemukannya?”
__ADS_1
“Aku? Melihat catatan saja membuat kepalaku pusing. Entah mengapa, setiap kali aku melihat catatan … mataku menjadi rabun dan mengantuk? Apa mungkin … .”
“Mungkin apa? Memang sudah dasarnya kau malas belajar. Apa lagi yang mungkin?” sahutnya.
“Hehe, Senior.” Dia memperlihatkan senyum semringahnya.
Masalah yang begitu serius, tentu saja Huang Chao tidak ingin melewatkannya. Setelah mengantar Wuxian ke Biro Kesehatan dan memastikannya baik-baik saja, ia pun kembali ke kediamannya. Para murid Jin Xun pun turut mendapat perintah untuk menyelidiki asal-usul kemunculan pedang misterius.
Kesempatan semacam itu tak ingin dilewatkan oleh Huang Chao. Dia bertekad untuk menyelidiki masalah dengan antusias karena sepertinya, kemunculan pedang misterius bukanlah masalah sepele.
“Benar juga. Senior, aku dengar kau melihat pedang itu secara langsung. Benarkah? Bagaimana sosok pedang itu? Apa kau bisa menjelaskannya kepada kami?” pinta salah seorang.
Huang Chao terhening selama beberapa saat, seraya membayangkan sosok pedang misterius yang tertangkap dalam ingatannya. Ia mencoba mengingat wujud pedang itu secara mendetail.
Kemudian, ia pun angkat bicara, “Tidak ada yang spesial. Mungkin kalian berpikir bahwa pedang itu sangatlah kokoh dan gagah. Desas-desus seperti itu menyebar sampai ke telingaku. Faktanya, pedang itu hanyalah pedang berkarat dengan ukuran yang cukup panjang, sekitar hampir 1 meter. Dan bagian yang paling mencolok, ada rantai yang menjuntai di pegangannya. Meskipun kita menemukan catatan kuno tentang pedang itu, pasti bentuknya akan berbanding jauh. Karena sepertinya, pedang itu sudah lama tidak terawat dan bertuan,” jelas Huang Chao.
“Wah! Jika benar begitu, pedang itu pasti bukanlah pedang biasa. Jika itu adalah pedang kuno yang tak bertuan tapi tiba-tiba muncul, pasti bukanlah pertanda baik. Jika selama itu dia menyembunyikan diri, pasti di balik kemunculannya ada banyak konspirasi. Apalagi jika itu pedang kuno. Apa kalian pernah dengar, pedang kuno yang memiliki roh yang kuat bukanlah benda dari dunia manusia. Dalam catatan sejarah, dikatakan pedang-pedang kuno yang tersebar di alam manusia berasal dari Alam Dewa. Pedang para dewa tersebar di penjuru semesta pada saat Perang-perang kuno berlangsung. Konon dahulu kala, enam alam tak pernah damai dan selalu mengalami perselisihan dan peperangan antar enam alam, hingga pada akhirnya enam alam menjadi tiga alam. Setelah itu, benda-benda sihir para prajurit perang yang gugur itu menyebar ke penjuru dunia. Jika benda sihir itu bukanlah milik para dewa, bisa jadi milik iblis, roh, atau bahkan suku Asura!”
__ADS_1