
“Dasar iblis! Setelah mengkhianati sektemu dan gurumu sendiri, kau bahkan tidak bertobat dan malah semakin berjalan di jalan kesesatan. Apa kau tidak takut dewa menghukummu!” cetus Mahaguru Zi Qi seraya menunjuk Meng Xie dengan telunjuknya.
“Hahahahaha.” Sayangnya, perkataan dari Mahaguru Zi Qi hanya membuat Meng Xie merasa geli. “Memang kenapa jika dewa menghukumku? Aku tidak takut dengan mereka, bahkan aku sendiri bisa menghukum para dewa itu,” balas Meng Xie dengan angkuhnya.
“Jangan sombong dulu kau! Kita lihat bagaimana kau membuktikan perkataanmu setelah melawan kami!” kata Mahaguru Tianji.
“Banyak omong!” balas Meng Xie.
Hiaaattt!!! Ketiga Mahaguru itu bersamaan menyerang Meng Xie. Meng Xie harus melawan ketiga Mahaguru itu sekaligus. Pertarungan di antara mereka terjadi beberapa lama hingga akhirnya Meng Xie terluka yang kelelahan dan kewalahan melawan mereka bertiga.
Pedang Milik Mahaguru Tianji berhasil merobek daging di tangan kanan Meng Xie, membuat Meng Xie tak bisa menggunakan pedang dengan tangan kanannya. Akan tetapi, Meng Xie tidak akan menyerah begitu saja. Meskipun ia harus mati, ia lebih memilih mati daripada harus jatuh ke tangan musuh.
Hiaaatt!!! Meng Xie berteriak lantang seraya mengacungkan jurus pedangnya, melawan ketiga Mahaguru Tianji. Di detik pertarungan, Mahaguru Zi Qi berhasil memukul dada Meng Xie dengan tenaga dalamnya, membuat Meng Xie terdorong jauh hingga membentur tembok dengan kuat.
Dadanya yang terluka karena pukulan tenaga dalam Tao Zi Qi membuat Meng Xie memuntahkan banyak darah, ditambah punggungnya yang membentur tembok dengan kuat, semakin membuat kekuatan spirtual dalam tubuhnya menjadi kacau.
__ADS_1
“Menyerahlah! Kau sudah terluka parah. Jika kau mau bertobat, kami pastikan tidak akan membunuhmu,” kata Mahaguru Tianji.
“HEKH! HAHAHA.” Meng Xie menanggapi perkataan Mahaguru Tianji dengan seringaian dan tawa terbahak-bahak. Ia semakin geli tatkala mendengar bahwa mereka akan mengampuninya dengan syarat bertobat. “Kalian sungguh menggelikan. Sekali pun harus mati, aku tidak akan pernah tunduk kepada orang-orang munafik seperti kalian!” cetus Meng Xie.
“Kau! Tianji, kita tidak perlu berbelas kasih lagi. Ambisi dan kebencian dalam hatinya telah menguasai dirinya. Dia telah menjadi manusia setengah iblis, tidak ada jalan kembali bagi dirinya. Sebaiknya kita lenyapkan saja iblis ini agar kelak tak menimbulkan banyak masalah,” ujar Mahaguru Tao Zi Qi.
“Melenyapkanku? Mimpi saja!” cetus Meng Xie.
Dengan bantuan dupa gaharu dan bahan peledak miliknya, ia menyebarkan racun dan meledakkan tempat itu untuk menghalangi pandangan mereka. Bahan peledak yang digunakan Meng Xie hanyalah bahan-bahan ringan yang hanya menyebabkan bunyi dan banyak asap tebal, tetapi tak menimbulkan kerusakan.
“Gawat! Ada racun di asap ini. Kita harus segera keluar dari sini,” himbau Mahaguru Tianji sembari menekan titik akupuntur untuk mencegah racun menyebar ke seluruh tubuh, begitupula yang dilakukan oleh Mahaguru lainnya.
Mereka gagal menangkap Meng Xie karena ia berhasil melarikan diri, keluar dari aula leluhur. Sayangnya, kesempatan Meng Xie untuk melarikan diri tidak sepenuhnya berjalan lancar, karena para murid sekte Qing Long telah memperketat keamanan di setiap sudutnya.
***
__ADS_1
Sehari sebelum Wuxian menjalani ujian Kolam Es Abadi, dia berpesan kepada Liu Wei agar tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya, apalagi melakukan tindakan lain yang tidak diperlukan karena Wuxian telah memutuskan untuk melakukannya, maka ia pun harus melakukannya sampai akhir. Dia percaya bahwa hati nuraninya bersih.
Sementara itu, mengetahui bahwa air Kolam Es Abadi dapat melunturkan essensi jahat dalam tubuh, Wuxian pun berpikir bahwa hal itu adalah hal baik. Dengan demikian, ia tak perlu khawatir dan tersiksa setiap kali ia mendengar bisikan-bisikan yang mempengaruhinya belakangan ini. Hasutan itu benar-benar membuat Wuxian merasakan stress berlebih, karena itu ia hanya ingin terbebas dari semua itu. Wuxian telah melepaskan segalanya, mimpinya, termasuk dendamnya. Ia benar-benar tak berharap apa pun karena ia sangat memahami kondisinya sendiri.
Energi spiritual yang ia latih selama ini benar-benar menghancurkan tubuhnya. Benar yang dikatakan oleh para Mahaguru sekte Qing Long. Usaha yang dilakukan pun hanya berujung sia-sia, karena budidaya abadi hanya akan mengancam nyawanya.
Setelah menyadarinya, kedua mata Wuxian telah terbuka lebar. Mimpinya untuk menjadi pendekar hebat yang menyingkirkan kejahatan di dunia takkan pernah terwujud, apalagi tentang mencari tahu dalang di balik pembantaian desa tempatnya tinggal. Sampai kapan pun, ia tidak akan pernah bisa membalaskan dendamnya, sebab umurnya pun sudah seperti abu dupa yang meninggalkan kehangatan. Wuxian hanya tinggal menunggu kehangatan itu hilang, maka riwayat hidupnya pun akan berakhir.
“Liu Wei, berjanjilah! Setelah aku menjalani ujian Kolam Es Abadi, jika aku tidak berhasil menjalaninya, maka kau harus bahagia untuk dirimu sendiri. Liu Wei, sekarang aku sudah sadar, dan untungnya kau telah sadar lebih awal dariku. Sejak awal, hidup kita telah ditakdirkan. Tidak ada gunanya melawan takdir, semua itu hanyalah lelucon. Untung saja kau masih memiliki harapan untuk tetap hidup. Hiduplah semestinya … jika ada kehidupan lain, aku ingin berteman lagi denganmu. Aku tidak pernah menyesal karena memiliki teman sepertimu. Tapi sepertinya, kita tidak akan bertemu di beberapa kehidupan karena aku harus menunggumu begitu lama.” Pesan Wuxian terhadap Liu Wei.
“Dasar anak bodoh! Jangan bicara apa pun jika hanya membicarakan tentang kematianmu. Kau pikir aku akan sedih, apa? Jika kau mati, aku tidak akan pernah menangisimu. Lihat saja nanti!” celetuk Liu Wei. Ia mengatakan perkataan yang berlawanan dengan hatinya karena ia pun berusaha untuk menahan kesedihannya.
Liu Wei pribadi pun mengerti tentang ujian Kolam Es Abadi yang akan dijalani oleh Wuxian. Berdasarkan kondisi Wuxian saat ini, ia hanya akan tersiksa betapa dingin dan menyayat tulang setiap kali air Kolam Es Abadi berusaha menyucikan aura jahat dalam diri seseorang. Dalam pandangan Liu Wei secara pribadi, para Mahaguru dan pendekar itu tidak benar-benar ingin menolong Wuxian, mereka hanya ingin Wuxian mati membeku, lalu mencair bercampur air Kolam Es Abadi. Dengan begitu, mereka semua tidak perlu khawatir tentang aura jahat yang bersemayam di dalam tubuh Wuxian.
Mereka telah merencanakannya dengan matang, dan semuanya menguntungkan bagi mereka, tetapi sangat merugikan bagi Wuxian jika sampai ia gagal. Jika Wuxian berhasil menjalani ujian dan menyucikan aura jahat dalam tubuhnya, maka mereka pun tidak perlu khawatir tentang ancaman yang akan terjadi kelak. Sedangkan jikalau Wuxian gagal, maka Wuxian yang mati membeku itu akan mencari bersamaan dengan aura jahat di dalam tubuhnya. Aura jahat itu akan selamanya terperangkap di Kolam Es Abadi. Sementara sekte hanya perlu menyegel Kolam Es Abadi agar aura jahat itu terkurung selamanya di sana.
__ADS_1
“Maka baguslah. Aku tidak perlu khawatir kalau begitu. Aku bisa mati dengan tenang,” kata Wuxian.