
Ane turun dari mobil melihat rumah Bhanu yang memiliki luas bangunan 120 M2, bernuansa model rumah fasad tropis modern. Bhanu mengajak Ane turun sembari membawa beberapa kantong plastik belanja ke dalam rumah. Ane mengekor dari belakang sembari menjinjing tasnya.
Keduanya kompak mengucapkan salam, sesampainya di ruang tamu, Ane sempat terkagum melihat interior dalam rumah Bhanu yang sangat bagus, nyaman dan bersih. Bhanu menoleh ke belakang melihat Ane kemudian memanggil gadis itu masuk ke dalam dapur. Di atas meja bar, Bhanu meletakkan semua kantong belanja.
Ane merengut bingung, ia menggaruk keningnya melihat kantong belanja di atas meja bar. “Mas mandi aja, biar Ane yang beresin sekalian masak, tapi ini semua dirapihin di mana?” Ane meraih kantong berisi sayuran lalu mengeluarkannya.
Bhanu mengambil kantong berisikan sabun dan keperluan pribadinya, “ini biar Mas yang rapihin, kamu rapihin keperluan dapur aja, sayur dan buah sama susu taruh di dalam kulkas aja yang lain bumbu-bumbu taruh di sana aja,” tunjuk Bhanu ke rak yang menyediakan berbagai tempat bumbu yang tersusun rapi.
“Mas percayakan dapur sama kamu, besok-besok kalau udah sah bahkan sampai kamar pun kamu yang urus,” Bhanu mengedipkan matanya menggoda Ane lalu berbalik menuju kamarnya sembari tertawa.
“Apa sih mas!” seru Ane salah tingkah. Ane melanjutkan aktivitasnya terlebih dulu ia merapihkan semua barang belanja kemudian menyiapkan bahan masakan. Ane sudah seperti ibu rumah tangga, ia menggelengkan kepala tak sadar membayangkan kehidupannya setelah menikah bersama Bhanu.
Ane mencuci ayam setelah itu memberikan bumbu ayam goreng serta bahan tambahan seperti bawang putih, lengkuas, jahe dan sereh lalu menuangkan ke dalam wajan serta menambahkan air. Ia menyalakan kompor untuk memasak ayam tersebut agar bumbu menyerap hingga ke dalam daging ayam.
Ane mencuci bahan sayuran, rencananya ia akan membuat sayur SOP. Wortel dan kentang ia potong dadu, serta sayuran lainnya. Ane mengupas bawang putih dan merah sebagai bumbu SOP. Semua bahan telah beres, Ane menyalakan kompor satunya dan mulai memasak sayur. Gadis itu begitu cekatan di dapur, Bhanu bersandar di tembok ternyata Bhanu baru saja selesai mandi. Matanya memerhatikan bagaimana Ane memasak. Melihat tubuh Ane dari belakang sibuk memasak, rasanya ingin merengkuh tubuh Ane dari belakang, mencium kening dan tak lupa membisikkan kata terima kasih dengan jarak dekat pada Ane yang bersedia memasakan makanan untuknya.
Lamunan Bhanu terusik, ketika Ane berbalik dan melihatnya. “Loh, Mas udah mandi, bentar lagi mateng mas duduk dulu aja,” ujar Ane sibuk menaruh sayur ke dalam mangkuk. Kemudian Ane memiriskan ayam lebih dulu sebelum di taruh ke piring. Bhanu meraih selembar tissue, ia meraih pundak Ane, bagaikan slow motion adegan itu terputar membuat jantung Ane berdetak tak karuan. Tangan Bhanu begitu telaten menyeka bulir keringat di dahi Ane. Jarak dekat begitu dekat, wajah tampan Bhanu dinikmati oleh Ane. Bhanu membuang tissue bekas keringat itu ke tong sampah, Ane masih terpaku di tempatnya.
Bhanu terkekeh melihatnya lalu menggoda Ane, “kenapa terpesona sama calon suami kamu ini?” alisnya naik turun serta senyum miring tercetak di wajahnya.
Wajah Ane merona salah tingkah, ia berbalik meraih mangkuk SOP dan berjalan menuju meja makan menghindari Bhanu karena malu.
“Hari ini penuh cobaan buat, Mas! Untung mas gak khilaf peluk kamu,” Bhanu mengikuti langkah Ane sambil membawa piring berisikan ayam dan menaruhnya ke meja.
__ADS_1
Ane mencibir, “belum boleh!”
“Iya makanya ayo nikah, biar mas bebas peluk kamu!” rengek Bhanu seperti anak kecil.
Ane bergidik geli tetapi gemas melihat tingkah Bhanu yang jarang ia lihat, “sabar, orang sabar di sayang Allah SWT!”
“Di sayang kamu kapan?”
Ane melebarkan matanya saking terkejut mendengar pertanyaan Bhanu, namun ia punya ide untuk membalas godaan Bhanu tadi.
“Udah—”
“Alhamdulillah, ya sudah ayo kita nikah!”
“Besok kalau gak hujan tapi!” Ane tertawa berbalik badan hendak mencuci tangan. Bhanu memasang ekspresi wajah nelangsa.
“Assalamualaikum, dek!”
“Samikum, Caca atang umah om nih!”
Sosok wanita cantik bersama bocah perempuan kira-kira berusia 3 tahun memasuki rumah Bhanu yang tidak terkunci. Suara itu rupanya tak didengar oleh pemilik rumah, ibu dan anak itu akhirnya mencari ke sudut ruangan, hingga menemukan sosok yang di cari sedang asik makan bersama seorang gadis yang asing baginya.
“Dek!”
__ADS_1
“Om!”
Bhanu beserta Ane menoleh secara kompak.
“Eh, Mbak Lingga,”
“Om, Caca mau mam!” bocah perempuan naik ke atas kursi dengan susah payah. Matanya berbinar melihat ayam goreng tersaji di atas meja. Saat kaki kecilnya menapaki lantai dapur aroma sedap menguar apalagi saat melihat sang om memegang paha ayam.
“Eh, Caca kan udah makan di rumah,”
Gelengan kepala diberikan bocah perempuan itu, “apina Caca mau mam agi, Nda! Ayam golengna, uh!” bocah bernama Caca itu mengeluarkan lidahnya menyapu bibirnya seakan ayam goreng begitu menggoda selera makannya. Karena tak ada reaksi dari sang om, Caca beeralih ke gadis cantik di sebelahnya, ia mencolek tangan Ane.
Mengerti maksud bocah itu, ia mengambil piring dan ayam goreng tetapi saat ia hendak mengambil centong nasi Caca bersuara membuat gerakan tangan Ane terhenti.
“No no! Ayam golengna aja,”
Sebelum Caca menyentuh ayam, Ane mengajak Caca mencuci tangan lebih dulu dengan patuh Caca turun dari kursi di bantu Ane kemudian keduanya berjalan menuju Wastafel.
“Mbak tunggu di depan aja lah, pantesan gak chat atau ke rumah minta makan, ternyata eh ternyata,” sindir Lingga pada sang adik.
“Caca nda bisa kan Caca masih tecil,” Caca mendongak menatap westafel, ia tak bisa menggapainya, Ane terkekeh geli ia mengangkat tubuh mungil Caca yang sedikit gempal tak lupa mencuri satu kecupan di pipi Caca.
“Maacih ante antik,” Caca tersebut manis pada Ane dan membalas kecupan di pipi Ane. Seketika Ane melting mendapatkan perlakuan manis dari Caca.
__ADS_1
......Assalamualaikum, gimana nih? apakah bab ini berhasil buat kalian senyum-senyum sendiri tapi sepertinya kurang gregetan yah? bab ke depan buat kalian senyum-senyum sendiri deh! jangan lupa vote+like+comment yah! ♥️......
...Big Love ♥️...