
Ane terlihat sangat lesu, bagaimana tidak di dua kantor sekaligus Ane melamar semua lamaran ditolak karena status wanita itu. Ane menyeka bulir keringat di kening secara kasar, saking kesalnya bahkan healsnya kini dijinjing. Untung saja disiang hari cuaca lagi mendung jadi kaki Ane tidak merasakan panas.
Ane duduk di bangku taman, moodnya benar-benar hancur. Ia meremas kuat surat lamaran yang dipegang. Ane mendapatkan info lowongan dari situs website dan dipersyaratkan yang ditercantum memperbolehkan wanita sudah menikah ikut melamar tapi ketika sesi wawancara mengapa pihak kantor mempermasalahkan status pernikahan sungguh aneh bukan? Ane protes pada saat sesi wawancara berakhir dengan pengusiran. Ane tak bisa menahan kekesalannya pada ruang HRD tadi, kalau memang sedari awal tidak setuju lalu mengapa saat membuat persyaratan tidak masalah. Tidak habis pikir.
Ane rasanya ingin menangis, tapi malu karena berada di tempat umum. Ia menarik napas lalu mengembuskan kasar, menahan rasa sesak di dadanya, lalu memesan ojek online beberapa menit kemudian ojek yang dipesan sudah datang ia mengangkat bokongnya berjalan mendekati driver ojol.
20 menit waktu tempuh menuju rumah, Ane berlari kecil memasuki rumah. Seperti biasa rumah itu nampak sepi hanya terdengar suara gemercik air sepertinya bi Popon sedang mencuci. Ane membuang map berisi berkas lamaran ke tong sampah, ia membuang badannya ke atas kasur. Air matanya kini luruh tanpa diminta.
“Kenapa sih susah banget cari kerja!”
Ia meringkuk di atas ranjang layaknya bayi di dalam kandungan sang ibu. Ane menangis tersedu-sedu. Beberapa kali memukul lututnya kesal. Hampir setengah jam lamanya, tangisan Ane mereda tak sadar membuat wanita itu tertidur pulas. Bi Popon juga tidak menyadari jika Ane sedang menangis dan melakukan aktifitasnya dengan tenang hingga semua telah beres.
\*\*\*\*
Pukul setengah empat sore, Bhanu baru saja pulang. Ia berpapasan dengan bi Popon hendak pulang ke rumah. Kaki jenjangnya menginjak satu persatu lantai rumah hingga sampai di kamar. Tak ada tanda-tanda sang istri di ruang tengah dan dapur jadi Bhanu langsung saja menuju kamar pikirnya jika Ane sedang bersantai di sana.
Ketika pintu terbuka, matanya menyipit melihat sang istri tidur dengan posisi sedikit janggal. Khawatir Bhanu bergerak cepat menuju ranjang, ia meraih tubuh Ane, wajah wanita itu nampak tidak baik-baik saja. Bhanu mengusap pipi Ane lembut berniat membangunkan sang istri.
“Sayang,”
__ADS_1
Senyap-senyap terdengar mengusik tidur Ane—wanita itu pun membuka mata perlahan, wajah sang suami yang pertama ia lihat. Bhanu semakin yakin jika Ane sedang tidak baik-baik saja, ketika kelopak mata Ane terbuka, nampaklah jika mata Ane terlihat sembab dan bengkak seperti habis menangis.
Ane masih dalam suasana sedih tak khayal langsung memeluk erat perut datar sang suami dan menangis tersedu-sedu menumpahkan segala kesedihan dan kekesalannya atas apa yang terjadi hari ini. Bhanu membiarkan Ane menangis, tangannya pun tak tinggal diam ia mengelus punggung Ane pelan. Suara tangisan Ane mulai meredam baru lah Bhanu bertanya ada apa yang terjadi pada sang istri.
“Kenapa istri mas menangis?” Bhanu menyeka bulir air mata yang menetes.
“Ane gagal lagi mas, Ane gak diterima kesel. Mereka protes tahu Ane sudah nikah padahal mereka yang salah kenapa di persyaratan yang tercantum mempersilahkan wanita sudah nikah bisa ikut mendaftar. Kesel mas, padahal Ane mau kerja, kenapa sih susah banget,” tutur Ane menumpahkan segala kekesalannya.
Bhanu memahami kondisi dan perasaan Ane—istrinya itu masih muda tentu masih ingin mengejar karir hal itu tidak ia permasalahkan sama sekali. Toh, ia akan mendukung apapun yang dilakukan sang istri.
“Bukan rejeki kamu sayang, segala sesuatunya harus ambil positifnya. Jangan bebankan pikiran kamu dengan hal yang makin kamu stress. Sudah sedih-sedihnya, kamu bangkit lagi, semangat lagi untuk kejar apa yang kamu mau. Mas selalu mendoakan apa yang kamu impikan segera terwujud, sudah yah jangan menangis lagi,”
“Mas janji yah selalu dukung Ane?” wanita itu menaikkan jari kelingkingnya berharap jika Bhanu akan membalas dan berjanji padanya.
“Tentu cantik,” balas Bhanu tak lupa mengecup tautan jari kelingkingnya dan Ane.
“Sayang mas banyak-banyak,”
“Sayang istri mas banyak-banyak,”
__ADS_1
“Ya udah kalau gitu mas bersih-bersih aku mau masak buat makan malam dulu,” Ane berniat bangkit dari duduknya namun di tahan oleh Bhanu.
“Bentar ada yang kelupaan,” Bhanu menarik tengkuk sang istri kemudian mencium bibir ranum Ane yang sudah menjadi candu baginya. Cukup lama mereka berciuman hingga pasokan oksigen Ane terpaksa memberhentikan aksi keduanya. Wajah Ane memerah ini bukan hal pertama tapi selalu saja membuatnya malu.
“Tumben yah Caca gak ganggu kita lagi mesra-mesraan begini biasanya dia kan datang tiba-tiba tuh,”
“Haha si monster kecil, mas udah bilang sama mbak Lingga kalau sebaiknya Caca di kurung aja soalnya Caca nekad banget suka pergi sendiri takut ada yang culik,”
Ane hanya menggelengkan kepala, ia tahu jika itu hanya alibi suaminya saja. Kompleks perumahan Bhanu tergolong mempunyai pengawasan dan keamanan yang ketat, tidak sembarangan orang bisa keluar-masuk kalau pun ada yang order makan online atau ojek online maka harus ada konfirmasi lebih dulu baru driver tersebut bisa masuk.
Ketika Ane beranjak ke dapur, Bhanu melepas pakaian yang melekat dari badannya menyisakan celana. Ia bergerak menuju lemari mengambil pakaian dalam setelah itu Bhanu kembali ke ranjang mengambil pakaian kotor hendak memasukkan ke keranjang baju. Ingat jika ponsel baterainya lowbat ia meraih charger di nakas namun matanya memicing ketika melihat satu strip obat dan baru diminum beberapa pil saja.
Ia tahu itu obat apa, walau bukan special kandungan tapi Bhanu tidak lah awam mengenai obat tersebut. Untuk memastikan dugaannya benar, ia mencharge ponsel hingga menyala lalu mengirimkan kan gambar ke Reza foto obat tersebut. Bhanu menunggu beberapa menit hingga balasan Reza muncul mengatakan jika dugaan Bhanu benar.
Seketika pikiran Bhanu menjadi runyam dan ada rasa kekesalan menyelimuti hatinya. Bhanu merapikan kembali dan segera masuk ke kamar mandi menyiram kepalanya kini terasa panas.
...Assalamu'alaikum, jangan lupa vote+like+comment yah! sekali lagi terimakasih yang masih setia jangan bosan-bosan yah;)...
...Big Love ♥️...
__ADS_1