Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 10 Terharu tak Terkira


__ADS_3

Kedatangan Kemala di malam buta, membuat sang ayah yang sudah paruh baya sangat shock tak terkira. Pria tersebut sempat mengira kalau yang ia lihat sekarang adalah arwah putri kesayangannya. Namun, saat Kemala berlari dan langsung memeluk tubuh lemah ayahnya, barulah ayah Kemala yang bernama Daries percaya, bahwa putri yang amat sangat ia rindukan di setiap harinya bukanlah arwah gentayangan alias masih hidup.


Sungguh tak terkira betapa bahagianya Daris melihat satu-satunya belahan jiwanya masih ada di dunia meski sempat dibiarkan hilang dan akhirnya meninggal dunia. Pria paruh baya itu tak henti-hatinya mengucap puja puji syukur karena Sang Pencipta masih bisa mempertemukan mereka kembali.


“Ayah … ayah baik-baik saja? Bagaimana kondisi Ayah sekarang? Apa masih ada yang sakit? Kenapa Ayah kurus sekali? Kemala sudah datang Ayah. Kemala merindukan Ayah,” isak Kemala terus memeluk tubuh ayahnya berkali-kali sambil bercucuran air mata sampai cara bicaranyapun belepotan kemana-mana.


Ayah Kemala juga sama, ia tak kuasa menahan air mata bahagianya mengetahui bahwa putrinya ternyata masih hidup. Ini bukanlah mimpi ataupun halusinasinya seperti yang salaam ini ia alami. Kamala benar-benar nyata. Untuk beberapa saat, pria paruh baya itupun tak bisa berkata-kata dan hanya bisa memeluk putri satu-satunya dalam dekapannya sama seperti saat ia menggendong Kemala kala gadis itu terlahir ke dunia.


“Anakku … syukurlah … kau masih hidup, ayah … juga sangat merindukanmu. Hidup ayah hampa tanpamu, tapi sekarang … ayah senang, kau masih hidup. Kau tidak mati seperti yang dikatakan orang-orang. Putriku masih hidup,” ujar Daries sambil berlinang air mata dan terus memeluk Kemala.


Setelah puas saling melepas rindu. Dua orang ayah dan anak itupun duduk bersama di ruang tamu dan membicarakan banyak hal terutama tentang keberadaan Kemala selama ia dinyatakan meninggal. Sesuai kesepakatan dengan sang vampir, Kemala terpaksa berbohong dan mengarang cerita bahwa selama ini ia pergi keluar kota untuk bekerja demi melunasi hutang-hutangnya yang ia gunakan untuk biaya operasi ayahnya.


Alasan itu memang masuk akal apalagi Kemala tampak terpaksa harus bekerja keras dan tidak bisa pulang demi mengumpulkan pundi-pundi uang berjumlah besar. Gadis itu juga beralasan kalau ia diberi bosnya cuti selama seminggu agar bisa bertemu dengan ayahnya dan itu berlaku untuk seterusnya. Artinya, sebulan sekali, Kemala akan pulang kerumahnya dan kembali lagi bekerja bila masa cutinya habis sampai hutang-hutangnya lunas.


Padahal aslinya, selagi Kemala datang bulan, Richard tak bisa berada dekat dengan Kemala. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, makanya si vampir tampan menyuruh istrinya pulang sementara dan harus segera kembali bila Kemala sudah selesai datang bulannya. Dan alasan Kemala yang ia ucapkan pada ayahnya untuk menutupi fakta sebenarnya sangatlah real.


“Pantas saja, kami tidak bisa melacak keberadaanmu, ternyata ini alasannya,” ujar ayah Kemala manggut-manggut setelah mendengar penjelasan dari putrinya kenapa selama ini Kemala menghilang tanpa jejak.

__ADS_1


“Iya Ayah … maaf, baru memberitahu sekarang, aku harus fokus bekerja dulu dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Untunglah masih bisa dikasih libur sehingga bisa kembali pulang kemari.” Kemala menambahkan supaya ayahnya lebih percaya dan tidak curiga kalau ia sedang berbohong walaupun tidak sepenuhnya.


“Kalau begitu, bosmu baik sekali, memangnya kau kerja apa di luar kota sana?” tanya Daries.


Deg!


Nah loh, jawab apa nih … masa iya aku harus jawab bekerja sebagai istrinya vampir? Batin Kemala bingung harus bekerja sebagai apa.


“Banyak yang harus aku kerjakan Ayah, aku adalah asisten ruma tangga di istana yang sangat megah dan indah. Rumahnya sangat luas dan setiap hari aku harus membersihkannya. Di rumah itu tidak diperbolehkan bawa ponsel, makanya aku tidak bisa menghubungi siapapun,” jawab Kemala terbata-bata.


Sebenarnya ia tidak pandai berbohong. Namun, ijazahnya yang hanya tamatan SMA tak mungkin bisa mendapatkan pekerjaan lain yang lebih cocok untuknya selain menjadi asisten rumah tangga. Syukurlah ayah Kemala tidak curiga sama sekali. Sejauh ini drama Kemala lancar jaya tanpa ada hambatan.


“Da-darimana Ayah tahu?” tanya Kemala bingung dan juga langsung panik, Ia yakin, suami vampirnya pasti bisa mendengar pembicaraannya.


“Dokter di rumah sakit pernah bilang, saat operasi, aku membutuhkan banyak sekali darah dan pada saat itu, stok darah di rumah sakit sedang tidak ada. Butuh waktu lama untuk mengambil darah yang sesuai dengan darahku dari rumah sakit lain. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk mengambil darah tersebut paling cepat 30 menit. Jelas itu tidak mungkin dan nyawaku bisa melayang jika terlambat 10 menit saja.


“Tiba-tiba, ada seorang pria dengan ciri-ciri yang kusebutkan, datang dan membawakan darah yang kubutuhkan. Pria itu juga memberikan banyak sekali uang sebagai pegangan jika aku sembuh dari penyakitku sekaligus membayar lunas biaya rumah sakit dan operasiku. Dokter itu tidak menyebutkan siapakah pria baik hati itu. Ia ditemani pria tampan lainnya dan langsung pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan apapun.”

__ADS_1


Mulut Kemala melongo mendengar penjelasan tak terduga dari ayahnya. Gadis itu shock dan juga tidak percaya kalau suami vampirnya datang ke rumah sakit dan menyelamatkan proses operasi ayahnya.


“Kemala … apakah … dia bosmu?” tanya Daries heran karena putrinya amat sangat shock mendengar penjelasannya.


Kemala tak bisa menjawab pertanyaan ayahnya. Semakin terharulah gadis itu dan seketika ia berlari ke kamarnya lalu segera membuka jendela dengan tergesa-gesa. Ia menatap ke langit-langit berharap ada suaminya di jendela istana gelapnya.


“Ada apa Kemala? Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membuka jendela malam-malam begini? Siapa yang kau cari?” tanya Daries yang mengikuti gerak gerik putrinya. Semakin heranlah ia dengan perangai Kemala yang seolah sedang melihat seseorang dari luar jendela.


“Kemala,” panggil ayahnya sekali lagi dan Kemala mulai tersadar setelah sosok yang ia cari-cari tak kunjung muncul.


Seketika gadis itu sadar bahwa suaminya tak mungkin bisa mendekatinya sebab ia sedang banjir-banjirnya. Darah manusia di mata vampir begitu menggoda, dan pastinya Richard perlu waktu untuk bisa beradaptasi dengan bau darah Kemala yang amat sangat menyengat baginya. Kemala balik badan dan mengusap air matanya lalu kembali memeluk ayahnya. Ia ingin memberitahu ayahnya kalau dirinya sudah menikah.


Namun sayang, belum juga Kemala mengutarakan statusnya yang sudah menjadi istri vampir, mendadak ayahnya mengatakan kalimat yang membuat gadis itu tertegun.


“Nak … ayah akan mengundang semua penduduk desa untuk syukuran kembalinya kau ke rumah ini. Dengan begitu, semua penduduk desa takkan menganggapmu mati lagi. Bagaimana menurutmu?” tanya ayah Kemala dan istri vampir tampan itu terdiam seribu bahasa.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2