Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 79 Pengorbanan Cinta


__ADS_3

Refald dan Richard sama-sama menggendong pasangan mereka masing-masing dan langsung melesat cepat bagai kilat menuju kediaman Fey. Yang membuat Kemala heran, raja demit Refald yang notabennya adalah manusia biasa, ternyata bisa menyeimbangi kecepatan berlari Richard yang bagai kilatan sinar cahaya. Bahkan Refald tak tampak kelelahan seolah hal itu bukan masalah baginya.


Padahal dia manusia yang masih bernapas sama seperti Kemala. Jika itu manusia lain sudah dipastikan mereka bisa koap akibat kelelahan berlari. Berbeda dengan Refald yang tak terlihat letih ataupun berkeringat.


“Richard? Apa raja demit itu benar-benar manusia? Kenapa ia bisa berlari sangat cepat lebih dari dirimu?” tanya Kemala terheran-heran melihat Refald. Ia jadi bingung sendiri. Katanya manusia, tapi punya kekuatan luar biasa melebihi makhluk tak kasat mata.


“Dia manusia istimewa Cagiya. Dia keturunan Raja yang juga istimewa. Tidak ada makhluk dari dunia lain yang tidak mengenalnya serta kekuatannya. Dan dia juga hanya mencintai satu wanita. Jangan coba-coba menyukainya ataupun ngefans padanya,” ujar Richard sedikit memberikan ancaman.


“Mana mungkin aku menyukainya. Kau tidak lihat apa? Istrinya cantik luar biasa begitu. Jelas raja demit itu takkan pernah berpaling pada wanita lain selain istrinya. Mereka berdua pasangan yang amat sangat serasi.”


Kemala ikutan terharu melihat kebijaksanaan Fey ketika bicara dengan anak buahnya yang bertingkah dan merajuk dan langsung bisa menyelesaikan masalah mereka walau endingnya harus berakhir dengan kebengekan raja yang menendang pak ke udara. Entah bagaimana kabarnya si pocong tampan oneng itu.


Pasti tidak mudah menjadi istri dari seorang raja demit. Namun, Fey tetap setia ada di sisi suaminya baik dalam suka maupun duka.


“Kita juga pasangan yang serasi Cagiya. Buktinya aku juga hanya mencintaimu seorang. Dan tidak bisa mencintai wanita lain lagi selain dirimu.” Richard mulai melancarkan jurus rayuan mautnya.


"Iya aku tahu. Aku juga mencintaimu seorang. Kau puas?" cetus Kemala.


"Belum, karena kita belum buat gempa. Setelah ini aku akan minta izin pada Raja." Richard terkekeh.


Di sela-sela mereka melesat cepat, sempat-sempatnya pasangan suami istri beda alam itu berghibah soal raja dan ratu dedemit. Untung yang dighibahin bodo amat dan tidak mudah tersinggung walau mereka tahu kalau mereka sedang dibicarakan.


"Kau akan mengizinkan pangeran mesumm itu buat gempa di sini, Refald?" tanya Fey pada suaminya.


"Kenapa tidak Honey? Akupun juga akan melakukan hal sama seperti yang mereka lakukan."


"Aku lupa kalau selain raja dedemit, kau juga rajanya mesumm."

__ADS_1


"Tapi kau terpesona dan cinta mati padaku."


"Dasar narsis." Fey cuma menghela napas dengan sikap narsis suaminya yang dari dulu hingga sekarang tidak berubah. Sedangkan Refald hanya tertawa saja.


Sambil menggendong Fey dengan mesra, Refald terus melesat cepat melebihi kecepatan angin. Hanya dalam hitungan detik, keduanya sampai di tempat tujuan.


Begitu sampai rumah, masih dengan sikap yang ramah. Refald mempersilahkan Richard dan Kemala masuk dan duduk santai bersama di ruang tamu. Kemala langsung suka hunian mewah nan elegan yang dibilang gubuk oleh Fey. Bangunan model begini ini sih bukan gubuk, tapi istana megah di tengah hutan di mana hampir 80% dindingnya terbuat dari kaca.


Dari balik dinding kaca ini mereka bisa menyaksikan panorama alam hutan rimba yang begitu alami seperti tak pernah terjangkau oleh tangan manusia. Benar-benar asri dan alami serta menyejukkan hati. Kemala menyukai tempat ini.


“Anggap saja rumah sendiri, kalian pasti lelah setelah perjalanan jauh kemari.” Refald duduk dihadapan Richard.


“Terimakasih Raja, tapi kami langsung saja pada intinya. Kami tidak bisa lama karena kami berdua meninggalkan kakakku diluar sana,” ujar Richard.


“Pangeran Rexi dan temannya baik-baik saja. mereka kubuat terkurung dalam lingkaran Izanami. Mereka tidak akan bisa keluar dari sana sampai keduanya saling memahami satu sama lain. Selagi mereka tidak menyatukan hati dan pikiran. Mereka tidak akan bisa keluar. Jangan khawatirkan mereka. Soal makanan, ada banyak binatang buas didalamnya sehingga mereka bisa memanfaatkan darah binatang-binatang itu.”


Tanpa diberitahupun, ia tahu apa yang diinginkan Richard bahkan sebelum Richard datang kemari menemuinya. Fey dengan ramah juga mengajak Kemala berkeliling rumahnya sementara Refald bicara 4 mata dengan Richard. Apalagi yang mereka bicarakan selain kehamilan istri Richard serta beberapa hal lainnya.


“Sebenarnya, mereka bicara apa, ya?” tanya Kemala memerhatikan suaminya yang sedang berdiri di depan dinding kaca berukuran besar bersama dengan Refald. Pemandangan alam diluar dinding tersebut sangat menakjubkan.


“Urusan laki-laki itu sangat rumit, lebih baik kita tidak tahu daripada puyeng sendiri. Minumlah susu ini Nona. Sangat baik untuk kehamilanmu.” Fey memberikan segelas susu vanilla dan duduk di samping Kemala.


Dua wanita cantik itu tampak sangat akrab meski mereka baru pertama kali ini bertemu. Mungkin karena keduanya sesama manusia, makanya Kemala merasa aman bersama Fey. Mereka juga memakan makanan ala manusia pada umumnya yang dimasak oleh Fey sendiri. Suasana yang Kemala rasakan saat ini sangat jauh berbeda ketimbang saat dia makan bersama dengan keluarga vampir.


“Jangan khawatir, kehamilanmu akan baik-baik saja. Pangeran Richard akan menjagamu dengan baik. Mungkin akan ada banyak kendala, tapi percayalah suamimu pasti bisa mengatasinya.” Fey bicara begitu karena ia tahu apa yang ada dalam pikiran bumil ini.


“Apa Yamg mulia Ratu akan datang ke acara pernikahan kami?” tanya Kemala pada Fey.

__ADS_1


“Tentu saja, kalian sudah jauh-jauh datang kemari, masa kami tidak datang. Tentu saja kami akan datang. Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Mumpung masih di sini, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke hutan? Atau ke tempat-tempat lain yang kau inginkan? Kau tidak keberatan bila menginap di sini dan barulah kembali pulang besok saja?” tawar Fey.


Sebenarnya, Kemala tidak berani memutuskan walau ia sangat senang dengan tawaran itu. Ia menatap Richard yang masih berdiri memunggunginya. Entah apa saja yang sedang para pria itu bicarakan. Kemala tidak tahu.


Akhirnya, ia mengambil keputusannya sendiri dan mengiyakan ajakan Fey. Kapan lagi bisa bersenang-senang dengan ratu dedemit dari dunia lain.


"Kami akan pergi jalan-jalan, kalian teruskan saja ngobrolnya," ucap Fey minta izin pada suaminya.


"Kau mau belanja juga Honey?"


"Iya, jemput kami di sana ya ... kami akan keluar malam supaya pangeran Richard tidak kesulitan saat dia datang menjemput istrinya."


"Tapi Ratu ..."


"Jangan khawatir Pangeran, bersamaku, Kemala aman," sela Fey seolah tahu apa yang akan dikatakan Richard.


Richard menatap Refald dan raja demit itu menganggukkan kepalanya tanda semua akan baik-baik saja.


"Titip Kemala Ratu. Maaf dan terimakasih untuk semuanya." Richard berdiri dan mendekat ke arah istrinya lalu mencium keningnya dengan mesra. "Bersenang-senanglah Cagiya. Nanti kujemput."


BERSAMBUNG


***


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2