Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 39 Cinta Kemala untuk Richard


__ADS_3

“Sial!” Geram Richard dan ia semakin mempercepat lajunya agar bisa sampai lebih dulu dibandingkan Vinot.


Sayangnya, kecepatan laju Vinot saat melesat turun memang jauh lebih cepat darinya. Sang vampir tampan sangat menyesal karena ia tak mengindahkan permintaan Kemala saat istrinya memintanya untuk mencari mangsa terlebih dulu sebelum berperang. Sang vampir tampanpun tak ingin menyerah, is mengerahkan seluruh tenaga yang ia punya untuk mendapatkan istrinya bagaimanapun caranya.


Sedangkan Kemala jangan ditanya, sejak tadi gadis itu sudah tak tahu harus bagaimana mengatasi rasa shock dan keterkejutannya. Ini bukan kali pertama Kemala harus bertarung dengan nyawa. Namun pandangan matanya tertuju pada suaminya yang berusaha keras untuk meraihnya walau Vinot jauh lebih cepat dari suaminya.


Entah apa yang terjadi jika Vinot mendapatkan Kemala lebih dulu. Gadis itu juga tidak tahu harus berbuat apa karena ia hanyalah manusia lemah yang tak punya kekuatan apa-apa.


Kedua vampir beda klan itu saling berlomba mendapatkan Kemala. Richard tahu apa yang dipikirkan vampir baru itu sehingga ia sangat marah dan emosi. Tak dapat dipungkiri, Vinot melesat jauh lebih cepat bila dibandingkan Richard dan sudah bisa dipastikan kalau vampir jahat itulah yang bakal mendapatkan tubuh Kemala terlebih dulu.


Di detik-detik Vinot hendak meraih tubuh Kemala, tiba-tiba ada sesosok vampir lain yang melesat tak kalah cepat dari arah samping Vinot dan menyambar tubuh Kemala sebelum istri Richard itu tersentuh oleh tangan sang vampir jahat. Setelah berhasil mendapatkan tubuh Kemala, sosok tersebut mendekat ke arah Richard dan menyerahkan Kemala pada adiknya.


“Rex!” seru Richard antara terkejut dan juga senang melihat istrinya selamat dari tangan Vinot. Tangannya segera mengambil alih tubuh Kemala dari tangan Rexi.


“Bawa dia pergi dari sini, biar aku dan yang lainnya yang urus vampir menyebalkan itu,” ujar Rexi sambil menatap lurus Vinot.


Vampir baru itu tampak kalap karena targetnya dicuri paksa oleh vampir yang ternyata adalah Rexi, kakak sulung Richard yang sebelumnya sangat menentang pernikahan antara Richard dan Kemala. Tapi kini, tiba-tiba ia datang secara tak terduga dan malah menyelamatkan Kemala yang hampir saja jatuh ke tangan Vinot.


Mata Rexi terlihat merah menyala saking marahnya. Sedangkan Richard terlihat bahagia dan sangat berterimakasih pada kakaknya begitupula dengan Kemala yang heran dan juga bingung kenapa kakak ipar yang membencinya tiba-tiba mau menyelamatkannya.


“Terimakasih, Rex. Akan kukirimkan hadiah spesial untukmu nanti.” Richard menatap wajah tegang istrinya sambil berkata, “Pegangan yang kuat Cagiya, kita akan segera pergi dari sini sejauh mungkin.”

__ADS_1


“Tapi … bagaimana dengan kak Rexi dan yang lainnya?” tanya Kemala.


“Mereka akan baik-baik saja, Vinot bukanlah tandingannya.” Richard melesat cepat bagai angin kembali ke atas tebing dan membiarkan saudara-saudaranya mengurus Vinot untuk dibawa ke dewan delegasi vampir sesuai dengan kesepakatan yang telah mereka buat sebelumnya.


Meskipun Kemala selamat dan kini sedang terbang dalam gendongan suaminya. Hati Kemala masih belum tenang. Hal itu karena ia melihat wajah Richard semakin pucat dan ia khawatir kalau suami tercintanya kenapa-napa.


Gadis itu minta berhenti di suatu tempat yang kebetulan, mereka berdua kini ada di dekat sebuah pedesaan. Kemala tidak tahu, entah apa nama desa ini dan berada di negara bagian mana. Yang jelas mereka berdua masih berada di benua Eropa.


“Kita istirahat dulu di sini. Kau pucat sekali,” ujar Kemala dan ia terkejut karena tiba-tiba saja suami vampirnya itu ambruk setelah menurunkannya karena tenaganya sudah terkuras habis. “Richard!” seru Kemala kaget dan juga bingung karena ini pertama kalinya gadis itu melihat suaminya tumbang.


Dengan sekuat tenaga, Kemala kembali mengangkat separuh tubuh kaku suaminya dan disandarkan di sebuah pohon besar. Kemala terus memanggil-manggil nama suaminya agar membuka matanya.


“Richard, kau bisa dengar aku. Buka matamu. Dan minumlah darah dari tanganku.” Kemala menyodorkan lengan kirinya di depan mulut suaminya agar dihisap oleh Richard.


Istri Richard ini juga tak mau tinggal diam, ia berdiri dan mematahkan batang pohon yang ada di dekatnya. Lalu patahan ujung batang pohon yang runcing langsung ia goreskan di lengan kirinya sehingga darah segar mengalir deras dan Kemala langsung membantu meminumkannya pada suaminya.


Seketika, wajah Richard tampak kembali segar meskipun masih tampak pucat seperti biasanya setelah meminum darah Kemala. Richardpun menghentikan aksinya menghisap darah dan menatap sendu wajah wanita cantik yang amat sangat mencemaskan dirinya.


Vampir tampan itu masih belum bersuara dan hanya menatap tajam luka di lengan kiri Kemala akibat goresan yang dibuat sang istri demi dirinya. Dengan pelan, Richard menempelkan tangannya dan menyembuhkan luka Kemala agar kembali membaik seperti sebelumnya.


Melihat hal itu, Kemala langsung memeluk tubuh Richard dan menangis dalam dekapannya. “Kau membuatku takut, aku pikir aku akan kehilanganmu di sini. Aku sangat takut kau akan meninggalkanku. Ini kali pertama aku melihatmu sekarat seperti itu. Kau benar-benar menakutiku,” isak Kemala dalam pelukan erat suaminya.

__ADS_1


Tak ada sahutan, yang ada malah dekapan Richard semakin erat seolah enggan ia lepaskan. Kemala pun ikut terdiam dan meresapi seluruh cinta yang Richard berikan untuknya.


“Terimakasih Cagiya, dan maaf karena telah membuatmu cemas. Harusnya aku mendengarkanmu, tapi ini semua diluar dugaanku. Maaf,” ujar Richard dengan suara tenornya yang menenangkan hati.


Kemala mengangkat kepalanya dan menatap lurus wajah tampan suaminya. “Aku mencintaimu mas vampir Richardku. Lebih baik aku mati jika sampai aku kehilanganmu. Jangan pernah lakukan ini padaku lagi. Aku sungguh sangat takut melihatmu seperti tadi.”


“Akan aku ingat, maaf!” Richard mencium kening Kemala dan membantu mengusap air matanya.


“Bagaimana keadaanmu sekarang, kau masih butuh darah lagi?” tanya Kemala masih cemas.


“Tidak, darah yang kau berikan padaku sudah lebih dari cukup. Aku tidak mau kau kenapa-napa gara-gara aku. Tapi aku khawatir, kita akan tinggal di sini lebih lama dari yang kukira sampai kekuatanku kembali sempurna seperti sedia kala.” Mata Richard melihat pemandangan desa yang ada didepannya.


Kemala pun mengikuti arah pandang suaminya dan mengamati keadaan desa yang akan menjadi tempat tinggalnya sementara. Gadis itu baru sadar kalau ia sangat menggigil kedinginan karena cuaca di desa ini masih memasuki musim dingin.


“Tidak apa-apa, tidak masalah mau tinggal di mana saja. Asal bersamamu, aku tidak keberatan kalau kita harus tinggal di desa ini lebih lama sampai kau pulih. Setidaknya, desa ini aman untuk kita berdua. Aku rasa penduduknya juga tidak terlalu banyak. Jadi mereka tidak akan curiga kalau kau bukan manusia.”


“Kau yakin?” tanya Richard.


“Suamiku sedang sakit sekarang, masa iya aku tidak peduli padamu. Kita adalah suami istri, senang dan susah harus kita hadapi bersama.” Kemala menggenggam tangan dingin Richard sehingga dirinya jadi semakin kedinginan.


Richard tertawa dan memberikan mantel hitamnya untuk istrinya agar jauh lebih hangat. “Tidak salah jika aku jatuh cinta pada wanita terbaik seperti dirimu, Cagiya. Bahkan dikehidupan selanjutnya, aku ingin kaulah yang ditakdirkan menjadi pendamping hidupku, dan terus menjadi Nyonya Richard.” Richard memberikan hadiah ciuman manis untuk istrinya dan keduanya berbagi kehangatan bersama di tengah-tengah turunnya hujan salju di sekeliling mereka.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2