
Kabar tentang acara lamaran Kemala yang bakal digelar dalam waktu dekat tersebar ke seluruh penjuru desa. Berita itupun langsung menjadi heboh di mana-mana. Hampir semua orang membicarakan pernikahan si Bunga desa dengan pria yang mereka kenal sebagai pemilik toserba.
Semua beranggapan bahwa Kemala adalah gadis yang beruntung karana bisa mendapatkan pria tampan tajir melintir yang langsung jadi dambaan semua kaum hawa didesanya. Bahkan hubungan mereka dinilai sangat singkat padat dan jelas, dari bertemu, kenalan, dan langsung diajak nikah. Itulah anggapan semua orang soal hubungan Kemala dan Richard. Padahal hubungan mereka berdua sudah terjalin sejak lama. Bahkan sudah sah di mata keluarga masing-masing.
Banyak yang tidak percaya akan fakta bahwa sang pemilik toserba jatuh kepelukan seorang gadis desa sederhana. Namun sepertinya, sang pangeran tampan alias si vampir Richard benar-benar jatuh hati pada Kemala sehingga tak tertarik pada wanita lain. Selain itu, Richard dan Kemala memang tampak sangat serasi. Satunya cantik alami bagai bidadari, satunya tampan bagai dewa Yunani.
Memang tak banyak yang tahu seperti apa kisah cinta Richard dan Kemala, karena selama ini hubungan mereka tersembunyi dan tidak ada yang tahu kalau mereka berdua adalah pasangan beda dunia yang sudah menikah lama. Tujuan hubungan mereka sengaja di publis, itu karena Richard ingin Kemala menjalani bahtera rumah tangga dengannya secara normal.
Dengan demikian, orang akan tahu kalau Kemala sudah bukan wanita lajang lagi, melainkan sudah bersuami. Dan suaminya bukan sembarangan orang, jika ada yang berani mendekat maka siap-siap harus pindah ke alam baka.
“Kemala, kau sudah siap? Suamimu dan keluarganya sudah ada di luar,” ujar ayah Kemala.
“Sebentar lagi Ayah, tolong tunggu sebentar. Biarkan saja Richard menunggu sedikit lebih lama.” Kemala duduk di depan cermin sambil memandangi wajahnya sendiri yang cantiknya kelewatan. Ini kali pertama ia berhias layaknya calon mempelai pengantin wanita sungguhan.
Tanpa bersolekpun sebenarnya Kemala sudah cantik, tapi khusus hari ini ia tetap memakai make up yang diberikan Dewi dan Susi hasil jarahan di toserba suami Kemala sendiri untuk digunakan sebaik mungkin. Hasilnya, Kemala yang sekarang semakin cantik saja.
Yang bikin heboh lagi, pekarangan depan rumah Kemala disulap Gil dan pasukan astral Richard menjadi bak taman istana kerajaan. Dalam waktu semalam, mereka mendirikan rumah kaca yang didalamnya dipenuhi dengan bunga-bunga dari berbagai macam negara. Baik Kemala dan ayahnya tidak tahu bagaimana cara mereka mendekorasi pekarangan rumah mereka yang tadinya kosong menjadi rumah kaca penuh taman bunga. Sangat menakjubkan.
Dari balik tirai jendela, Kemala terkejut melihat yang datang ke rumahnya bukan hanya Richard dan keluarganya saja, melainkan hampir seluruh penduduk desa ikutan datang juga meskipun mereka tidak diundang. Mereka berdiri dan berbaris rapi disepanjang sisi pekarangan di luar rumah kaca Kemala yang baru saja dibangun.
Kedatangan mereka hanya sekedar menyaksikan proses lamaran Richard dan Kemala karena mereka sangat penasaran dengan dua sejoli beda alam itu. Syukurlah cuaca sedang mendung jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan soal identitas asli Richard dan keluarganya.
__ADS_1
“Astaga, ramai sekali diluar, mengalahkan ramainya jumpa fansnya Sehun yang datang ke Indonesia beberapa waktu lalu,” gumam Kemala pada dirinya sendiri. Ia jadi malu sendiri kalau keluar disaksikan banyak orang begitu. Namun, ia tetap harus keluar sekarang karena sangat tidak sopan membiarkan tamu yang datang menunggu lama.
“Kemala, ayo … sudah waktunya,” ajak ayah Kemala dan langsung berdiri di sisi putrinya. “Kay cantik seperti almarhum ibumu dulu,” ujar ayah Kemala yang berkaca-kaca melihat betapa cantik putri semata wayangnya yang akan segera menempuh hidup baru dalam waktu dekat ini secara resmi dihadapan semua orang.
Ucapan ayahnya membuat Kemala jadi ingin menangis. Namun, momen membahagiakan ini tak ingin ia lewatkan begitu saja. ini bukan akhir, tapi awal untuknya mengarungi samudra cinta bersama dengan Richard.
“Bagiku, ayah tetap cinta pertamaku. Aku menyayangi ayah lebih dari nyawaku sendiri.” Kemala memeluk ayahnya sampai ayahnya menangis saking terharunya.
Akhirnya, Kemalapun keluar untuk bertemu dengan suami dan keluarganya didampingi ayahnya. Mata Richard tak berkedip ketika istrinya menampakkan diri didepannya. Kemala sangat cantik dengan gaun mengembang berwana biru muda bermotif bunga senada. Benar-benar definisi sempurna untuk seorang putri Cinderella dan sangat serasi dengan pakaian jas hitam yang dikenakan Richard.
Baru acara lamaran saja mereka berdua sudah tampak bak pasangan yang akan menikah. Rambut Kemala yang hitam panjang dibiarkan terurai dan disanggul dengan jepitan pita bermotif Bunga sama dengan gaunnya. Begitupula dengan Richard yang tampak rapi. Sama sekali tak menunjukkan bahwa Richard adalah vampir.
Semua orang yang hadir ikut takjub juga melihat kecantikan Kemala dan ketampanan Richard yang sangat sempurna. Spontan, mereka ikut bertepuk tangan menyerukan dukungan untuk hubungan keduanya. Dua insan beda alam itu dipertemukan dan acara lamaranpun di gelar.
“Semua pasangan pasti akan memuji pasangannya. Bagimu, akulah yang tercantik, tetapi belum tentu orang lain berpendapat sama sepertimu. Sejak kapan kau bisa menggombal begitu?” tanya Kemala.
“Sejak aku melihat wajah cantikmu yang melebihi cantiknya bidadari. Mentari saja kalah dengan pacaran kecantikanmu.”
“Mentari? Siapa itu mentari? Mantanmu?” tanya Kemala tidak ngeh maksud Richard.
“Aku tidak punya mantan Cagiya, mentari bukan nama wanita, mentari yang aku maksud adalah sinar matahari. Astagah …” Richard keki juga dengan reaksi istrinya. Gagal sudah romantismenya terhadap sang pujaan hati gara-gara salah paham akan makna kata Mentari.
__ADS_1
“Oh … kirain siapa. Tapi Richard … apa … ini tidak berlebihan? Kenapa kau mengundang semua penduduk desa? Bagaimana kalau makanannya tidak cukup?” bisik Kemala melirik semua orang yang hadir dalam acara lamarannya.
Richard langsung tertawa mendengar pertanyaan istrinya. Di saat seperti ini istrinya itu malah memikirkan apakah makanan yang disuguhkan atau yang dihidangkan itu cukup atau tidak.
“Cagiya, kau lupa aku siapa? Selain vampir, aku pemilik toserba terlaris satu-satunya di desa ini. Aku tidak mengundang mereka, tapi merekalah yang datang sendiri kemari. Soal konsumsi kau tak perlu khawatir, di balik punggung mereka sudah banyak tersedia makanan beraneka ragam. Mereka tinggal memilih selera masing-masing, dihabiskan semua ataupun di bungkus pulang juga boleh. Jangan khawatirkan soal itu Cagiya. Sudah ada yang mengatur semuanya. Yang harus kau pikirkan hanyalah aku. Aku melamarmu secara resmi di sini. melalui keluargaku dan keluargamu. Jangan pikirkan yang lain, oke.”
Mata Richard terus memandangi wajah Kemala yang mulai berani membalas tatapannya. Gadis itu mengangguk bahagia karena akhirnya impiannya sebagai seorang wanita yang ingin menikah dengan pria yang ia cintai bisa terwujud. Acarapun berjalan dengan lancar, pertemuan dua keluarga yang harusnya tertutup terpaksa disaksikan secara terbuka oleh banyaknya orang. Namun, kedua belah pihak keluarga sama sekali tak mempermasalahkan hal itu mengingat acara lamaran Richard dan Kemala memang langka dan berbeda dengan manusia lainnya.
Yang dimaksud Richard dengan sudah ada yang mengatur adalah dua saudara kembar kakak-kakaknya. Mereka bertugas dibagian konsumsi yang memang diperintahkan untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi seperti membludaknya para tamu tak diundang yang hadir di sini baik dari dunia manusia maupun dari dunia lain. Yang jelas bukan vampir karena cuaca di Indonesia tidak cocok untuk kulit vampir terkecuali Richard dan keluarganya yang aman tanpa perlu khawatir terkena sinar matahari.
“Sialan si Richard. Mentang-mentang kita berdua jomblo kita selalu saja dapat bagian hal yang tidak menyenangkan. Mana ada vampir bertugas menyiapkan makanan? Ini benar-benar penurunan kualitas. Aku vampir gitu loh, diluar sana banyak sekali vampir-vampir wanita yang mengejar-ngejar diriku, dan sekarang di sini, aku malah berakhir di samping meja makan sambil membagikan konsumsi. Apa-apaan ini?” gerutu Rayen. Ia tak fokus pada manusia yang membawa piring kosong dihadapannya.
“Sudahlah jangan banyak cincong kau, kalau kau beneran jomblo kau takkan ada di sini, kau akan ada di posisi Richard di sana. Ayah sangat bahagia karena ia akan menjadi seorang kakek dan kita yang jomblo ini bakal jadi paman. Lebih memalukan mana berdiri di sini membagikan makanan ketimbang ada di sana dengan status dilangkahi dua tingkat sama si bengek Richard yang sudah lebih dulu menikah dan bakal punya anak mendahului kita.”
Rayen cemberut akut mendengar ucapan saudaranya si Ryan, sebab yang ia katakan benar. Untuk sementara jomblo minggir dulu dan cocok jadi seksi konsumsi saja.
"Lalu, di mana Rexi? Kenapa belum datang?" tanya Rayen.
"Dia datang, tapi akan terlambat. Dia ... membawa hadiah untuk Richard dan Kemala. Bilangnya sih gitu." Ryan bicara seolah ada sesuatu yang ia sembunyikan.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***