
Lamaran dan pertunangan Richard jadi serasa canggung setelah kehadiran Veronika yang sengaja dibawa Rexi. Pihak keluarga Richard, termasuk Salvataro sendiri ingin mengusir vampir wanita itu demi menghormati Kemala sebagai menantunya. Sudah cukup kekacauan yang Veronika buat sehingga dua putranya berdebat hebat sampai Richard memilih pergi dan meninggalkan keluarganya kala itu. Tentunya hal sama jelas tak ingin itu terjadi lagi di sini.
Namun, jika Salvataro mengusir Veronika, tak menuntut kemungkinan, nama baik keluarganya dalam dunia pervampiran akan tercoreng dan dewan delegasi pasti tidak akan tinggal diam. Sebab, Veronika adalah putri dari ketua dewan delegasi vampir yang pada dasarnya menginginkan Richard sebagai menantu. Sayangnya Richard menolak dengan berbagai macam alasan hingga pada akhirnya, ia bertemu dengan Kemala.
Veronika menatap sinis Kemala saat istri Richard itu mengulurkan tangan atas arahan suaminya. Ia mencoba tersenyum ramah tapi dibalas dengan cibiran mengejek seolah Kemala sangat tidak pantas bersanding dengan Richard.
Tak ingin ada masalah, Richard membawa Kemala ke tempat ibunya dan ia langsung menarik tangan Rexi pergi menjauh dari sini.
“Ibu …” Richardpun bicara melalui pikirannya dan ibunya langsung mengerti.
“Ehm, pergilah, Kemala aman bersamaku,” ujar sang Ibu sambil tersenyum pada Kemala.
Si vampir tampan langsung mengajak Rexi pergi. “Ikutlah denganku!” ujarnya, dua vampir bersaudara itupun menghilang tanpa jejak. Tatapan mata Rexi masih dingin terutama pada Kemala. Padahal, dia tidak tahu apa-apa.
“Jangan pikirkan soal Rexi, fokuslah pada persiapan pernikahan kalian setelah ini. Kau sangat cantik Kemala. Lebih cantik dari siapapun,” puji ibu mertua Kemala dan gadis itu hanya bisa tersenyum manis. Tubuhnya memang ada di sini, tapi hati dan pikirannya ada di tempat lain.
Dari jauh, Kemala memerhatikan ayah mertuanya seolah sedang berdiskusi dengan Veronika dan dengan sopan memintanya segera pergi dari sini. Sayangnya, vampir wanita itu menolak pergi sehingga ada sedikit ketegangan di sini.
“Yang mulia Ratu,” ujar Kemala pada ibu mertuanya.
“Kau jangan khawatir Sayang, kami akan pastikan takkan ada kekacauan dalam pesta pernikahanmu dengan Richard.” Ratu Salvataro mengusap lembut pipi menantunya seakan tahu apa yang ada dalam pikiran Kemala saat ini.
__ADS_1
“Bukan itu, Ibu. Jika … Ibu ada diposisiku, apa yang akan Ibu lakukan?” tanya Kemala menatap sendu wajah cantik ibu mertuanya. Sudah tidak ada rahasia lagi karena Kemala dan keluarga Richard adalah satu keluarga.
Paham akan maksud menantunya, akhirnya sang mertua pun tersenyum lalu memberikan kalimat yang bakal diucapkan setiap wanita saat menghadapi orang ketiga dalam bahtera pernikahan.
“Jika aku ada di posisimu, akan kubuat mata pelakor itu melek bahwa aku dan suamiku, takkan pernah berpisah walau apapun yang terjadi. Akan kuperlihatkan pada semua pelakor di dunia ini bahwa cinta kami begitu kuat sehingga kehadiran mereka dalam pernikahan kami, sama sekali tak berarti. Itulah yang akan kulakukan dan pastinya akan kutunjukkan dengan cara yang elegan,” jawab ibu Richard sekaligus memotivasi dan memberikan semangat pada menantunya untuk melakukan apa yang ia katakan.
Kemala menatap lurus wajah Veronika yang sedang bersitegang dengan ayah mertuanya. Ia beralih menatap ibunya dan menggenggam erat tangan ratu vampir cantik itu.
“Terimakasih atas sarannya, Yang mulia Ratu …” Kemala pun menunduk dan memberi hormat pada mertuanya. “Izin permisi dulu,” ujarnya lembut dan juga sopan.
“Pergilah Sayang, tunjukkan bahwa kau punya kekuatan sebagai istri seorang vampir,” ujar ibu Richard menyemangati Kemala.
Sekalipun pasangan kita tidak terpengaruh, tetap saja sang pelakor harus dikasih lihat supaya mereka sadar bahwa menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain tidak ada manfaatnya untuk mereka semua. Yang ada hanyalah buang-buang waktu dan tenaga serta harus mengalami tekanan batin bila usaha merebut pria beristri gagal total.
Dengan pelan, Kemala berjalan menghampiri ayah mertuanya yang sedang bicara dengan Veronika. Masih dengan sikap yang sopan nan elegan, Kemala izin untuk nimbrung dengan mereka berdua.
“Maafkan atas kelancangan saya Yang mulia Raja … tapi alangkah baiknya kita memperlakukan nona Veronika sebagai tamu dalam pesta pernikahan saya dengan Richard. Saya yakin, nona Veronika datang untuk mengucapkan selamat berbahagia untuk kami berdua, jadi biarkan saja dia di sini,” ujar Kemala dengan ramah dan full senyum.
Hal itu membuat Veronika langsung menatap tajam istri Richard. Veronika juga tak senang melihat perubahan sikap Raja Salvataro yang jadi lebih baik pada Kemala ketimbang dengannya saat bicara.
“Kau yakin Kemala? Apa Richard tidak memberitahumu?” tanya sang raja vampir.
__ADS_1
Kemala menganggukkan kepala sebagai tanda kalau ia sudah tahu semuanya walau belum sepenuhnya. Namun ia sangat percaya pada suami vampir tampannya. Richard takkan pernah mungkin mengkhianatinya sekalipun Veronika ada di sini mengiringi persiapan pesta pernikahannya.
Awalnya, Salvataro ragu dan ia tak menginginkan ada masalah kedepannya, tapi saat melihat istrinya, di balik punggung Kemala. Raja vampir itupun akhirnya paham. “Ya sudah, terserah kau kalau begitu.” Raja Salvataro kembali menatap Veronika. “Kau akan tinggal di istana Richard selama berada di sini. wilayah ini adalah wilayah tropis. Tidak bagus untuk kulitmu. Usahakan jangan keluar disiang hari kalau kau tidak ingin terbakar di sini. Penjaga istana Richard akan mengurusi kebutuhanmu sampai pernikahan Richard dan Kemala usai digelar karena kau adalah tamu kehormatan yang kuanggap sebagai perwakilan dari dewan delegasi. Aku tidak paham apakah ayahmu tahu kalau putrinya nekat datang ke tempat berbahaya seperti ini. Semoga saja beliau tahu.” Salvataro bicara dengan tegas dan berwibawa.
Usai bicara seperti itu, iapun pergi menemui istrinya karena ada banyak hal yang harus raja vampir itu lakukan menjelang pernikahan putra bungsunya. Tinggallah Kemala dan Veronika berdua saja. mereka berdua berdiri saling berhadapan dengan perasaan masing-masing. Untungnya tinggi Kemala dan vampir wanita sama, jadi ia tak minder walau Kemala hanyalah seorang manusia biasa.
“Kalau aku mau, aku bisa saja membunuhmu di sini. tapi kau dijaga terlalu amat ketat di sini, satu gerakan saja, aku bisa musnah dalam hitungan detik,” ujar vampir wanita itu mencoba mengintimidasi Kemala.
“Kalau aku mau, aku juga bisa menyeretmu keluar dari ruangan ini sehingga kulitmu bisa terkena sinar paparan matahari dan kau bisa tebak apa yang bakal terjadi.” Tak disangka, Kemala membalas ucapan Veronika.
“Huh, sebagai manusia, nyalimu besar juga. Tapi kau jangan senang dulu. Aku takkan pergi dari sini sebelum aku mendapatkan apa yang kuinginkan,” ancam Veronika langsung blak-blakan pada Kemala.
“Aku sangat menantikan itu, kau belum tahu kekuatan seorang istri yang bersuamikan vampir. Jangan kau pikir dengan mengizinkanmu tinggal di istana suamiku, kau bisa bersikap seenaknya. Istana itu akan jadi penjara untukmu. Jadi selamat menikmati,” tantang Kemala sama sekali tidak takut dengan kehadiran Veronika diantara dirinya dan Richard.
Sebelum pergi, Kemala menyunggingkan senyumnya dan bahkan berani memberikan kode colok dua mata yang ia arahkan dari matanya ke arah Veronika sebagai kesan bahwa Veronika telah salah memilih lawan.
“Sial!” geram Veronika kesal sekesal-kesalnya, baru kali ia ditantang manusia yang harusnya menjadi mangsanya.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1