Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 81 Jiwa Vampir sang Buah Hati


__ADS_3

Tak terasa, Kemala dan Fey sudah berbelanja banyak sekali barang. Mulai dari pakaian, sepatu, perhiasan dan bahkan aksesoris unlimited lainnya. Setelah puas berbelanja, Fey mengajak istri Richard untuk minum dan makan bersama. Kemala sangat senang dan ia menikmati momen shoping ala dunia lain yang mungkin tak semua manusia bisa mengalami apa yang Kemala alami saat ini.


Hari sudah menunjukkan malam. Matahari dengan indah mulai tenggelam dan dua wanita cantik itu sedang duduk berhadapan menikmati proses pergantian hari tersebut. Mall ini angat ramai. Tidak hanya ada Fey dan Kemala saja, tapi juga yang lainnya, dimulai dari yang muda dan yang tua, berpasangan dan single, keluarga kerabat dekat serta teman sejawat semua ada.


Kehidupan di kota ini tampak normal layaknya kehidupan manusia pada umumnya dan semuanya serba canggih. Tidak ada yang tidak mungkin di sini. semuanya sangat menakjubkan dan menyenangkan.


“Pesanlah makanan yang ingin kau makan,” ujar Fey sambil membaca menu yang tersedia.


“Saya tidak lapar Ratu. Mungkin karena terlalu senang. Tapi … apakah makanan dan minuman di sini bisa di makan kita?” tanya Kemala.


“Bisa, yang masak juga manusia. Yang bukan manusia ada tempat tersendiri. Semua yang ada di sini adalah manusia, tapi di lantai atas, mereka adalah makhluk tak kasat mata. Jangan coba-coba ke sana sendirian kalau tidak ingin terluka. Semuanya hidup damai dan rukun sesuai kelompok mereka masing-masing.”


Kemala manggut-manggut. Senang mendengar di sinilah tempat para manusia berkumpul setelah lelah dan penat berbelanja. Ia mengamati sekitarnya dan tampak banyak orang melakukan berbagai macam aktivitas.


“Saya pesan camilan saja, Ratu. Kalau enak, mungkin bisa pesan lagi,” ujar Kemala sambil tersenyum senang. Ia ingin mencoba mengabadikan momen ini sebagai kenang-kenangan tapi langsung dicegah oleh Fey.


“Jangan di foto, apa yang kau alami di sini, tidak boleh diketahui oleh orang lain agar keseimbangan alam tidak dirusak oleh tangan-tangan jahil manusia lain. Biarkan kota ini menjadi mitos dan legenda. Biarkan semua yang ada di sini menjalani kehidupan mereka dengan tenang. Jika kau memotret tempat ini, kau takkan pernah keluar dari sini untuk selamanya.” Fey menjelaskan semua aturan yang harus dilakukan jika tak ingin sesuatu yang buruk terjadi.


“Maaf Ratu, saya tidak tahu. Terimakasih sudah mengingatkan.” Kemala jadi tidak enak hati dengan Fey karena telah bersikap lancang. Ia lupa dimanapun ia berada harua mengutamakan sopan satun dan aturan yang ada sekalipun itu di dunia tak kasat mata.

__ADS_1


“Tida apa-apa, aku hanya tidak ingin kau kenapa-napa. Terimakasih sudah menemaniku berbelanja. Aku sudah memesan apa yang kita inginkan. Sebentar lagi pasti diantar.” Fey tersenyum pada Kemala.


Tiba-tiba saja, wajah istri Richard yang tadinya ramah berubah menakutkan. Entah kenapa mata Kemala menajam dan hidungnya mengendus-endus seolah ia mencium bau sesuatu. Fey jelas langsung tahu apa yang terjadi dan menoleh ke tempat yang menjadi sumber petaka bagi Kemala.


“Gawat!” gumam Fey yang bisa melihat kalau di salah satu dapur masakan ada seorang pria tak sengaja melukai tangannya sendiri dan darahnya menetes di mana-mana.


Kemala yang sedang mengandung anak vampir tampan Richard mulai merasakan reaksi alami vampir saat mencium darah segar manusia. Namun, karena fenomena ini merupakan hal baru bagi Kemala, ia tak bisa mengontrol jiwa alami bawaan vampir yang bersemayam di tubuh bumil itu. Istri Richard itu langsung menoleh kea rah sumber darah itu berada dan dengan naluri vampirnya, ia berjalan menuju manusia yang bakal menjadi mangsa Kemala.


Fey yang terkejut, mencoba menghentikan langkah kaki Kemala yang berjalan cepat menuju sang koki. Koki tersebut masih berada di ruang dapur dan sibuk mengobati lukanya karena darah yang dikeluarkan lumayan banyak.


“Kemala, kendalikan dirimu! Kau bisa dengar aku!” seru Fey menghadang langkah kaki istri Richard tapi yang dihadang malah mendorong tubuh Fey kearah samping dengan kekuatannya.


“Sadarlah Kemala! Kau tidak boleh memangsa manusia itu,” ujar Fey tidak berani bersuara kencang agar tidak mengundang perhatian banyak orang.


Diluar dugaan, Kemala mencengkeram balik tubuh istri Refald dan mengangkatnya ke atas dengan menggunakan kedua tangan Kemala. Mata istri Richard itu melotot marah dan melempar tubuh Fey ke udara sampai hampir saja menabrak dinding kaca mall kalau saja Refald tak datang tepat waktu menangkap tubuh istrinya.


“Kau tidak apa-apa, Honey?” tanya Refald sedikit cemas setelah berhasil menangkap tubuh Fey dari gendongannya.


“Ehm, aku tidak apa-apa, akhirnya kau datang juga, Bagaimana dengan Kemala …” tanya Fey malah mencemaskan Kemala yang kini sudah ada Richard dihadapannya.

__ADS_1


“Jangan khawatir, sudah ada suaminya yang akan menanganinya. Maaf harus merepotkanmu Honey.” Refald mencium kening istrinya agar tidak tegang lagi. Keduanya menatap dua sejoli yang kini saling berhadapan, yaitu Richard dan Kemala.


Vampir tampan itu berdiri di hadapan istrinya yang masih dikuasai jiwa vampir dari buah hati mereka. Richard memegang kedua bahu istrinya agar tidak terus melangkah maju.


“Hentikan Cagiya, jangan lakukan itu,” ujar Richard masih menatap tajam Kemala.


Namun, gadis itu terus melawan dan malah mendorong Richard dengan sangat kuat sampai tubuh vampir tampan itu terdorong beberapa langkah ke belakang. Kemala mengambil rute jalan lain untuk menghindari Richard, dan kali ini ia mempercepat langkahnya untu bisa mendapatkan mangsanya secepatnya. Untunglah Richard lebih kuat dari Kemala sehingga ia bisa dengan cepat mengejar langkah kai istrinya dan memeluk tubuh Kemala dari belakang.


Pelukan Richard sangat kuat dan Kemala berusaha keras untuk lepas dari cengkeraman suaminya. Karena Kemala terus saja memberontak, maka Richard tak punya pilihan lain lagi. Dengan cepat, ia membalikkan tubuh Kemala menghadapnya lalu mencium istrinya dengan mesra dan terus mendekapnya agar Kemala tak melepaskan diri ataupun menghindar dari ciumannya.


Tentu saja adegan kissing itu langsung membuat heboh semua orang yang berlalu lalang disekitar mereka karena dianggap romantis habis. Padahal aksi yang dilakukan Richard itu hanyalah supaya dia bisa menenangkan istrinya agar jiwa vampir dari anaknya tidak keluar.


Rencana Richard kali ini berhasil, tubuh Kemala langsung lemah lunglai dan ia menatap wajah tampan suaminya. Mata Kemala sudah tidak lagi menajam, sebaliknya … mata Kemala jadi berbinar-binar dipelukan suaminya.


“Richard … a-apa yang terjadi padaku … kenapa … aku … bisa ada dipelukanmu?” tanya Kemala lirih dan akhirnya Kemala pingsan.


“Selamat datang di dunia kami, Richard kecil,” gumam Richard tersenyum manis melihat istrinya pingsan dipelukannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2