
Meski gempa buatan yang diciptakan Richard dan Kemala tengah melanda tanpa peringatan, orang-orang di desa merasa lega karena tidak ada korban jiwa selama gempa terjadi. Hanya saja, mereka merasa aneh pada pasangan si kembar Rayen dan Ryan yang sedang menyamar sebagai agen FBI. Keduanya tampak tetap santuy di tempatnya dengan muka dongkol akut. Padahal area sekitar mereka hancur dan rusak parah.
Gempa buatan vampir Richard kali ini ternyata jauh lebih dahsyat dari sebelumnya. Kemala dan suaminya sedang hot hotnya berperang di dalam kandang cinta mereka sampai tak sadar kalau gempa yang mereka ciptakan meresahkan banyak orang.
Kakak-kakak Richard itu sudah diperingatkan warga untuk mencari tempat aman agar tidak tertimpa reruntuhan bangunan gedung rumah yang ada disekitar mereka berdua. Namun, karena terlalu kesal akibat ulah adik mereka, si kembar itu bodo amat dan merutuki Richard melalui telepati supaya sang vampir mesumm itu tak lama-lama membuat gempanya dengan Kemala.
“Berengsek kau Richard! Hentikan gempamu ini atau kusikat pedang cakramu! Lihat saja, saat aku melihatmu! Akan ku kubur kau di gunung Alpen!” ancam Rayen melalui telepatinya dan jelas itu didengar oleh Richard.
“Sebentar lagi selesai, tanggung kalau berhenti sekarang! Jangan menggangguku!” dengan entengnya tanpa dosa, Richard membalas telepati kakaknya dan fokus pada kenikmatan yang ia berikan pada Kemala.
“Hentikan sekarang atau kudatangi kamar kalian!” kali ini Ryan ikut mengancam karena ia sudah tak bisa menahan amarahnya lagi.
“Sialan kalian! Awas, ya kalian berdua! Jika kalian menikah nanti, akan kubalas perbuatan kalian ini!” ancam Richard masih menggunakan telepati sehingga Kemala tidak tahu kalau suami mesumnya itu sedang berdebat dengan Ryan dan Rayen.
Kebetulan, pasangan suami istri yang sedang berindehoi ria sudah ada di puncaknya. Sang vampir langsung mencabut tongkat cakranya dengan pelan lalu memeluk istrinya erat-erat sehingga gempapun berhenti. Keadaan desa kembali tenang meski sekitar mereka menjadi sangat berantakan.
Banyak rumah-rumah runtuh, jalanan dan fasilitas umum lainnya rusak parah meski tidak ada korban jiwa. Semua penduduk desa aman dan selamat dari gempa buatan sang vampir mesum Richard ciptakan tanpa mengalami luka serius.
Sayangnya, keluarga Beralda bernasib sial. Karena tubuh mereka terikat satu sama lain, mereka tidak bisa menyelamatkan diri ke tempat aman seperti yang lainnya. Akhirnya, mereka semua mati mengenaskan akibat tertimpa reruntuhan.
Bahkan patahan batang besi yang berserakan menancap di tubuh mereka masing-masing. Ada yang mengenai kepala. Ada yang mengenai perut dan dada, bahkan ada pula yang tubuh mereka hancur lebur akibat tertimpa reruntuhan bangunan gedung.
Sepertinya, ada manfaatnya juga gempa yang diciptakan Richard dan Kemala. Gempa tersebut sekaligus sebagai bentuk karma pembalasan dari alam atas tindakan keji yang sudah keluarga Beralda lakukan selama ini. Yang lebih mengenaskan lagi, mereka tertimpa bangunan rumah mereka sendiri, di mana bangunan itu menjadi saksi bisu kekejaman para kelompok manusia kaniball. Alhasil, penduduk desa mengubur jasad para manusia keji itu di tempat mereka tertimpa reruntuhan yang menewaskan mereka semua.
__ADS_1
Selesai sudah tugas Rayen dan Ryan, kini mereka tinggal memberi Richard pelajaran atas apa yang ia lakukan sampai menimbulkan kekacauan di mana-mana. Desa ini benar-benar rusak parah.
“Kita harus segera pergi sebelum kakakku sampai kemari!” seru Richard, belum juga Kemala sempat bertanya ada apa, tiba-tiba suaminya membawa istrinya kembali ke negaranya dalam waktu sekejap mata.
Kini mereka berdua kembali pulang ke istana Richard di mana di samping istana megah yang tak tampak ada penghuninya ada rumah Kemala. Gilberto yang mengetahui kedatangan tuannya langsung menyambut hangat pasangan sejoli ini.
“Selamat datang kembali Pangeran, dan Nona Kemala.” Entah dari maman datangnya, tiba-tiba saja asisten kepercayaan Richard membungkukkan setengah badannya dihadapan Kemala dan Richard.
“Hallo Gil, aku titip Kemala dan ayahnya. Tolong jaga mereka baik-baik. Aku harus kembali ke Kanada,” ujar Richard tampak cemas dan buru-buru.
“Haruskah kau pergi sekarang?” tanya Kemala masih belum bisa terima bila Richard meninggalkannya sendirian di sini.
“Cagiya … aku janji, secepatnya … aku akan kembali. Gilberto akan selalu menjagamu untukku selama aku tidak ada. Jangan sedih begitu, harusnya kau menyemangatiku. Aku tidak bisa tenang bila meninggalkanmu dalam keadaan menangis seperti ini.”
Kemala menundukkan kepala dan mengusap air matanya. Ini hanya perpisahan sementara jadi ia harus kuat agar suaminya lebih cepat kembali untuknya.
“Itu tidak akan terjadi. Kau duniaku. Kau jantung dan hatiku. Kemanapun aku pergi aku pasti kembali padamu. Ingat apa yang kukatakan padamu selama aku tidak ada. Dan setialah menungguku kembali, oke.” Richard mencium mesra istrinya dan menganggap Gilberto seolah tidak ada.
“Oke, pergilah kalau begitu. Dan cepat jemput aku lagi di sini. Aku akan setia menunggumu.” Akhirnya Kemala legowo juga melepas kepergian suaminya.
“Aku pergi, sampaikan salamku pada ayah karena aku tak bisa menjenguknya. Kita kehabisan waktu. Sebentar lagi matahari akan terbit.”
“Ehm, akan kusampaikan. Jangan khawatir. Berhati-hatilah Suamiku. Jangan sampai kalah.” Kemala menyemangati suaminya yang langsung disambut senyum manis Richard.
__ADS_1
“Tentu. Kau juga. Jaga diri baik-baik, jangan sampai sakit. Aku sangat mencintaimu Cagiya. Sangat mencintaimu.”
Pasangan suami istri ini saling berpelukan erat sebelum akhirnya berpisah. Begitu Richard menghilang, tangis Kemala langsung pecah dan membuat Gilberto bingung harus bagaimana. Untungnya Kemala tidak menangis terlalu lama dan mulai memikirkan kondisi ayahnya.
“Bagaimana kondisi ayahku, Tuan Gil?” tanya Kemala masih sambil terisak.
“Tidak dalam kondisi baik, Nona. Tapi dokter sudah memeriksanya. Mungkin ayah Anda sangat merindukan Nona,” terang Gilberto.
“Aku akan menemuinya. Terimakasih karena telah menjaga ayahku selama ini.” Kemala berjalan pelan keluar dari pintu istana Richard. Hari sudah hampir pagi saat Kemala menginjakkan kakinya di depan rumah ayahnya.
Pelan, gadis itu mengetuk pintu lalu membukanya karena pintu rumah ayahnya ternyata tidak di kunci. Kemala langsung masuk ke dalam kamar ayahnya dan menangis lagi ketika melihat pria yang amat dikasihinya terbaring lemah di tempat tidur.
Sontak Kemala berlari dan duduk di samping ranjang ayahnya sambil berkata, “Ayah, ini Kemala … Mala sudah kembali Ayah. Buka mata Ayah.”
Mendengar suara lembut putri tercintanya, ayah Kemala mulai membuka mata. Awalnya pria paruh baya itu mengira bermimpi putrinya pulang kembali ke rumah. Tapi ternyata tidak. Kedatangan Kemala benar-benar nyata dan mereka berdua saling berpelukan melepas rindu antara ayah dan anak.
“Putriku, kau pulang, Nak? Kau kembali!” seru ayah Kemala senangnya tak terkira, begitupula dengan Kemala.
“Di mana suamimu? Kenapa kau datang sendirian?” tanya ayah Kemala berharap bisa bertemu dengan menantunya juga.
“Richard baru saja pergi Ayah, dia titip salam untuk Ayah karena ada urusan yang harus dia selesaikan. Selagi dia sibuk. Aku akan tinggal di sini sampai ayah sembuh dan Richard akan datang menjemputku nanti kalau semua urusannya sudah beres,” jawab Kemala.
Tentu saja, jawaban Kemala membuat ayahnya senang dan sakit yang ia derita seolah sembuh seketika. “Selamat datang kembali kerumahmu anakku,” ujar ayah Kemala sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***