Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 66 Diterima!


__ADS_3

Hati siapa yang tidak berbunga-bunga dilamar suami sendiri dengan begitu mesra sampai semua kaum hawa yang ada di toserba ini menganga-nganga. Ini pertama kalinya bagi mereka melihat ada pria setajir dan setampan Richard meminang gadis desa sederhana seperti Kemala bak seorang pangeran berkuda putih yang baru saja menemukan Cinderella.


Semua orang pikir kisah itu hanyalah fiktif belaka. Sebab, tidak ada Cinderella dalam kehidupan nyata, cerita cinta Cinderella hanya ada dalam dongeng pengantar tidur saja kemudian diadaptasi menjadi film romantic dimana kisah itu menjadi impian semua wanita terutama dari kaum jelata.


Sayangnya, pangeran yang mereka nanti juga tidaklah nyata. Rata-rata pria tampan dan tajir tak memenuhi kriteria seorang pangeran seperti yang terdapat dalam cerita. Pangeran hanya untuk orang yang pantas mendapatkannya.


Namun kali ini, Richard membuktikan bahwa pangeran berkuda putih itu ada, ia mencintai Kemala lebih dari apapun tak peduli seberapa besar perbedaan yang ada dalam diri mereka berdua. Bukan hanya berbeda kasta, tapi juga berbeda dunia dan perbedaan tersebut tak menyurutkan besarnya cinta Richard untuk Kemala.


“Terima! Terima! Terima!” seru emak-emak berdaster memberikan semangat pada Kemala untuk menerima lamaran sang pujaan hati.


Kali ini, Kemala memang tidak menolak walau sejak awal ia memang tidak pernah menolak suaminya. Si bunga desa ikut berlutut seperti suaminya dan langsung mencium Richard dihadapan semua orang.


Semua orang langsung bersorak sorai ramai dan bertepuk tangan serempak melihat jawaban Kemala yang ternyata tak kalah romantic dari suaminya. Tak perlu bilang, ‘iya’ cukup dengan satu ciuman manis saja, sudah menandakan kalau Kemala menerima lamaran suaminya walau mereka sebenarnya sudah menikah beberapa tahun silam.


Kedua pasangan sejoli yang tengah berbahagia itu berdiri bersama dan mengucapkan terimakasih atas dukungan semua orang yang ada dalam toserba ini atas bersatunya cinta Richard dan Kemala dihadapan dunia. Richardpun mengeluarkan ultimatum yang membuat semua orang langsung turut berbahagia.


Khusus untuk hari ini. Semua orang yang ada di dalam toserba ini bebas berbelanja apapun yang mereka suka sampai pukul 00.00 tengah malam. Pintu Toserba pun ditutup sementara sehingga yang bisa berbelanja hanya orang-orang yang menyaksikan proses lamaran Richard terhadap Kemala.


Bayangkan, betapa tajir dan sultannya si Richard yang membebaskan para pengunjungnya mengambil apa saja yang mereka suka di toserbanya. Kemala saja sampai menganga dan tidak percaya, tapi inilah suaminya. Uang dimata sang vampir tak bernilai apa-apa.


“Apa tidak apa-apa? Semua barang-barang di sini bakalan ludes habis dalam kurun waktu beberapa jam saja.” ujar Kemala yang takjub menyaksikan orang berlarian ke sana-kemari mengambil barang-barang yang mereka ingini.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, mereka semua juga pasti butuh semua barang-barang itu untuk menghadiri pesta pernikahan kita yang akan digelar mewah dan megah sepanjang masa.” Richard memeluk pinggang istrinya dan ikut tertawa melihat semua orang juga lompat-lompat saking cerianya.


Uniknya, tidak ada yang berebut. Mereka semua mendapatkan apa yang mereka inginkan sesuai porsi mereka masing-masing. Semua orang tampak bahagia dan sangat bersemangat. Kapanlagi dapat barang-barang branded secara gratis pula. Tentulah ini kesempatan paling langka yang tidak akan pernah ada di dunia.


Susi dan Dewi serta emak-emak berdasterpun tak kalah ketinggalan. Mereka sangat antusias sekali seolah merekalah yang baru saja di lamar. Bahkan emak-emak dipojokan menelepon suaminya yang sedang dalam pelayaran untuk segera pulang dan minta di lamar ala Richard dan Kemala.


“Pokonya aku tidak mau tahu ya, Pah. Papah harus pulang dan lamar aku lagi seperti muda mudi yang ada dalam video yang aku kirim tadi. Lamarannya harus di sini ya Pah. Aku nggak mau ada di tempat lain.” Rengek emak-emak itu manja pada suaminya.


“Astaga Ma. Kamu ini apa-apaan sih. Kita kan udah nikah lama, Mah. Masa mau nikah lagi? Buat apa coba?” tanya suaminya dari seberang, ia bingung dengan ulah istrinya karena minta yang bukan-bukan.


“Ya nggak ada salahnya kan Pah. Pokonya mamah mau dilamar lagi. Harus, kalau nggak, nggak aku kasih jatah loh.”


“Siapa sih yang nyuruh mereka itu lamaran di situ? Bikin bini orang iri aja. Sini kasih tahu papah, biar aku marahin mereka yang nyuruh orang lamaran di toserba!” geramnya di seberang sana.


“Iya, siapa orangnya? Bikin puyeng kepala saja. lagi tugas negara kok disuruh pulang ngelamar bini sendiri,” gerutunya.


“Orangnya lagi bicara sama Papah nih, mau papah apakan sekarang orang itu?” tanya emak-emak tadi mulai emosi.


“Ee … Mah … sinyalnya jelek deh … nanti papah telepon lagi ya … halo Mah …. Mah … Halo …”


Panggilan teleponpun terputus dan semakin geramlah emak-emak yang minta dilamar barusan. “Dasar Papah peot! Ngeles aja, awas yah kalau pulang, liat aja ntr!” gerutu emak-emak dan langsung ikut berlarian menyerbu barang-barang branded gratisan sebelum kehabisan.

__ADS_1


Kemala dan Richard sama-sama tertawa menyaksikan ulah emak-emak barusan. “Hayoloh … tanggungjawab kamu, gara-gara kamu, suami ibu-ibu tadi jadi emosi karena disuruh pulang dadakan buat lamaran.”


“Aku bisanya jawab doang, kalau tanggung aku cuma bisa tanggungjawab ke kamu seorang. Aku akan tanggungjawab sepenuhnya karena istriku lagi hamil anakku. Kalau ibu-ibu tadi biar ditanggung suaminya sendiri.” Richard mencium Kemala sambil tertawa.


Selagi semua orang bersenang-senang, Richard membawa pergi istrinya ke suatu tempat yang indah dan jauh dari hiruk pikuk aktivitas manusia yang selalu bising dan ramai. Mereka tiba di sebuah vila. Tapi bukan di luar negeri. Sepertinya, Richard sedang menyimpan kekuatannya untuk tidak berteleportasi jauh-jauh karena setengah kekuatannya masih berkurang semenjak istrinya hamil.


“Akhirnya … kita bisa berduaan saja,” ujar Richard sambil memeluk istrinya dari belakang. Kebetulan, Kemala langsung menikmati pemandangan yang disuguhkan. Udaranya sejuk dan juga nyaman. Dilantai bawah ada kolam renang yang airnya sangat jernih dan bersih.


“Mau berenang?” tanya Richard tahu apa yang ada dalam pikiran istrinya.


“Tapi udaranya dingin, aku takut masuk angina.” Belum apa-apa Kemala sudah menggigil kedinginan.


“Siapa bilang airnya dingin, airnya hangat. Kita bisa berendam berdua di sana.”


“Tapi … tempatnya terlalu terbuka. Bagaimana kalau ada yang melihat kita?”


“Ini pulau tak berpenghuni Cagiya … tidak ada siapa-siapa di pulau ini selain kita. Ini salah satu tempat yang kubangun sendiri selama 6 tahun ini. Aku sengaja menyiapkan ini untuk kita berdua. Agar bila kita membuat gempa, tak ada korban jiwa.” Mata emas Richard memancarkan sejuta pesona yang tak bisa ditolak Kemala.


Keduanya turun ke bawah dan berendam bersama. Yang dikatakan Richard ternyata benar, air kolamnya sangat hangat dan nyaman. Mereka berdua menikmati indahnya waktu berdua saja tanpa ada yang mengganggu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2