Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 26 Pertemuan Keluarga Vampir


__ADS_3

Kemala sangat terkejut karena suaminya benar-benar mengajaknya kembali ke pulau di mana keduanya melangsungkan ritual pertama mereka sebagai suami istri di negara Brazil. Namun kali ini keduanya tidak berada di vila lagi, melainkan di bawah air terjun yang amat indah, sejuk dan menenangkan.


Lokasi ini sangat sepi dan tidak ada siapapun di sini. Sepertinya, Richard sengaja mendaratkan dirinya dan Kemala masuk ke dalam air sambil terus berpelukan sehingga pakaian indah keduanya basah.


Tanpa buang waktu, hadiah ciuman maut yang memabukkan vampir tampan itu berikan pada Kemala. Keduanya saling menikmati bibir masing-masing sampai binatang-binatang kecil di sekeliling mereka malu sendiri.


Setelah selesai menciptakan Tsunami ringan di bawah air terjun, Richard dan Kemala kembali ke Vila dan berganti pakaian bersama. Penjaga vila yang sudah memperbaiki ranjang mereka masih bersikap ketus. Namun keduanya sama sekali tidak peduli. Yang penting dunia ini hanya milik mereka berua saja.


“Ini sudah menjelang malam, ayo kita ke Kanada. Keluargaku sudah menunggu kita sejak tadi,” ajak Richard setelah menunggui Kemala selesai makan.


Sudah menjadi kebiasaan setelah bertempur sengit dengan suami vampirnya, Kemala harus banyak-banyak makan agar tubuhnya tidak lemah. Tidak ada luka ditubuh gadis itu sekarang. Suaminya sungguh bisa mengontrol kekuatannya.


“Apa kau tidak lapar? Kau bisa mengisap darahku jika kau lapar,” tawar Kemala dan langsung dipeluk oleh suaminya.


“Jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja. saat kau sibuk dengan dirimu aku sudah menyelinap keluar mencari mangsa. Dan kembali tepat waktu saat kau membutuhkanku. Kita harus pergi, sepertinya aku bakal kena omel karena telah membawamu kemari sehingga kita telat datang.”


“Sekarang?” tanya Kemala.


“Kapan lagi. Kita sudah check out dari hotel. Kemarilah.” Richard meraih tangan Kemala lalu memeluknya dengan sangat erat.


“Tunggu-tunggu, bagaimana penampilanku, apa … aku cocok jadi menantu keluarga vampir?” tanya Kemala mendadak menjadi gugup. Namanya juga menantu yang bakal bertemu calon mertua pertama kali, pasti ada rasa takut.

__ADS_1


“Kau sempurna dan sangat cantik, tapi mereka tidak akan peduli pada penampilan seseorang. Kami para vampir masa bodo dengan adat dan budaya manusia. Sudahlah Cagiya, jangan gugup begitu. Aku bersamamu, apapun yang terjadi kau akan tetap bersamaku selamanya oke.” Richard mencium mesra kening Kemala dan memeluknya dengan erat lagi.


“Apa kita belanja oleh-oleh untuk calon mertuaku?” tanya Kemala. Ia harus membawakan buah tangan untuk keluarga mertua vampirnya.


Bukannya menjawab Richard malah tertawa. “Yang kan kau temui adalah vampir Cagiya, bukan manusia. Mereka tidak butuh oleh-oleh apapun dari kita. Mereka hanya ingin bertemu dengan kita dan merestui hubungan kita. Sudah, itu saja. jangan samakan kami dengan manusia. Kami berbeda. Tapi kau tidak perlu takut.”


Kemala terdiam, dan menurut saja ada Richard. Dalam hitungan detik, keduanya sudah berpindah tempat dari Brazil ke bagian lain dari benua Amerika tepatnya di Kanada. Lokasi kediaman Richard ada disebuah pegunungan yang tertutup salju abadi. Hampir tiap hari turun salju di sini dan tempat ini memang sangat pas menjadi habitat dari para vampir seperti Richard.


Dari awal Kemala sudah bisa membayangkan kalau ia bakal dibawa ke sebuah istana ala kerajaan pada zaman dahulu seperti yang terdapat dalam cerita atau film. Tetapi ternyata, Richard malah membawanya ke sebuah mansion megah bergaya modern lengkap dengan arsitektur yang sangat ikonik dan bahkan mungkin hanya ada satu-satunya di dunia ini.


Memasuki halaman depan yang luasnya tak terhingga, terdapat banyak patung-patung luar biasa. Dan hanya seniman kelas atas saja yang bisa membuatnya. Lanjut memasuki pintu utama bergaya campuran klasik Eropa dan perpaduan bangunan kekinian, membuat Kemala tak bisa menutup mulutnya saat Richard menggandeng tangannya masuk ke dalam mansion keluarganya.


Kedatangan Richard disambut hangat oleh para pelayan yang tentunya adalah vampir juga, sama seperti Richard dan keluarganya. Mereka terlihat sangat ramah dan menuntun pangeran mereka hingga menunju aula besar di mana keluarga besar Richard memang sudah menunggu kehadiran pasangan 2 sejoli beda alam itu.


“Silahkan masuk, Pangeran.” Salah satu pelayan dengan amat sopan membukakan pintu aula dan mempersilakan masuk Richard beserta Kemala yang jantungnya sudah berdetak amat sangat kencang saking takut dan gugupnya.


Beruntungnya, Richard bisa menenangkan Kemala agar tampak rileks dan biasa saja saat bertemu dengan ayahnya beserta seluruh keluarga besar vampirnya.


“Selamat datang kembali, pangeran Richard!” seru seseorang yang merupakan ayah dari Richard sendiri. Wajahnya tampak sangat senang melihat raut bahagia putra sulungnya yang datang bersama dengan Kemala.


Semua netra para vampir yang ada di sini menatap lurus wajah Kemala yang selalu ada dalam perlindungan Richard. Jantung Kemala serasa ingin meledak. Semua orang yang ada di ruangan ini adalah vampir semua dan hanya dirinyalah yang manusia. Apa jadinya jika semua vampir itu lepas kendali dan tiba-tiba menyerangnya. Itulah yang ditakutkan Kemala.

__ADS_1


“Maaf kami terlambat, Ayah … ada beberapa hal yang harus kami berdua lakukan sebelum datang kemari,” ujar Richard pada ayahnya saat keduanya sudah berdiri saling berhadapan.


“Kau sedang tidak sibuk menciptakan gempa di sana sini, kan? Dasar tukang pamer,” celetuk kakak tertua Richard.


“Rex! Jangan buka mulutmu kalau tak ada yang bicara denganmu,” tegur ayah Richard tegas pada putra sulungnya. Richard dan kakaknya saling menatap dan memercikkan api permusuhan.


“Oh iya Ayah, ini istriku. Kami sudah menikah dan aku rasa ayah dan semua orang yang ada di sini juga sudah tahu. Kami tak bisa mengundang kalian datang karena lokasi kami menikah sangat berbahaya bagi kalian semua. Sebagai gantinya, kamilah yang datang kemari.”


Kemala sedikit membungkuk tanda memberi hormat dan salam pada ayah mertuanya yang tersenyum senang melihat Kemala. Sedangkan yang lainnya memasang muka datar tanpa ekspresi. Entah mereka tidak suka atau bagaimana, tidak ada yang bisa menebak raut wajah para vampir-vampir ini. Yang tampak bahagia hanya Salvataro saja, yaitu ayah mertua Kemala sendiri.


“Selamat datang di keluarga kami anakku, aku harap kau … bisa menjadi bagian dari kami juga suatu hari nanti.”


“Tidak Ayah ….” Sela Richard cepat. “Kemala akan tetap jadi manusia. Dia tidak akan jadi bagian dari kita. Aku takkan membiarkan hal itu terjadi.” Suasana yang tadinya hangat, mendadak berubah menjadi tegang. Semua vampir saling pandang dan tidak suka pada apa yang baru saja Richard katakan.


“Oey Richard! Kau sadar apa yang sudah kau katakan, ha?” tanya Rex yang langsung emosi.


“Aku membawa Kemala kemari bukan untuk menjadi santapan kalian! Kedatanganku adalah untuk menunjukkan bahwa aku sudah menikah dan bahagia. Mulai sekarang kalian semua yang ada di sini juga boleh menikahi vampir-vampir wanita pilihan kalian. Takkan ada penghalang karena para vampir wanita itu tak bisa mendekatiku. Kami sudah bersatu padu, jiwaku dan istriku sudah menyatu, dan cintaku … hanya untuk Kemala seorang! Kalian tidak punya alasan untuk menghakimiku sekarang,” tandas Richard tanpa ragu sedikitpun. Bahkan tangannya menggenggam erat tangan Kemala bersiap akan segala kemungkinan terburuk.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2