Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 67 Persiapan


__ADS_3

Air kolam yang kini dipakai berenang bersama oleh Richard dan kemala ternyata adalah air hangat yang bersumber langsung dari gunung tempat di aman Richard membangun vila megah ini. Bangunannya sangat modern dan aman bahkan dibuat dan dirancang khusus oleh sang arsitek ternama dan kelas kakap. Kemampuan arsiteknya sudah tidak bisa diragukan lagi.


Bangunan vila ini bukan bangunan sembarangan. Semua struktur bangunannya dirancang dengan metode tertentu sehingga tahan akan gempa bumi terdahsyat sekalipun. Dan arsitek yang merancangnya adalah siapa lagi kalau bukan si Raja demit Refald ala Edward. Bahkan Refald sendirilah yang memilih lokasi ini karena dibawah tanahnya ada sumber mata air panas yang sangat bagus bagi kesehatan tubuh.


Kemala sangat menyukai tempat ini, ia juga pandai sekali berenang ke sana kemari menikmati pemandangan alam yang ada disekelilingnya. Ia bersandar di dinding kolam di mana dinding tersebut terbuat dari kaca tebal setebal dinding batu bata.


“Kau suka tempatnya? Kita bisa tinggal di sini jika kau mau. Tentu saja kita masih harus pura-pura tinggal di desa,” ujar Richard sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang. Keduanya tampak lebih sensual karena sama-sama basah terendam air kolam hangat. Asap mengepul disekitar mereka karena udara panas bertemu dengan udara dingin.


“Aku masih tidak percaya ini, aku … tidak pernah membayangkan bakal sebahagia ini. Kau hadir dalam kehidupanku bagai malaikat tak bersayap dan sekarang aku memilikimu. Aku bahkan ingat sekali kalau aku sangat takut padamu. Tapi sekarang tidak lagi, justru aku semakin jatuh cinta padamu. Aku … manusia bodoh yang jatuh cinta pada vampir.” Kemala mulai mencurahkan isi hatinya saat sedang bersama suaminya.


“Dan aku … adalah vampir gila yang jatuh cinta pada manusia.” Richard membalikkan tubuh istrinya supaya menghadapnya. Lalu mencium mesra bibir Kemala yang basah.


Kemala juga membalas ciuman mesra suaminya. Keduanya saling menghisaap bibir masing-masing untuk melepas rindu setelah 6 bulan tak bertemu.


“Aku sangat merindukan momen ini Cagiya, bibirmu manis rasa stroberi. Dan aku kecanduan ciuman yang kau berikan padaku.” Richard hendak mencium Kemala lagi tapi gadis itu menempelkan jari telunjuknya di bibir suaminya.


“Jangan di sini? Bagaimana kalau terjadi gempa dan kolamnya pecah?” tanya Kemala dan Richard langsung tertawa.


“Tidak akan, bangunan ini dirancang khusus oleh arsitek ternama yang sangat luar biasa sehingga hal-hal yang tidak mungkin, bisa ia jadikan nyata. Nanti akan kuperkenalkan kau dengannya dan seluruh keluarganya tepat dihari pernikahan kita yang akan digelar sebentar lagi. Besok, keluargaku akan datang lagi dan melamarmu secara resmi. Keluargamu dan ayahmu akan bertemu. Saat ini … ayah dan ibu mungkin sudah ada di rumahmu.”

__ADS_1


“Hah?” Kemala langsung terkejut. “Kok kamu nggak bilang sama aku? Gawat!” gadis itu bingung sendiri dan agak khawatir memikirkan ayahnya yang pasti kaget melihat mertua Kemala datang ke gubuk jeleknya.


“Jangan terkejut begitu … semuanya baik-baik saja kok. Ayahmu menyambut hangat kedatangan kedua orangtuaku dan dia setuju menikahkan kita lagi secara adat istiadat yang ada di negara ini. Akhirnya, kita kan menikah secara hukum Cagiya. Kau dan aku akan diakui seluruh dunia bahwa kita adalah pasangan suami istri.”


“Tapi … ayahku … bagaimana kalau dia terlalu shock?”


“Dia baik-baik saja, bukankah ada Gilberto di sana. Jangan khawatirkan apapun.” Richard menenangkan istrinya yang tampak panik.


“Apa kita sebaiknya pulang untuk menemui mereka semua?” tanya Kemala.


“Tidak, besok keluargaku dan aku akan datang kerumahmu untuk melamarmu. Setelah itu kita akan tinggal bersama-sama. Ayahmu tidak akan kesepian lagi karena kita akan tinggal bertiga.”


Proses terjadinya gempa tektonik tak bisa terelakkan lagi. Richard menggendong istrinya masuk ke dalam ruangan mereka dalam keadaan basah kuyup dan dengan hati-hati, batang cakra Richard langsung masuk kedalam lubangnya. Mereka berdua benar-benar menciptakan gempa sampai bumi bergetar begitu hebatnya.


Untunglah, gempa itu hanya terjadi di pulau pribadi Richard dan kebetulan, pulau itu lumayan jauh dari peradaban manusia. Hanya saja, air laut yang ada di bawah pulau tersebut menciptakan goncangan dahsyat sehingga terjadilah Tsunami kecil di beberapa wilayah pesisir pantai.


Syukurlah frekuensi Tsunami masih dalam skala kecil karena Tsunami tersebut bukanlah bencana alam. Melainkan karena ulah Richard dan Kemala yang sedang menciptakan gempa. Kemala dan Richard tidak tahu saja, warga pesisir pantai merasa air laut mulai surut. Dan tidak lama kemudian ombak besar datang dan melibas mereka semua yang tidak berpindah tempat.


Karena skalanya kecil, tidak menelan korban jiwa dan hal tersebut malah dijadikan konten dan selfie. Kelakukan warga +82 memang diluar nalar manusia. Dimana-mana kalau sudah tahu bakal datang ombak besar, harusnya mereka langsung pergi ke tempat aman. Lah ini malah nggak, mereka buru-buru life streaming di medsos mereka masing-masing dan ngonten.

__ADS_1


Untung saja Tsunami itu adalah Tsunami buatan akibat gempa tektonik yang dibuat Richard dan Kemala. Apa jadinya jika Tsunami yang datang berasal dati Tuhan Yang Maha Kuasa. Mungkin mereka semua yang selfie dan life itu sudah berpindah alam.


***


Setelah puas melepas rindu dan sempat membuat sedikit kekacauan di pantai. Richard sengaja mengantar istrinya pulang ke rumah layaknya pasangan yang habis berkencan semalaman. Harusnya kata nenek sih hal itu tidak boleh. Berhubung Kemala dan Richard adalah pasangan sah sebelum resmi menikah dalam dunia pervampiran, jadi tidak masalah buat mereka mau berduaan kapan saja.


Kebetulan, saat Richard tiba, kedua orangtunya juga baru saja keluar dari rumah Kemala hendak pamit undur diri. Entah apa saja yang mereka bicarakan sampai memakan waktu semalaman suntuk. Yang jelas pernikahan Richard dan Kemala akan menjadi pernikahan langka sepanjang sejarah setelah Edward dan Bella.


Kemala yang melihat ibu mertuanya langsung memeluknya dengan erat walau beberapa waktu lalu mereka sudah bertemu. Gadis itu bahagia memiliki mertua yang baik dan bijaksana meski mereka bukanlah manusia.


“Maaf kami baru saja datang. Ibu” ujar Kemala dipelukan ibu Richard. Senang rasanya memeluk seorang ibu yang amat sangat dirindukan oleh Kemala.


“Tidak apa-apa Sayang, kamilah yang meminta Richard untuk mengajakmu jalan-jalan selagi kami berdiskusi untuk acara besok dan pesta pernikahanmu yang akan digelar seminggu lagi. Kau harus bersiap-siap mulai dari sekarang. Karena pernikahan kalian sudah dekat.” Ibu Richard membalas pelukan Kemala sambil tersenyum.


“Kami harus pamit undur diri Kemala. Kami akan datang lagi besok,” ujar Salvataro tak bisa berlama-lama karena memang ada banyak sekali hal yang harus disiapkan.


Raja vampir itu mengajak istri dan anaknya pergi. Pertemuan dua keluarga itupun terhenti sampai di sini dan akan dilanjut besok dengan acara inti. Yaitu lamaran Kemala dan juga Richard.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2