
Jelas pak Po langsung keki pada Fey yang mengira kalau dirinya sedang rebahan di atas lampu antiknya Refald. Padahal, ia diserang Kemala sehingga terlempar ke atas. Pak Po sama sekali tidak menyangka kalau istri dari seorang vampir bisa memiliki kekuatan sama seperti vampir tulen saat mereka lagi hamil.
Mata Kemala masih menatap tajam mata pak Po. Wanita yang sedang hamil itu menunggu permintaan dari pocong tampan atas sikapnya yang kurang sopan terhadap Richard. Alasan pak Po masih tidak suka dengan si pangeran vampir bukan hanya karena Richard adalah mantan orang terdekat istrinya di kala mereka masih hidup di masa lalu. Melainkan karena pak Po tidak suka ada yang menyaingi dirinya.
Kalau ditelaah lebih dalam, sedikit banyak, kisah pak Po dan Divani hampir mirip dengan kisah Richard dan Kemala. Berkat Refald dan Feylah akhirnya pak Po dan istrinya bisa bersatu dan bahkan mereka dikaruniai seorang anak yang cantik jelita bernama Rhea dan kini sudah menjadi menantu pertama dari Refald dan Fey.
Jika tidak ada raja dan ratu demit, mungkin nasib pak Po akan sama persis dengan Kemala dan Richard sekarang. Bedanya, pak Po hanyalah makhluk astral tak kasat mata dan onengnya nggak ketulungan, bahkan ketika malam pertama saja, pak Po harus belajar secara intern dengan Refald dan menimbulkan kehebohan. Sedangkan Richard merupakan makhluk abadi dan ia tak perlu belajar saat malam pertama karena secara alami ia sudah ahli.
“Yang mulia Ratu Fey, tolong turunkan saya, saya ini tidak sedang rebahan Ratu. Bumil bayi vampir itulah yang melempar saya sampai kemari. Saya kecantol ratu, eh salah maksud saya kejepit. Jadi tolong turunkan saya,” pinta pak Po sedikit merengak pada Fey dengan wajah yang sangat melas.
Refald hampir tersedak mendengar pengakuan anak buahnya yang oneng itu. Di mana-mana setan biasanya lebih unggul dari manusia kalau soal kekuatan fisik. Lah ini malah sebaliknya dan hanya pak Po saja yang merupakan hantu minim harga diri. Ingin rasanya Refald memaki anak buahanya tapi ia tidak enak dengan Kemala yang terus memelototi pak Po. Sementara Richard malah santai ngobrol dengan Divani dan bodo amat dengan keramaian yang dibuat pak Po.
“Bagaimana bisa kau punya suami seoneng dia?” tanya Richard.
“Aku juga tidak tahu. Dulu aku sering manjdikanmu sebagai patokan untuk memilih pasangan hidupku. Tapi meski begitu, Ezi adalah yang terbaik. Bagiku dia adalah cahaya terang yang menerangi kehidupan gelapku. Haish … aku iri padamu, kau punya istri yang sangat cantik dan lain dari yang lain. Aku kira ratu Fey adalah yang paling beruntung di dunia ini karena memiliki raja Refald disisinya. Tak kusangka, ada wanita beruntung lainnya. Aku juga beruntung sih, tapi kalau momen bengeknya Ezi kumat, rasanya aku jadi buntung.”
“Sabar, aku dengar pak Po banyak digilai emak-emak berdaster karena dia sangat tampan. Harusnya kau bangga punay suami pocong tampan idola, jadi seimbang dengan keonengannya,” ujar Richard sambil menahan tawa.
“Terimakasih atas pujianmu, aku jadi terharu.” Divani dan Richard seolah sedang reuni mengenang masa mereka semasa masih sama-sama menjadi manusia. Dulu mereka adalah teman dekat. Saling menjaga dan melindungi, tapi hubungan hanya sebatas teman saja, tidak lebih dari itu. Mungkin karena mereka sudah punya jodoh masing-masing makanya mereka lebih cocok berteman ketimbang menjadi pasangan. Bahkan ketika mereka matipun, Richard dan divani tetap berteman baik.
“Heh Pak Po!” seru Refald mulai geram juga dengan ke-oonan salah satu pasukan demitnya ini. “Kau jangan merusak nama baikku sebagai raja demit paling ditakuti di dunia ini gara-gara keonenganmu yang tidak bisa hilang itu! Kau itu setan bodoh, kau punya kekuatan, kau tinggal menghilang saja dari situ! Ngapain kau minta diturunkan? Memangnya kau itu manusia jadi-jadian apa?” sengal Refald.
“Lah, iya juga ya Raja, kan saya bisa ngilang!” pak Po menuruti saran rajanya dan dalam sekejap mata, pocong tampan tapi oneng itu langsung menghilang dan kembali muncul diantara Divani dan Richard. “Minggir kau vampir … jangan dekat-dekat istriku,” sentak pak Po sok cemburu, padahal jarak Richard dan Divani tidak dekat dan malah lumayan jauh.
“Dasar enceng gondok!” geram Fey hendak menjitak kepala pak Po dan Refald suda mencekal lengan istrinya tepat disaat Kemala mendahului langkah Fey.
Tanpa di duga, dan tanpa peringatan, Kemala langsung mencekik leher pak Po dan mendorongnya ke belakang sampai sosok pocong tampan itu menbarak dinding kaca rumah Refald.
__ADS_1
“Berapa kali aku harus bilang padamu, kau harus minta maaf pada suamiku. Kenapa kau tidak suka padanya!” bentak Kemala sambil menekan kuat lehet pak Po.
“Cagiya, hentikan!” seru Richard yang langsung memeluk Kemala dari belakang. “Jangan lukai siapapun, hentikan Sayang. Tolong hentikan!” bisik Richard mesra dari balik punggung istrinya.
Seketika tangan Kemala terlepas dari cengkeramannya di leher pak Po. Pocong itu lumayan terasa terbakar saat tangan Kemala menyentuh jiwanya yang harusnya tak bisa dijamah oleh manusia apalagi sampai menyakitinya. Namun sepertinya, Kemala ini pengecualian ditambah kondisi wanita sekarang lagi hamila ank vampir. Bisa jadi itu adalah bawaan dari sang jabang bayi sehingga Kemala bisa menyentuh dan bahkan menyakiti pak Po.
Jika di dalam perut saja, kekuatan calon buah hati Richard dan Kemala bisa sebesar dan sekuat itu, bisa dibayangkan bagaimana kalau anak itu lahir ke dunia. Mungkin dialah yang akan menjadi Raja atau Ratu vampir berikutnya.
Kemala sudah tersadar dan bisa menguasai dirinya sendiri. Ia langsung minta maaf pada pak Po tapi si pocong tampan itu malah diam saja tanpa bicara apa-apa. Ia berjalan melewati Kemala begitu saja dan mendekati Refald sambil berkata, “Raja … dia …”
“Makanya, kau jangan suka menganggap remeh lawanmu. Akhirnya kau bertemu dengan lawan yang sepadan denganmu. Jangan coba-coba kau mengganggu Richard dan keluarganya lagi atau kau bakal dikirim ke neraka tujuh lapis.” Refald malah sengaja menakut-nakuti pak Po. Setidaknya kalau ada hal genting, onengnya pak Po hilang sedikit meski tidak sepenuhnya. “Sedang apa kau kemari? Bukanlah aku menyuruhmu untuk tidak menemuiku jika aku tidak memanggilmu? Kau mau kutendang lagi?”
Pak Popun mengasampingkan masalah Richard dan Kemala untuk fokus pada apa yang membawanya datang kemari.
“Maafkan saya, Raja. Tapi di ujung wilayah ini, saya mencium bau vampir lain yang auranya sedikit berbeda dengan si pangeran Richard ini. Mereka berjumlah 2 orang, 1 vampir wanita dan 1 vampir pria. Saya datang kemari untuk menanyakan apa yang harus kami lakukan pada 2 vampir itu. Saya mencoba menghubungi Anda lewat telepati tapi tidak berhasil.” Pak Po menjelaskan alasan kenapa ia datang mencari Refald dan Fey.
“Kenapa Anda meminta pendapat vampir itu Raja,” tanya pak Po bingung.
“Sebab, vampir pria yang kau bicarakan adalah kakak sulung pangeran Richard. Calon penerus raja Salvataro. Berhati-hatilah jika kau bertemu dengannya, dia jauh lebih ganas ketimbang anaknya Pangeran Richard.” Refald tersenyum melihat muka tegang pak Po.
“Ada berapa vampir di sini?” gumam pak Po. 1 vampir saja sudah membuat pak Po kesal apalagi banyak.
“Pergilah dan awasi saja mereka. Mereka tidak akan keluar dari lingkaran Izabami itu sampai mereka menyadari apa yang mereka cari selama ini. Jangan apa-apakan mereka! Ingat ya pak Po. Jangan apa-apakan mereka. Kalau tidak, kau tanggung sendiri akibatnya!” ancam Refald seolah tidak yakin kalau poci pocicu itu serius mendengarkan peringatan rajanya. Ia pun pergi bersama Divani seperti yang diperintahkan Refald.
“Ayo pergi Di, jangan pacaran saja kau di sini,” sindir pak Po pada istrinya.
“Siapa yang pacarang Oncom! Jangan ngada-ngada deh! Dasar cemburuan!” sengal divani cepat dan ia menghilang lebih dulu setelah pamit pada Refald dan Fey.
__ADS_1
“Saya tidak bisa lama di sini Pangeran. Biarkan saja kakakku dan wanitanya tetap ada di sini.” akhirnya, Richard memberikan jawabannya. “Lagipula ini demi kebaikan kami. Akan ada masalah besar bila Veronika datang ke hari pernikahan kami dilangsungkan. Saya serahkan mereka pada Anda. Dan kami mohon pamit. Terimakasih dan maaf untuk segalanya. Kami harap kalian semua bisa berkumpul menghadiri pesta pernikahan kami.” Richard menyampaikan semua harapannya sebelum ia pergi kembali pulang bersama Kemala.
Vampir tampan itu tak ingin menyebabkan masalah bagi Refald dan anak buahnya, dan untuk masalah Rexi, ia percayakan semuanya pada Refald karena dia tahu segalanya.
“Sama-sama Pangeran. Senang bisa menyambutmu di sini. Justru kamilah yang harusnya minta maaf bila selama kau dan istrimu ada di sini menjadi tidak nyaman.” Refaldpun tak kalah sopan dengan Richard.
Setiap kali ada pertemuan, selalu ada perpisahan. Walau Kemala hanya bermalam semalam di rumah Fey, baginya itu adalah kenangan yang menyenagkan dan pastinya tak terlupakan. Istri Richard itu juga sempat menyampaikan maaf atas sikapnya yang menggangu ketenangan Fey bersama Refald dan berharap keduanya bisa bertemu lagi nanti.
Refald dan Fey mengantar Richard sampai ke tempat pasangan suami istri beda alam itu datang. Dengan hati-hati, Richard menggendong istrinya masuk ke dalam goa dan keluar dari balik air terjun sama seperti saat ia datang beberapa waktu lalu.
Hanya dalam hitungan menit saja, Richard dan Kemala sudah sampai dikediamannya. Tentu saja mereka langsung disambut hangat oleh keluarga Richard. Sang vampir tanpan sempat terkejut melihat persiapan pernikahan mereka sudah hampir 100%. Tinggal pelaksanaan hari H saja. beberapa hari setelah ini, baik Richard dan Kemala akan diakui dunia sebagai pasangan suami istri yang di mata semua manusia.
Undangan sudah disebar rata. Dan tak satupun warga desa yang tak diundang. Semua mendapat undangan khusus. Kebetulan lokasi pernikahan sengaja di gelar di istana Richard sendiri dan untuk pertama kalinya sepanjang bangunan itu berdiri, pintu gerbang istana Richard yang tadinya tertutup rapat, bakal dibuka untuk umum dan orang lain diperbolehkan masuk ke dalamnya.
Bangunan yang dulu terkenal angker dan menakutkan, kini disulap menjadi istana megah dan menakjubkan. Dan istana itu akan dihuni pengeran dan permaisuri hatinya, serta buah cinta dari cinta mereka berdua.
“Kenapa kalian hanya datang berdua? Di mana Rexi dan Veronika?” tanya ibu Richard saat melihat putranya masuk ke dalam bersama Kemala.
“Rexi dan Veronika harus tinggal, Ibu Ratu. Ada hal yang harus mereka selesaikan. Kemungkinan besar mereka tidak akan bisa menghadiri pernikahanku dengan Kemala.” Refald memberikan penjelasan.
Bukannya cemas, ibu Richard malah tersenyum seolah masalah Rexi bukanlah masalah yang penting. Pandangannya teralih pada Kemala yang digendong Richard. Menantunya itu sepertinya tak berani menatapnya secara langsung.
“Ada apa dengan Kemala? Apa dia sakit? Kau apakan dia?” tanya Ratu Salvataro penuh cemas.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1