
Penjelasan Refald mengenai tujuan ketua dewan ngotot memaksa Richard untuk menikahi Veronika sehingga menimbulkan gonjang-ganjing di keluarga Salvataro jelas sangat mengejutkan raja Salvataro dan juga istrinya. Mereka tidak menyangka penyebab perpecahan dan keributan anak-anak mereka, ternyata dipicu oleh ketua dewan delegasi yang mereka berdua hormati selama ini.
Syukurlah Richard tidak mau menyetujui pernikahan yang dipaksakan itu dan memilih pergi. Atas bantuan Refald pula putra bungsu dari raja Salvataro kini menemukan kebahagiaannya bersama dengan Kemala. Walau keduanya berbeda dunia, hal tersebut tak menjadi penghalang bagi cinta mereka berdua untuk bersatu dalam jiwa.
Raja Salvataro, menatap sinis pria berambut panjang yang juga menatapnya dengan tajam. Hilang sudah rasa hormat ayah Richard itu terhadap pemimpin klannya.
“Jadi … inikah alasanmu terus menekan keluargaku agar memaksa Richard menikahi putrimu yang tidak tau sopan santun itu?” tanya Ratu Salvataro sambil memicingkan mata menatap pria berambut panjang ala ninja Konoha karena terkejut. “Huh, memalukan, kau seorang dewan delegasi tapi kelakuanmu sangat merendahkan harga diri kami sebagai seorang vampir yang menjunjung tinggi nilai kompromi.” Ratu Salvataro tampak emosi tapi suaminya langsung menenangkannya karena tak ingin menyebabkan masalah besar.
Sementara Richard, sejak awal ia sudah tahu niat buruk ketua dewan delegasi itu terhadapnya. Sebab, Richard memang vampir yang sangat berbeda dengan vampir lain pada umumnya. Kalau Richard mau, dialah yang akan terpilih menjadi pemimpin dewan delegasi berikutnya melebihi ayah Veronika sekarang. Namun, ia tidak mau. Ia membenci kehidupan vampir walau ia adalah vampir juga. Naluri manusianya begitu kuat apalagi setelah bertemu dengan Kemala. Richard jadi semakin kuat.
Mungkin itulah alasan kenapa ketua dewan menginginkan Richard sebagai menantunya agar bisa mengendalikan vampir yang kini menjadi suami Kemala. Sayang saja, usahanya itu gagal total dan dikupas habis oleh Refald dihadapan banyak pasang mata baik dari dunianya ataupun dari dunia manusia. Sayangnya para manusia yang ada idi sini tidak bisa bersuara karena Refald mengunci mereka dengan kekuatannya agar tak ada adegan perghibahan ria.
Raja Salvataro berdiri di samping Refald sambil berkata, “Tanpa mengurangi rasa, hormat. Sebaiknya Anda semua, pergilah dari sini. Ini demi kebaikan kita dan saya tidak ingin ada peperangan dalam bentuk apapun. Begitu Veronika kembali nanti akan kami minta dia untuk segera pulang ke rumahnya,” ujar Raja Salvataro dengan sopan dan penuh wibawa.
Ketua dewan delegasi itu langsung tertawa keras mendengar usiran secara halus raja vampir Salvataro. Ketamakannya membuatnya lupa diri tentang apa tugas utama seorang dewan delegasi dalam dunia pervampiran.
“Hahahaha, apa kau pikir dengan mengusirku, masalahmu di sini akan selesai? Apa kau tidak sadar? Bukan hanya klan kita saja yang ada di sini. Tapi ada penduduk desa dan besanmu juga. Apa kau tidak khawatir mereka tahu siapa kau dan keluargamu. Kau pikir pria paruh baya itu merestui pernikahan putramu dengan putrinya? Apa dia tahu kalau dia telah berbesan dengan vampir dan punya menantu seorang vampir? Huh, jika dilihat dari ekspresinya, dia tidak tahu.” Vampir berambut panjang itu semakin keras tertawa menunjukkan bahwa dialah yang keluar jadi pemenangnya sekarang.
Baik Salvataro maupun istrinya langsung menoleh ke arah Daries yang sejak tadi diam terpaku ditempatnya tanpa berkomentar apa-apa. Sedangkan Refald masih tenang-tenang saja yang artinya suasana di sini masih aman terkendali dibawah komandonya.
__ADS_1
“Terimakasih telah diingatkan, kami bisa mengatasi ini sendiri. Sekarang, sebaiknya Anda pergi,” pinta Salvataro masih dengan sikap sopan. Tidak ada vampir yang lebih sabar ketimbang raja vampir yang satu ini.
Bahkan ketika tahu musuhnya berniat tidak baik pada keluarganya, vampir Salvataro tetap menunjukkan keramahatamahannnya. Sifat inilah yang diturunkan pada Richard dimana vampir tersebut mengklaim bahwa dirinya adalah sosok vampir tampan nan sopan.
“Bagaimana kalau aku tidak mau pergi? Aku juga ingin melawanmu karena sudah lama sekali aku ingin mencincang bagian tubuhmu lalu membakarnya.” Alih-alih menuruti keinginan Salvataro, dewan delegasi itu malah menantang ayah Richard untuk duel.
Raja vampir itu terdiam. Ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres di sini. Konsentrasinya sangat terganggu dengan kehadiran beberapa tamu yang tak diundang untuk mengacaukan pesta pernikahan Richard dan Kemala.
Berhubung Salvataro tak kunjung memberikan reaksi, maka Refaldlah yang menjawab tantangan sang vampir tamak itu. Kebetulan, ia juga ingin pemanasan.
“Jika kau tak segera pergi dari sini! Maka kau harus berhadapan denganku dan para pasukanku, wahai dewan delegasi!” seru Refald dengan lantang bertepatan dengan berkumpulnya seluruh pasukan dedemit Refald minus pak Po.
Kalau pocong tampan itu sampai datang pasti suasana tegang di sini bakal rusak gara-gara keonengannnya. Sebab itulah poci pocicu itu diberi tugas menjaga Veronika dan Rexi. Refald tahu kalau hal seperti ini bakalan terjadi makanya ia tak ingin ada yang mengacau saat Refald sedang beraksi.
Selain itu, Refald juga tak ingin menimbulkan prahara dalam dunia pervampiran yang bukan urusannya. Selagi dewan delegasi itu tidak melakukan kesalahan fatal, maka Refald masih belum punya hak untuk menghukum mereka semua.
“Refald … ada yang datang.” Fey berdiri di sisi kiri suaminya karena ia merasakan firasat yang buruk.
“Aku tahu Honey, tetaplah disisiku. Jangan jauh-jauh dariku karena aku tidak bisa jauh darimu. Selama kau ada didekatku hatiku tenang, dan aku tak butuh apapun selain kehadiranmu didekatku,” bisik Refald lirih.
__ADS_1
“Berhentilah menggombal Refald, apa ini saat yang pantas untuk itu? Jangan sok jadi Dilan-dilanan atau sok anak remaja kekinian. Kau itu sudah tua!” sengal Fey kesal juga dengan suaminya.
“Tapi wajah dan pesonaku tak pernah pudar Honey, kau sendiri selalu jatuh cinta padaku setiap hari!” Refald masih belum berhenti menggombal sehingga Fey jadi malu sendiri dengan sikap suaminya yang lagi kumat somplaknya. Sama seperti Leo yang kini ada di belakang mereka sambil mencicipi banyak makanan.
“Aku tidak punya waktu untuk mendengar gombalanmu. Bagaimana dengan Leo dan yang lainnya, kau pindahkan saja mereka ke tempat lain, daripada di sini bikin kacau juga nanti. Di sini berbahaya bagi mereka semua.”
“Biarkan saja, kapan lagi kita bisa berkumpul seperti ini. Jangan khawatirkan manusia yang lainnya. Mereka sudah kubuat tak bisa bergerak ataupun bersuara. Begitu semua ini berakhir, mereka akan menganggap semua kejadian ini hanyalah mimpi.” Refald kembali ke mode normal setelah sempat menggombal.
Raja demit dan para pasukan demitnya juga siap menyambut datangnya bahaya. Sementara Leo malah asyik bermesraan dengan Shena sambil suap-suapan makanan tanpa peduli pada yang lainnya seolah dunia ini hanya milik mereka berdua saja dimanapun pasangan sejoli ini berada.
“Leo apa tidak apa-apa kita santai begini sementara kakak ipar sedang bersiap menghadapi bahaya?” tanya Shena sambil memeluk leher suaminya.
“Tidak apa-apa, kita diundang untuk menyaksikan aksi mereka. Sudah lama juga kita sekeluarga tidak berkumpul seperti ini. Lihatlah pasangan pengantin baru itu, mereka tampak amat sangat shock.”
Shena dan Leo menatap Kemala yang tak bisa mengatupkan mulutnya saat melihat apa yang ada dihadapannya. namun Shena masih curiga dengan suaminya yang nggak ada akhlak ini, sebab ia meraba jas Leo dan ada pistol gold kesayangannya di saku jas tersebut.
“Apa yang akan kau lakukan Leo? Kenapa ada pistol di saku jasmu?” tanya Shena.
“Kau akan tahu setelah ini Sayang, bukankah si biksu Tong itu bilang kalau aku bakal dapat giliran. Sembari menunggu, kita bermesraan dulu.” Leo benar-benar pamer kemesraan dengan Shena tanpa marasa sungkan pada sang tuan rumah.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***