Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 57 Kabar Bahagia


__ADS_3

Kemala langsung shock tiba-tiba dilamar suami sendiri seperti itu. Ingin rasanya ia tertawa tapi Kemala masih ingin menghukum suaminya dengan terus bersandiwara. Gadis cantik itu pura-pura terkejut dan tentu saja ia menolak lamaran suaminya.


“Maaf ya Mas. Saya sudah menikah. Tidak mungkin saya menikahi pria lain sementara saya sudah bersuami,” cetus Kemala.


“Kemala … berapa kali aku bilang, aku suamimu. Dengan cara apa aku membuktikan supaya kau percaya kalau aku suamimu.”


“Kalau kau suamiku, kenapa kau melamarku barusan? Mana ada suami melamar istri sendiri?” Kemala menskak suaminya. Richard diam kerena dia juga bingung sendiri.


“Itu karena kau masih tidak percaya padaku makanya aku ….”


“Kemala!” serua ayah Kemala yang tiba-tiba muncul dari dalam rumah karena mendengar suara bisik di luar.


Terpaksa Richard membalikkan badan dan menatap wajah sang mertua. Richard senang dan hendak memperkenalkan diri bahwa dia adalah menantunya.


“Siapa dia?” tanya ayah Kemala yang juga tidak mengenali Richard. Sebab, menantunya yang ayah Kemala kenal itu rambutnya panjang dan ikal, tidak nyentrik dan stylish ala orang metropolitan seperti yang ada dihadapannya.


Baru juga Richard mau buka suara, eh Kemala langsung berlari menghampiri ayahnya lalu cepat-cepat mengajaknya masuk ke dalam meninggalkan Richard sendirian. Pintu rumah Kemala juga sengaja gadis itu tutup dengan kencang lalu menguncinya rapat-rapat.


“Apa yang kau lakukan? Siapa pria itu?” tanya ayah Kemala dan gadis itu langsung memberitahu ayahnya lewat tulisan di ketikan ponsel.


Dia Richard Ayah, tapi aku sedang menghukumnya dengan pura-pura tidak mengenalinya, ayah harus bekerjasama denganku. Dia harus membayar air mata yang kukeluarkan setiap malam. Siapa suruh dia pergi lama tanpa kabar dan malah datang dengan penampilan barunya seperti itu.


Itulah ketikan yang ditulis Kemala di ponselnya dan ayah Kemala manggut-manggut. Kemala masih mengintip Richard dari balik tirai jendela dan vampir tampan itu masih berjalan mondar-mandir ke sana ke mari sambil bergumam sendiri.

__ADS_1


“Apa tidak apa-apa kau meninggalkannya sendirian di luar sana. Udara sangat dingin, bagaimana kalau suamimu sakit?” tanya ayah Kemala.


“Dia tidak akan sakit! Dia kan …” hampir saja Kemala keceplosan. Ia lupa kalau ayahnya ini masih menganggap Richard adalah manusia dan bukannya vampir. Buru-buru ia meralat ucapannya agar ayahnya tidak curiga. “Ehm, maksud Kemala, Richard itu kuat. Dia bukan tipe orang yang mudah sakit,” terangnya sambil tersenyum.


“Ya sudah kalau begitu, akan lebih baik kalau kau suruh dia masuk saja. tapi itu terserah padamu.” Usai bicara seperti itu, ayah Kemala masuk ke dalam biliknya untuk istirahat karena ini sudah sangat larut.


Sementara Kemala tetap memantau suaminya yang tak kunjung pergi juga, padahal ia sudah sangat ngantuk. Mau pergi tidur, Kemala tak tega. Gadis itu merasa ada yang aneh dengan suaminya ini. Aura vampirnya tak terasa kuat seperti sebelumnya. Hal itu membuat Kemala jadi bertanya-tanya, apa kekuatan vampir Richard sedang melemah?


Mendadak petir mulai menyambar dibarengi hujan lebat. Dalam hitungan detik Richard langsung kehujanan dan pakaiannya basah kuyup. Melihat hal itu, hati Kemala goyah dan segera mengambil paying lalu berlari keluar menghampiri suaminya.


“Kenapa kau masih berdiri di sini? Kenapa kau tidak pergi?” tanya Kemala saat sepayung berdua bersama dengan Richard. Meski Kemala lagi ngambek, entah kenapa keduanya jadi tampak so sweet kalau sedang saling berhadapan.


“Bagaimana aku bisa pergi kalau istriku ada di sini! Aku akan menunggu sampai istriku tidak marah lagi padaku. Aku ingin minta maaf padanya karena aku datang terlambat. Itu karena aku mengalami kesulitan dan aku tak bisa memberi kabar. Aku berjuang untuk jadi seperti sekarang dan akhirnya aku bisa datang kemari menjadi seseorang yang layak bersanding denganmu,” jelas Richard di tengah derasnya hujan.


Tidak ada pilihan lain, Kemala terpaksa mengajak suaminya masuk ke dalam rumahnya. Harusnya sebagai vampir Richard tidak merasa kedinginan, tapi sepertinya vampir tampan itu sedang menggigil. Entah Richard ini sedang berakting atau hanya pura-pura supaya Kemala jadi simpati padanya. Keadaan Richard ini masih belum jelas.


“Apa kau tidak merasakan sesuatu?” tanya Richard setelah Kemala memberikan handuknya agar suaminya itu mengelap rambutnya yang basah.


“Tidak, aku tidak merasakan apa-apa.”


“Kau tidak mual? Muntah atau semacamnya?” tanya Richard lagi.


“Tidak, aku baik-baik saja. Memangnya kenapa? Haruskan aku muntah? Tapi kenapa? Aku tidak sakit?”

__ADS_1


Richard sedang memikirkan sesuatu. “Apa dewan delegasi itu sedang berbohong padaku,” gumamnya.


“Berbohong bagaimana?” tanya Kemala semakin penasaran, suaminya ini benar-benar membuat Kemala kesal karena terus diajak main teka-teki.


“Dia mengatakan padaku, kekuatanku melemah, karena telah kubagi denganmu. Dan setengah kekuatanku itu … ada pada benih cinta kita yang telah kita tanam 6 bulan yang lalu. Panjang sekali ceritanya Cagiya. Tapi itulah salah satu penyebab aku tak bisa secepatnya kembali padamu.”


Mata Kemala melotot mendengar ucapan suaminya barusan. Ia bahkan sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan. “Ma-maksudmu … a-aku … hamil?” tanya Kemala dan Richard langsung menutup mulut istrinya dengan tangan.


“Ssssttt! Jangan keras-keras, nanti ayahmu dengar. Kehamilan wanita yang mengandung bayi vampir itu berbeda-beda. Ada yang memiliki durasi waktu cepat dan ada yang memiliki durasi waktu lama. Yang jelas bukan 9 bulan 10 hari seperti manusia yang mengandung dan melahirkan manusia lainnya.”


“Tapi … aku tidak merasakan kalau aku hamil, atau mengalami tanda-tanda kehamilan,” ujar Kemala antara percaya dan tidak percaya.


“Bagaimana dengan siklus bulananmu?” tanya Richard dan seketika ia baru ingat, kalau selama 6 bulan ini, ia tidak pernah menstruasii.


Lagi-lagi Kemala menganga lebar karena ia baru sadar. Ia sudah telat 6 bulan. Dan Kemala baru tahu. Ia terllau fokus pada kerinduannya akan suaminya yang tak kunjung datang sampai hal sekecil ini tidak Kemala perhatikan.


“A-aku … tidak pernah datang bulan sejak terakhir kali bertemu denganmu. Tapi aku tidak pusing dan tidak mual. Aku juga tidak haus darah seperti Bella dalam cerita Edward. Apakah itu normal? Aku tidak yakin kalau aku sedang hamil. Ini mustahil bagiku.”


“Tidak ada hal yang mustahil dalam dunia cinta kita berdua, Cagiya. Kau belum menyadari ada benih cinta kita di dalam rahimmu. Tapi aku bisa merasakannya. Butuh waktu lama untuk bisa menyadari kehadirannya karena dia bukanlah keturunan vampir biasa. Aku vampir yang berbeda dengan vampir lainnya. Anak kita akan bersemayam dalam tubuhmu lebih lama dari kelahiran bayi normal lainnya. Sebab itulah keluargaku merancang ulang pernikahan kita agar orang tidak akan curiga jika kita memiliki anak nantinya.”


Richard bangun dan mendekati Kemala. Ia mencium istrinya dengan mesra sebagai pelepas rindu akan perpisahan dramatis mereka. “Aku merindukanmu, Cagiya. Sangat sangat sangat rindu.”


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2