
Selera makan Kemala langsung hilang begitu melihat Veronika terus saja menatap suaminya sambil mencoba tebar pesona. Walaupun Richard tak memedulikannya dan hanya melihat Kemala, tetap saja gadis itu jadi resah sendiri. Ingin rasanya ia meninggalkan tempat ini sesegera mungkin tapi Kemala tak mau dianggap lemah. Ia harus melakukan sesuatu yang membuat Veronika sadar kalau Richard hanya mencintainya seorang.
Entah kenapa, perut kemala masih ingin terus diisi, bisa jadi karena bayi vampir yang ada dalam rahimnya menyukai semua makanan ini. Apalagi Richard dengan penuh perhatian terus saja menyuapinya dan memberikan semangat agar Kemala menghabiskan makanan yang dihidangkan seolah hanya ada mereka berdua saja di meja makan ini.
“Huh, dasar sok pamer, makanan menjijikkan begini apanya yang dibanggakan,” cibir Veronika menatap aneh semua hidangan yang dihidangkan di meja makan ini.
Tentu saja mata sang ratu vampir langsung menatap tajam si velampir karena tersinggung mendengar cibirannya. Veronika jadi terdiam karena ditatap tajam oleh keluarga Salvataro.
“Jangan banyak protes, kau sendiri yang meminta bergabung di sini, kau pula yang memilih ikut bersandiwara, makanlah seperti yang lain. Jika tidak mau, pergi saja. Jangan buat masalah karena aku akan mengawasimu,” ujar Rexi tegas. Matanya melirik Kemala yang juga menatapnya sambil mengunyah buah apel yang lezat.
“Apa hebatnya sih manusia-manusia itu sampai kalian semua mengistimewakan ayah dan anak itu. Mereka harusnya jadi mangsa kita, kenapa keluargamu malah menjadikan mereka keluarga? Ada apa dengan keluarga kalian?” cetusnya lagi.
“Keluargaku istimewa, makanya kami mengistimewakan mereka yang berhak diistimewakan. Vampir sepertimu mana bisa paham akan hal ini!” balas Rexi. Ia sudah tak bersikap lembut lagi pada Veronika.
“Kenapa kau nyolot, aku hanya mengutarakan pendapatku. Tak perlu ngotot begitu.” Veronika buang muka, lama-lama ia kesal juga dengan sikap kasar Rexi.
Dan semakin panaslah ia melihat kemesraan Richard terhadap Kemala. Tanpa sadar, si velampir malah menghabiskan sepiring nasi, padahal tadi ia menghina hidangan dihadapannya eh sekarang malah dilahapnya tanpa sisa.
“Apa yang kau rahasiakan dariku?” tanya Richard menghalangi pandangan mata Kemala terhadap Rexi yang sejak tadi kode-kodean mata. “Aku sempat melihatmu bicara padanya beberapa waktu lalu. Setelah itu kau menghapus pikiranmu sehingga aku tidak bisa membacanya. Apa yang kau bicarakan dengan kakak iparmu.”
“Tidak ada apa-apa, aku hanya bilang pada kak Rexi, jika ingin mendapatkan hati Veronika, maka dia harus bersikap kasar padanya. Kalau perlu jahat sekalian.” Kemala memiringkan kepala suaminya karena ia masih penasaran pada apa yang akan dilakukan Rexi selanjutnya. Namun, Richard terus saja kembali menghalangi pandangan mata istrinya.
“Kau tidak boleh melihatnya, kau hanya boleh melihatku.”
“Aku hanya memberikan instruksi pada kakak ipar. Agar ia tak lagi luluh pada Veronika.”
__ADS_1
“Sejak kapan kau jadi guru instruksinya?” sepertinya, Richard mulai terbakar api cemburu.
“Sejak Veronika bertekad merebutmu dariku. Aku tidak boleh tinggal diam. Kau akan tetap bersamaku dan kak Rexi harus bisa mendapatkan hati Veronika agar ia menghapus namamu di jiwa matinya bagaimanapun caranya. Singkirkan kepalamu, kau menghalangi pandanganku,” cetus Kemala mencoba menyingkirkan kepala suaminya lagi dari pandangannya.
“Sebenarnya yang cemburu di sini aku apa kau? Kenapa kau yang kesal.”
“Karena kau menggangguku. Kak Rexi tidak boleh menatap Veronika ataupun mengajaknya bicara duluan. Mereka harus tampak dekat, tapi berjauhan. Itu trik jitu meluluhkan hati sang pujaan hati. Semua wanita pada dasarnya sama saja. Mau itu manusia ataupun vampir. Kalau dikejar, maka akan semakin menjauh, tapi kalau dijauhi, maka ia akan semakin mendekat. Kak Rexi harus bersikap jahat jika Veronika menginginkan perhatiannya.”
Richard manggut-manggut, pantas saja Kemala bersikap cuek padanya. Rupanya itu adalah trik supaya Richard bisa luluh pada Kemala dan itu berhasil. Kini Richard rela mati dua kali demi sang belahan jiwa tercinta.
Namun, Richard tetap saja tidak suka kalau Kemala menatap kakaknya. Iapun mengambil salah satu makanan dan menyuapi Kemala agar istrinya tak lagi kode-kodean mata dengan Rexi. Syukurlah, semua makanan yang diambilkan Richard adalah makanan kesukaan Kemala. Hanya saja, ada yang membuat Kemala bingung dengan kehamilannya ini.
“Mas vampir Richard …”
“Mas vampir Richard, kenapa? Aneh, ya?” tanya Kemala.
“Aneh, tapi aku suka. Hehehe …” Richard malah terkekeh.
“Kenapa kau tertawa?”
“Karena aku suka kau memanggilku dengan sebutan, ‘Mas’.”
“Jangan mengalihkan topik pembicaraan. Ada yang tidak kumengerti soal kehamilanku ini. Kenapa aku tidak menginginkan darah? Dan malah ingin makan makanan manusia?” bisik Kemala pada suaminya agar tak didengar ayahnya meski ia tahu yang lain pasti dengar. Kemala teringat akan Bella yang suka meminum darah saat hamil anak vampir.
Wajah sumringah Richard seketika berubah serius. “Menurutku belum, anak kita ini masih adaptasi dengan tubuh manusiamu. Mungkin jika sudah waktunya, barulah dia menginginkan darah dan yang kukhawatirkan, darahmulah yang akan dihisap terus olehnya. Apakah kau merasakan rasa haus yang terbakar?” tanya Richard.
__ADS_1
“Tidak, aku masih biasa-biasa saja hingga saat ini, hanya kadang mual dan pusing. Itu gejala normal yang dialami oleh semua wanita hamil.”
“Aku kurang paham karena kehamilanmu berbeda dengan para vampir lainnya. Nanti kita tanyakan pada raja demit Refald. Aku akan selalu memantau perkembangan buah hati kita sepanjang waktu. Kau jangan khawatir. Aku akan selalu disisimu, setiap detik. Bahkan saat kau ke toiletpun aku akan menemanimu.”
“Tidak bisa …” sergah Kemala. “Itu privasi. Masa kau ikut?”
“Aku akan menunggumu diluar kalau begitu. Sampai kau selesai. Tapi kalau kau mandi, aku ikut ke dalam.” Richard terkekeh.
“Dasar vampir mesumm!” cetus Kemala dan ia melanjutkan makannya tanpa peduli pada yang lainnya. Dua sejoli ini benar-benar romantis habis sampai dunia serasa milik mereka berdua saja. sedangkan yang lainnya cuma ngontrak dan mengamati saja.
Selesai sarapan Richard hendak pamit sekaligus izin pergi menemui raja demit Refald sekalian membicarakan banyak hal. Di luar dugaan Veronika ingin ikut bersama dengan Richard. Tentu saja vampir tampan itu menolak mentah-mentah tapi tidak dengan Kemala. Entah apa yang direncanakan Kemala, yang jelas istri Richard itu malah dengan senang hati mempersilahkan Veronika untuk ikut dengannya.
“Apa yang kau lakukan Cagiya? Kenapa kau ajak dia?”
“Ssssttt … sudah kau diam saja,” bisik Kemala pada suaminya. Iapun beralih menatap Veronika dengan senyum ramah tamah. “Ikutlah dengan kami, kak Rexi juga boleh ikut.” Kemala tersenyum. Lagi-lagi, pandangan matanya bertemu dengan Rexi seolah ada yang mereka rencanakan tanpa sepengetahuan Richard.
“Cagiya, Kenapa kau mengajak mereka? Tidak bisakah kita hanya berdua?” protes Richard. Padahal ia ingin menjadikan perjalan ini menjadi perjalanan cinta yang terindah antara dirinya dan Kemala sebelum pesta pernikahan keduanya.
“Veronika … tidak boleh ada di dekat ayahku. Lebih baik dia bersama kita. Sudah saatnya kita memperlihatkan padanya betapa kuatnya cinta kita. Jangan marah, oke.” Kemala menatap wajah tampan Richard dan sang vampirpun mengerti.
Tanpa perlu menunggu waktu lama, mereka berempat pergi ke tempat Refald dan Fey berada.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1