
Tahu siapa yang memeluk dirinya dari belakang, senyum mengembang menghiasi wajah cantik Kemala. Ia balik badan dan menatap wajah tampan suami vampirnya yang amat sangat dicintainya. Hadiah ciuman manis dari Richard langsung mendarat mulus di bibir merah delima si bunga desa kala mereka berdua saling berhadapan.
Hanya saja, momen romantis itu agak sedikit terganggu. Kemala baru sadar kalau seluruh tubuhnya mendadak serasa sakit semua. Ia agak sedikit merintih tapi berusaha menutupinya dari Richard. Melihat gelagat aneh dari istrinya, tentu saja vampir tampan itu langsung tahu sekalipun Kemala tidak mengatakannya.
“Buka bajumu Cagiya,” pinta Richard.
“Tidak …” Kemala tahu maksud suaminya dan malah berjalan mundur menjauh.
“Aku bisa merobeknya jika aku mau,” ancam Richard. Tatapan matanya lurus menatap wajah istrinya. “Bukalah, atau aku sendiri yang buka.”
Kemala terdiam diposisinya. Ragu, apakah ia membuka pakaiannya atau tidak dihadapan suaminya. Ia tahu apa alasan suaminya memintanya membuka pakaian, bukan untuk bercinta seperti sebelumnya, tetapi untuk memastikan sesuatu.
Karena tidak sabar, Richard melesat cepat dan dalam hitungan detik, Kemala sudah telanjaang bulat dihadapan sang vampir tampan. Namun, bukan gairah birahi yang timbul dalam diri Richard saat menyaksikan tubuh mulus istrinya, melainkan penyesalan yang amat sangat besar.
“Ini salah … benar-benar salah. Kenapa kau diam saja Kemala? Kenapa kau tidak memukulku atau meninjuku? Kenapa kau tidak menendangku atau lakukan apapun padaku jika aku lepas kendali?” pekik Richard merasa amat sangat bersalah melihat hampir sekujur tubuh Kemala mengalami luka memar akibat gempa tektonik yang mereka lakukan beberapa waktu lalu.
“Kau jangan merasa bersalah seperti itu? Aku menikmatinya, aku bahagia, aku bahkan tidak sadar kalau ada banyak luka memar ditubuhku. Ini bukan salahmu, tidak ada yang perlu disalahkan. Kita sepasang suami istri sekarang, lukaku adalah lukamu juga, bahagiaku adalah bahagiamu juga. Tidakkah kau melihat wajahku? Betapa bahagianya aku bisa melaksanakan tugasku sebagai istrimu?” mata Kemala menatap manik hitam legam Richard.
Vampir tampan itu sungguh terharu mendengar ketulusan cinta istrinya. Iapun langsung memeluk Kemala dengan sangat erat setelah membantu istrinya mengenakan pakaiannya kembali.
“Maafkan aku Sayang. Sungguh aku sangat minta maaf. Aku terlalu bergairah sampai tak bisa mengontrol kekuatanku, padahal aku sudah latihan sejak aku menikahimu. Tetapi tetap saja aku masih melukaimu. Maafkan aku.” Richard bicara sambil tak henti menciumi seluruh wajah istrinya.
Richard juga membantu menyembuhkan luka-luka Kemala, tapi karena lukanya terlalu banyak, jadi butuh waktu agak lama untuk bisa kembali seperti sedia kala. Setidaknya, rasa sakit yang dirasakan Kemala sudah berkurang.
__ADS_1
“Sudah kubilang tidak apa-apa, rasa sakitnya tak sebanding dengan besarnya kebahagiaan yang kau berikan padaku. Aku benar-benar jadi Bella sekarang dan kau adalah Edwardku. Jangan pernah lagi mengatakan bahwa kau menyesal menyetubuhikuu, itu membuatku terluka.” Kemala tertunduk lesu dihadapan suaminya dan itu membuat Richard jadi semakin trenyuh saja.
“Aku akan berusaha lebih keras lagi supaya tidak sampai menyakitimu seperti ini.” Richard mengecup lembut kening Kemala dengan penuh cinta.
“Aku tahu, kau yang terbaik untukku. Sekarang … karena kita berdua sudah sama-sama kenyang, bagaimana kalau kau jadi pemanduku untuk jalan-jalan.” Kemala kembali ceria dan melupakan luka-lukanya. Ia menggenggam erat kedua tangan suaminya yang langsung dicium oleh Richard.
“Siap Tuan Putri, tapi besok saja kita kemari lagi, ini sudah menjelang malam. Kita harus kembali ke hotel di Korea.”
“Lah … kalau kita sudah di Brazil, kenapa malah balik ke Korea lagi?” Kemala sangat bingung dengan apa yang dikatakan suaminya.
“Kita check in di sana, dan belum check out. Dunia akan heboh kalau kita tidak pernah check out dari sana tapi tiba-tiba sudah ada di Amerika,” terang Richard dan alasan itu memang masuk akal.
“Tunggu, kalau dari awal kita bisa ke Amerika hanya dalam waktu sekejap, kenapa kita harus terbang dan mendarat dulu di Korea? Kenapa kita berdua tidak langsung saja menemui keluargamu. Bukankah ini sama saja membuang waktu?”
Walau masih belum sepenuhnya paham dengan apa yang dikatakan suaminya, Kemala hanya bisa manggut-manggut saja. Sejujurnya, ia takut dan juga gugup bahkan terdengar sedikit menyeramkan mengingat keluarga Richard adalah keluarga vampir semua. Kapan saja, nyawanya bisa terancam apalagi, dialah satu-satunya manusia yang menjadi bagian dari keluarga vampir seperti yang di alami Bella. Kemala benar-benar duplikat dari Bella.
Persis, kisah cintanya dengan Richard tak jauh beda dengan kisah cinta Bella-Edward. Dan sekarang, gadis itu harus kuat dan tidak boleh takut pada apapun jika ingin terus bersama dengan suami vampirnya. Sebab, Kemala yakin, pasti Richard akan terus melindunginya seperti yang dilakukan Edward pada Bella.
Sepasang suami istri masuk ke dalam ruangan dan langsung membereskan potongan-potongan kayu akibat dari jebolnya ranjang. Mereka membawa potongan-potongan tersebut keluar satu persatu sambil menatap tajam ke arah Richard dan Kemala yang saling berpelukan di depan jendela kamar.
“Siapa mereka?” tanya Kemala.
“Penjaga villa ini,” jawab Richard santai.
__ADS_1
“Sepertinya si wanita marah karena ranjangnya rusak.”
“Na se pane tesseris!” seru wanita itu pada Richard yang artinya ‘mati saja kau’.
“Eimai nekros,” jawab Richard dengan makna kata ‘aku sudah mati’ sehingga membuat wanita itu langsung melengos pergi tanpa bicara lagi.
“Apa yang sedang kalian bicarakan? Bahasa apa yang kalian pakai itu?” tanya Kemala penasaran karena bahasa mereka terdengar aneh.
“Bukan apa-apa Cagiya, itu hanya ungkapan terimaksih.” Richard terpaksa berbohong agar Kemala tidak khawatir. Namun, tetap saja, gadis itu tidak mudah percaya begitu saja dengan ucapan suaminya.
Sebab, jelas-jelas kalau wanita tadi menatap marah pada mereka karena telah merusak dan memporak porandakan fasilitas mewah villa ini. Mungkin butuh waktu bagi mereka memperbaiki semuanya dan biayanya tidaklah murah.
“Sebenarnya, vila ini milik siapa? Aku tahu wanita tadi sangat kesal sekali melihat ranjang kita yang hancur lebur begitu.”
“Aku sudah membelinya, jadi ini vila kita,” jawab Richard cepat.
“Tapi kenapa mereka marah?”
“Karena untuk memperbaiki ranjang itu harus mendatangkan pesawat atau helicopter, atau kapal besar untuk mengangkut barang. Lokasi vila ini sangat jauh dari daratan, Cagiya. Kita, ada di tengah pulau yang lumayan jauh dari kota Rio de Jeneiro.
“Hah? Pantas saja kalau pasangan suami itu marah.” mulut Kemala menganga lebar dan langsung disambut ciuman manis oleh suaminya.
“Lalat bisa masuk ke mulutmu kalau kau terus menganga begitu.” Richard tersenyum melihat wajah terkejut istrinya.
__ADS_1
***