Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 24 Gempa Tektonik


__ADS_3

Karena matahari sudah hampir tenggelam, Richard benar-benar mengajak Kemala kembali ke Korea di mana mereka pertama kali check in hotel yang pertama hanya dalam hitungan detik saja. Si Richard ini sepertinya suka sekali dengan komedi putar yang suka berputar-putar.


Kalau tujuan awalnya adalah Brazil, tempat bulan madu Edward-Bella yang disukai Kemala, harusnya sejak awal Richard mengajak istrinya pergi ke sana. Bukannya malah ke Korea dan pakai acara terbang-terbangan segala. Modusnya si vampir tampan itu sudah tingkat Dewa tapi bikin puyeng kapala karena istrinya diajak ke sana kemari mengarungi benua dan samudra yang jaraknya tidak hanya 1 atau 2 kilometer saja, melainkan tak terhitung luasnya.


Untung saja jarak yang harusnya di tempuh kurang lebih 35 jam, bisa Richard lalui dalam hitungan detik. Jika tidak, kasihan Kemala yang pasti bakal kelelahan diajak berputar-putar mengelilingi separuh belahan dunia.


“Apaa … keluargamu tidak setuju dengan pernikahan kita? Sepertinya, kau sangat berhati-hati jika ingin mempertemukan aku dengan mereka. Apa karena aku manusia?” tanya Kemala pada Richard saat keduanya sudah tiba di hotel Korea tepatnya di kamar mereka. Richard mengamati sekeliling dan tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan.


“Selalu ada pro dan kontra disetiap hubungan beda alam apalagi sebenarnya cinta kita adalah cinta terlarang, Cagiya. Tapi aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali kedatanganku ke desa itu. Kau sangat cantik saat menjemur pakaian. Dan senyumanmu begitu menawan membuatku tak bisa lepas saat menatap wajahmu.” Richard membuka tirai kamar hotel dan menatap matahari yang sudah mulai terbenam menunjukkan bahwa hari sudah mulai malam.


Entah Richard sadar atau tidak,ia telah mengaku kalau dirinya dulu yang jatuh cinta pada istrinya. Dan itu sudah beberapa tahun yang lalu. Kemala bahkan tidak tahu kapan ia punya tetangga seorang vampir tampan.


“Jadi … kau terus mengawasiku? Dari istana megah itu? Dan aku sama sekali tidak tahu? Itu pasti sudah bertahun-tahun yang lalu? Apa … sebelumnya, kau juga pernah kerumahku? Menghisap darahku dan darah ayahku?” Kemala jadi semakin penasaran tentang suaminya.


Richard tertawa mendapat sejuta pertanyaan dari istrinya. “Aku tidak sejahat itu Cagiya, aku memang vampir penghisap darah. Aku monster, tapi aku adalah vampir yang sopan dan tampan. Ayahku mengajarkanku untuk tidak menghisap darah siapapun yang kuhormati. Aku menghormatimu dan ayahmu, tidak mungkin aku menghisap darahmu tanpa izin.” Lagi-lagi, Richard tebar senyum yang bikin Kemala terpesona.


Tentu saja gadis itu langsung berlari kecil ke arah Richard dan memeluk tubuh suaminya. Semakin jatuh cintalah Kemala pada vampir tampan yang amat santun ini. Sangat berbanding terbalik dengan para vampir-vampir lain yang selalu memangsa korbannya dengan keji.


“Aku jadi semakin mencintaimu,” ujarnya.


“Aku juga mencintaimu, Cagiya.” Richard mengecup mesra bibir istrinya.


“Tapi … boleh aku tahu … darah siapa saja yang kau hisap saat kau meninggalkanku sendirian di Rio De Janeiro? Darah pria … atau wanita? Kenapa kau tidak menghisap darahku saja?” mata Kemala menatap manik mata suaminya untuk mencari jawaban di sana.


Richard langsung diam dan tidak ada jawaban. Hal itu membuat Kemala langsung menatap cemburu wajah suaminya.


“Pasti wanita … iya, kan?” tuding Kemala. “Kalau kau terdiam seperti ini, artinya tebakanku benar. Ayo jujurlah padaku. Jangan ada rahasia diantara kita.”


“Oke, begini Sayangku … sebelum menikahimu, aku memang memilih menghisap darah wanita dengan cara mendekati mereka terlebih dulu. Bukan pendekatan spesial, hanya membuat mereka nyaman saja bersamaku. Seperti mengajak mereka makan dan mengantar pulang. Malam setelah mereka terlelap, aku datang ke rumah mereka untuk menghisap darah mereka seperti yang pernah kulakukan padamu dulu. Namun, setelah aku menikahimu, aku mengubah targetku. Aku memilih darah perjaka. Sebab, energi mereka sangat kuat dan itu bagus untuk staminaku sebagai vampir meski kuakui, darah wanita muda, jauh lebih enak.”

__ADS_1


Richard menjelaskan apa yang ia lakukan secara blak-blakan pada istrinya tanpa ada yang ditutup-tutupi lagi. Tentu saja, pengakuan Richard mengejutkan Kemala dan ia jadi cemberut akut,


“Jadi kau buaya juga?” ujarnya sedih.


“Aku bukan buaya, Cagiya. Aku vampir. Pangeran vampir Richard yang amat tampan dan sopan.”


“Bukan binatang buaya yang kumaksud, tapi buaya pemangsa wanita alias playboy.” Kemala mulai menunjukkan sisi cemburunya.


“Aku tidak pernah pacaran dengan siapapun, Cagiya. Aku bukan playboy,” sanggah Richard tak terima dibilang playboy.


“Mengajak makan seorang wanita, lalu mengantar mereka pulang, itu adalah ciri khas laki-laki buaya darat. Kau tak butuh pacaran dengan mereka semua. Cukup kau PHP-in saja mereka, atau bisa jadi ... kau lebih suka HTS. Apa itu namanya kalau bukan playboy, ha? ”


Kemala bingung tidak tahu harus bilang apalagi. Ia merasa panas mendengar Richard pernah jalan dengan wanita lain selain dirinya. Bahkan dia saja belum pernah diajak kencan oleh suami vampirnya ini.


“PHP? HTS? Apa itu?”


Kemala sedih karena ternyata dirinya bukan wanita pertama yang mendapat kebaikan hati Richard. Di luar sana sudah banyak wanita yang suaminya dekati meski tujuan vampir itu hanya untuk mendapatkan makanannya. Namun entah kenapa hati Kemala rasanya sakit juga jika membayangkan para wanita-wanita itu dekat dengan suaminya.


Sial, kenapa aku jadi ingin menangis. Dia vampir, wajar jika ia punya cara untuk mendapatkan makanan yang ia makan, batin Kemala mencoba meredakan sendiri rasa cemburu butanya yang serasa membakar hati dan jiwanya.


“Sayang … YTTA itu merek apa? Kau ingin beli sesuatu dari merek itu?” tanya Richard sekali lagi. Selain gaptek, vampir narsis satu ini kudet juga. Sama sekali tidak tahu istilah-istilah anak gaul zaman now.


“Cari tahu saja sendiri!” cetus Kemala masih sedikit kesal dengan suaminya.


Bukannya menenangkan istrinya yang sedang cemburu, Richard malah tersenyum dan ingin sekali menggodanya, “Kau cemburu?”


“Aku tidak cemburu!” jawab Kemala cepat.


“Tapi kau marah,” goda Richard.

__ADS_1


“Siapa yang marah?” sergah Kemala.


“Kau mau kita menghancurkan ranjang itu lagi seperti di Brazil,” tawar Richard.


“Tidak terimakasih, orang akan mengira kalau kita baru saja perang dunia. Lagian luka memarku belum sembuh sepenuhnya.” Kemala menolak mentah-mentah ajakan bercintaa Richard karena ia sedang kesal, padahal aslinya pengen lagi. Cuma gengsi aja kalau langsung bersedia apalagi ia sedang ngambek parah.


“Kau sendiri yang bilang tidak apa-apa karena kau sangat bahagia bisa menunaikan tugas sebagai istriku. Kau ingat?”


“Ayo kita lanjutkan perjalanan kita sekarang.” Kemala mengalihkan pembicaraan karena ia kena skak mat Richard.


“Kita bisa berangkat dan sampai kapan saja jika aku mau. Tapi tidak sekarang, ayo bikin gempa dulu.”


“Sudah ku bilang aku tidak mau!” Kemala tetap bersikukuh menolak ajakan syahdu suaminya.


“Tapi aku mau.” Richard mulai mendekati Kemala dan langsung memeluk istrinya sebelum gadis itu sempat menjauh.


“Nanti ranjangnya patah,” ujar Kemala mulai gugup saat dipeluk Richard erat-erat.


“Biarkan saja, aku membayar mahal hotel ini dan juga menanggung segala kerusakannya. Tidak seperti di Brazil. Berapapun ranjang yang kita hancurkan, mereka bisa menggantinya dengan cepat.”


“Kita kembali saja ke Brazil, kau bilang mau mengajakku jalan-jalan.” Kemala masih terus mengalihkan pembicaraan, padahal suaminya sudah meletakkannya di atas tempat tidur lalu mengunci Kemala sehingga gadis itu tidak bisa bergerak.


“Aku maunya sekarang, di sini, di kamar ini, siapa suruh kau cemburu pada wanita yang sama sekali tak ada hubungannya denganku. Aku bahkan tak tahu nama dan seperti apa wajah mereka karena begitu aku sampai di istanaku, yang ada dikepalaku hanyalah wajahmu.” Richard langsung menyerang Kemala tanpa ampun.


Keduanya kembali menciptakan gempa tektonik yang bahkan lebih dahsyat dari Tsunami yang pernah terjadi di Aceh beberapa tahun silam.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2