
Kemala hanya bisa menghela napas panjang melihat tingkah suaminya dimana dalam pikirannya hanya ada cara buat gempa saja. Padahal gadis itu benar-benar ingin tahu apa yang terjadi diluar sana. Apa yang akan orang-orang desa ini lakukan pada keluarga kanibalisme itu.
Sayangnya, Richard tetap tidak mengizinkan Kemala melihat ataupun mencari tahu. Bukan tanpa alasan kenapa Richard bersikap begitu. Maksud vampir tampan itu baik, ia tak ingin Kemala shock atau ketakutan melihat ia dan keluarganya menghukum manusia yang lebih pantas disebut sebagai binatang ketimbang manusia dengan cara sama seperti yang mereka lakukan pada korba-korban kekejaman mereka.
“Tetaplah di sini bersamaku Cagiya, aku mohon. Biarkan kakak-kakakku yang mengurus mereka semua. Kau tidak perlu dan jangan pernah mencari tahu apa yang mereka lakukan terhadap keluarga itu,” ujar Richard dengan ekspresi sedih. Ia bangun berdiri dan berjalan ke dekat pintu jendelanya. Tirainya sengaja Richard biarkan tertutup agar tak tampak terlihat dari luar.
Melihat suaminya seperti itu, Kemala juga ikut bangun dan memeluk punggung suaminya dari belakang. “Sebenarnya, kau ini kenapa? Lagi-lagi kau menunjukkan ekspresi sedih itu. Apa ada masalah? Dan kenapa yang datang hanya kakak ipar saja, dimana ayahanda Raja dan ibu Ratu?”
“Mereka sedang terluka parah. Butuh waktu bagi mereka berdua untuk bisa seperti wujud vampir mereka,” terang Richard dan seketika Kemala menutup mulutnya dengan kedua tangan saking terkejutnya mendengar kabar duka menimpa mertuanya.
“Apa yang terjadi? Bagaimana bisa mereka terluka?” tanya Kemala masih belum pulih dari shock nya. “Bagaimana kalau kita kesana, aku ingin menjenguk mereka,” ajak Kemala.
“Tidak, saat ini mereka ada di tempat yang tak terjangkau oleh kita. Mereka terluka karena serangan Vinot yang melarikan diri saat dieksekusi. Saat ini ia sedang dalam pencarian para anggota dewan direksi. Namun, kekuatan jahat vampir baru itu semakin kuat sehingga membuat kami sedikit kewalahan. Aku harus segera kembali ke klanku dan membantu mencari keberadaan Vinot karena vampir yang dia incar adalah aku.”
“Kalau begitu, ayo kita pergi cari Vinot. Kekuatanmu sudah pulih, kan. Kita bisa menangkapnya bersama-sama. Aku bersedia jadi umpan seperti sebelumnya.” Kemala tampak sangat antusias menangkap vampir baru yang telah berani melukai keluarga vampir Richard.
Kini, Kemala paham semua teka-teki yang pernah diucapkan Richard padanya. Wajar jika suami vampir tampannya ini sedih dan dengan teganya Kemala malah meminta suaminya untuk tidak memasang muka sedih didepannya. Gadis itu jadi merasa sangat bersalah pada Richard setelah tahu permasalahan yang dihadapi suami tercintanya.
__ADS_1
“Kau tidak bisa pergi bersamaku Kemala,” ujar Richard jadi semakin sedih saja. tentu saja Kemala terkejut, ia menatap wajah sedih suaminya berharap bahwa apa yang barusan katakana itu tidak benar.
“Kenapa aku tak bisa pergi bersamamu. Kau sudah janji kalai kau akan selalu bersamaku. Kenapa sekarang …”
“Ayahmu dalam bahaya,” potong Richard dan seketika Kemala terdiam.
“A-apa … yang barusan kau katakan? Ayahku … kenapa dengan ayahku?”
“Gil bilang ayahmu akan menyusulmu kemari, dan bila ia keluar dari negara tropis itu maka Vinot takkan segan-segan menghabisinya. Kau harus pulang dan tetap bersama dengan ayahmu di negara tropis itu karena negara itu adalah negara satu-satunya yang tidak bisa didatangi vampir kecuali aku. Vinot takkan pernah bisa menjangkau wilayah itu karena cuaca di sana lebih banyak terangnya. Matahari masih bersinar di sana sekalipun musim hujan”.
“Maksudmu … kita akan … berpisah …?” tanya Kemala mulai berkaca-kaca.
“Hanya sementara, ayahmu sedang sakit sekarang. Dia membutuhkanmu, selagi kau merawat ayahmu hingga sembuh, aku akan memburu Vinot dan menghabisinya. Lagipula, akan sangat berbahaya bagimu bila kau ikut denganku memburu vampir jahat itu. Kau aman di rumahmu. Gil dan para anak buahku yang tak terlihat, juga akan menjaga kalian berdua.”
“Tapi …” Kemala menangis, membayangkan dirinya akan berpisah sementara dengan suaminya membuat hati Kemala serasa sangat sakit. “Bagaimana kalau aku sangat merindukanmu. “Aku tidak tahu kapan bisa melihatmu lagi.”
“Secepatnya, aku akan berusaha menyelesaikan semua urusanku secepatnya. Jika kau merindukanku, kau bisa melihat bintang dan bulan di langit, maka aku juga kan melakukan hal sama agar kita tampak melihat keindahan bulan bintang bersama-sama.”
__ADS_1
Mendengar jawaban suaminya, Kemala jadi semakin menangis dan Richard langsung memeluk istrinya dengan sangat erat. “Bagaimana aku bisa berpisah darimu? Rasanya sakit sekali Richard …” isak Kemala daam pelukan suaminya.
“Aku tahu … ini berat bagimu dan bagiku. Tapi … mau bagaimana lagi. Keadaan tidak memungkinkan untuk kita bersama. Kau harus ada di sisi ayahku dan aku juga harus menyelamatkan kedua orangtuaku. Kita salam posisi sama sekarang dan perbedaan dunia diantara kita, telah memaksa kita untuk berpisah sementara.” Richard berusaha membujuk istrinya agar legowo menerima takdir cinta mereka ini.
“Kau janji akan menjemputku, kan?” tanya Kemala saat melepas pelukannya dan menatap wajah tampan suaminya.
Richard membantu mengusap sisa bulir air mata yang membasahi pipi lembut Kemala. “Aku janji, sekali vampir berjanji maka ia tidak akan ingkar janji. Aku pasti datang menjemputmu dan kau harus sabar menungguku. Jangan nakal selagi aku tidak ada, jangan biarkan siapapun mendekatimu sekalipun mereka hanya ingin berteman denganmu. Kau hanya boleh berteman dengan sesama wanita saja itupun harus dengan teman yang baik, jangan pilih teman yang buruk. Kau mengerti?” tanya vampir tampan itu dan istrinya mengangguk pelan lalu kembali memeluk tubuh dingin suaminya dengan erat seolah enggan ia lepaskan.
Karena terlalu lama berpelukan, imron Richardpun tidak kuat dan ia memutuskan membuat gempa dengan Kemala selagi mereka bersama. Sang istripun tidak menolak dan keduanya mulai saling beradu batang cakra sampai gempa buatan Richard terjadi dan menghebohkan semua warga yang kebetulan masih berkumpul di luar rumah Beralda.
Semua orang berhamburan dan berlari ke tempat-tempat yang mereka anggap aman saat gempa bumi yang disebabkan Richard dan Kemala terjadi. Sama seperti gempa sebelumnya, mereka sangat bingung dan juga panik. Hanya si vampir kembar Rayen dan Ryan saja yang tampak tenang dan tetap mengawasi Beralda dan keluarganya agar tidak kabur dari mereka.
“Sialan! Kita di sini lagi bertugas, si bengek Richard malah enak-enakan buat gempa!” gerutu Rayen dan disetujui oleh Ryan.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1