Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 34 Perjalanan


__ADS_3

Suasana romantis antara Richard dan Kemala yang terbang di angkasa bertabur salju di udara rupanya tak bisa berlangsung lama. Keluarga Richard sudah menunggu keduanya dan mereka harus segera berangkat ke suatu tempat untuk menemukan vampir baru untuk menangkapnya lalu menyerahkan vampir meresahkan yang memporak porandakan kehidupan manusia.


Vampir baru tersebut secara terang-terangan memangsa korbannya dan meninggalkan banyak jejak sehingga membangunkan para pemburu vampir yang bisa membahayakan keberlangsungan hidup para vampir di mana kehidupan mereka di dunia manusia sebelumnya aman-aman saja. Namun, gara-gara vampir baru itu, para vampir tidak bisa leluasa menampakkan diri di sembarang tempat karena para pemburu vampir mulai mencari dan meneliti keberadaan mereka semua.


Situasi ini jelas gawat bin darurat dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Itulah kenapa dewan delegasi vampir meminta Richard bertanggungjawab atas apa yang telah ia lakukan untuk mengamankan sang vampir baru pembuat ulah. Sebab, yang menjadikan vampir baru itu adalah Richard.


Tanpa diberitahupun Kemala langsung tahu siapakah vampir baru yang dimaksud. Siapa lagi kalau bukan putra dari kepala desa yang dulu pernah hendak berbuat jahat padanya sehingga Richard marah dan lepas kendali. Tanpa sadar suaminya itu telah menjadikan Vinot seorang vampir dan ia termasuk golongan dari vampir jahat.


“Kita akan pergi ke Eropa, vampir baru itu sedang buat onar di sana. Tapi kita harus hati-hati karena para pemburu vampir juga berkeliaran memburu kita.” Salvataro memberikan himbauan pada keluarga vampirnya untuk tetap berhati-hati dalam menyelesaikan permasalahan ini.


“Tapi pasti akan sulit menemukan target kita ditengah-tengah para pemburu vampir, Ayah. Bagaimana kalau mereka menangkap vampir baru itu terlebih dulu. Rahasia dunia kelam kita pasti bakal diketahui semua orang. Dan tidak menuntut kemungkinan, kita semua juga dalam bahaya. Kita tidak bisa meremehkan manusia sekalipun kita lebih kuat dari mereka.” Robert mengeluarkan pendapatnya tentang kemungkinan besar yang akan terjadi saat menjalankan misi mencari vampir baru.


Mata kakak kedua Richard itu menatap kaku Kemala seolah ada kalimat ironi tersimpan didalamnya. Bila Richard saja bisa luluh dengan cinta yang dimiliki Kemala yang seorang manusia biasa. Bisa jadi, manusia yang diberkahi kekuatan super dapat mengancam keberadaan klan para vampir yang ada di dunia ini.


Kemala paham betul maksud kakak iparnya. Ia merasa bahwa semua ini juga salahnya. Dan ia juga harus ikut bertanggungjawab akan hal ini. Gadis itupun memberanikan diri untuk menyampaikan pendapatnya terkait penangkapan Vinot agar tak membuat kerusuhan dan kekacauan lagi.


“Biarkan saya yang menjadi umpan Yang mulia, saya yakin … yang vampir baru cari itu … adalah saya,” tandas Kemala tanpa ragu dan bernyali besar. Ia adalah istri seorang vampir, jelas bahaya harus bisa dihadapi Kemala dalam bentuk apapun. Jangan sampai sisi manusianya menjadi kelemahan sang suami.


“Cagiya, apa yang kau lakukan?” tanya Richard pada Kemala yang tidak setuju dengan rencana istrinya.


“Ini lebih baik Richard, kalian tidak akan dalam bahaya kalau Vinot kita pancing datang sendiri di suatu tempat. Dengan begitu para pemburu vampir tidak akan mencurigai keberadaan kalian. Kau akan menjadi pelindungku, kan? Aku percaya itu.” Kemala meyakinkan suaminya.


“Tapi …”

__ADS_1


“Yang dikatakan istrimu itu benar Richard. Rencananya bagus juga. Kita memang butuh umpan untuk menangkap vampir baru itu. Kau jangan khawatir, kami semua akan melindungi istrimu. Dia hanya butuh memancing vampir baru itu datang, selebihnya … biar kami yang mengurusnya.” Ayah Richard mendukung sepenuhnya usulan Kemala sehingga sang vampir tampan tak bisa berkata-kata lagi.


Meski berat, cara yang diutarakan Kemala memang cara terjitu dan teraman bagi kelangsungan hidup para vampir di dunia ini agar rahasia keberadaan mereka tetap aman terjaga. Mau tidak mau Richard memenuhi keinginan dan tetap berada di dekat Kemala sampai waktu untuk memancing kedatangan Vinot tiba.


***


Enaknya jadi vampir kalau bepergian tak butuh paspor ataupun visa untuk sampai di benua atau negara manapun yang diinginkan. Sebab, mereka tak punya identitas dan pada dasarnya identitas manusia mereka telah tiada sejak lama. Mereka bisa datang dan pergi kemanapun yang mereka mau menggunakan kekuatan vampir mereka.


Sembari bepergian, keluarga vampir Richard juga memilih mangsa yang mereka inginkan. Sama halnya seperti yang dilakukan Richard saat menghisap darah Kemala. Saat hal itu mereka lakukan, Kemala dan Richard hanya terdiam dan menganggap seolah hal tersebut tak pernah terjadi dihadapan mereka.


Di sela-sela perjalanan mereka menuju benua Eropa, ayah dan ibu Richard serta kakak-kakaknya, berhenti disebuah rumah megah dan mulai menghisap darah anggota keluarga yang ada didalamnya. Tentu saja itu dilakukan dimalam buta tepat disaat semua orang tertidur.


“Kau tidak ikut menghisap darah seperti yang dilakukan keluargamu?” tanya Kemala yang berdiri di samping Richard. Keduanya lebih memilih menunggu di luar rumah daripada ikut masuk ke dalam.


“Tidak, saat bersamamu, aku tidak ingin menghisap darah siapapun,” jawab Richard seolah sangat benci karena makanan utama yang harus ia makan adalah darah.


“Sepertinya, kau sudah tidak takut lagi pada vampir dan makanan yang kami makan.” Richard menatap lurus wajah cantik Kemala.


“Bukan begitu, bukankah kau butuh tenaga sebelum bertarung dengan vampir jahat. Aku dengar, Vinot tidak sendirian. Di Belakangnya ada vampir jahat lain yang mendukung aksi brutalnya saat memangsa manusia.”


“Siapa yang memberitahumu? Ayah dan Ibu tak pernah bicara begitu.”


“Kak Robert yang bilang padaku sebelum dia masuk ke dalam. Dia memintaku untuk membujukmu supaya kau juga makan.” Kemala berkata jujur.

__ADS_1


Richard tersenyum simpul dan mulai meraih pinggang istrinya. Memeluknya dan mendekatkan wajahnya diatas wajah Kemala. Kepala Richard semakin turun dari mata ke pipi dan dari pipi turun ke leher Kemala sehingga gadis itu sempat menahan napas dalam-dalam.


“Baumu wangi sekali, jika aku lapar, satu-satunya yang ingin ku makan adalah kau, Cagiya.” Richard menempelkan gigi-giginya di leher Kemala layaknya vampir yang ingin menghisap darah manusia.


Bukannya takut, Kemala malah menjadi geli sendiri. Ia mendorong tubuh Richard menjauh tapi sang vampir berhasil menangkap tubuh Kemala lagi. “Mau ke mana?” tanya Richard sambil terus memeluk Kemala dari belakang karena istrinya itu hendak kabur.


“Kau jangan sampai buat gempa di sini. Ayah dan ibumu sebentar lagi selesai.”


“Siapa yang mau buat gempa, aku hanya mau makan, kau sendiri yang memintaku makan dulu sebelum berperang.” Richard tersenyum karena Kemala terus memberontak melepaskan diri.


“Aku tarik ucapanku, sekarang lepaskan aku. Terserah kau mau makan atau tidak, aku takkan membujukmu lagi.”


“Tidak mau, aku mau memelukmu terus seperti ini.” Richard tampak sangat manja. Kemala baru tau kalau vampir bisa kekanak-kanakan juga.


“Richard! Nanti ayah, ibu dan kakak-kakakmu lihat. Apa kau tidak malu, ha?”


“Tidak. Aku kan tidak punya saraf, malu itu bagian saraf sebelah mana? Lagian kita sudah menikah, wajar kalau aku memeluk istriku seperti ini.”


“Astaga ada apa dengan vampir satu ini. Oh Richard … ini rumah orang, keluargamu sedang ada didalam dan makan. Apa pantas kita seperti ini dan disaat segenting ini?” pekik Kemala. Ia sudah menyerah tak tahu bagaimana cara menghadapi kebengekan suami vampirnya.


“Pantas, siapa yang bilang tidak pantas?”


Kemala sudah kehabisan kata-kata. Ia juga sudah lelah mencoba melepaskan diri dari Richard. Akhirnya ia pasrah berharap keluarga Richard datang dan bisa membebaskan dirinya dari pelukan sang suami mesumm.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2