Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 28 Setencia de Acuerdo


__ADS_3

Kemala tampak sangat serius dengan apa yang ia lakukan saat ini. Padahal ia belum tahu mau apakan dirinya oleh ibu mertuanya. Dibantai layaknya seperti di film-film, atau dihisap habis darahnya, Kemala tak ingin membayangkan apapun.


Sambil memejamkan mata menahan segala rasa, wanita yang memantapkan hati menjadi bagian dari keluarga vampir, siap mendapatkan kemungkinan terburuk karena telah memilih Richard sebagai bagian dari hidupnya. Hati gadis itu telah ia berikan sepenuhnya untuk suami vampir tampannya. Bahkan jika di detik ini juga hidupnya harus berakhir, maka Kemala bisa menerimanya asalkan dirinya bisa terus bersama dengan vampir tampan yang sudah merebut cinta dan seluruh jiwanya.


Sementara Richard sendiri mulai berhati-hati. Ia bahkan tidak sadar kalau kuku dan taringnya mulai tumbuh dengan sangat cepat karena terlalu kuat menahan emosi. Vampir tampan itu bakal segera melakukan tindakan cepat dan darurat jika sampai Kemala terluka sedikit saja.


Ibu Richard mulai menggores lengan istri putra bungsunya dan darah segar mulai mengucur deras dari balik kulit lembut Kemala. Sang ratu vampir mengambil sebuah gelas sebagai wadah agar darah Kemala tidak berceceran ke mana-mana. Setelah di rasa cukup. Ibu Richard menutup kembali luka sayatan kecil yang ia ciptakan tanpa meninggalkan bekas apapun seperti halnya Richard.


Semua vampir yang ada di sini, benar-benar tergiur oleh darah Kemala yang ditaruh di dalam gelas antik. Namun, mereka hanya mengendus saja dan tak bergeming dari tempat mereka masing-masing.


“Mulai sekarang … kenali bau darah ini. Simpan diingatan kalian untuk selamanya. Darah ini … adalah bagian dari kita sekarang! Setencia de acuerdo” seru ibu Richard dengan lantang yang menyatakan bahwa ia menyetujui pernikahan Richard dengan Kemala sambil mengangkat gelas berisi darah Kemala ke atas.


Bila kalimat berbahasa Spanyol itu sudah keluar dari sang ratu vampir. Maka siapapun tidak boleh ada yang menentangnya jika tak ingin dalam bahaya. Tak ada sahutan dari para vampir yang ada di ruangan ini kecuali tepuk tangan garing karena tak ada ketulusan hati.


Sejujurnya, Kemala sangat bingung dengan apa yang dilakukan oleh ibu mertuanya ini. Ia bahkan tak tahu bahasa apa yang baru saja dikeluarkan sang Ratu vampir. Kemala malah merasa sangat ngeri melihat ekspresi semua para vampir yang ada di sini. Mereka semua tampak ingin sekali memangsanya tapi ada sesuatu yang menahan mereka.


Tadinya Kemala pikir, hidupnya bakal berakhir tragis setelah ini, tapi ternyata dugaannya salah besar. Tidak ada kematian di sini, tidak ada peperangan ataupun pertikaian lagi. Semua vampir mengangkat gelas yang ada dihadapan mereka masing-masing lalu meminum isinya.

__ADS_1


Ratu yang anggun nan cantik itu tampak tersenyum puas dan berjalan mendekat ke arah putra bungsunya. Senyuman manisnya semakin menambah cantik wajah putih pucatnya. Wanita elegan tersebut menyodorkan gelas berisi darah Kemala kepada Richard.


“Minumlah Putraku, dengan begitu … pernikahanmu dengan Kemala, sudah sah di mata kami semua. Saudara-saudaramu akan mengingat darah Kemala sebagai bagian dari kita dan mereka takkan menyakiti istrimu mulai hari ini. Jangan pasang wajah permusuhan begitu. Semua sudah berlalu dan kau telah hidup bahagia. Kenapa kita tidak berpesta saja sekarang?” terang sang Ratu yang langsung disambut pelukan hangat dari Richard.


Akhirnya, inilah yang ditunggu-tunggu pasangan Richard dan Kemala. Pernikahan keduanya telah direstui keluarga Richard meski sempet terjadi bersitegang. Namun, semua itu teratasi karena tekad Kemala dan cinta Richard.


“Terimakasih, Ibu … terimaksih banyak karena mau menerima Kemala menjadi menantu ibu.”


“Berabad-abad lamanya, kau tak pernah tersenyum bahagia seperti ini. Kau menolak semua perjodohan yang ayahmu lakukan sampai saudara-saudaramu tak laku menikah karena ketampananmu menyihir semua vampir wanita di muka bumi ini. Sekarang kau mendapatkan kebahagiaan yang sangat kami inginkan. Bagaimana mungkin aku merusak kebahagiaan itu?” Ibu dan anak itu saling memeluk satu sama lain.


Menjadi menantu dari keluarga vampir merupakan hal langka yang amat sangat luar biasa dan rasanya tak dapat dijabarkan dalam berbagai macam bahasa. Richard sempat melirik istrinya yang terduduk lunglai. Ia melepas pelukan ibunya dan meminum darah istrinya hingga habis tak bersisa.


Tanpa buang waktu, si pangeran tampan langsung meraih tubuh Kemala ke dalam pelukannya. Dengan sangat erat, Richard benar-benar memeluk tubuh lemah Kemala.


“Cagiya … kau tidak apa-apa? Kau dengar apa yang dikatakan ibuku? Kita mendapat restu, kau bisa dengar kan Cagiya? Pernikahan kita direstui. Kita berdua akan hidup bahagia selamanya,” ujar Richard senang tiada tara sampai ia tak sadar kalau sudah berkali-kali menciumi wajah istrinya dihadapan keluarga vampirnya.


Untung para vampir ini tidak punya hati dan nurani, jadi mereka memandangi kemesraan Richard dengan acuh tanpa ekspresi. Kemala sendiri masih menangis, bukan menangis karena sedih, tapi menangis haru dan bahagia. Sungguh, ia tak menyangka inilah cara keluarga vampir merestuinya. Gadis itu menganggukkan kepalanya dipelukan Richard tanda ia paham apa yang terjadi diantara mereka berdua.

__ADS_1


“Huh, kalian berdua jangan senang dulu. Ini bukan akhir dari kebahagiaan kalian. Tetapi awal. Pikirmu perjalanan cinta kalian akan baik-baik saja? Tidak! Banyak masalah besar sedang menanti kalian dan aku tidak mau terlibat.” Rexi bangun berdiri dari kursinya dan menatap marah ayah dan ibunya. “Kalian berdua telah membuat keputusan yang salah dengan merestui pernikahan vampir manja itu,” ujarnya sambil berlalu pergi.


Kakak sulung Richard, masih belum sepenuhnya menerima kehadiran Kemala ditengah-tengah keluarganya dengan berbagai macam pertimbangan. Bukan berarti dia jahat atau iri pada kebahagiaan adiknya, tapi ia hanya memikirkan keselamatan dan keberlangsungan keluarganya. Vampir pemarah itupun melesat pergi meninggalkan ruangan. Dan hal itu membuat Kemala jadi tidak enak hati, terutama pada mertuanya.


“Biarkan saja dia, jangan diambil hati ucapannya. Rex memang begitu, suka sekali membesar-besarkan masalah. Jangan kemakan sama pancingannya. Nanti, biar aku yang akan bicara dengannya.”


“Tapi yang dikatakan kak Rex memang benar, meski aku tidak tahu apapun tapi entah mengapa aku merasa keluargamu sedang menutupi sesuatu dari kita,” ujar Kemala lirih dan sepertinya hanya Richard saja yang bisa mendengar.


“Kalaupun itu benar, berarti itu demi kebaikan kita berdua. Jangan khawatirkan kami Cagiya, kami tidak lemah dan sangat kuat. Apapun masalahnya, kita pasti bisa melewatinya. Kau paham?” Richard menatap penuh cinta wajah Kemala dan gadis itu menganggukkan kepalanya.


“Kau mau makan? Kau belum makan sejak tadi. Aku suapi, ya?” tanpa menunggu persetujuan Kemala, ia mengambil salah satu makanan yang disiapkan ibunya lalu menyuapi istrinya.


Para vampir yang lain langsung pergi meninggalkan Richard dan Kemala serta memberikan ruang bagi dua pasangan sejoli yang sudah sah sebagai suami istri itu untuk berduaan.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2