Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 90 Serangan Tak Terduga


__ADS_3

Kemala benar-benar tak bisa berkata-kata ketika diperlihatkan dengan situasi berbeda dari 2 kubu. Satunya kubu dunia lain dengan segudang kemistisan dan supranaturalnya, satunya dihadapkan dengan kemesraan yang tiada tara. Gadis itu berpikir, mungkin memang inilah sisi dari dunia lain yang dijalaninya bersama dengan Richard.


Tak menuntut kemungkinan akan ada banyak hal keanehan dan pastinya diluar nalar manusia, sering dilihat Kemala setelah ini. Dan ia memang harus siap dalam hal apapun karena ia telah memutuskan menjadi bagian dari kehidupan Richard.


Sang pangeran vampir juga mulai waspada karena ia merasakan ada bahaya sama seperti yang dikatakan Refald dan Leo. Namun, ia sedikit lega dan tidak terlalu khawatir pada mertuanya yang sekarang sudah tahu siapa dirinya dan juga keluarganya. Kalau saja Raja demit Refald tak menggunakan kekuatannya, pasti ayah Kemala itu sudah bersuara atau mungkin lari dari tempat ini dengan membawa putrinya.


Masalah itu memang genting sebenarnya, tapi untuk sekarang, ada yang lebih genting lagi karena semua misteri bakal terungkap dari sini. Baik Richard dan keluarganya, takkan bisa lari ataupun menghindar.


“Ada apa Richard, ada bahaya apa? Kenapa semua tampak waspada meski ada yang terlihat santai seolah tidak terjadi apa-apa?” tanya Kemala diiringi sedikit kalimat bidal.


Mungkin yang dimaksud Kemala adalah Leo dan seluruh keluarganya. Disaat Refald berada dalam situasi tegang, hanya Leo dan yang lainnya saja yang santuy habis.


“Bersiaplah Cagiya, rahasiaku dan seluruh keluargaku sudah diketahui beberapa oknum manusia tertentu, sebab itulah Raja Refald memintaku untuk mengundang Leo dan seluruh keluarganya datang kemari. Tujuannya adalah untuk membantu mengatasi masalah kita. Di duniaku, ada Raja Refald yang siap menjadi pengadilan tertingginya karena ia adalah raja demit paling berkuasa di dunia ini. Sedangkan pengacau diduniamu, akan dihadapi oleh Leo dan keluarganya serta semua anak buahnya.”


“Aku masih tidak paham,” ujar Kemala. Ia baru tahu ada manusia seperti Refald dan Leo yang punya keahlian khusus dalam bidang mereka masing-masing.


“Ini tidak mudah Cagiya. Aku harus melindungimu dan fokus padamu. Jangan sampai para vampir lain tahu kekuatan buah hati kita. Untuk itulah orang-orang hebat ini ada bersama kita. Kau takkan bisa bayangkan apa yang terjadi jika kekuatan anak kita ini diketahui vampir lain. Aku mohon padamu, tetaplah tenang agar Richard kecil ini tidak bangun dan menunjukkan emosinya melalui dirimu. Kau harus banyak-banyak minum ini.” Richard memberitahu Kemala bahwa di bawah meja tempatnya duduk dengan Richard sudah tersedia satu krat kotak jus buah berisi darah segar yang khusus di siapkan untuk Kemala.


Melihat banyaknya persediaan darah. Mata Kemala berbinar senang. Ia pun mengambil satu kotak jus berisi darah tersebut lalu meminumnya. Keadaannya kini jauh lebih baik dari sebelumnya. Tiba-tiba perhatian Kemala teralih pada keluarga Leo dan juga Leo sendiri yang mulai mengeluarkan senjata api mereka dan memeriksa peluru-peluru mereka seolah akan segera digunakan.


Dan benar saja, tanpa di duga, sekelompok orang datang ke pesta Richard dan Kemala. Mereka mengangkat senjata dan hendak menyerang semua orang yang ada di pesta ini tanpa alasan yang jelas. Namun, baru juga orang-orang tak diundang itu mengangkat senapan mereka, Leo dan kedua anaknya serta pangeran Rey dan Dewa langsung menembaki mereka terlebih dulu sehingga pasukan terdepan orang-orang tersebut tumbang satu persatu dan menyisakan pasukan inti yang ada di belakang kelompok pertama tadi.

__ADS_1


Richard langsung berdiri dihadapan Kemala sengaja menutupi pandangan mata istrinya agar tak menyaksikan adegan baku tembak dadakan tersebut. Leo dengan coolnya menembaki semua musuh tepat mengenai sasaran begitupula dengan Yeon dan Bima. Anak dan Bapak itu unjuk gigi manakah penembak yang terbaik diantara mereka.


Sedangkan Rey dan Dewa, duo pangeran dedemit itu bertugas melindungi keluarga manusia mereka dari serangan peluru musuh sehingga semua manusia yang ada di pesta ini aman terkendali dan jangan sampai terkena peluru nyasar.


Sungguh suatu degan action yang bikin jantungan tapi sangat seru dan menyenangkan untuk dinikmati. Tadinya Richard khawatir kalau istrinya tidak akan kuat menyaksikan adegan berbahaya yang terjadi dihadapan mereka, tapi dugaan vampir tampan itu ternyata salah. Kemala malah sangat menikmati adegan baku tembak campuran dunia ghaib dan mistis itu.


“Wuah … daebak! Ayo tembak! Serang terus!” seru Kemala malah menyemangati Leo dan keluarganya.


Tentu saja aksi istrinya itu membuat Richard heran sekaligus takjub juga. “Kau tidak penasaran siapakah mereka-mereka yang datang mengacau itu?” tanya Richard yang melihat istrinya sangat antusias menyemangati adegan baku tembak dan pastinya sangat berbahaya bagi manusia, tapi bisa jadi menyenangkan bagi Leo dan keluarganya.


“Pasti ulah si kepala desa, siapa lagi, dia pasti membalas dendam atas lenyapnya Vinot,” jawab Kemala enteng dan terus menyaksikan bagaimana seorang gangster Leo mengajak istrinya untuk ikut berperang juga.


Semakin senanglah Kemala melihat pemandangan sweet dan romantis itu. Walau ia tidak ikut berperang, ia ikut merasakan tegang tapi senang.


“Entahlah, tiba-tiba aku tahu begitu saja.” Kemala memerhatikan putra pertama Leo yang tidak mau kalah dengan keromantisan ayah dan ibunya.


Yeon dengan mesra menarik tangan istrinya maju ke depan dan meminta Yuna menembak seperti yang dilakukan Shena. Sedangkan Bima, jangan di tanya, ia mendapat hukuman dari ayahnya atas kesalahan yang ia buat sehingga tak bisa mengajak Aira kemari. Dengan kata lain, ia tak bisa bermesraan dengan istrinya seperti halnya ayah dan kakaknya.


Sungguh nyesek hati Bima. Rupanya ini misi yang diberikan ayahnya dengan sengaja memisahkannya dari istri yang baru saja dinikahinya. Mereka bahkan belum melakukan malam pertama pernikahan setelah kawin lari.


“Kalian berdua curang! Ini tidak adil bagiku!” protes Yeon dan ia berhenti menembak karena ngambek.

__ADS_1


“Salah sendiri! Siapa suruh kau kawin lari? Mana kau jebol gawang duluan pula? Itu sangat melanggar adat keluarga kita. Sekarang kau trima saja nasibmu!” cetus Yeon sengaja pamer kemesraan dengan Yuna. Sementara Leo hanya fokus pada Shena dan musuhnya. Ia sengaja tidak memedulikan putra-putranya ataupun aksi protes Bima.


“Bapaknya saja nggak ada akhlak, apalagi anak-anaknya,” gumam Fey yang bisa mendengar percakapan keponakannya.


Di sisi lain, istri raja demit Refald itu bangga pada putra-putranya yang sigap melindungi semua manusia yang ada di sini, termasuk para anak kecil. Semua anak-anak kecil itu dibuat seolah tidak terjadi apa-apa di pesta ini dan sibuk bermain-main sendiri dengan dunia imajinasi mereka masing-masing alias tertidur lelap dalam mimpi indah ala anak-anak.


“Aku bangga pada putra-putraku,” tambah Fey sambil tersenyum melihat Dewa dan Rey beserta istri-istri mereka..


“Tentu saja Honey, siapa dulu bapaknya,” ujar Refald mulai narsis. Padahal situasi yang ia hadapi sama tegangnya dengan yang dialami Leo dan keluarganya.


“ Bisakah kau berhenti narsis sebentar? Sejak pertama kali kita bertemu, sifatmu yang satu itu kenapa tidak pernah hilang, ha?” cetus Fey kesal.


“Aku tidak narsis Honey, itu fakta. Leo itu nggak ada akhlak, jadi wajar kalau anak-anaknya juga nggak ada akhlak pula. Sedangkan aku kan keren Honey, makanya anak-anakku keren-keren semua.” Refald terkekeh sendiri sehingga membuat Fey tepok jidat sendiri.


“Kenapa aku bisa cinta mati pada orang sepertimu?” gumamnya.


“Karena aku juga cinta mati padamu Honey. Dan cintaku hanya tercipta untukmu," jawab Refald kumat.


“Berhenti menggombal Refald, astaga!” sengal Fey dan Refald malah tertawa menatap wajah cantik istrinya yang sedang marah padanya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2