
Tak hanya mengikat pak Po dengan tali emas ajaib Refald, raja demit itu membuka sebuah lubang hitam berukuran lumayan besar menggunakan 1 tangan kanannya dan bersiap memasukkan pak Po ke dalam lubang hitam tersebut. Sontak saja Pak Po terkejut dan semakin meronta-ronta minta dilepaskan.
Sementara yang lainnya hanya diam dan bengong saja melihat aksi Refald yang tampak sangat menakjubkan itu. Termasuk Kemala sendiri. Istri Richard ini tidak pernah menyangka, seorang manusia biasa seperti Refald memiliki kekuatan luar biasa yang tak bisa dibayangkan oleh manusia normal lainnya.
Bahkan demit sungguhanpun belum tentu memiliki kekuatan besar dan dahsyat seperti yang Refald lakukan sekarang. Pantas saja pria tampan penuh kharismatik itu diberikan gelar sebagai raja demit Refald ala Edward yang ditakuti banyak iblis di dunia dan digilai banyak wanita sejagad raya.
"Wuah, manusia bisa jadi raja, benat-benar luar biasa," puji Kemala dan Richard membantu mengatupkan mulut istrinya karena kagum dengan Refald beserta kekuatannya.
"Nggak perlu kagum begitu, aku juga keren kok! Lai daripada yang lain," ujar Richard mulai narsis.
Kemala paham akan maksud ucapan Richard dan memilih diam daripada kasus pak Po terjadi padanya juga. Hanya karena cemburu tanpa alasan eh malah minta cerai seenaknya saja.
“Raja! Lepaskan saya Raja, apa yang akan Anda lakukan?” rengek pak Po tak berdaya diihadapan Refald.
“Baik … aku akan melepaskanmu, bersiaplah,” ujar Refald dengan tenang. Namun, makna ucapannya mencurigakan dan pak Po langsung sadar tak ingin terkecoh lagi.
“Tidak Raja! Jangan!” teriak pak Po karena ia tahu Refald akan melepaskannya dan melemparnya masuk ke dalam lubang hitam mengerikan. Siapapun yang masuk ke dalam lubang hitam buatan Refald, sudah bisa dipastikan mereka semua tidak akan pernah bisa kembali ke dunia fana ini dalam keadaan selamat.
"Kau sendiri yang minta dilepaskan? Aku turuti keinginanmu,” seru Refald dan hendak melempar pak Po ke dalam lubang hitam buatannya sendiri.
“Jangan Raja, ampun Raja … saya batal cerai Raja, nggak jadi cerai, sumpah!” ujar pak Po terus memohon pada Refald.
“Kau yakin?” tanya Refald.
“Yakin Raja! Nggak jadi! Tolong Raja, jangan kirim saya ke lubang hitam itu.” Pak Po merengek memohon ampunan Refald.
__ADS_1
Melihat kesungguhan anak buah onengnya ini, Refald menutup kembali lubang hitam yang ia buat dan perlahan menurunkan pak Po ke tanah lalu melepas tali emasnya. Semua orang ikut merasa lega karena ketegangan yang terjadi barusan mulai sedikit mencair meski tindakan Refald yang hendak melempar pak Po ke dalam lubang hitam hanya karena anak buahnya ini minta cerai dari istrinya, terbilang sangat konyol.
Lagian pak Po juga lebai, hanya karena cemburu tidak jelas, ia tak mau dengar apapun penjelasan Divani dan mengambil keputusan sepihak. Itulah yang membuat Fey dan Refald geram atas aksi kekanak-kanakan pak Po yang onengnya tidak bisa hilang.
Setelah Refald selesai dengan pak Po, ganti Fey yang maju menghadapi anak buah kesayangan suaminya. Berbeda dengan Refald yang menggunakan cara eksterm untuk mengintimidasi pak Po. Istri Refald itu malah bersikap sebaliknya. Ia menghadapi pak Po dari hati ke hati layaknya seorang ibu yang memberikan pengertian dan pemahaman pada anaknya yang sudah berbuat kesalahan.
“Pak Po,” ujar Fey lemah lembut.
“Iya Ratu,” jawab pak Po sambil menunduk tanpa berani menatap wajah cantik istri rajanya.
“Alasanmu bercerai dengan Divani sangat tidak masuk akal? Apa kau tidak ingat, apa saja yang kau lakukan padaku dan pada Refald saat kau merengek minta dinikahkan dengan Divani?” tanya Fey dengan ekspresi yang sulit dijelaskan kata-kata.
Mendadak suasana disekitar Fey dan yang lainnya jadi mellow. Pak Po sepertinya juga mulai merenungi kesalahannya. Beberapa orang yang ada di sini kecuali Richard dan Kemala jadi teringat bagaimana proses pak Po dan Divani bisa sampai menikah meski dulu mereka berbeda alam seperti halnya pasangan Richard dan Kemala sekarang.
Pertanyaan Fey sukses membuat pak Po menangis dan itu semakin membuat alis Kemala terangkat. Pocong tampan itu benar-benar menangis setelah mendengar ucapan yang menyentuh hati dari Fey. Seketika pocong tampan itu memeluk istrinya dengan sangat erat.
“Maafkan aku, Di. Aku terlalu egois sampai tidak memikirkan perasaanmu,” ucap pak Po pada istrinya.
Divani juga ikut menangis. Bukan karena suaminya ini menyadari kesalahannya, tapi karena ini kali pertama pak Po tidak menunjukkan keonengannya.
Baru kali ini, pak Po bersikap layaknya suami dan seorang laki-laki yang tak ingin kehilangan istri. Divani senang bisa melihat sisi lain dari suaminya yang selama ini dikenal oneng dan oon. Akhirnya, dua pasangan demit itupun berbaikan.
Pak Po melepas pelukannya terhadap Divani dan menghadap rajanya. “Yang mulia … bisakah Anda mengajarkan saya apa yang terjadi di balik dinding pelindung yang Anda buat saat bersama dengan ratu?” tanya pak Po blak-blakan dan seketika membuat wajah Fey memerah. Harusnya tanpa dijelaskan, semua orang tahu apa yang dilakukan suami istri bila sudah ada di dalam bilik cinta.
“Oey, pak Po!”ujar Refal dengan tenang.
__ADS_1
"Iya Raja,” ujar pak Po ramah.
“Berhentilah jadi pengintip jika ada orang lan lagi bersenang-bersenang. Dasar pocong panci bolong!” Refald langsung menendang pak Po ke atas langit-langit sampai sosok pocong tampan tersebut menjadi bintang berkilau saking jauhnya lemparan tendangan Refald.
Tanpa di komando, Divani pamit undur diri dan menyusul kepergian suaminya. Wanita cantik itu hanya menganggukkan kepala pelan dan tersenyum melihat Richard serta Kemala yang sejak tadi hanya diam terbengong-bengong menyaksikan adegan unik dan langka baginya.
Pembuat rusuh si pak Po Pocicu akhirnya berhasil disingkirkan Refald. Kini ia bisa berbincang-bincang dengan tamunya tanpa takut ada yang mengganggu. Sebenarnya, Refald jadi tidak enak dengan Richard dan Kemala gara-gara aksi drama ikan terbang yang dimainkan pak Po pada Divani. Walau sang vampir dan istrinya tak berkomentar apa-apa, tetap saja harusnya adegan seperti ini tak terjadi di depan Richard dan Kemala.
“Dasar semprul, bikin repot saja,” ujar Refald usai mengirim pasukannya ke tempat yang seharusnya mereka berada. Ekspresi Refald juga masih tampak sangat kesal.
“Pangeran Richard, dan Nona Kemala, maafkan atas kelancangan pak Po dan istrinya. Harusnya kami menyambut kehadiran kalian di sini dengan baik. Bukannya malah mempertontonkan hal yang tak seharusnya kalian lihat.” Fey dengan sopan memberikan pengertian pada tamu-tamunya.
“Tidak apa-apa Ratu. Tidak masalah bagi kami berdua. Justru kamilah yang harus minta maaf karena datang tiba-tiba begini.” Richard balas tersenyum tak kalah ramah dari Fey. Begitupula dengan Kemala yang masih shock tapi mati-matian bersikap normal.
“Terimakasih atas pengertiannya pangeran Richard. Mari ikut kami kegubuk agar istri Anda bisa beristirahat dengan baik,” ajak Fey sambil tersenyum menatap Kemala.
“Terimaksih Ratu,” ujar Richard sanat mengerti. Iapun langsung menggendong Kemala sehingga sukses membuat istrinya terkejut.
“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menggendongku?” tanya Kemala bingung tapi ia tetap mengalungkan kedua lengannya dileher Richard.
“Raja akan membawa kita ke suatu tempat, bersiaplah,” terang Richard dan ternyata apa yang vampir itu lakukan sama seperti yang dilakukan Refald. Yaitu menggendong Fey.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1