
Richard menuruti apa yang dikatakan istrinya untuk tidak membuat gempa di ruma gubuknya. Betapa sederhananya hati Kemala dan ayahnya yang tak ingin rumah gubuknya ini diubah manjadi istana. Terlalu banyak kenangan indah bagi Kemala dan ayahnya terutama kenangan akan almarhum ibu Kemala.
Jika teringat akan hal itu, Kemala menangis karena disaat ia akan menikah secara manusia, ibunya tidak bisa mendampinginya, tidak bisa memberikan pesan-pesan bagaimana cara membangun biduk rumah tangga dan yang paling diinginkan Kemala, tidak bisa memberikan pelukan hangat.
Namun, Kemala adalah gadis yang kuat, ia tumbuh menjadi wanita sempurna dan cantik. Tak hanya cantik parasnya tapi juga cantik hatinya, meskipun ia memiliki suami yang berbeda alam dengannya hal itu tak membuat Kemala menyesali pilihannya. Apalagi, si vampir tampan Richard rela melakukan apa saja demi bisa mewujudkan impian seorang wanita sebagai manusia normal yang membina rumah tangga dengan pasangannya.
“Kau mau ikut aku?” tanya Richard masih ada di atas tubuh Kemala. Tidak benar-benar menindihnya karena istri cantiknya ini sedang berbadan 2.
“Kemana? Bukankah kau harus pulang? Ayah dan ibu pasti menunggumu. Masa kita tidak bantu apa-apa, mereka sepertinya sangat sibuk sekarang.
“Kita akan menjadi raja dan ratu, tak perlu melakukan apa-apa karena sudah ada yang mengaturnya. Kita juga punya banyak sekali urusan dan menjelang hari H, aku takkan pulang ke istana itu. Aku akan terus di sini. bersamamu.”
“Tidak bisa, adat di sini, pasangan yang hendak menikah tidak boleh bertemu, apalagi sekamar seperi kita sekarang, pamali katanya.”
“Itukan aturan manusia, aku kan vampir bukan manusia. Mereka takkan tahu kalau aku ada di sini. jangan lupa, aku bisa menghilang kapan saja tanpa perlu dilihat orang.”
Yang dikatakan Richard benar, di pingit dan aturan serangkaian ritual sebelum pernikahan hanya berlaku bagi manusia, sedangkan Richard memang bukan manusia, jadi aturan itu tak berpengaruh untuknya. Lagian, tidak aka nada yang tahu kalau Richard setipa hari tidur dengan Kemala. Toh mereka sejatinya juga pasangan suami istri.
Lagian Kemala paham betul alasan suaminya tak ingin pulang ke istana. Mungkin karena ia tak mau bertemu dengan Veronika jadi menyibukkan diri dengan Kemala. Sungguh, Richard ini merupakan Vampir tampan yang amat setia dambaan semua wanita di dunia.
“Malam-malam ini memangnya kita mau ke mana?”
“Oh, ini belum pagi, ya? Aku kira sudah pagi.”
__ADS_1
“Kau habis dari mana sih? Sampai lupa sama waktu?”
“Dari pegunungan Alpen.” Richard langsung rebahan di dada istrinya. Aku lelah, aku terlalu banyak mengeluarkan tenaga gara-gara si Rexi sialan itu. Kekuatanku yang setengah ini membuatku gampang lelah.” Richard mulai berkeluh kesah pada istrinya dan itu mendorong Kemala untuk mengusap lembut kepala suaminya.
“Minumlah darahku, mungkin bisa mengembalikan tenagamu.” Kemala menyodorkan lengan kanannya tepat di depan wajah suaminya.
Dengan senyum penuh cinta, Richard menggores sedikit kulit luat lengan Kemala lalu mengisapnya sebentar, seketika tenaga Richard mulai pulih kembali dan ia menyembuhkan luka sayatan yang ia buat sehingga tak berbekas.
“Terimakasih, Cagiya.” Richard mencium kening Kemala.
“Sama-sama.” Ganti Kemala yang merebahkan diri dipelukan suaminya. “Aku ngantuk, boleh aku tidur?” tanyanya manja.
“Tentu, kau tidur saja diatasku, ranjang ini cuma muat satu orang.” Richard memeluk istrinya dengan erat dan membantu menyelimutinya.
***
Keesokan paginya, Kemala terbangun dan tergolek, hampir saja ia jatuh kalau saja Richard tak menangkap tubuh istrinya dan kembali memeluknya. Posisi mereka tidak berubah dari semalam dan Kemala baru sadar kalau ia tertidur di atas tubuh kaku suaminya.
“Kau masih di sini?” tanya Kemala heran tapi juga bahagia.
“Kau mau aku pergi?” Richard balik bertanya.
“Tidak, aku kira kau langsung pergi setelah aku tertidur. Kau tidak tidur semalaman? Menungguiku?”
__ADS_1
“Cagiya, mana ada vampir tidur. Ini lah yang kulakukan setiap hari, mengamatimu tidur. Kau sangat cantik kalau tidur dan kadang kau mengigau, sesekali kau memanggil namaku.”
“Sejak kapan kau mengamatiku?” tanya Kemala.
“Sejak pertama kali kita bertemu. Sebenarnya sejak aku datang kemari. Saat itu kau masih sangat kecil, lucu dan menggemaskan, lalu seiring berjalannya waktu, kau tumbuh dewasa. Berubah jasi gadis cantik yang dijuluki sebagai kembang desa. Bahkan aku datang saat ibumu meninggal. Aku turut sedih kala itu. Tapi aku tak punya keberanian untuk menghiburmu. Sampai suatu ketika aku melihat ayahmu pingsan dan kau baru saja pulang bekerja. aku tak mau kau mengalami hal menyedihkan lagi dengan kehilangan ayahmu. Makanya aku muncul di depanmu. Kau ingat?”
Mata Kemala langsung berkaca-kaca mengetahui fakta mengejutkan tentang suaminya yang ternyata memang sudah memerhatikannya sejak ia masih balita. Bahkan Richardlah yang menyelamatkan ayahnya. Jika saja waktu itu Richard tidak menampakkan batang hidungnya, mungkin Kemala tidak akan pernah tahu kalau ia punya tetangga yang bisa membantunya.
“Iya, aku ingat. Dan bodohnya aku, kala itu aku sangat takut padamu. Apalagi setelah tahu kalau kau itu vampir. Berulang kali aku merencanakan kabur darimu sampai aku tahu bahwa kaulah penyelamat ayahku yang sesungguhnya. Harusnya kau tidak menikahiku, tapi kau lebih pantas menjadikanku budakmu. Sebab, aku tak mampu membayar semua kebaikan yang kau berikan untukku dan ayahku.”
“Kau sudah membayarnya, bahkan lebih dari yang kukira. Kau memberikan cinta yang kuinginkan. Kau tahu, aku jatuh cinta padamu setiap kali kau menjemur pakaian di samping rumah. Wajahmu yang lelah dan letih senyummu yang ceria, seakan menghipnotisku untuk memilikimu. Hanya saja, aku tidak tahu bagaimana caranya mendekatimu. Aku vampir, secara harfiah kau mangsaku. Lagian mana mungkin kau mau menikah denganku jika kau tahu siapa aku yang sebenarnya.”
“Kau benar, karena kita beda alam, tapi sekarang kiat sudah menikah, kita sama-sama saling mencintai. Berarti kita berjodoh.” Kemala menatap mata suaminya. “Apalagi yang kau lakukan tanpa sepengetahuanku?”
“Kau menolak banyak pria dan mereka merencanakan menculikmu. Sebelum itu terjadi, aku menyingkirkan mereka dan meminta raja Refald menghapus ingatan mereka. Kebetulan saat itu, ia sedang lewat desa bersama istrinya untuk menangkap para pengabdi setan yang tersisa.”
Richard mulai terbuka dengan Kemala mengenai banyak hal selama ini tidak diketahui istrinya. Kemala sangat antusias mendengar cerita suaminya bahkan sampai tidak sadar kalau hari sudah mulai menjelang siang. Semakin jatuh cintalah Kemala setelah tahu ternyata Richard sudah menjaganya sejak ia kecil hingga dewasa. Wajar kalau sekarang gadis itu menjadi milik sang pangeran vampir.
“Sudah dulu ceritanya, sekarang mandilah, makan dan ayo … kiat harus mengantar undangan ke kediaman Raja dedemit Refald dan seluruh keluarganya agar mereka semua hadir dalam pernikahan mereka.”
Dengan semangat Kemala langsung bangun berdiri. “Ayo!” serunya dan lagi-lagi Richard tertawa.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***