
Ada banyak hal yang menjadi pikiran Kemala setelah mengetahui asal muasal keluarga vampir suaminya. Sangat disayangkan kehidupan harmonis keluarga mereka harus berakhir menjadi monster penghisap darah. Namun ini sudah menjadi suratan takdir yang tak bisa dihindari. Dan untuk Richard, Kemala paham betul akan perasaan suaminya yang notabennya benci menjadi seorang vampir.
Kini, gadis cantik itu tahu alasan kenapa suaminya marah dan tidak suka bila Kemala menjadi seperti Richard dan keluarganya. Hidup itu berharga dan tidak bisa ditukar dengan apapun. Richard hanya ingin Kemala bahagia selagi masih diberi kehidupan menjadi manusia biasa.
Jika menjadi vampir adalah pengorbanan besar bagi Kemala dan juga sebagai bukti cintanya pada sang vampir. Maka itu salah besar, yang ada Richard malah kecewa karena telah gagal membuat Kemala bahagia sebagai manusia saat berada disisinya.
Cinta keduanya memang rumit. Sama-sama saling berkorban satu sama lain. Sekarang keputusan ada di tangan Kemala sendiri, tetap bersama Richard sebagai manusia dan mendapat perlindungan penuh dari sang vampir tampan, atau ikut menjadi vampir tanpa Richard disisinya. Benar-benar kisah cinta yang unik.
“Kemala,” panggil ibu mertua Kemala pada menantunya.
“Iya Ibu” ujar Kemala membuyarkan lamunannya dan masih memikirkan banyak hal.
“Istirahatlah di istana, kau tampak sangat lelah. Aku akan mengantarmu ke kamar Richard. Mungkin saja suamimu sedang menunggumu di sana. Dia tidak mungkin mau menyusulmu kemari.”
Kemala memaksakan diri tersenyum sambil menggenggam tangan ibu mertuanya yang sangat baik sekali padanya. “Ibu … terimakasih atas perhatian dan kebaikan Ibu. Tapi … bolehkah aku di sini sedikit lebih lama? Aku tahu Richard marah padaku akan keputusan bodohku. Harusnya aku menghargainya, harusnya aku menghormati keinginannya. Aku hanya ingin sendiri sekarang sebelum bisa menatap wajah suamiku untuk meminta maaf padanya.”
Wajah istri sang vampir tempak sedih dan mertuanya itu paham maksud ucapan menantunya. “Kau yakin? Aku tak bisa lama-lama menemanimu di sini. Ada banyak hal yang harus kami urus sekarang.”
“Yakin Ibu, tinggalkan saja aku di sini sendiri, aku tahu di mana kamar Richard karena dia sudah mengajakku keliling istana ini. Aku bisa ke sana sendiri nanti.”
“Tempat ini sangat aman dan ada banyak penjaga istana di sekeliling tempat ini. Mereka semua tidak akan menyakitimu karena kau bagian dari keluarga kami sekarang. Panggil saja mereka jika kau butuh sesuatu.” Ibu mertua Kemala mengusap lembut rambut menantunya lalu memeluk Kemala sebentar sebelum pergi.
Begitu Kemala benar-benar seorang diri di tengah taman yang indah ini, tangis gadis itu langsung pecah. Ia bingung harus bagaimana karena Richard tampak sangat marah padanya.
__ADS_1
“Dia begitu membenci vampir wanita, dan aku malah ingin menjadi vampir sepertinya,” gumam Kemala setelah perasaannya sedikit tenang.
“Sekarang, bagaimana aku harus minta maaf padanya?” Kemala masih bicara pada dirinya sendiri. Ia suka tempat ini tapi tidak dengan Richard.
Di saat Kemala terhanyut akan pikirannya yang sedang kalut, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sekelebat bayangan hitam melintas dihadapan Kemala. Sontak gadis itu berdiri untuk mencari tahu apa yang baru saja melewatinya.
“Siapa itu? Tunjukkan wujudmu? Jangan menakutiku?” teriak Kemala sambil waspada kalau-kalau dirinya akan diserang musuh tak dikenal.
Namun, rasanya itu tidak mungkin karena barusan ibu mertuanya bilang kalau tempat ini sangat aman. Tidak mungkin ada musuh di sini. Baru saja Kemala merasa sedikit tenang, ia dikagetkan dengan kemunculan sosok vampir kembar yang tak lain dan tak bukan adalah kaka Richard alias kakak iparnya sendiri.
Kemala sangat terkejut melihat dua vampir kembar yang datang dadakan itu. Refleks ia berjalan mundur menjauh dari kakak-kakak iparnya.
“Halo adik ipar?” sapa salah satu vampir yang paling depan sambil menyeringai. “Aku Rayen, dan ini adikku Ryan. Kami kembar dan hanya beda 5 menit saja saat dilahirkan. Kata ayah dan ibu sih begitu,” ujarnya masih sambil cengar-cengir.
Alis Kemala terangkat mendengar perkenalan canggung yang diucapkan kakak-kakak iparnya. Kok jadi keinget upin ipin ya? Beda 5 menit, batin Kemala tapi tak berani bersuara.
“Terserah kau sajalah!” ujar Rayen kembali menatap wajah tegang Kemala. “Maaf kami tidak sempat menyapamu saat di ruangan penyambutan kehadiranmu dan Richard. Itu karena si es batu Rexi bikin keki. Sekarang dia sudah pergi, jadi kami mau menyapamu.”
“Ha-halo … senang bisa bertemu dengan kalian,” ujar Kemala gugup dan juga takut. Kalau sudah seperti ini, ia ingin sekali ada didekat Richard karena ia merasa tidak nyaman. “Sebaiknya, aku permisi.” Kemala pun pamit undur diri untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Sebab gelagat dua vampir kembar itu membuat nyali Kemala ciut apalagi di taman ini sangat sepi dan tidak ada siapa-siapa. Bisa saja vampir-vampir itu lepas kendali dan mencoba menyakiti Kemala.
Sayangnya, langkah kaki istri Richard itu langsung dihalangi oleh si kembar Rayen dan Ryan. Mereka sengaja membuat Kemala ketakutan.
__ADS_1
“Adik ipar … mau pergi ke mana? Kami baru saja datang, masa mau ditinggal pergi?” ujar Rayen mencoba mendekati Kemala diikuti Ryan dari belakang. Dua vampir kembar itu tersenyum menakutkan.
Sungguh, Kemala benar-benar takut. Dalam hati, ia memanggil nama Richard tapi suaminya itu tak kunjung datang juga. Gadis itu baru sadar kalau suaminya tidak mungkin mau datang ke taman ini sehingga Kemala jadi merasa ngenes sendiri. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan pada dua kakak ipar kembarnya ini.
Dua vampir kembar resek itu sengaja menciptakan suasana tegang dengan mendekatkan diri ke tempat Kemala berdiri. istri Richard itu terus menjauh sambil melangkah mundur. Tiba-tiba saja 2 vampir kembar yang ada dihadapan Kemala berteriak kesakitan dan penyebabnya adalah telinga kanan Rayen dan telinga kiri Ryan sedang dijewer. Siapa lagi yang berani menjewer para vampir resek itu kalau bukan Richard sendiri.
“Sedang apa kalian berdua di sini, ha? Mau cari neraka?” geram Richard terus menjewer dengan kekuatan penuh sampai dua vampir itu mengerang. Rupanya vampir bisa merasakan sakit juga. Namun sepertinya hanya Richard saja yang bisa membuat sakit saudara-saudaranya.
“Sopanlah sedikit dengan kakakmu, Richard!” erang Rayen sambil memegangi telinganya. Si vampir kembar ini bahkan tidak bisa melepaskan diri dari cengkeraman tangan adik mereka.
“Sopan katamu? Kalian berdua mengganggu dan menakut-nakuti istriku, kau ingin aku sopan pada kalian?” Richard semakin mengencangkan jewerannya.
“Kami kan cuma bercanda, kapan lagi bisa menakut-nakuti manusia?” Ryan membela diri tapi ia malah semakin dapat jeweran terkencang seakan telinga Ruan serasa mau copot.
“Pergi kalian dari sini dan jangan coba-coba mengganggu istriku lagi. Jika tidak, jangan harap aku ingat kalau kita adalah saudara!” Richard melempar kedua kakaknya hingga melayang jauh ke udara.
Kemala yang tadinya shock, langsung senang melihat kedatangan suaminya dan berlari memeluk tubuh dingin Richard dengan sangat erat. Richardpun membalas pelukan istrinya walau ia tak mau melihat taman indah yang ada di sekeliling mereka berdua.
“Kau datang,” ujar Kemala lirih. Ia tidak menyangka suaminya yang katanya tak mau menginjakkan kakinya di tempat ini nyatanya rela datang kemari demi menyelamatkannya dari gangguan kedua kakak iparnya.
“Maaf kalau mereka berdua membuatmu takut. Harusnya aku datang lebih awal supaya kau tidak diganggu. Kau tidak apa-apa?” tanya Richard pada Kemala. Keduanya masih betah berpelukan satu sama lain.
“Aku tidak apa-apa, kau selalu datang tepat waktu menyelamatkanku. Itulah yang aku suka darimu, Suamiku.” Kemala menatap wajah tampan Richard dan memberikan hadiah ciuman manis semanis madu.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***