
Kemala tak habis pikir, melihat semua adegan yang terjadi di depan matanya. Ia merasa kalau semua yang terjadi ini hanyalah mimpi belaka baginya. Mau heran, tapi ini dunianya Richard di mana semua hal yang tidak mungkin terjadi bisa jadi mungkin. Apalagi ada Raja demit Refald dan seluruh keluarganya. Sungguh Kemala jadi tidak bisa berkata-kata melihat semua aksi keluarga aneh ini.
“Jadi … seperti inikah keluarga Refald dan Leo yang kau maksudkan Richard? Merekalah yang membantumu membasmi Vinot kala itu? Apa cara bertarung mereka memang seperti itu?” tanya Kemala akhirnya mulai buka suara.
“Benar, mereka sadis, tapi juga romantis. Awalnya aku juga sama terkejutnya denganmu. Tapi … itulah mereka. Keluarga yang unik dan langka, tapi tidak ada duanya di dunia ini. Meski begitu, mereka adalah orang-orang baik. Mereka sangat menentang segala macam bentuk kejahatan.” terang Richard, kini ia sudah tidak lagi menutupi pandangan Kemala dengan tubuhnya saat Leo dan keluarganya menembaki musuh-musuhnya.
Kemala terpaku ketika Shena memanfaatkan ciuman suaminya dan memulai perang. Sambil memeluk leher Leo, Shena mengangkat senjatanya dan mulai menembaki musuh-musuhnya. Semua tembakan Shena tepat sasaran dan dalam sekejap ia berhasil membuat para penjahat tak dikenal itu terkapar tanpa sisa.
“Wuah, kereeenn! Mereka mati semua?” tanya Kemala shock sekaligus senang.
“Kau tidak ngeri melihat istri Leo membantai orang-orang jahat itu?” tanya Richard.
“Ngapain ngeri? Ini serulah … tak suma Leo yang keren, istrinya jauh lebih keren.” Kemala ikut senang karena akhirnya Shena memenangkan taruhannya dengan Leo.
Semua pendukung Shena bersorak sorai bahagia karena yang mereka dukung telah keluar sebagai pemenangnya. Mereka bahkan bersikap hiperbola sambil saling tos segala layaknya para pecinta bola.
“Kau curang Shena!” protes Leo, ia bahkan belum menembak satupun.
“Tidak ada yang curang di sini. Tidak ada peraturan yang melarangku untuk menggunakan cara apapun untuk mengalahkanmu! Sekarang, kau harus berpuasa satu bulan.” Shena tersenyum senang dan melambaikan tangannya ke arah pendukungnya.
__ADS_1
“Puasa 1 bulan? Apa maksudmu Sayang? Memangnya ini sudah bulan puasa?” tanya Leo.
“Bukan puasa itu, tapi kau dan aku tidak boleh main bulan tertusuk ilalang selama sebulan. Paham! Kau tidak bisa protes. Kita sudah sepakat sebelumnya. Dan jangan aada anak ke-4, ke-5, ke-6 dan lain sebagainya diantara kita. 3 anak bagi kita sudah cukup. Dan kitapun sudah punya cucu. Tinggal cucu dari Bima dan Lea nanti kalau gadis tengil itu menikah.”
Wajah Leo jangan ditanya, ia cemberut akut karena kalah telak dari istrinya sendiri. Sesuai perjanjian, Leo memang harus menuruti apapun yang diinginkan Shena. Dan keinginan Shena adalah tidak memberi jatah Leo salama sebulan. Ayah Yeon dan Bima itu langsung lemas karena etalibunnya harus nganggur sebulan.
“Hahahaha …” Fey langsung tertawa melihat wajah lemah lesu Leo yang terpaksa harus berpuasa tidak main bulan tertusuk ilalang gara-gara kalah taruhan. “Syukurin! Makanya jangan sok nggak ada akhlak di sini. Kena batunya kau!” komentar Fey. Yang lainnya juga ikut tertawa tapi tidak berani di depan Leo secara langsung.
“Ehem!” Refald berdeham dan Fey langsung diam.
“Aku tidak mengataimu, aku mengatai adikmu yang tidak ada akhlak itu!” cetus Fey karena ia mendapat lirikan maut dari suaminya.
“Sialan kau Leo! Bikin malu aku saja!” geram Refald dan ia jadi badmood juga sekarang. Namun, pandangan matanya terpusat pada Salvataro.
“Honey!” panggil Refald pada istrinya dan Fey langsung paham. Refald menggendong Fey di punggungnya menuju kembali ke tempat Salvataro untuk mengobati lukanya.
Sementara Refald langsung bertarung dengan dewan delegasi. Begitu Refald bergerak, semua pasukan demit Refald ikut bergerak di sekeliling Refald dan menjadi tamengnya. Serangan apapun yang dikerahkan sang dewan vampir licik itu tak mempan bagi Refald karena ia punya pasukan kuat dan kekuatan raja demit yang tak terkalahkan.
“Kami siap menunggu perintah untuk mengalahkannya Raja, jangan buang tenaga Anda untuk vampir seperti dia,” ujar mas Gen yang ada di depan Refald sebagai pelindungnya pengganti pak Po. Untung saja di biang rusuh itu tidak ada di sini. kalau dia hadir pasti malah bikin bengek.
__ADS_1
“Jangan mas Gen. bukan ranah kita untuk ikut campur urusan dunia pervampiran ini. Cukup kalahkan saja dia, tapi jangan dimusnahkan. Aku akan mengawasi pergerakan para dewan itu dari sini. Kalian jangan lengah. Mereka punya kekuatan membaca gerakan lawan.” Refald memberikan nasihatnya untuk para pasukan demitnya.
Para demit Refald itupun mengerti dan mereka semua maju berperang dalam pengawasan ketat Refald. Setiap ada vampir yang hendak menyerang pasukan Refald, suami Fey itu langsung bertindak cepat menyelamatkan anak buahnya. Ia juga melindungi Fey yang sedang sibuk menyembuhkan luka-luka raja vampir Salvataro.
Sungguh pertarungan yang amat sangat sengit. Kemala ikut khawatir juga setelag dibikin senewen oleh keluarga Leo dari kubu yang lainnya. Hati gadis itu ketar-ketir melihat apa yang terjadi.
Sedangkan Richard, dia tidak mengkhawatirkan peperangan yang dilakukan baik dari kubu Leo ataupun kubu Refald. Sebaliknya, yang vampir tampan itu cemaskan adalah ayah mertuanya, yang kini sudah mengetahui semuanya.
Mata ayah Kemala menatap nanar Richard dan keluarganya. Ia berdiam diri bukan karena tertahan oleh kekuatan Refald saja, tapi karena ia sangat shock mengetahui fakta bahwa menantunya, ternyata adalah seorang vampir. Ingin rasanya ayah Kemala itu buka suara, tapi tidak bisa karena Refald menahannya dengan kekuatannya. Bahkan jika perang ini berakhir, Refald membuat semua manusia yang ada di sini tak pernah mengingat kejadian ini.
“Refald …” panggil Richard dan ia yakin Refald bisa mendengar suaranya. Richard mulai bicara dengan raja demit itu melalui telepati.
Refald langsung melirik Richard. “Kau yakin?” tanyanya dan Richard mengangguk tanda ia yakin dengan keputusannya.
Jarak antara Richard dan Refald ini lumayan jauh, berhubung mereka adalah penghuni dunia lain dengan porsi yang berbeda, pembicaraan yang mereka berdua lakukan ini seolah terjadi dalam jarak cuma 5 meter saja. Padahal aslinya 3 km.
“Aku yakin, ini adalah keputusanku, kau pun tahu bahwa yang kulakukan ini benar. Lepaskan saja … akan kuhadapi apapun resikonya. Cintaku dan cinta Kemala tidak akan goyah sampai kapanpun.” Richard sangat sangat yakin dengan apa yang akan ia lakukan setelah ini.
Dua pria tampan itu berhasil membuat bingung istri-istri mereka termasuk Fey sendiri. “Ada apa dengan pangeran Richard, Refald? Apa yang akan dia lakukan?” tanya Fey.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***