Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 85 Bumil


__ADS_3

Saat memasuki istana Richard, Kemala menolak turun dari gendongan suaminya. Bukan tanpa alasan kenapa Kemala tidak mau diturunkan. Desa ini dipenuhi dengan manusia, bila bau darah hewan saja bisa menyengat bagi Kemala, apalagi dengan bau darah manusia yang lumayan banyak jumlahnya. Belum lagi bila ada yang terluka. Rasanya kemala ingin mendatangi orang yang terluka itu lalu menghisap darahnya.


Sejak tadi Kemala terus menyembunyikan wajahnya di dada Richard dengan harapan aroma Richard yang wangi bisa menyamarkan bau darah manusia di sekitarnya. Padahal untuk saat ini hanya ada keluarga Richard saja di rumah. Ayah Kemala sepertinya juga sedang diajak pergi oleh Raja Salvataro. Sebenarnya, jarak rumah warga juga lumayan jauh, tapi Kemala tetap saja tidak tahan dengan bau darah manusia di luar sana.


“Jangan tinggalkan aku Richard, aku takut aku kehilangan kendali bila aku jauh darimu,” pinta Kemala pada suaminya.


“Tentu saja, Cagiya, aku takkan jauh darimu. Aku juga tidak akan meninggalkanmu sedetikpun. Tapi kita harus menyapa ibuku di dalam. Tidak sopan bila kita langsung nyelonong masuk ke kamar begitu saja.” Richard menatap syahdu mata istrinya dengan penuh cinta dan perlindungan.


Keduanya saling bertatapan mesra tapi itu tidak berlangsung lama karena Kemala harus menyembunyikan wajahnya di dada suaminya untuk menyamarkan bau darah manusia yang tersebar di mana-mana.


Kini, Kemala baru sadar, betapa beratnya jadi Richard selama ini. Namun suami vampir tampannya ini sama sekali tak pernah mengeluh. Kemala tak habis pikir, bagaimana Richard bisa melalui kesulitan ini tanpa melukai manusia yang menjadi mangsanya saat ada di depan mereka.


Bahkan vampir tampan itu bisa begitu mudahnya mencintainya sampai sedalam ini. Kalau dipikir-pikir, cinta yang dimiliki Richard begitu menyiksanya tapi vampir itu tetap bertahan seolah rasa sakit itu menjadi kekuatan besar baginya untuk bisa bersama dengan Kemala. Sungguh pengorbanan cinta yang tak ternilai harganya.


“Kau apakan menantuku Richard? Kenapa Kemala kau gendong seperti itu?” tanya ibu Richard mencemaskan keadaan Kemala.


“Aku tidak melakukan apapun Ibu Ratu. Cucumulah yang membuat istriku seperti ini. Ia tak tahan bau darah manusia sehingga terpaksa harus menenggelamkan wajahnya dalam dekapanku. Jika tidak, ibu bisa tahu sendiri,” terang Richard sok mesra.


Betapa terkejutnya Ratu vampir setelah tahu apa yang terjadi pada menantunya. “Benarkah?” mata sang Ratu terbelalak seolah hendak melompat keluar saking senangnya. “Apa gejalanya sudah mulai keluar? Kemala, kau bisa lihat wajah Ibu?” tanya ibu Richard penuh antusias setelah tahu kondisi menantunya.


“Saya takut lepas kendali, Ibu. Di sini … bau darahnya begitu menyengat. Maaf …” Kemala bicara dalam dekapan Richard. Ia tidak enak hati menolak permintaan ibu mertuanya, tapi apa daya, ia sungguh ingin turun dan melompat keluar lalu menghisap darah manusia terdekat dari sini.


Ratu Salvataropun tidak memaksa dan malah meminta Kemala untuk beristirahat di kamar. Setelah itu Ratu vampir tersebut pergi entah ke mana. Sepertinya, ia sedang menyusul suaminya ke suatu tempat dan memberitahukan kabar bahagia ini.


Richard merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Akhirnya, setelah sekian purnama Kemala kembali lagi ke kamar di mana dulu kamar ini adalah kamar Kemala saat Richard menjadikannya sebagai istri pelunas hutang. Namun sekarang mereka berdua benar-benar menikah dan saling mencintai. Saat mengingat hal itu, Kemala jadi senyam senyum sendiri.

__ADS_1


“Kau butuh sesuatu?” tanya Richard duduk di samping istrinya dan menghadap Kemala.


Tiba-tiba. Kemala merasa sangat kehausan dan ia menekan lehernya kuat-kuat. Hidungnya mengendus-endus sesuatu dan itu adalah bau darah manusia. Rupanya ayah Kemala datang dan ingin bertemu dengan putrinya. Saat itulah mata Kemala langsung memerah, ia hendak keluar untuk menyerang ayahnya sendiri tapi dengan sigap dicegah oleh Richard.


Tok tok tok!


“Kemala! Buka pintunya! Ini ayah!” Seru Daries dan ia langsung membuka pintu kamar putrinya tepat di saat Richard memeluk Kemala dengan sangat erat. “Apa yang kalian lakukan?” tanya ayah Kemala heran melihat pasangan suami istri itu tampak intim sekali. Padahal ini masih di siang hari.


“Kemala kedinginan Ayah. Jadi aku memeluknya supaya hangat.” Richard beralasan. Padahal ia sedang menekan kuat tubuh istrinya agar tidak lepas dari pelukannya dan berlari menyerang ayahnya sendiri.


“Ayo pulang Kemala, kau harus tidur terpisah dengan suamimu sampai pernikahan kalian selesai digelar. Tidak enak dilihat orang kalau kau ada di kamar suamimu seperti ini, ayo ikut ayah pulang.” Daries maju selangkah hendak mengajak putrinya pulang tapi di halau oleh Richard menggunakan satu tangan sementara tangannya yang lain tetap mendekap tubuh istrinya.


“Ayah! Jangan mendekat dulu,” sergahnya sehingga Daries berhenti berjalan.


“Kenapa? Ada apa?” tanya Ayah Kemala mulai curiga.


Ayo Richard, pikirkan sesuatu, jangan diam saja, batin Richard bingung harus berkata apa.


“Masa Anda tidak sadar Tuan Darries,” mendadak dewi fortuna datang membantu Richard. Siapa lagi kalau bukan ibu tercinta Richard yang langsung masuk ke dalam kamar dan berdiri tepat di sisi Daries,


“Putrimu ini, sebentar lagi akan memberi kita cucu. Ini gejala yang wajar bagi seorang wanita hamil yang tidak mau berpisah dari suaminya. Alangkah baiknya jika Anda tidak memisahkan mereka Tuan. Toh mereka sebenarnya sudah menikah. Hanya belum diketahui warga saja,” ujar ibu Richard yang datang bersama dengan suaminya untuk membantu mengatasi kesulitan putranya.


Sontak saja ayah kemala terkejut bukan kepalang. Ia menatap wajah Richard yang mengangkat alis pada ibunya sebagai tanda kenapa orangtuanya malah memberitahu ayah Kemala kalau istrinya ini lagi hamil.


“Benarkah itu Richard? Kemala hamil?” tanya Daries antara percaya dan tidak percaya.

__ADS_1


“Eee … itu … eee …” Richard mendapat kode mata dari ibunya untuk mengiyakan saja pertanyaan ayah mertuanya. “Ee … benar Ayah, Kemala sedang hamil.” Richard gugup dan bingung tapi ia berusaha keras untuk tersenyum.


Sementara Ayah Richard tak banyak berkomentar dati ia mendekat Richard dan Kemala sambil memberikan sekotak minuman dalam bentuk kemasan bergambar jus jambu.


“Minumkan ini pada Kemala, mungkin hausnya bisa hilang dengan ini,” suruh Raja Salvataro pada putranya.


Seakan paham akan maksud ayahnya, Richard membantu Kemala meminumkan kotak minuman bergambar jus jambu yang aslinya, isinya adalah darah. Kemala langsung menghabiskan minuman tersebut dan kondisinya mendadak kembali seperti semula.


Richard dan keluarganya lega akhirnya Kemala tak jadi memperlihatkan sisi vampir yang dibawa oleh buah hatinya di dalam kandungan. Untuk sementara ini, mereka semua aman meski mulai sekarang harus menyediakan stok darah banyak untuk berjaga-jaga di massa kehamilan Kemala.


“Bagaimana? Mau tambah lagi?” tanya Salvataro pada menantunya.


“Tidak Yang mulia Raja, ini sudah cukup. Rasanya sangat enak,” jawab Kemala sambil tersenyum dan menatap sendu wajah ayahnya.


Daries tampak berbinar-binar senang. Ia bahkan sampai mengusap air matanya yang mengalir mengetahui Kemala ternyata akan menjadi seorang ibu tanpa tahu bahwa cucunya adalah seorang keturunan vampir.


Kemala melepas pelukan Richard dan langsung berlari memeluk ayahnya. Karena sudah kenyang, bau darah ayah Kemala tidak berpengaruh lagi untuknya. Artinya, jika Kemala berdekatan dengan manusia, maka ia harus merasa kenyang dulu. Jika tidak, maka manusia yang dekat dengan istri Richard ini bakal dijadikan mangsa olehnya.


“Selamat anakku, akhirnya kau akan jadi ibu. Aku sungguh senang karena di masa kehamilanmu ini, semua orang menyayangimu lebih dariku. Sungguh aku bahagia melihat, kau juga bahagia,.” Daries memeluk putrinya yang langsung menangis dipelukannya.


“Maafkan aku Ayah. Maaf bila sudah membuat ayah khawatir,” ujar Kemala masih menangis haru.


Ingin rasanya Kemala memberitahu segalanya tentang apa yang dialaminya saat ini, tapi itu tidak mungkin ia lakukan demi menjaga identitas suaminya. Bumil cantik itu jadi merasa tidak enak hati pada ayahnya karena telah banyak berbohong dan merahasiakan banyak hal.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2