
Siapa yang tidak shock dan gemetar mendengar ucapan Richard yang mengatakan bahwa keluarga wanita bernama Beralda, ternyata adalah kelompok kanibalisme alias pemakan manusia. Rasanya Kemala tidak bisa percaya pada apa yang didengarnya. Di tempat seperti ini, ada sekelompok orang seperti itu.
Jangankan percaya, membayangkan bahwa sosok manusia seperti itu ada di muka bumi ini membuat Kemala bergidik ngeri sendiri. Bayangkan kalau kelompok ini ada di negaranya, entah apa yang bakal terjadi.
“Sayang, kau mau ke toilet?” tanya Richard tiba-tiba entah maksudnya apa.
Kemala sedang ketakutan sekarang, bibirnya gemetar sampai tak bisa berbicara. Manik mata Richard menatap lembut istrinya seolah memberikan kode rahasia agar istrinya itu menuruti ucapannya dan istrinya langsung paham.
Karena tak bisa bicara, akhirnya Kemala menganggukkan kepala saja meski ia tidak ingin ke toilet, tapi ingin segera pergi dari sini secepatnya.
“Boleh kami menumpang ke toilet?” tanya Richard dengan senyum ramahnya.
“Biar kuantar,” tawar wanita yang bernama Beralda.
Terang saja Kemala jadi semakin ketakutan dan mencengkeram kuat lengan suaminya seolah tak ingin berpisah dengan Richard setelah mengetahui orang seperti apa Beralda dan keluarganya. Tentu saja Richard paham dan memang takkan pernah meninggalkan Kemala sendirian ditengah bahaya yang mengancam keselamatan istrinya.
Jika Richard mau, saat ini juga ia bisa melenyapkan para kanibalisme ini dengan tangannya sendiri. Tapi tidak ia lakukan karena selamanya, keluarga Beralda akan dikenal sebagai manusia baik dan hanya menjadi korban pembunuhan tanpa tahu bahwa mereka adalah kumpulan predator manusia yang sama bahayanya dengan monster atau binatang buas di muka bumi ini.
__ADS_1
Semua orang harus tahu siapakah Belda dan keluarganya agar orang-orang lebih waspada pada monster bertopeng manusia seperti kelompok para kanibalisme ini. Untuk itu, Richard arus ekstra hati-hati dan tetap berpura-pura menjadi manusia lemah.
“Maaf merepotkan, tapi biar saya sendiri saja yang mengantar istri saya ke toilet. Kami tak bisa berpisah lebih dari 1 detik. Maklumlah, kami baru saja menikah dan sedang menikmati indahnya jadi pasangan pengantin baru. Jadi ya … lengket kayak perangko.” Richard mencari-cari alasan agar tetap bisa bersama Kemala dan melindungi istrinya supaya tak semakin ketakutan. Tubuh istri Richard ini bahkan lemah lunglai sampai berdiri saja harus dipapah sang vampir tampan.
Beralda dan keluarganya saling pandang satu sama lain. Tak biasanya mereka membiarkan mangsa mereka terus bersama-sama kalau yang datang ke rumah mereka lebih dari 1 orang. Hal itu kan menyulitkan mereka dalam mengeksekusi.
Namun, situasinya kali ini berbeda. Wajah Kemala tampak pucat dan wajar kalau Richard sebagai sang suami siap siaga akan selalu menemani kemanapun sang istri pergi. Rencana jahat keluarga kanibalisme inipun diubah. Sepertinya mereka tidak tahu dengan siapa merea berhadapan. Kalau tahu, mereka tidak akan berbuat sejauh ini.
Wanita modis yang sok ngatur urusan orang dan julid pada orang lain memang bukan sembarang orang. Ia sangat berbahaya. Bahkan jauh lebih berbahaya ketimbang seorang monster sungguhan. Sayangnya keluarga ini masih belum sadar bahwa mereka bakal terperosok ke dalam lubang yang mereka buat sendiri jika berhadapan dengan Richard.
Aksi wanita bernama Beralda saat menangkap mangsanya ini sungguh rapi. Dibalik sikap sok suka ikut campurnya urusan orang lain, wanita itu menyimpan motif tersendiri. Ia akan membuat calon korbannya terpancing emosi lalu menjebaknya masuk ke dalam rumah untuk dieksekusi menjadi makanan mereka. Tentu saja tanpa sepengetahuan siapapun. Pantas saja kalau sering kali ada laporan orang hilang dan tak bisa ditemukan.
Namun kali ini, Beralda dan keluarganya salah memilih sasaran. Sang predator malah balik dipredatori mangsa mereka sendiri. Richard dan keluarganya memang sedang mencari-cari keberadaan keluarga ini karena gara-gara ulah mereka, keluarga Richard dalam bahaya juga. Bila ada predator manusia yang harus paling ditakuti, itu adalah vampir seperti Richard dan spesiesnya.
“Silahkan, lurus saja ke belakang, di sana ada toilet khusus untuk para tamu.” Beralda menunjuk salah satu lorong menuju ruang yang ia maksud. Richardpun mengerti dan ia segera memapah istrinya menuju toilet.
Keduanya benar-benar masuk ke dalam toilet bersama tapi begitu pintu toilet tertutup Richard malah membawa istrinya pulang kembali ke rumah yang mereka tinggali sebelumnya dengan kekuatannya. Dari balik tirai jendela kamar pasangan suami istri yang gelap gulita, Richard memantau rumah yang barusan mereka tinggalkan tanpa permisi dan sedang bertelepati dengan seluruh anggota keluarga vampir Richard.
__ADS_1
Sedangkan Kemala jangan ditanya, meski ia sudah aman sekarang, gadis itu masih terbujur kaku di tempatnya.
“Jangan takut Cagiya. Kau aman bersamaku. Mereka sedang bersiap-siap membunuh kita dan keluargaku sedang menuju kemari untuk memburu mereka. Sudah lama kami mencari keberadaan keluarga kaniball ini. Tak disangka mereka malah bersembunyi di tempat sepi. Pantas saja kami kesulitan mencari jejak mereka.” Richard memeluk istrinya yang masih gemetar membayangkan bahwa ia barusan ada di dalam sarang para monster.
“A-aku … masih … tidak percaya … mereka pemakan manusia? Tapi wajah mereka memang berbeda dengan wajah manusia normal lainnya. Apa … karena mereka kebanyakan makan daging manusia? Dan hidangan itu … apakah …” Kemala tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Membayangkannya saja ia sudah gemetar setengah mati.
“Ehm … kau benar … makanya aku melarangmu memakan makanan yang mereka hidangkan. Ada 2 wanita yang julid padamu, satunya wanita tadi dan satunya tidak diketahui. Wanita yang tak diketahui itu punya rencana memamerkan harta kekayaannya padamu. Tapi sepertinya mereka sudah bertukar rumah. Beralda tahu kalau kau bakal ke rumah wanita satunya. Bukan kerumahnya, dan mereka sedang memburu kita.”
Kemala terduduk lunglai di atas tempat tidur dan Richard masih setia memberikan dada bidangnya sebagai tempat sandaran Kemala yang lemas tak berdaya setelah tahu bahwa ada sekelompok manusia sekeji itu di tempat ini.
“Lalu apa yang harus kita lakukan? Jika kembali ke rumah itu aku sangat takut. Tapi jika kita tidak kembali, mereka akan curiga tentang siapa kau sebenarnya.” Wajah Kemala sangat pucat pasi tak tahu harus apa. Ia bahkan tidak bisa berpikir dengan jernih.
“Dengarkan aku, Cagiya. Kau percaya padaku, kan?” tanya Richard menatap wajah lesu istrinya.
“Tentu saja, ada apa?” ujar Kemala dengan suara lirih. Richardpun menjelaskan apa yang harus mereka lakukan sekarang.
Awalnya Kemala menolak karena takut dan nyalinya sangat kecil. Tapi suami tampannya terus membujuk Kemala agar mau diajak kerjasama untuk bisa menyingkirkan manusia-manusia abnormal yang banyak meresahkan manusia lainnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***