
Di sapa bule secara tiba-tiba, membuat Kemala lumayan terkejut juga. Wajahnya langsung tegang dan menatap sekeliling takut kalau suaminya Richard melihat bule yang sedang mendekatinya ini. Untunglah Kemala sedikit bisa berbahasa Inggris sehingga gadis itu meminta sang bule untuk meninggalkannya sendiri.
Di luar dugaan, bule tak dikenal itu malah terus saja mengikutinya kemanapun Kemala pergi meskipun gadis itu secara halus sudah menolak pendekatan dari sang bule. Kalau seperti ini, misi Kemala bisa gagal dan ia tidak mau suaminya marah sampai lepas kendali. Kemala harus melakukan sesuatu untuk membuat bule gila ini pergi dan tidak mengganggunya.
“Excuse me Sir, can you leave me now?” (Permisi, bisa tinggalkan aku sekarang?) ujar Kemala pada sang bule.
“No, I can’t,” (Tidak) jawab bule.
“Please Sir, I’m not single, I have a husband,” (Ayolah Pak, aku tidak sendiri, aku sudah menikah) jelas Kemala lalu pergi meninggalkan bule itu sendirian.
Hati Kemala merasa lega karena sang bule tidak lagi mengejarnya. Kemala mulai fokus pada misinya memancing kehadiran Vinot sehingga mengikuti jejaknya sampai ke tempat yang sudah ditentukan oleh keluarga Richard.
Gadis itu menusuk jari telunjuknya dengan jarum lalu darah yang keluar ia oleskan di tempat yang sekiranya mengundang vampir Vinot untuk mengikuti jejak yang ditinggalkan Kemala. Memang tidak sekarang karena vampir jahat seperti Vinot tidak keluar di siang hari.
Begitu melewati area sepi, Kemala beristirahat sejenak sambil menikmati pemandangan di kota kecil yang entah ada di negara mana ini. Ia lupa bertanya pada suaminya dan juga mencari-cari keberadaan Richard. Kemala berharap suaminya datang menemuinya kali ini karena ia sengaja datang ke tempat sepi agar dapat bersama Richard yang sejak tadi mengikuti dan mengawasi Kemala dari jauh.
Kemala tersenyum saat ia mendengar derap langkah kaki seseorang datang mendekat kearahnya dari belakang. Ia mengira derap langkah tersebut adalah suami vampir tampannya. Kemala balik badan dan tak disangka, yang datang bukanlah Richard, melainkan bule yang tadi sempat menggoda Kemala.
“What are you doing?” (Apa yang kau lakukan?) tanya Kemala heran, kenapa bule itu masih saja mengikutinya.
Merasa ada yang aneh dengan pria bule didepannya, Kemala memutuskan pergi ke tempat yang agak ramai untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, baru juga beberapa langkah gadis itu pergi, tiba-tiba tangan kanannya dicekal kuat oleh bule aneh itu.
“Don’t touch me!” (jangan sentuh aku!) bentak Kemala marah dan menarik tangannya kuat-kuat dengan kasar. “Don’t mess with me!” (Jangan macam-macam denganku!) ancam Kemala.
“I wanted you so much.” (Aku sangat menginginkanmu) ujar bule itu blak blakan dan hendak meraih tubuh Kemala ke dalam dekapannya.
Untungnya Kemala sigap menghindar dan menjauh dari sang bule. Namun pria tak dikenal itu tetap berusaha menangkap Kemala bagaimanapun caranya. Beruntung di detik terakhir sebelum tangan bule itu menyentuh tubuh Kemala, sebuah mobil Audi R8 warna abu-abu gelap datang dan hampir saja menabrak keduanya kalau saja mereka berdua tidak menghindar.
Kemala menghindar ke arah kiri dan sang bule menghindar ke arah kanan, mobil Audi tersebut berbelok ke arah kanan dan mengejar sang bule sampai pria itu terpojok dan tidak bisa melarikan diri. Mobil mewah tersebut nyaris menabrak pria yang hendak menyakiti Kemala tapi berhenti tepat 1 cm sebelum benda keras itu benar-benar menyentuh kaki sang bule.
__ADS_1
Lampu mobil menyala terang mengenai seluruh tubuh bule sehingga ia tak bisa melihat siapakah yang ada di dalam mobil Audi R8 yang akan menabraknya. Kemala tahu siapakah pengemudi mobil itu dan ia langsung berlari masuk ke dalam mobil tersebut sambil menatap benci bule yang mau berniat jahat padanya.
Begitu sang istri tercinta duduk disebelahnya, Richard dengan mata merah menyalanya mulai memundurkan mobilnya dan melaju kencang meninggalkan kota untuk menenangkan diri. Entah ke mana suami vampir Kemala ini membawa istrinya pergi, yang jelas Kemala sendiri masih was was kalau-kalau Richard lepas kendali dan menggagalkan misinya mendapatkan Vinot gara-gara si bangsaat bule itu.
“Kau tidak apa-apa Cagiya, apa ada yang terluka?” tanya Richard masih menatap lurus ke depan dengan mata merah menyalanya karena marah sambil mengemudikan mobilnya.
“Aku tidak apa-apa, tidak ada yang terluka. Justru yang kukhawatirkan adalah kau. Bagaimana keadaanmu?” tanya Kemala.
“Sangat buruk, cepat alihkan kemarahanku. Jika tidak aku bisa kembali dan membunuhnya sama seperti yang pernah kulakukan pada Vinot.” Suara tenor Richard berubah besar karena menahan amarah.
“Bagaimana caranya?” tanya Kemala bingung bagaimana mengatasi kemarahan suaminya agar mereda.
“Terserah, pakai cara apa saja. Ceritakan apapun yang bisa menghiburku!” pinta Richard.
Kemala baru sadar, kalau adegan ini juga pernah dialami Bella saat Edward marah karena wanitanya diganggu banyak pria-pria jalanan. Hanya saja cerita Kemala ini berbeda.
“Kenapa?” tanya Richard dengan ekspresi datar, ia hanya konsentrasi pada jalan karena ia mengemudi dengan amat sangat kencang.
“Karena ayam di Jepang diTERIYAKI. Kalau di Indonesia di Geprek saking budegnya, hehe.”
Candaan yang garing dari Kemala dan Richard hanya diam saja tanpa berkomentar apa-apa. Untuk sesaat, suasana diantara mereka berdua jadi hening, sepi dan sunyi. Hanya terdengar suara halus mesin mobil yang melaju kencang bagai badai angin.
“Apa kau sudah tenang?” tanya Kemala membuka pembicaraan.
"Belum," jawab Richard.
Sebenarnya, mereka berdua harus kembali ke kota tadi dan melanjutkan misi Kemala. Tapi sepertinya Kemala tidak bisa kembali jika melihat kondisi Richard saat ini. Jika memaksakan diri, tak menuntut kemungkinan masalah besar bakal terjadi. Setidaknya, Richard harus tenang dulu, barulah mereka bisa kembali melanjutkan misi.
“Kita tebak-tebakan saja kalau begitu. Jawab semua pertanyaanku, ya? Aku mulai.”Akhirnya Kemala menemukan ide untuk meredakan amarah suaminya meski ia tidak tahu apakah usahanya ini berhasil atau tidak. Namun, tak ada salahnya bila dicoba.
__ADS_1
“Oke!” cetus Richard masih tanpa ekspresi, syukurlah matanya tidak terlalu merah seperti sebelumnya.
"Kebo apa yang bikin lelah?" tanya Kemala antusias. Ia yakin suaminya tidak akan tahu jawabannya.
"KeBo-gor jalan kaki," jawab Richard dan sukses mengejutkan Kemala karena bisa menjawab dengan benar. Namun istrinya tidak menyerah dan memberikan tebakan lagi.
“Kenapa pohon kelapa di depan rumah harus di tebang?” tanyanya lagi.
“Karena kalau dicabut berat,” jawab Richard masih dengan muka datar.
“Kok kamu tahu?” Kemala kesal karena tebakannya mudah sekali ditebak.
“Aku kan bisa baca pikiranmu, Cagiya. Usahakan kau tak memikirkan jawaban saat kau memberikan pertanyaan padaku.”
“Lah aku lupa. Tapi sebelumnya kau tidak tahu jawabannya.”
“Aku hanya pura-pura. Setidaknya, pikiranku teralihkan pada apa yang kau pikirkan.”
Kemala mendengus kesal, tapi ia tidak mau menyerah. “Oke, satu pertanyaan lagi, kali ini aku tidak akan memikirkan jawabannya.” Kemala menghadap Richard dan mulai memberikan tebakan recehan lagi untuk menghibur suaminya. “Gajah, gajah apa yang bersih?” tanyanya antusias. Gadis itu yakin kali ini suaminya tidak akan tahu jawabannya.
Richard terdiam, ia tak bisa langsung menjawab karena istrinya tidak memikirkan apapun. “Gajah jadi-jadian,” jawab Richard ngasal dan itu membuat Kemala tertawa lepas karena merasa dirinya telah mengalahkan suaminya.
“Salah! Akhirnya, vampir bisa salah juga,” ledek Kemala sambil tertawa. Richardpun tanpa sadar tersenyum melihat istrinya bersemangat sekali memberikan tebakan untuknya. Dengan begini, suasana hati Richard sudah kembali tenang.
BERSAMBUNG
***
Hayo … ada yang bisa jawab pertanyaan Kemala wkwkwkwk, bantu Richard jawab ya, siapa tahu mobil audi r8 nya Richard bakalan dikasihkan ke kalian. Wkwkwkwk.
__ADS_1