
Duo keluarga bengek itu langsung memberikan ucapan selamat pada sang mempelai atas hari paling membahagiakan bagi pasangan suami istri yang baru saja menikah ini. Sayangnya suasana bahagia itu tidak berlangsung lama.
Tidak ada yang menyangka kalau dewan delegasi beserta anggotanya turut hadir serta dalam pesta pernikahan tanpa undangan. Tentu saja semua netra memandang lurus ke arah mereka yang harusnya, mereka tidak bisa hadir di negara tropis seperti ini.
Namun, sepertinya, mereka memakai peralatan pelindung khusus agar terhindar dari paparan sinar ultraviolet sehingga para vampir yang tak diharapkan kehadirannya bisa datang ke pestanya Richard dan Kemala.
“Siapa lagi mereka? Kenapa ada banyak orang aneh di dunia ini? Kau lihat pakaiannya? Memangnya desa ini desa Konoha apa? Kenapa mereka memakai pakaian ala ninja Konoha begitu?” pertanyaan Kemala malah membuat Richard tertawa.
“Mereka bukan ninja Konoha Cagiya. Mereka adalah dewan delegasi vampir. Yang paling depan adalah pemimpinnya sekaligus ayah dari Veronika.” Wajah Richard langsung berubah serius dan menatap ayah ibunya dengan tatapan tajam.
Para vampir itu sepertinya sedang bertelekomunikasi lewat pikiran mereka masing-masing. Melihat hal itu, Raja Salvataro turun tangan dan langsung menyambut kedatangan dewan delegasi vampir yang tak terduga. Mereka saling cuap-cuap sebentar sebelum masuk ke intinya. Sindiran pedaspun sempat dilontarkan sang pemimpin dewan delegasi itu pada Richard dan juga keluarganya.
“Hanya untuk inikah kalian menolak menikahkan Richard dengan putriku? Di mana Veronika sekarang? Aku dengar di nekat datang kemari untuk bertemu dengan kalian.” Tanya pemimpin dewan delegasi tersebut.
Deg! Jantung Kemala langsung berdetak sangat kencang. Ia menatap suaminya yang juga sama tegangnya dengan Kemala.
“Dia pergi bersama dengan Rexi, kami juga sedang menunggu kedatangan mereka berdua kembali,” terang raja Salvataro dengan tenang. Ia sama sekali tak takut pada vampir yang berdiri didepannya.
“Pergi ke mana? Aku tak bisa merasakan hawa keberadaannya.” Mata ketua dewan itu menatap tajam penuh makna pada Kemala.
Richard bertindak cepat dengan berdiri dihadapan istrinya untuk menghalangi pandangan mata dewan itu pada istrinya. Bisa gawat kalau bayi dalam kandungan Kemala bereaksi dan ketua dewan vampir itu tahu kekuatan anaknya.
“Kau tidak akan bisa merasakan hawa keberadaannya karena Rexi dan putrimu ada diduniaku!” seru Refald dengan lantang. Ia muncul dari balik punggung para tamu undangan yang tersebar dalam pesta pernikahan.
Semua orang yang hadir hanya diam menyimak obrolan para orang-orang yang menurut mereka aneh tanpa tahu bahwa mereka tengah berada dalam sekelompok vampir yang kapan saja bisa memangsa mereka semua. Mungkin mereka masih bingung tentang topik yang sedang di bahas para penghuni dunia lain ini. Mai heran tapi mereka belum paham.
“Siapa kau?” tanya dewan itu masih belum mengetahui siapa Refald.
__ADS_1
Tiba-tiba saja, beberapa petinggi dewan vampir mundur ke belakang menghindari tatapan mata Refald. Para petinggi tersebut pernah menyaksikan sendiri bagaimana kekuatan Refald saat memusnahkan Vinot beberapa bulan lalu. Refald bahkan menyembuhkan semua luka para vampir kala itu. Wajar kalau para petinggi itu tidak mau cari masalah dengan Refald.
“Kenapa kalian mundur? Ada apa dengan kalian? Dia hanya manusia, kenapa kalian takut padanya?” tanya ketua dewan vampir lumayan emosi karena bawahannya mundur alon-alon ketika Refald muncul.
“Yang mulia … apa Anda tidak tahu siapa dia?” tanya salah satu dewan delegasi tidak percaya bahwa ketuanya tidak tahu siapa Refald.
"Memangnya, dia siapa? Dia cuma manusia."
“Yang mulia, dia bukan manusia biasa. Dialah sang legenda yang ditakuti para iblis di dunia termasuk iblis Lucifer.”
Ketua dewan delegasi itu memicingkan mata seolah tak percaya pada penjelasan anak buahnya. Ia pun berbalik menatap kembali sosok Refald yang berdiri tak jauh didepannya dan seketika auranya sebagai raja dedemit mulai keluar. Refald menyunggingkan senyumnya ketika ayah Veronika itu sudah mulai menyadari siapa Refald sebenarnya.
“Tidak mungkin, anak ingusan sepertimu, mana mungkin menjadi raja demit. Ada apa dengan dunia manusia? Kenapa mereka memilih manusia sepertinya menjadi raja?” ujar ketua dewan itu seolah sengaja ia keraskan agar didengar banyak orang.
Tentu saja semua manusia yang hadir di sini termasuk emak-emak berdaster jadi bingung sendiri. Mereka mulai berbisik-bisik membahas identitas asli Refald dan juga keluarga Richard. Namun, bukannya khawatir identitas asli Refald terbuka, suami Fey malah tenang-tenang saja seolah tidak peduli pada semua orang yang hadir di sini tahu siapakah mereka sebenarnya.
“Richard, ada apa ini? Apa tidak apa-apa? Bagaimana kalau ayahku dan penduduk di desa ini tahu identitas aslimu?” tanya Kemala mulai cemas sendiri.
Anehnya, keluarga Refald seperti Leo dan yang lainnya tampak tenang-tenang saja dan malah menikmati semua makanan enak yang dihidangkan seolah yang sedang mereka hadapi saat ini bukanlah bahaya besar. Apalagi kalau Refald sudah turun tangan langsung. Semua anggota keluarganya tidak ada yang khawatir sama sekali.
“Oey Richard,” seru Leo pada sang vampir tampan. Tentu saja Richard dan Kemala langsung menoleh kearahnya.
“Ada apa?” tanya Richard, ia tidak kaget dengan perangai Leo yang santai tapi sebenarnya sangat berbahaya itu.
“Makanannya enak, boleh nanti aku bawa pulang, sepertinya tidak akan ada yang memakan makanan ini, sayang kalau dibuang,” ujar Leo penuh makna dan semakin membuat bingung Kemala serta para penduduk desa.
“Ambillah sesukamu, tapi sisakan untuk para tamu yang hadir di sini,” jawab Richard.
__ADS_1
“Mereka tidak akan sempat makan, percayalah padaku, apalagi si biksu tong itu sudah mulai beraksi.”
“Diamlah Leo! Atau kusumpal mulutmu sekalian etalibunmu kalau kau sampai buka suara lagi. Kau akan dapat giliran tersendiri nanti. Biarkan aku berkosentrasi!” sengal Refald dan Leo langsung diam. Matanya menatap Shena yang langsung memelototinya karena sudah bermulut ember.
Tak ada yang bisa dikatakan Kemala lagi mengenai situasi yang ada di sini. Ia hanya memikirkan ayahnya yang sama bengongnya dengan yang lain namun entah kenapa mereka semua tidak bisa bergerak ataupun bersuara seolah ada yang membungkam dan mengikat tubuh mereka.
Refald maju ke depan dan berdiri tepat dihadapan ketua dewan dan beberapa anak buahnya yang setia dan belum pernah melihat wajah Refald sebelumnya. Sedangkan beberapa yang lainnya tetap ada di belakang bahkan lebih menjauh lagi karena mereka tak ingin cari gara-gara dengan Refald. Sebab, mereka tahu betul seperti apa kekuatan Refald.
“Putrimu baik-baik saja, dia akan keluar dari dalam duniaku bila sudah waktunya tiba.” Refald memberitahu ketua dewan delegasi mengenai Veronika yang terkurung dalam lingkaran Izanami dan sekarang sedang dijaga ketat oleh pak Po dan Divani.
“Apa kau ingin aku percaya padamu?” geram vampir itu hendak menyerang Refald tapi tubuhnya seolah tertahan oleh dinding tak terlihat saat tangannya hendak menyentuh tubuh suami Fey.
“Terserah kau mau percaya atau tidak, itu bukan urusanku. Yang menjadi urusanku adalah kau mencoba merusak kedamaian dan ketenteraman di duniamu sendiri. Harusnya kau tak memaksakan pernikahan putrimu dengan pengeran Richard hanya karena ambisimu yang ingin menguasai klanmu. Richard bukan barang yang bisa kau manfaatkan untuk memperkuat kekuatanmu dengan menikahkannya dengan putrimu. Aku takkan biarkan kau merusak keseimbangan alam yang sudah kujaga selama ini.” Mata Refald menyala terang dan sukses membuat para dewan delegasi itu terlempar ke belakang beberapa meter dari tempat Refald berdiri.
Ayah Veronika itu bangkit dengan marah dan juga emosi apalagi tujuan utamanya memaksakan pernikahan Veronika dengan Richard telah diketahui Refald.
“Kurang ajar! Beraninya kau!” geram ketua dewan itu dan hendak menyerang Refald lagi.
Sayangnya vampir tamak itu bukanlah tandingan kekuatan Refald sehingga serangan apapun yang ditujukan pada sang raja demit tidak akan mempan.
"Membosankan, tidak ada tembak-tembakan!" gumam Leo yang berdiri di samping Shena lalu mencuri ciuman istrinya.
"Dasar gengster kurang kerjaan!" cetus Fey kesal dengan sikap Leo yang semakin tua, nggak ada akhlaknya semakin parah.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1