
Entah apa yang dilakukan keluarga vampir alias mertua Kemala di dalam rumah besar yang mereka singgahi tanpa permisi ini. Kemala bingung karena ini pertama kalinya ia menunggui vampir memangsa makanannya ditambah vampir mesumnya alias Richard tidak mau melepas pelukannya. Gadis itu harus memutar otak agar suaminya tidak mengajaknya membuat gempa tektonik di wilayah ini karena urusannya bisa runyam.
“Kenapa mereka lama sekali? Apa … mereka menghisap seluruh darah pemilik rumah ini?” tanya Kemala agak cemas dan mulai membayangkan yang tidak-tidak.
Dalam otak istri Richard itu sedang bergentayangan mayat-mayat tergeletak berserakan karena kehabisan darah dimangsa vampir. Dan besoknya pasti bakal menjadi berita heboh.
“Singkirkan pikiran jelekmu itu, keluargaku adalah keluarga yang bermartabat dan mereka tidak akan membunuh manusia. Sebab itulah aku sangat sopan dan tidak pernah menyakitimu. Kau tidak perlu khawatir Cagiya, mereka butuh waktu untuk mengembalikan keadaan seperti semula agar tidak meninggalkan jejak apapun. Walau darah yang mereka butuhkan jauh lebih banyak dari yang biasa ku makan. Mereka hanya akan mengambil 1 liter darah manusia untuk satu vampir. Tidak lebih dari itu,” terang Richard pajang lebar tapi ia segera menyadari sesuatu. Vampir tampan itu berbalik menatap bukit yang ada di belakangnya.
“Apa sebaiknya kita susul mereka, mungkin karena terlalu keasyikan sampai lupa waktu,” ujar Kemala paham akan kecemasan suaminya.
Matahari sudah hampir mau keluar dari sarangnya, tapi keluarga vampir Richard tidak ada tanda-tanda keluar. Untunglah beberapa saat kemudian, ayah dan ibu mertua Kemala membuka pintu utama rumah mangsa mereka tepat di saat Richard dan Kemala hendak menyusul masuk ke dalam. Richard dan Kemala saling pandang. Habis makan wajah indah raja dan ratu vampir sangat menakjubkan dan segar dilihat. Sama sekali tak seperti vampir pada umumnya.
“Sedang apa kalian berdua? Ayo kita ke hutan secepatnya, panggil kakak kakakmu yang lain untuk berkumpul juga di sana. Jangan sampai meninggalkan jejak,” pinta Salvataro pada putranya.
“Baik Ayah!” Richard melesat cepat sambil menggendong Kemala dipunggungnya dan pergi masuk ke dalam rumah-rumah warga satu per satu di mana ada saudara-saudara vampirnya di sana.
Kemala baru tahu, kalau kakak-kakak iparnya juga harus mendatangi rumah yang berbeda-beda karena mereka hanya bisa mengambil sedikit darah dari 1 manusia. Jika ingin lebih banyak maka mereka harus mencari manusia yang lain sampai mereka kenyang.
Ketika memasuki rumah terakhir, Kemala meminta suaminya untuk meminum darah pemuda tampan yang sedang tertidur lelap saat suaminya memberitahu Robert agar berkumpul di hutan yang sudah dijanjikan.
__ADS_1
“Minumlah darah pemuda ini? Kau pasti lapar, kan? Seluruh keluargamu sudah makan. Tinggal kau saja yang belum,” pinta Kemala.
“Tapi dia sudah tidak perjaka,” jawab Richard sambil tersenyum. “Kau tahu kalau aku hanya akan memangsa darah perjaka.”
“Darimana kau tahu? Memang kau pernah melihatnya berhubungan intimm dengan wanita?” tanya Kemala.
“Cagiya, ini Eropa, bukan Indonesia. Atau benua Asia bagian Timur. Ini kawasan budaya barat dimana para remaja masa kini kehidupan bebas itu hal yang biasa terutama dalam urusan ranjang. Hampir semua remaja sudah pernah melakukannya. Aku tidak mau … memakan makanan yang tidak sesuai dengan seleraku.”
Kemala terdiam, ia tak bisa berkata-kata kalau suami vampirnya itu sudah bicara seperti itu. Gadis itu tidak ingin memaksa lagi dan kembali naik ke punggung Richard untuk segera menyusul keluarganya berkumpul di hutan.
Begitu keduanya tiba, ayah Richard sedang membuat sebuah perangkap untuk memancing kehadiran Vinot. Tentu saja yang menjadi umpan utama adalah Kemala. Karena ini siang, maka ini saat yang tepat bagi Kemala untuk menebar bau tubuh dan darahnya di wilayah yang dipercaya sebagai tempat keberadaan Vinot.
“Kemala, apa kau siap? Katakan pada kami jika ada masalah,” ujar ibu mertua Kemala yang berdiri di samping suaminya.
“Tidak Ibu, aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku paham maksud kalian. Tugasku, hanya membawa vampir jahat itu kemari.” Meski takut, Kemala nekat memberanikan diri untuk bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
“Bagaimana kalau pancingan Kemala mengundang kedatangan vampir jahat lainnya, itu akan sangat merepotkan dan beresiko untuk kita?” Lagi-lagi Robert mengutarakan argument kontranya.
“Itu tugasmu dan saudara-saudaramu untuk menyingkirkan mereka dan hanya menyisakan Vinot saja. Kalian pasti bisa mengidentifikasi jenis mereka masing-masing dengan kekuatan yang kalian punya. Kita adalah vampir terkuat diantara vampir lainnya. Kita istimewa, ingat itu.”
__ADS_1
Ayah Richard memerhatikan putra-putranya satu persatu seolah sedang bicara melalui pikiran mereka masing-masing. Sejak diancam Richard, si kembar Rayen dan Ryan, tak berani dekat-dekat Kemala lagi. Mereka lebih banyak diam seperti biasanya dan selalu mendapat pengawasan ketat dari sang ayah.
Hanya tinggal Rexi saja yang tidak diketahui di mana keberadaannya. Namun, Salvataro sepertinya tampak tenang-tenang saja dan sama sekali tak membahas keberadaan putra sulungnya. Ada atau tidak ada Rexi dalam keluarga ini, sama sekali tidak berpengaruh apapun.
“Di tempat ini, kita harus mendapatkan Vinot dan menyerahkannya pada dewan delegasi vampir untuk diadili. Jangan sampai melenyapkannya tanpa izin dariku.” Salvataro membeberkan rencananya dengan sangat bijak dan tenang layaknya raja vampir sejati.
Dari kejauhan, Kemala sangat beruntung menjadi bagian dari keluarga vampir nan kompak itu. Ini pertama kali juga dalam hidupnya melihat keharmonisan dari sebuah keluarga sekalipun mereka semua bukanlah lagi manusia. Namun kebersamaan dan kekompakan mereka dalam mengatasi permasalahan membuat Kemala kagum pada keluarga vampir yang satu ini.
Jelas yang membuat kesalahan adalah Richard dan Kemala, tapi sebagai raja vampir, ayah Richard tidak menyalahkan suami Kemala ataupun Kemala sendiri atas kekacauan yang sudah mereka buat. Bisa saja Salvataro menghukum Richard atas kesalahannya, tapi hal itu tidak ia lakukan. Malah yang ada, sang raja vampir membantu putranya menyelesaikan masalah. Sungguh ayah yang penyayang, pengertian dan bijaksana.
Akhirnya, Kemala pergi ke tempat ramai di mana banyak sekali orang-orang melakukan aktivitas keseharian mereka. Tentu saja ia tidak pergi sendiri, suami tercintanya selalu setia menemaninya. Namun karena ini di siang hari, Richard hanya akan mengawasi istrinya dari kejauhan. Agar kulitnya tak terkena paparan matahari secara langsung.
“Kenapa si jahat Vinot itu memilih tempat terang dan panas begini. Richard tidak bisa keluar secara terang-terangan bersamaku,” gumam Kemala saat berjalan di keramaian sendirian. Mana ini pertama kalinya ia keluar negeri pula. Ada banyak sekali bule-bule yang membuat Kemala bingung sendiri karena ditatap aneh sama mereka.
“Helo Miss, mind if I squeeze in next to you?” (halo Nona, kau keberatan jika aku berada disampingmu? Tanya salah satu bule yang entah datangnya dari mana dan mulai mendekati Kemala.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1