Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 41 Te-Richard-Richard


__ADS_3

Tinggal di desa yang indah dan asri, tak menjamin kedamaian hidup bagi Kemala dan Richard. Ada saja cobaan dan gangguan menghiasi hari-hari mereka selama Richard menjalankan masa pemulihan. Hal itu dikarenakan, begitu semua wanita di desa ini tahu seperti apa wajah suami Kemala serta pesona yang dimiliki sang vampir tampan Richard. Mereka semua langsung terpesona sampai te-Richard-Richard.


Setiap hari ada saja ulah dan pola tingkah para ibu-ibu desa demi bisa melihat wajah tampan suami Kemala yang sangat paripurna dan sopan terhadap siapa saja. Contohnya seperti datang pagi-pagi ke rumah Kemala dan memberikan makanan yang mereka masak. Entah apa tujuan mereka bertingkah seperti itu, yang jelas Kemala jadi merasa tidak enak hati sendiri sekaligus juga keki.


Mau nolak pemberian mereka, sungkan. Di terima, bikin risih saja karena para wanita itu selalu mencari cara untuk mencuri pandang suami Kemala. Untungnya Richard hanya bersikap ramah sebentar setelah itu ia masuk ke dalam rumah dan tidak muncul lagi sampai para wanita yang datang kekediaman mereka pamit pergi.


Tak cukup sampai di situ. Ada juga yang beraksi jalan-jalan di depan rumah Kemala dan Richard mondar-mandir kesana-kemari lebih dari 100 kali sehari hanya untuk melihat pesona suami Kemala. Hal itu tidak terjadi pada satu wanita saja. Hampir semua kaum hawa di desa melakukan hal yang sama. Lama-lama, Kemala jadi dongkol sendiri melihat ulah para wanita yang berlebihan itu. Padahal mereka ada yang sudah berkeluarga meski tak sedikit pula yang single.


“Nggak di Indonesia, nggak di mana-mana, kenapa ada saja pelakor,” gumam Kemala pada dirinya sendiri setelah untuk kesekian kalinya ia mengintip dari balik jendela aksi ibu-ibu yang tebar pesona di depan rumahnya.


“Kau sedang apa?” tanya Richard sambil memeluk Kemala dari belakang. Tak lupa sang vampir juga mencium lembut pipi Kemala.


“Mereka semua benar-benar menyebalkan. Kau tidak boleh keluar rumah sebelum mereka pergi. Ada apa dengan mereka? Apa pasangan mereka tidak marah bila ibu-ibu bertingkah norak begitu hanya demi bisa melihatmu?” cetus Kemala mulai menunjukkan rasa cemburunya.


“Kau cemburu?”


“Aku tidak cemburu, karena aku tahu kau hanya mencintaiku seorang. Hanya saja, aku tidak nyaman dengan tingkah pola mereka. Memangnya, mereka tidak ada pekerjaan lain apa? Selain kepoin rumah dan suami orang?” bibir Kemala manyun ke depan saking kesalnya melihat wanita yang sedang mengintip rumah mereka.


“Biarkan saja, yang penting tidak mengganggu kita.”


“Tidak mengganggu bagaimana? Jelas mereka sangat menggangguku. Mereka menyukai suamiku. Masa aku tidak terganggu?” Kemala kesal. Tapi justru wajahnya terlihat imut kalau sedang kesal seperti itu.

__ADS_1


“Apa kita pindah tempat saja?” tanya Richard mencoba menenangkan kekesalan istrinya yang sedang dilanda cemburu.


“Tidak, kau belum sepenuhnya pulih. Hanya tempat ini yang bisa membuatmu bebas keluar disiang hari tanpa perlu takut identitas aslimu diketahui oleh orang lain. Aku rasa, aku yang terlalu berlebihan menanggapi mereka. Suamiku ini sangat tampan, jika mereka semua menyukaimu, artinya mata mereka normal.”


Richard tersenyum mendengar ucapan manis istrinya yang tidak berpikiran terlalu sempit. Vampir tampan itu membalikkan tubuh Kemala supaya menghadapnya lalu memberikan ciuman panas untuk ia pamerkan pada wanita-wanita yang ada di luar rumah mereka. Richard memang sengaja menyibak tirai jendela mereka dan memperlihatkan adegan ciuman mesra yang Richard berikan untuk Kemala. Tentu saja apa yang dilakukan vampir tampan itu tak disadari oleh Kemala karena terbuai akan cinta dan ciuman maut suaminya.


Ibu-ibu yang menyaksikan adegan hot itupun langsung berteriak histeris dan gigit jari. Sebagian bahkan ada yang berlari kembali pulang ke rumah sambil menangis karena iri.


Mereka semua mengeluhkan Kemala yang sangat beruntung bersuamikan seorang Richard dimana ketampanannya sukses menghipnotis kaum hawa yang ada di desa ini. Richard juga sukses langsung mematahkan hati mereka karena vampir itu menunjukkan secara terang-terangan bahwa hanya Kemala-lah satu-satunya wanita yang Richard cinta. Tidak ada wanita lain lagi di dunai ini yang bisa menggantikan posisi Kemala dalam hidup Richard.


Setelah selesai dicium suaminya, Kemala balik badan lagi dan menatap bingung para wanita yang tiba-tiba berlarian pulang kembali ke rumah mereka masing-masing. Biasanya, mereka tidak akan pergi sebelum melihat Richard walau hanya sedetik saja.


“Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka berlarian sambil menangis histeris begitu?” tanya Kemala bingung.


“Kau melakukan sesuatu pada mereka?” tanya Kemala curiga.


“Tidak, aku tidak melakukan apa-apa. Aku sibuk menciummu tadi, ayo kita lanjutkan di dalam. Atau tetap di sini saja?”


“Nggak ah, aku harus masak dan bersih-bersih rumah. Aku juga butuh berburu mangsa supaya kuat melayanimu setiap hari.” Tolak Kemala mentah-mentah ajakan mesumm suaminya. Iapun berjalan masuk ke dapur tapi diikuti Richard dari belakang.


“Ayolah, Cagiya. Sebentar saja. Setelah itu kau boleh masak dan bersih-bersih rumah seperti yang kau inginkan.” Richard berusaha terus merayu istrinya.

__ADS_1


“Lalu kau? Bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan setelah ini?” tanya Kemala. Sebab, suaminya ini memang tidak melakukan apa-apa selagi mereka tinggal di sini tapi punya banyak uang untuk memenuhi kehidupan sehari-hari Kemala. Istri vampir itu khawatir, kalau seperti ini terus, orang akan curiga.


“Ehm … aku akan pergi bekerja setelah ini. Untuk menghidupi istriku.” Richard tertawa dengan ucapannya sendiri dan Kemala tahu kalau hal itu tidak benar-benar dilakukan oleh seorang vampir seperti Richard.


Mana ada vampir bekerja? Yang ada hanyalah mencari mangsa dan yang dicari oleh Richard adalah perjaka ting-ting. Sayangnya, di negara ini, susah sekali mencari perjaka yang belum pernah tersentuh oleh wanita. Hanya ada anak-anak di wilayah sini dan Richard jelas tak tega mengambil darah mereka.


Akhirnya, cara paling aman agar kekuatan Richard bisa sepenuhnya kembali adalah, memangsa binatang buas yang ada di hutan sebagai ganti manusia seperti beruang Grizzly, Harimau, Serigala dan Singa serta binatang-binatang buas lainnya. Itulah yang dilakukan Richard setiap hari seolah ia sedang pergi bekerja, dan akan kembali di siang atau di sore hari.


***


Suatu hari, Kemala berbelanja di sebuah toko untuk membeli sabun dan beberapa kebutuhan lainnya. Tiba-tiba saja, seorang ibu-ibu mendekatinya dan berkata pedas pada Kemala.


“Enak sekali punya suami tampan tapi, cuma bisa mengurung diri di rumah,” ujar wanita itu pada temannya sengaja menyindir Kemala.


"Ya enaklah, kalau disuruh keluar takut diembat yang lain kali," celetuk wanita lainnya dan Kemala tahu, bahwa dua wanita tersebut sedang menyindirnya.


Kemala sudah biasa di sindir, di hina, direndahkan saat ia tinggal di negaranya sendiri. Jadi, ia tidak ambil pusing jika di negata lain, ia diperlakukan sama. Hal itu sudah biasa bagi Kemala.


"Permisi," ujar Kemala amat sangat ramah dan bahkan melempar senyum pada dua wanita yang entah mengapa tampak sangat membencinya.


Sementara di luar jendela, sepasang mata merah menyala, menatap marah dua wanita yang mencoba menyakiti hati Kemala.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2