
Fey dan Refald langsung mendekat ke arah Richard yang sedang menggendong istrinya karena pingsan. Mereka berdua memeriksa keadaan Kemala. Richard semakin kagum pada pasangan raja dan ratu dedemit itu. Gelar tersebut memang pantas disematkan pada Refald dan Fey yang tahu segalanya bahkan sebelum kejadian yang ada di sini terjadi.
Sebelumnya, saat masih dikediaman Refald dan Fey. Raja demit itu memberitahu Richard tentang apa yang akan dialami Kemala saat mengandung anak vampir mengingat Kemala hanyalah manusia biasa. Berbeda kasus dengan Bella dan Edward. Kehamilan Kemala terbilang panjang dan terlama dalam sejarah dunia pervampiran.
Tidak bisa dipastikan apa penyebabnya, yang jelas Richard memang vampir yang berbeda dengan para vampir lainnya. Makanya ia punya keistimewaan tersendiri termasuk proses kehamilan sang istri yang notabennya sangat mustahil bagi manusia bisa melahirkan bayi vampir dalam keadaan selamat.
“Apakah terlalu berbahaya bagi Kemala, Raja?” tanya Richard mulai mengutarakan rasa gundah gulananya selagi Kemala tidak ada di sini. “Aku tak mau kehilangan dia, Raja. Jika disuruh memilih, tidak memiliki keturunanpun tidak apa-apa, yang penting aku bisa bersama Kemala selamanya dalam kehidupan fana ini.” Curhat vampir itu saat ia dan Refald bicara 4 mata. Inilah alasan Refald meminta sang istri mengajak Kemala jalan-jalan dan bersenang-senang.
“Istrimu akan menua Pangeran, dan dia akan menghadap Yang Maha Kuasa bila waktunya tiba. Apa dia tahu itu?” Refald malah balik bertanya, tapi ekspresi wajahnya tampak tenang-tenang saja.
“Kami tidak pernah membahasnya. Kami terlalu larut dalam kebahagiaan sebagai sepasang suami istri. Sampai aku lupa kalau aku adalah makhluk abadi. Bagiku tidak masalah, dengan penuaan yang akan dialami Kemala, tapi … jika dia pergi meninggalkanku lebih dulu. Itu yang tidak bisa aku terima Raja.”
Refald tersenyum seolah masalah yang dihadapi Richard bukanlah masalah yang besar. Hampir sama dengan kehidupan Refald sebenarnya. Bedanya, dengan kekuatan yang dimiliki Refald sekarang, baik dirinya dan Fey bisa tetap awet muda meski mereka hidup ratusan tahun lamanya. Bahkan yang lebih menakjubkan, Refald dan Fey bisa memilih kapan kematian mereka sendiri. Apalagi, Refald dan istrinya sama-sama keturunan Raja. Sama-sama manusia dan mereka memang ditakdirkan sebagai pasangan suami istri.
“Ada banyak jalan menuju Roma Pangeran, dan tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Kau punya 2 jawaban untuk masalah perbedaan dunia diantara kalian. Pertama, jadikan Kemala sama sepertimu. Simple, tapi dalam dan berat untuk Kemala. Kedua, biarkan dia pergi dan bereinkarnasi menjadi manusia kembali dan kau bisa merajut cintamu lagi bersamanya. Hal itu akan berulang sampai akhir dunia ini tiba. Tapi, berat bagimu jika melakukannya. Semua keputusan ada ditanganmu Pangeran, kau tinggal pilih saja yang mana.”
Richard mengangguk paham. Namun yang ia cemaskan sekarang bukan itu. Melainkan masalah yang akan dihadapi istrinya yang kini sedang mengandung buah cinta mereka.
“Lalu … bagaimana dengan buah hati kami? Bagaimana jika dia menyakiti Kemala?” tanya Richard masih mencemaskan istrinya.
“Bayi yang dikandung istrimu, adalah setengah vampir dan setengah manusia. Massa adaptasinya menjadi manusia telah habis. Kau datang kemari tepat waktu Pangeran. Sebentar lagi, reaksi jiwa vampirnya akan muncul dan Kemala yang tak pernah mengalami kejadian seperti ini dalam hidupnya pasti akan terkejut dan shock. Tugasmu adalah menenangkan dan mengendalikan putramu. Kau tahu apa maksudku, kan? Karena kau ayahnya. kau pasti bisa membaca pikirannya.” Refald memberikan penjelasan yang masuk akal bagi dunia Richard dan masalahnya.
Dua pria dengan jalur yang berbeda tapi sama-sama punya kekuatan masing-masing di dunia mereka saling menertawai diri mereka sendiri. Refald yang lebih dulu punya anak, paham akan perasaan Richard saat ini. Sebab itulah ia siap membantu Richard bila diperlukan. Apalagi, Fey istrinya, penggemar para vampir tampan dan kisah cinta mereka.
Tak heran bila Fey mudah akrab dengan Kemala. Dihadapan istri Richard ratu demit itu tampak biasa, tapi didalamnya, ia jingkrak-jingkrak saking senangnya bisa melihat tokoh Bella Swan dalam dunia nyata dan benar-benar ada,
Richardpun paham dan sangat mengerti penjelasan Refald serta apa yang harus ia lakukan setelah ini, karena itulah ia sudah siap siaga dalam menghadapi kemunculan jiwa vampir buah hati pertamanya bersama Kemala. Refald juga sigap dalam memberikan bantuannya termasuk saat Fey terlempar ke udara dan hampir menabrak dinding kaca.
__ADS_1
Kini raja dan ratu demit itu mencoba memeriksa kondisi Kemala dengan memberikan pertolongan pertama. Beberapa saat kemudian, Kemala tersadar dan membuka matanya. Ia masih bersandar dipelukan Richard. Mereka semua sudah kembali ke kediaman Refald dan Fey.
“Ada … di mana kita Richard?” tanya Kemala karena orang pertama yang ia lihat saat membuka mata adalah suaminya.
“Masih dikediaman raja dan ratu demit Cagiya. Malam ini kita akan bermalam di sini sampai kau pulih total.
“Memangnya apa yang terjadi padaku?” tanya Kemala mencoba mengingat apa yang terjadi.
“Tidak apa-apa, ini hal yang wajar terjadi karena kau sedang mengandung bayi vampir.” Richard memeluk tubuh istrinya yang lemah. “Maafkan aku Cagiya, ini semau salahku. Harusnya … kau bisa hidup bahagia lebih dari ini. Kini kau harus mengalami banyak kesulitan karena hamil anakku.”
“Apa yang kau bicarakan itu? Bayi ini bukan hanya anakmu, dia anakku juga. Tak peduli dia vampir atau manusia atau setengah vampir dan setengah manusia, dia tetap anakku. Anak kita, buah dari cinta kita berdua. Kenapa kau bicara seolah tak menginginkan keberadaannya?”
“Bukan begitu Cagiya, aku hanya tidak ingin kau kenapa-napa. Aku bahagia kita akan punya anak, tapi aku tidak rela kalau kau jadi tersiksa karenanya, nyawamu dalam bahaya. Bayi kita bisa membunuhmu kapan saja,” terang Richard.
“Jika aku harus mengalami kesulitan karena hamil anak vampir, aku terima. Aku akan berusaha keras jadi ibu yang terbaik untuknya meskipun aku hanyalah manusia biasa. Aku tidak peduli pada apapun sekalipun aku harus kehilangan nyawaku. Tidak ada yang kusesali, aku akan melahirkan bayi ini. Kau tidak bisa melarangku.”
Keputusan Kemala yang ingin mempertahankan kandungannya memang sangat berat dirasa, tapi Kemala sama sekali tidak keberatan. Kemala juga punya ibu, meski ibunya tidak ada disiinya, ia bisa tumbuh dengan baik. Kemala juga berharap, jika memang sesuatu yang buruk terjadi pada Kemala, ia ingin anaknya juga tetap bisa hidup dengan baik. Richard jadi tidak enak sendiri. Ia ikut bangun dan memeluk tubuh Kemala dari belakang.
“Maaf Cagiya, bukan maksudku membuatmu marah. Aku sangat mencintaimu lebih dari apapun. Aku bahagia karena kau memberikanku kehidupan sempurna bahkan setelah aku mati. Menjadi seorang ayah, sama sekali tak pernah terpikirkan dalam benakku. Namun sekarang kamatianku ini serasa sempurna. Jika aku kehilanganmu, maka aku akan lenyap juga. Tidak ada gunanya aku ada di dunia ini tanpamu Kemala.” Richard menyandarkan kepalanya di punggung istrinya seolah enggan melepaskan pelukannya.
“Kita akan tetap bahagia Richard. Kau tahu yang terbaik untukku dan untuk anak kita. Kau pasti bisa menjagaku dan juga menjaga buah hati kita. Jangan lemah Richard. Jika kau lemah maka akupun tak punya kekuatan untuk mengarungi ini semua bersamamu.” Kemala balik badan dan ganti dia yang memeluk suaminya. Suasana diantara mereka berdua sungguh haru dan bikin baper saja.
Suasana mengharukan itu bahkan sampai pada Refald dan Fey yang ada di ruangan lain. Mereka berdua merasakan betapa sendunya aura cinta Richard dan Kemala saat ini. Cinta terlarang antara vampir dan manusia, bisa menyatu dalam ikatan cinta yang amat kuat bahkan maut seolah tak bisa memisahkan mereka.
“Kau mau menangis?” tanya Refald pada istrinya. Keduanya duduk saling berhadapan ditepian tempat tidur mereka. “Harusnya tak kubiarkan kau menguping pembicaraan pasangan suami istri lain di rumah kita, itu tidak sopan,” ledeknya dan Fey memonyongkan mulutnya.
“Kisah cinta mereka begitu mengharukan. Aku kira … hanya aku yang mengalaminya saat merajut cinta bersamamu. Ternyata, ada yang sama denganku. Bahkan dunia mereka juga berbeda. Masih mending aku karena kita berdua masih sama-sama manusia.”
__ADS_1
“Kau benar Honey. Jika saja waktu itu aku tidak membuat perjanjian pernikahan ghaib dengan kakek, maka kau dan aku akan mengalami nasib sama seperti halnya Richard dan Kemala. Namun, badai kita sudah berlalu Honey. Kita bisa bersama hingga sekarang karena kekuatan cinta kita berdua tak pernah pudar. Sini … menangislah dibahuku.” Refald menyodorkan bahunya sambil membuka kancing bajunya.
“Kenapa kau buka baju?” tanya Fey sambil memicingkan mata.
“Ayolah Honey, masa kau tidak mengerti?” tanya Refald sambil mengedipkan mata. “Setelah kau selesai menangis, kau harus memberiku nutrisi yang cukup.”
“Dasar mesuum! Pergi sana! Aku tak perlu menangis dibahumu! Dasar mesummm!” Fey melempari Refald dengan bantal sementara Refald sendiri malah tertawa dan menghindari serangan istrinya. Iapun sigap balik menyerang Fey sehingga adegan maju mundur cantik dan pengisian amunisi untuk Refald tak bisa terelakkan.
***
Sementara di kamar Richard, tiba-tiba saja Kemala mual dan ia langsung lari ke kamar mandi. Hal itu membuat Richard cemas. Sebab semua makanan yang ada dalam perut Kemala keluar tak bersisa seolah menolak makanan itu masuk ke dalam perutnya.
Tubuh gadis itu jadi lemas dan terpaksa Richard kembali menggendongnya dan meletakkannya di tempat tidur. “Kau tidak apa-apa Cagiya? Kuambilkan minum, ya?”
“Tidak!” seru Kemala. “Aku … haus,” ujarnya sambil memegangi leher.
Sepertinya, Kemala haus bukan karena ingin minum air, tapi ia menginginkan sesuatu yang bisa menghilangkan dahaganya. Gadis itu berlari ke arah pintu dan membuka pintu kamarnya. Ia menuju ruangan Refald dan Fey yang letaknya ada di lantai paling atas.
Entah bagaimana bisa Kemala tahu lokasi kamar raja dan ratu demit itu. Padahal ia tak pernah diberitahu, begitupula dengan Richard. Wanita yang sedang terpengaruh akan kekuatan jiwa vampir dalam kandungannya itu hendak menggedor pintu kamar Refald yang sedang berindehoi ria di dalam.
“Cagiya, jangan! Hentikan, kita cari darah yang lain. Ada banyak binatang buas di hutan ini, ayo kita pergi! Jangan di sini! Raja bisa marah padamu!” cegah Richard datang tepat waktu sebelum istrinya sempat mendobrak pintu.
“Aku haus,” ujar Kemala masih dengan mata memerah.
“Aku tahu, ayo kita menghilangkan rasa hausmu. Aku akan mengajarimu. Jangan berbuat seperti ini lagi, oke. Ini sama sekali tidak sopan dan sangat merendahkan citraku sebagai vampir sopan. Kita akan berburu bersama. Kebetulan aku juga lapar.” Richard mencoba membujuk istrinya. Perlahan, mata merah Kemala berubah warna menjadi keemasan sama seperti mata Richard.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***