Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 60 Flashback 1


__ADS_3

Richard masih betah berdiri menatap jendela kamar istrinya yang mulai dimatikan lagi sebagai pertanda kalau Kemala sudah benar-benar tidur. Vampir tampan itu memejamkan mata dan mencoba mengasah kemampuannya berteleportasi apakah masih bisa digunakan apa tidak.


Dan ternyata masih bisa, tapi tidak dalam jangka jarak jauh. Richard hanya bisa berteleportasi dalam jarak dekat saja. iapun langsung muncul di samping istrinya yang terlelap. Mencoba mengelus pelan perut rata Kemala dengan lembut dan penuh kasih sayang. Ia senang karena ia bisa merasakan kehadiran buah hatinya dengan Kemala meski belum terlalu kuat, padahal ini sudah 6 bulan masa kehamilan sejak pertama kali Richard merasakan keberadaan calon anaknya.


Kebanyakan para hampir, rata-rata hamilnya hanya 3 bulan dan langsung melahirkan. Namun, khusus untuknya, kehamilan Kemala bisa lebih dari 9 bulan. Richard jadi teringat akan ucapan Raja demit bahwa kehamilan Kemala adalah kehamilan terlama dalam sejarah dunia pervampiran. Dan itu adalah takdir yang tidak bisa diubah oleh siapapun.


Richard melihat Kemala mulai tergolek, dalam tidurnya ia memanggil nama suaminya. Vampir tampan itupun tersenyum dan mencium kening Kemala dengan mesra. Anehnya Kemala langsung terlelap lagi. Tak ingin mengganggu tidur lelap istrinya, Richardpun kembali ke istananya di mana Gilberto sedang menanti untuk mendengarkan kisah tuannya selama 6 bulan terakhir ini.


“Kenapa Yang mulia tidak memanggil kami saat Anda dalam masalah, bagaimana nasib Anda bila raja demit tidak datang?” tanya Gilberto ingin tahu. Ia juga sedih karena Richard tengah kehilangan separuh kekuatannya.


Dengan santai,. Richard duduk di kursi kebesarannya masih dengan bertelanjang dada. Ia sengaja tidak memakai baju karena ia suka.


“Aku hanya berpikir, seandainya saat itu aku dan keluargaku lenyap, maka kau bisa menjaga Kemala dan buah hati kami untukku, Gil.” Richard mulai menjelaskan, ekspresinya terlihat sedih. “Jika aku memanggil kalian, tak menuntut kemungkinan kalian semua juga akan lenyap bersamaku. Kalau sudah seperti itu, siapa yang akan menjaga keluarga kecilku? Vinot bukan sembarang vampir jahat. Dia calon raja vampir jahat yang terpilih dari kelompok vampir jahat lainnya. Dia vampir jahat modern dimana kalau ia terus dibiarkan maka aku dan para vampir baik lainnya akan lenyap.”


Gilberto tercengang mendengar penjelasan awal tuannya. “Separah itukah ancaman kehadiran seorang Vinot dalam dunia pervampiran, Yang mulia?”


“Ehm, semasa hidup, putra Kepala desa itu memang berhati jahat, tak hanya melecehkan banyak wanita, ia juga kasar pada siapa saja termasuk kedua orangtuanya sendiri. Penampilan luarnya saja yang tampak kalem, tapi dalamnya berhati iblis. Tak heran bila saat dia menjadi vampir, Vinot tergolong vampir yang jahat. Ditambah ia memiliki pengetahuan dalam bidang teknologi. Vinot sengaja memanfaatkan pengetahuan yang ia peroleh saat menjadi manusia untuk membuat senjata dimana para kekuatan vampir lama bisa dilumpuhkan olehnya dengan mudah. Kalau hanya mengandalkan kekuatan vampir jelas kalah.”


Gilberto mengangguk paham. Pantas saja, Raja dan Ratu vampir yang terkenal kuat, bisa dikalahkan oleh Vinot. Begitupula dengan Richard. Richardpun menceritakan apa yang terjadi kala itu.


***


Setelah mengantar Kemala pulang ke Indonesia, Richard datang dan memburu Vinot di Alaska. Vampir jahat itu ternyata merancang sebuah teknologi canggih di mana para vampir bisa tahan terhadap sinar matahari sehingga mereka tak perlu khawatir keluar di siang hari apalagi bila terkena matahari.


Dengan begitu mereka bisa memangsa siapa saja dan pastinya tak terkalahkan. Richard datang tepat waktu saat Vinot hendak mengaktifkan teknologi ciptaannya kepada sekutu vampir jahatnya. Dengan kekuatan Richard ia mampu membakar sekumpulan vampir jahat hingga mereka menjadi abu.


Hanya Vinot saja yang selamat kala itu dan Richard takkan membiarkan Vinot kabur lagi atau malapetaka akan menimpa dunia dan klannya. Hampir saja Richard menang. Namun, di detik-detik terakhir, Vinot menjebak Richard dengan pura-pura menyerah lalu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menyuntikkan sebuah suntikan berbahan kimia ciptaan Vinot ke salah satu bagian tubuh Richard.


Seketika Richard menjadi lumpuh total setelah cairan yang entah apa saja bahan dan isinya disuntikkan ke tubuh Richard. Ia jatuh ke tanah dan tidak bisa lagi bergerak. Melihat musuhnya kalah, Vinot hendak membakar tubuh Richard dengan korek yang ia bawa.

__ADS_1


“Tamat sudah riwayatmu. Tapi kau jangan khawatir, aku akan menggantikanmu untuk menjadi suami Kemala. Selama ini hanya kau saja yang bisa tinggal di negara tropis. Tapi sekarang tidak lagi, aku sudah menciptakan teknologi canggih yang bisa melindungi kulit vampir dari sengatan matahari. Kami akan tampak terlihat normal seperti manusia. Dan abadi selamanya. Hahahaha …” Vinot tertawa lantang tepat dihadapan Richard yang tak bisa bergerak ataupun bersuara.


Saat itulah Richard merasa sangat putus asa. Dalam pikirannya hanya ada Kemala dan memikirkan bagaimana nasib istrinya bila benar kehadiran Richard di muka bumi ini bakal segera berakhir. Vampir tampan itu bingung tidak tahu apa yang harus ia lakukan dan pada siapa ia harus minta bantuan.


Waktu itu, Richard bisa saja memanggil Gilberto dan pasukannya untuk menolongnya, tapi tak menuntut kemungkinan mereka juga akan dilenyapkan dengan cara sama oleh Vinot seperti yang vampir jahat itu lakukan padanya. Ditengah keputus-asaan itu, tiba-tiba Richard merasa ada suatu getaran yang menarik seluruh kekuatan Richard dari dalam tubuhnya.


Getaran tersebut bagaikan sengatan listrik dalam kapasitas besar sampai bumipun bergetar. Pohon-pohon di sekeliling Richard juga ikut bergetar layaknya gempa terbesar. Bahkan burung-burung dan binatang yang ada di sekeliling Richard langsung berlarian menjauh.


Baik Vinot dan Richard, langsung bingung dengan apa yang terjadi di sini. Yang pasti, kekuatan Richard semakin lama semakin melemah. Kesadarannya memudar, ia sempat melihat Vinot mendekat kearahnya sambil menyalakan korek api. Sudah bisa ditebak apa yang akan dilakukan vampir jahat itu padanya.


Aku … mencintaimu, Kemala … jika kita tidak bisa bersatu di kehidupan ini, maka … akan kupastikan kita akan bersama selamanya di kehidupan berikutnya … selamat tinggal Cagiya …, jerit Richard dalam hati.


“Kau akan tetap bersama Cagiyamu dalam kehidupan ini, Pangeran Richard! Tenang saja!” seru seseorang dengan lantang dan langsung menendang kepala Vinot hingga tubuh vampir jahat itu terpental jauh ke belakang dengan jarak hampir 2 km.


Tubuh vampir Vinot baru berhenti melayang ketika menabrak sebuah batang pohon besar hingga tumbang. Seseorang yang baru saja datang itu mendaratkan kakinya tepat di depan Richard dan menurunkan seseorang lainnya.


Begitu ratu demit itu turun dari gendongan suaminya, Fey langsung meminumkan sebutir obat berwarna hitam tepat sebelum Richard kehilangan kesadaran. Begitu obet aneh itu diminumkan, kesadaran Richard kembali. ia juga bisa bergerak seperti sedia kala meski kekuatannya tetap berkurang setengahnya.


Beberapa pasukan demit Refald datang bersamaan dan mereka melayang-layang di udara tepat diatas kepala Refald, Fey dan Richard. Mereka semua siap berperang menghadapi vampir jahat Vinot yang nyatanya sangat sulit dikalahkan.


“Kau tidak apa-apa? Apa ada yang kau rasakan?” tanya Fey ingin tau reaksi obat yang ia berikan pada Richard atas perintah suaminya.


“Jauh lebih baik Ratu, tapi sepertinya kekuatanku berkurang setengahnya,” jawab Vinot lemah.


Fey menatap Refald meminta penjelasan soal hal ini. “Dia tidak apa-apa Honey, itu efek karena sebentar lagi, Pangeran Richard akan jadi seorang ayah. Sama sepertiku,” jawab Refald dan langsung mencium istrinya tepat dihadapan Richard yang sedang shock berat.


“Benarkah Refald? Istri Pangeran Richard hamil?” tanya Fey senang.


“Kapan aku pernah berbohong, sudahlah jangan bicara dulu sebelum aku selesai menciummu,” cetus Refald dan melanjutkan aksi encumnya.

__ADS_1


Richard tertegun, ia bukan shock karena melihat adegan vulgar didepannya, tapi karena ia baru tahu kalau dirinya akan menjadi seorang ayah yang artinya, Kemala sedang hamil buah cinta pertama mereka.


“Wahai yang mulia Raja demit mesumm Mirza Banta, titahkan perintah Anda pada kami, mau sampai kapan kami melayang di atas sini, Raja. Kasihan si vampir, mukanya langsung pucat bagai mayat melihat Anda berciuman mesra dengan Ratu. Kalau kami sih sudah terbiasa melihat kemesumann Anda berdua, tapi tidak dengan si vampir. Anda jangan memberikan contoh yang tidak baik untuknya Raja,” protes pak Po keki juga melihat kelakuan Raja dan Ratu demitnya.


“Oey pak Po! Dia itu vampir, bukan manusia. Wajar kalau wajahnya pucat bagai mayat. Akan ku urus kau nanti! Lihat saja, akan kupisahkan kau dan istrimu sepulang dari sini!” ancam Refald geram dengan anak buahnya yang suka protes itu.


Seketika pak Po langsung ciut dan melayang turun ke depan Refald. “Lah, ya jangan dong Raja, astaga tadi saya cuma bercanda!” bujuk Pak Po.


“Syukurin! Makanya jangan culas!” bentak Fey yang langsung digendong Refald pergi untuk menyerang Vinot yang hendak melarikan diri.


Refald mulai beraksi memperlihatkan siapa dia dan seperti apa kekuatan dari seorang raja dedemit. “Kepung dia! Jangan biarkan mereka lolos!” seru Refald pada semua pasukan dedemitnya.


“Lalu saya bagaimana Raja!” teriak pak Po sambil menyusul Refald.


“Kalau kau bisa dapatkan vampir menyebalkan itu! Kuampuni kau!” sentak Refald kali ini dengan wajah serius.


“Siap Raja! Laksanakan!” pak Po pun melesat lebih cepat ketimbang yang lainnya dengan semangat 45 tanpa tahu rajanya itu punya maksud tersembunyi. Sepertinya, Refald senang sekali mengerjai pak Po yang bloon itu.


Dari belakang pak Po, Refald memberi tanda pada pasukannya untuk berhenti mengejar dan membiarkan pak Po maju sendirian mengejar Vinot yang hampir saja ia dapatkan.


“Ayo teman-teman! Bantu aku kepung vampir nggak guna itu! Bikin repot demit saja!” seru pak Po dengan lantang tanpa ia tahu kalau ia sedang melesat sendirian. Tidak ada siapa-siapa dibelakangnya. Dan pak Po baru sadar ketika Vinot berhenti berlari dan malah menghadang langkah pak Po karena ia seorang diri.


Pak Po pun ikut berhenti dan menatap sekeliling. “Lah yang lain kemana?” tanya pak Po bingung sndiri karena rupanya ia dikerjai Refald.


“Haahahaha … orang yang kau sebut Raja itu, telah meninggalkanmu, kenapa kau bodoh sekali, ha? Matilah kau sekarang!” Vinot berteriak kencang dan ia melemparkan sebuah bom granat berisi bahan kimia khusus ciptaannya sehingga agak berbeda dengan bom granat yang diciptakan manusia.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2