
Kemala memasang wajah garang pada suaminya. Kemarahan Kemala yang ditinggal Richard 6 bulan lamanya dan dalam keadaan hamil pula membuat wanita cantik itu ingin terus menghukum suaminya. Meski berkali-kali Richard menjelaskan alasan kenapa ia pergi selama itu dan tidak memberi kabar sama sekali, tetap membuat Kemala masih serasa sakit.
“Ayolah Cagiya, jangan marah lagi.”
“Kau kau tidak ingin aku marah, kembalikan waktu 6 bulanku tanpamu. Kau bisa?” tantang Kemala.
“Aku janji aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Sungguh!” Richard bersumpah dengan mengangkat satu tangannya dan membentuk jarinya seperti huruf V.
“Mudah sekali bagimu untuk berjanji. Apa kau tahu apa yang kupikirkan setiap harinya saat kau tidak ada? Aku kira kau sudah lupa padaku. Aku kira kau bosan denganku, aku kira kau menemukan wanita lain yang jauh lebih baik dariku. Aku kira aku hanyalah beban masalahmu dengan perbedaan dunia kita. Hanya itu yang ada dipikiranku selama kau tak memberikan kabar apapun. Ingin rasanya menyusulmu tapi aku tak tega meninggalkan ayahku. Tidakkah kau kejam padaku Richard? Jika kau sakit, kau bisa berbagi rasa sakit itu denganku. Setidaknya beri kabar tentang keadaanmu selama aku tak bersamamu. Kau hanya berkata-kata manis saja saat kita berpisah tapi yang kau berikan padaku hanyalah kepahitan belaka.”
Akhirnya Kemala melupakan seluruh amarah yang ia pendam selagi Richard menghilang dari hidupnya selama 6 bulan lamanya. Curahan hati seorang istri yang ditinggal pergi cukup menohok bagi seorang Richard. Iapun jadi merasa bersalah dan tiba-tiba saja, Richard berlutut dihadapan Kemala.
“Maafkan aku Cagiya. Sungguh aku minta maaf karena telah mengabaikanmu. Sungguh ... yang kau pikirkan tentangku tidaklah benar. Begitu kehadiran buah hati tumbuh dalam rahimmu. Separuh kekuatanku menghilang. Waktu itu … aku hampir saja kalah dari Vinot. Beruntung raja demit Refald beserta istri dan pasukannya datang menolongku. Mereka bertarung dengan Vinot dan vampir jahat itu berhasil dilumpuhkan.
“Bertepatan dengan itu, dewan delegasi datang dan membereskan Vinot dengan membakarnya menjadi abu disaksikan oleh raja demit yang menolongku tadi. Dia juga yang membantu mengobati lukaku dan luka kedua orangtuaku. Dan dia pula yang mengusulkan bahwa aku harus mulai belajar menjadi vampir modern.”
“Raja demit?” tanya Kemala bingung saat Richard menyebut nama ‘raja demit’.
“Ceritanya sangatlah panjang. Tapi dia cukup andil dalam hubungan kita. Alasan aku ada di sini dan bertemu denganmu, itu juga atas usulnya. Lain kali jika ada waktu, kita undang raja demit dan istrinya ke istanaku. Kau bisa lihat sendiri seperti apa dia.” Richard menatap Kemala yang tak bergeming dari tempatnya.
“Sekarang bagaimana?” tanyanya.
__ADS_1
“Bagaimana apanya?” Kemala malah balik bertanya.
“Kau sudah memaafkanku?” Richard memasang wajah melas bagai bayi yang imut banget.
“Bangunlah, jangan berlutut seperti itu.”
“Aku akan bangun kalau kau sudah memaafkanku.”
“Bangunlah dulu!” decak Kemala kesal juga dengan vampir bandel yang satu ini.
Melihat istrinya sudah keluar tanduk lagi, Richard akhirnya bangun. Dalam diam, Kemala meraih satu tangan suaminya dan membawanya keluar kamar. Kemala membuka pintu keluar rumahnya dan tanpa dinyana-nyana, gadis itu mendorong tubuh suaminya keluar rumah lalu menutup pintu rumahnya dan menguncinya rapat-rapat.
Dengan kata lain, Richard diusir paksa oleh istrinya sendiri. Kagak bilang-bilang pula kalau mau diusir. Kasihan sekali si vampir tampan Richard ini.
Richard langsung bengong melihat aksi istrinya yang tak terduga ini. Namun ia jadi senyam senyum sendiri. Dibalik sifat jutek Kemala, ternyata istrinya itu juga perhatian padanya. Hampir saja Richard lupa kalau ia sedang menjalani latihan menjadi manusia, bukan hanya sekedar vampir. Richard baru pergi setelah memastikan istrinya mematikan lampu dan tidur.
“Selamat malam, Cagiya.” Richard tersenyum dan berjalan cepat kembali ke istananya yang bersebalahan dengan rumah Kemala.
“Akhirnya, dia pulang juga. Dasar vampir setengah manusia,” gumam Kemala dibalik tirai jendela.
Tak dapat dipungkiri Kemala amat sangat merasa bahagia. Tidak ada yang lebih membuatnya bahagia dibandingkan saat ini. Pertama suaminya sudah kembali. Kedua ia baru tahu bahwa dirinya tengah berbadan dua. Gadis itu kembali menyalakan lampu kamarnya dan berdiri di depan cermin. Ia membuka piyamanya dibagian depan dan mengelus sendiri perut ratanya.
__ADS_1
“Aku hamil … apa aku benar-benar hamil? Tapi sudah 6 bulan kenapa masih rata begini?” ujar Kemala masih ada di depan cermin.
Rasa shock masih menyerang Kemala tapi ia sangat bahagia. Meski kebahagiaannya tak bisa ia tunjukkan di depan Richard, terutama untuk saat ini. Tanpa Kemala tahu, Richard bisa melihat apa yang dilakukan istrinya dari lantai dua istananya. Ingin rasanya vampir tampan itu masuk ke kamar istrinya lagi dan ikut menyentuh perut rata Kemala.
Tapi niat itu ia urungkan karena mood istrinya sedang buruk. Alhasil Richard memutuskan menerima hukuman yang diberikan Kemala atas apa yang telah ia lakukan pada istrinya itu.
“Akan tiba hari di mana kita bisa menghabiskan malam bersama lagi, Cagiya. Tapi tidak sekarang,” ujar Richard sambil tersenyum dan dibelakangnya Gilberto muncul. “Kau sudah kembali, Gil?” tanya Richard balik badan dan langsung geli melihat penampilan asisten kepercayaannya yang baru.
“Kenapa saya harus turut mengubah penampilan seperti Anda Yang Mulia,” protes Gilberto. Rupanya, selama ini ia menghilang karena Richard memintanya untuk merubah penampilan sama seperti dirinya.
“Kita harus menjadi vampir modern, Gil. Agar vampir seperti Vinot tidak bisa mengalahkan kita. Kau tahu sendiri bagaimana perjuanganku saat melawan vampir jahat ciptaanku sendiri. Untung ada raja demit yang anehnya … kenapa dia mesum sekali dengan istrinya?” Richard malah curhat pada Gilberto tentang pengalamannya bertarung bersama Refald saat melawan Vinot.
“Yang mulia Refald, memang terkenal dengan raja demit mesum Yang mulia. Mohon jangan ditiru. Selain itu, Raja demit juga memiliki pasukan demit terbengek yang ada dalam sejarah dunia perdemitan. Semua makhluk dunia lain paham akan hal itu. Tapi mereka adalah kelompok terkuat dibandingkan makhluk dari dunia lain lainnya.”
“Kau benar, kalau soal rumor itu aku sudah sering dengar. Astaga kalau ingat waktu itu, kenapa aku jadi malu sendiri. Raja demit itu sedang bertarung dengan sengit, tapi masih sempat-sempatnya kissing dengan istrinya. Dan yang jadi pelindung mereka adalah pasukan demit Refald sendiri. Ada ya, model pertarungan seperti itu.” Richard sepertinya keasyikan berghibah ria dengan Gilberto membicarakan kemesuman raja demit Refald ala Edward.
“Saya mohon jangan ditiru, Yang Mulia,” pinta Gilberto dengan sopan.
“Kenapa?” tanya Richard heran.
“Nanti kasihan Nona Kemala. Beliau tak sekuat Ratu Fey,” jawab Gilberto dan Richard manggut-manggut entah ia paham atau tidak.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***