Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 62 Lamaran Lagi


__ADS_3

Sesuai janji, Refald dan Fey datang dengan membawa semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengubah penampilan Richard dan seluruh anggota keluarganya menjadi lebih modern dari sebelumnya. Fey dan Refald tidak sendiri, mereka dibantu adik iparnya, siapa lagi kalau bukan Shena dan Leo. Mereka bahu membahu mengubah total penampilan Richard yang tadinya mirip era 60-an menjadi abad 21-an.


Leopun, mengajari Richard cara berbisnis dan memperkenalkan banyak sekali peradaban dunia yang semakin maju dengan kecanggihan teknologi masa kini. Bisa dibayangkan kalau Leo yang mengajari, sifat nggak ada akhlak dari si gangster itu pasti bakal diturunkan ke Richard.


Tak terasa 6 bulan pun berlalu begitu cepat. Richard menjelma menjadi vampir yang sangat tampan dan berkharisma. Sangat berbeda dengan sebelumnya. Tak heran bila Kemala tak langsung bisa mengenali suaminya saat keduanya bertemu kembali setelah sekian lama terpisah.


Itulah alasan kenapa si vampir tampan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk kembali pada Kemala tanpa bisa memberi kabar. Dan semua usaha Richard untuk menempuh hidup baru demi memberikan kehidupan normal pada istrinya akhirnya bisa terwujud sekalipun untuk saat ini harus diwarnai dengan aksi ngambek-ngambekan.


“Keluarga raja demit Refald sungguh luar biasa Gil,” ujar Richard pada Gilberto saat mengakhiri cerita petualangannya selama 6 bulan terakhir ini.


“Luar biasanya bagaimana Yang mulia?” tanya Gil masih tidak mengerti.


“Siapa yang mengubah penampilanmu jadi begini?” Richard balik bertanya.


“Istri tuan muda Leo dan Raja demit Refald Yang mulia.”


“Nah, apa pendapatmu tentang mereka?” tanya Richard malah ngajak Gilberto ghibah.


Gilberto bingung harus bilang apa, selama Shena dan Fey mengubah penampilan Gilberto mereka berdua malah membahas kebengekan suami mereka masing-masing. Salah satunya, Leo datang ke pasar tempat Shena belanja sambil membawa senjata. Ia akan menembak siapa saja yang berani menatap wajah cantik Shena.


Refald lebih parah lagi. Siapapun yang berani memikirkan Fey dalam pikirannya maka orang itu akan dibuat Refald jadi gila. Belum lagi kebengekan pak Po yang bikin Fey puyeng dan berkali-kali melempari pak Po dengan sandal saking onengnya pocong tampan itu.


Mendengar cerita itu dari Gilberto, Richard jadi tertawa terbahak-bahak. Sebab, baik Leo ataupun Richard juga menceritakan hal sama versi mereka.


“Mereka keluarga terunik dan paling langka di dunia ini. Lucunya, mereka tak terkalahkan baik di dunia manusia, maupun di dunia lain seperti dunia kita ini. Kau tahu Gil. Bersatunya aku dan Kemala seolah jadi penengah antara dua dunia yang berbeda ini.” Richard menatap kamar istrinya yang mulai menyala terang karena hari sudah menjelang pagi.

__ADS_1


"Saya rasa memang seperti itu." Gilberto turut bahagia meski ia agak aneh menjadi vampir modern.


***


Mentari bersinar menyambut datangnya pagi. Kemala membuka jendelanya untuk menghirup udara segar di pagi hari. Wajah gadis itu tampak ceria dan sedikit bersenandung ketika melihat ada burung cantik sedang bercuit seolah mengajak Kemala bernyanyi riang bersamanya.


Hati gadis itu sedang berbunga-bunga tak seperti biasanya. Mungkin karena suaminya sudah kembali untuknya dengan membawa kabar bahagia.


Namun, tatapan mata Kemala berubah tajam ketika melihat suaminya yang baru saja ia pikirkan, ternyata juga memperhatikannya dari jendela istananya dan memberikan kiss bye untuknya. Tentu saja Kemala pasang wajah jutek lalu pergi dari jendelanya untuk menyembunyikan senyum bahagianya melihat suami tampannya bersikap sok romantis padanya.


“Dasar vampir mesum!” gumam Kemala memulai rutinitas paginya dan menyiapkan sarapan untuk ayahnya.


Kemala senyam senyum sendiri sambil terus memerhatikan perut ratanya. Ayahnya yang memerhatikan, jadi ikut bingung melihat wajah putrinya yang tampak berseri-seri dan lebih ceria dibandingkan kemarin.


“Apa semalam kau mimpi indah?” tanya ayah Kemala.


“Sepertinya kau sangat bahagia, ada apa dengan perutmu? Kau diet?” tanya ayahnya lagi.


“Tidak juga Ayah, biasa saja. Hari ini aku mau menemani Dewi dan Susi pergi belanja di toserba. Ayah tidak apa-apa bila kutinggal sendirian di rumah?” Kemala minta izin. Ingin rasanya ia memberitahu ayahnya kalau ia sedang berbadan 2.


Tapi hal itu malah akan membuat ayahnya shock dan tak percaya atau bahkan dikiranya Kemala mengada-ngada. Sebab, selama 6 bulan ini ia tak bertemu suaminya. Bagaimana mungkin Kemala hamil. Pasti aka nada tanda tanya besar dibalik itu semua karena ayah Kemala masih belum tahu kalau ia punya menanti seorang vampir langka.


“Suamimu kan sudah kembali, meski dengan penampilan yang berbeda, kenapa kau tak ajak dia kemari. Malah mau pergi dengan teman-temanmu, mau sampai kapan kau marahan sama dia?” Rupanya ayah Kemala memantau perkembangan hubungan anak dan menantunya.


“Aku juga tidak tahu Ayah. Jangan khawatirkan aku dan suamiku. Jaga kesehatan ayah saja, oke. Aku sudah selesai sarapan. Untuk makan siang juga sudah aku siapkan. Ayah tinggal menghangatkannya saja nanti kalau aku pulang terlambat. Hari ini aku mau bersenang-senang. Sampai jumpa lagi, Ayah …” Kemala mencium tangan ayahnya dan pamit undur diri tepat saat Susi dan Dewi baru saja datang menjemputnya.

__ADS_1


Ketiganya langsung berangkat bersama-sama dengan berjalan kaki sambil menikmati indahnya pemandangan desa. Saat melintas di depan istana Richard yang megah dan mewah. Kemala sempat melirik sedikit istana tersebut berharap ada anggota keluarga Richard yang bisa ia sapa.


Namun sepertinya keluarga Richard sedang tidak ada di dalam. Mungkin saja mereka sudah kembali ke Kanada dan akan datang kemari jika diperlukan. Gadis itu berharap Richard muncul dari balik jendela dan memberikan kissbye-nya lagi seperti yang vampir tampan itu lakukan tadi pagi.


Ke mana dia? Kok nggak nongol? Batin Kemala. Iapun terus berjalan beriringan bersama dengan kedua teman-teman Kemala.


Saat sedang asyik berjalan kaki, tiba-tiba sebuah mobil sedan datang dan berhenti tepat dipinggir ke-3 gadis desa itu berjalan. Seorang wanita yang bernama Kartika membuka kaca jendelanya dan langsung mencibir Dewi Kemala dan Susi.


“Duileh orang miskin, bisanya cuma jalan kaki. Kayak aku dong, punya mobil sendiri. Jadi kemana-mana nggak ribet,” ledeknya.


“Ihh … mobil bekas aja bangga! Mending nggak punya mobil dari pada punya tapi bekas!” balas Susi meledek Kartika. Dewi pun tertawa dan Kemala cuma senyum saja.


Gadis sombong itu ntak terima dan ia keluar dari dalam mobilnya. Kartika berdiri tepat dihadapan Susi dengan wajah merah padam karena marah.


“Coba ulangi! Kau bilang apa barusan?” tantang wanita sombong itu.


“Kan bener, kalau mobilmu itu kau beli baru pakai uangmu sendiri, naru kau boleh sombong. Kan itu mobil bekas, apanya yang dibanggakan?” jelas Susi.


Kartika tak terima dan ia langsing melayangkan tangannya hendak menampar pipi Susi. Namun, dengan sigap Kemala menahan tangan Kartika kuat-kuat sampai gadis sombong itu tidak bisa bergerak.


“Jangan coba-coba kau melukai temanku. Atau kau akan menyesal nantinya,” ancam Kemala dengan mata menakutkan.


Sebuah mobil limosin, berhenti tepat di depan mobil sedan bekas Kartika. Seorang pria tampan yang tak lain dan tak bukan adalah sang pemilik Toserba turun dari mobil dan menghampiri para wanita yang sedang bersitegang ini.


“Nona Kemala, maukah kau menikah denganku?” tanya Richard sambil mengulurkan satu tangannya agar Kemala menyambutnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2