
Meski saat ini Kemala sedang dijulidin oleh dua orang ibu-ibu tak dikenal, gadis itu memilih diam dan tidak menghiraukan apapun yang mereka katakan tentang dirinya. Untuk apa buang-buang waktu dan tenaga hanya untuk mengurusi omongan orang.
Sejak memutuskan hidup bersama Richard dengan segudang perbedaan diantara mereka berdua, Kemala menutup mata, hati dan telinga dari semua cibiran serta komentar orang-orang tentangnya. Dituduh dan dipojokkan adalah makanan sehari-hari Kemala. Namun gadis itu tidak peduli.
Asalkan bisa terus bersama Richard, itu sudah lebih dari cukup bagi seorang Kemala. Seperti yang terjadi pada dirinya hari ini, meski banyak orang berprasangka buruh terhadap dirinya, Kemala cuek dan menganggap mereka yang tidak suka dengannya tidak ada.
Kemala keluar dari toko dengan ekspresi tenang sambil menebar senyum, ia menikmati cuaca yang lumayan terang meski tak seterang cuaca di Indonesia saat musim hujan. Gadis itu melihat suaminya berdiri tegak di depan jendela toko seolah sedang mengamati sesuatu.
“Kau sedang apa?” tanya Kemala saat menghampiri suaminya. Keduanya berdiri saling berhadapan.
“Sudah belanjanya?” bukannya menjawab pertanyaan istrinya. Richard malah balik bertanya.
“Sudah … ayo kita pergi,” ajak Kemala tapi Richard tak bergeming dari tempatnya dan malah terus menatap ke dalam toko. “Ada apa? Apa … ada sesuatu?” tanya gadis itu heran. Tak biasanya suami vampirnya bersikap seperti ini.
Wajah Richard begitu dingin seolah sedang memendam sesuatu yang tidak diketahui Kemala. Mau bertanya, tapi tatapan mata Richard selalu terarah ke tempat lain.
Tak berselang lama, dua emak-emak yang tadi julid pada Kemala juga turut keluar dari toko dan langsung buang muka ketika melihat Kemala berdiri di samping suami tampannya dan berlalu pergi begitu saja. Jelas mereka sambil terus mencibir Kemala tanpa henti.
__ADS_1
Tentu saja Richard bisa mendengar pembicaraan mereka. Merasa kesal atas ulah julid dua wanita tak dikenalnya. Richard bermaksud memberi mereka pelajaran.
Dengan sedikit kekuatan yang dimiliki Richard. Vampir tampan itu membuat tas mahal yang dua wanita itu pakai menjadi berlubang bagian bawahnya sehingga barang-barang yang mereka bawa seperti dompet, ponsel dan kosmetik berjatuhan di mana-mana. Bahkan alat kontrasepsi yang biasa dipakai laki-laki saat berhubungan intimm juga ikut terjatuh berserakan. Padahal Richard hanya menggerakkan satu jari telunjukknya saja.
“Apa yang kau lakukan Suamiku?” tanya Kemala terkejut dengan aksi suaminya. Ia juga terkejut melihat semua isi dalam tas dua wanita yang membencinya.
“Itu pelajaran buat orang yang suka julid sama orang lain tanpa mengintropeksi diri sendiri apakah diri mereka sudah benar atau tidak. Mereka berdua mencibirmu dan menuduhmu yang bukan-bukan tanpa tahu kebenarannya seolah mereka-lah yang paling suci. Tapi kau bisa lihat sendiri isi tas mereka. Mereka tak jauh lebih baik darimu, Cagiya. Bahkan mereka jauh lebih rendah darimu. Kau lebih terhormat bila dibandingkan para wanita sok sempurna itu.” Richard mengerluarkan semua uneg-unegnya pada istrinya.
“Daebak, tapi … kau tak perlu buka aib mereka di tempat umum begini. harusnya cukup kita saja yang tahu. Apa jadinya jika mereka tahu kalau isi tasnya kosong.” Tanpa sadar Kemala tersenyum melihat dua wanita itu dengan sok pedenya berjalan tanpa tahu bahwa isi dalam tas mereka telah diketahui banyak orang.
“Tidak Cagiya, semua orang harus tahu orang seperti apa 2 wanita itu supaya mereka sadar bahwa julid terhadap seseorang itu nggak ada manfaatnya, yang ada malah merugikan diri sendiri. Kau jangan membela mereka. Jelas-jelas mereka salah. Bagimu memang tidak masalah kalau kau dihina di caci maki, dituduh-tuduh, kaena kau adalah istriku yang istimewa. Tapi bagaimana bila hal sama mereka lakukan pada orang lain yang mentalnya tak sekuat baja sepertimu, hm?” ujar Richard sambil mencubit pelan kedua pipi Kemala.
Semua mata melongo menatap isi barang duo emak-emak yang ada di mana-mana dan langsung menatap tajam ke arah wanita yang membenci Kemala setelah tahu apa saja isi dalam tas dua wanita tersebut. Ternyata, dua wanita cantik dan sok anggun itu tak sebaik dan sealim yang orang kira. Terbukti dari barang-barang yang mereka bawa dan sengaja dibuat Richard berjatuhan di mana-mana.
Semua orang jadi risih dan malu sendiri melihat barang-barang ekstrim alias vulgar tersebut. Mereka menatap sinis pada dua wanita yang melintas di sekitar mereka. Sedangkan yang ditatap malah tenang-tenang saja seolah tidak terjadi apa-apa karena keduanya masih belum tahu bahwa tas mahal mereka sudah tidak ada isinya alias kosong.
“Permisi Miss,” seru seorang kakek-kakek yang baru saja dilewati oleh duo emak-emak julid itu.
__ADS_1
“Yeah Sir, ada apa ya?” tanya salah satu wanita paling angkuh dengan gaya sok kegaya-gayaan.
“Ini milikmu,” ucapnya sambil menatap benci wanita sombong itu.
“Sepertinya kau salah orang, Sir. Itu bukan milikku. Barang itu pasti milikmu, tapi kau lupa.” Wanita itu malah menertawai sang kakek sehingga kakek itu menjadi kesal.
“Ini bukan milikku, tapi milikmu, karena barang-barang ini jatuh dari dalam tasmu dan berserakan di mana-mana. Kau lihat saja ke belakang kalau kau tak percaya!” cetus kakek-kakek itu sambil melempar alat kontrasepsi pria ke muka wanita sombongnya yang nggak ketulungan.
Wanita tersebut jelas masih belum percaya dan membuka tasnya. Betapa terkejutnya ia setelah tahu kondisi tasnya yang sudah tidak utuh lagi dan bagian bawahnya hilang entah kemana. Ia mengangkat tas tersebut sampai ke depan wajahnya berharap apa yang ia lihat ini hanya mimpi. Sayangnya ini nyata, tas mahalnya yang berjumlah ratusan juta, rusak dan tak dapat digunakan lagi.
Yang lebih mengejutkan lagi adalah, seluruh isi dalam tas itu sudah berjatuhan sehingga semua orang menatap wanita yang sedang kalut dan bingung itu dengan jijik. “Aaaaaaarrrgghh! Taskuuuuuu!” teriaknya dengan kencang-kencang sampai membuat semua orang yang mendengar teriakan wanita itu spontan menutup telinga mereka masing-masing.
Richard dan Kemala langsung tertawa keras bersama melihat dua wanita itu panik, kesal, marah tapi juga bingung. Suami istri itu puas melihat betapa berantakannya dua wanita itu sekarang. Bahkan mereka sudah tidak punya muka lagi melihat orang-orang yang berlalu lalang disekitar mereka.
Dengan wajah menunduk, kedua wanita itu memunguti barang-barang mereka yang berserakan meski semua orang menatap tajam aksi memalukan mereka. Sampai akhirnya, sampailah dua wanita itu tepat di bawah kaki Richard dan Kemala. Mereka berdua mendongak dan Richard langsung berjongkok agar sejajar dengan tubuh si wanita julid.
“Minta maaflah pada istriku, dan jangan pernah julid lagi padanya,” ujar Richard lirih tapi mata merah menyalanya terlihat sangat menakutkan.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***