
Itulah cara elegan pertama yang dilakukan Kemala ketika ia berhadapan dengan pelakornya. Bukan berarti masalahnya berakhir, justru ini adalah awal perjuangan Kemala dalam mempertahankan Richard agar terus bisa bersamanya sekalipun badai topan mulai menghadang pernikahannya dengan sang vampir tampan.
Sedangkan Richard sendiri, ia pergi ke pegunungan Alpen untuk bicara 4 mata dengan Rexi. Ia sama sekali tak menyangka kakaknya tega membawa Veronika tepat disaat momen bahagianya dengan Kemala. Jelas Richard tak terima dan meminta penjelasan dari kakaknya atas tindakannya itu.
“Kau masih dendam padaku?” tanya Richard langsung pada Rexi.
“Kau pikir aku bisa melupakan apa yang kau lakukan padaku?” Rexi balik bertanya.
“Memangnya apa yang kulakukan padamu? Berapa kali harus kukatakan? Aku tak pernah memiliki perasaan apapun pada Veronika. Bicara saja tidak pernah. Dia sendiri yang mengukir namaku. Dan itu bukan salahku!” cetus Richard kesal.
“Itu salahmu! Kau selalu jadi yang terkeren di keluarga kita sehingga semua vampir wanita tergila-gila padamu.”
Richard sama sekali tak habis pikir dengan apa yang ada di otak kakaknya ini. Jelas-jelas Rexi tahu kalau dirinya hanya mencintai Kemala dan bahkan mereka sudah menikah serta akan memiliki anak. Kenapa Rexi masih saja membenci Richard. Dunia vampir memang tidak bisa diterima oleh akal sehat Richard sekalipun ia juga seorang vampir.
“Aku tak mau tahu, bawa pergi Veronika dari hadapanku. Aku tak mau dia merusak pernikahanku dengan Kemala.”
“Kenapa? Kau takut kau akan goyah? Kau bilang sama sekali tak tertarik padanya, tapi kau membuat ketua dewan delegasi memilihmu sebagai menantunya …”
“Berapa kali harus kukatakan padamu dan aku bersumpah demi cintaku pada Kemala. Aku tak pernah terlibat dalam pemilihan itu. Aku bahkan tidak tahu apa alasan dewan delegasi memilihku, bukan aku yang meminta? Aku sama sekali tak suka dengan urusan dunia pervampiran ini. Jika aku punya pilihan aku lebih memilih jadi manusia ketimbang vampir. Tapi apa itu mungkin? Kau tak tahu betapa bahagianya aku memiliki Kemala disisiku, aku tak menginginkan apapun selain Kemala dan calon buah hati kami. Tidakkah kau melihat itu?” pekik Richard sudah dongkol akut dengan kakaknya yang cerdas tapi bodoh itu.
“Lalu … Kenapa Veronika tidak mau menghapus namamu dalam jiwanya?”
“Mana aku tahu? Yang jelas dimata dan pikiranku hanya ada Kemala seorang. Aku tidak mau tahu cepat bawa pergi Veronika. Aku tak sudi melihatnya ditengah-tengah kebahagiaanku dengan Kemala!”
Richard kesal dan ingin pergi tapi Rexi masih menghalanginya. “Apalagi?” bentak Richard semakin kesal.
__ADS_1
“Istrimu meminta Veronika tinggal di istanamu? Ada apa dengan kalian?” tanya Rexi.
Richard menundukkan kepalanya menahan geram, ia memejamkan mata karena ia sendiri tidak habis pikir tentang apa yang dipikirkan Kemala saat ini. Di sisi lain, Richard juga kasihan dengan kakaknya, sampai saat ini Rexi tak mau mengukir nama siapapun karena Veronika belum menghapus nama Richard entah karena alasan apa. Mungkin karena itulah Rexi masih berseteru dengan Richard hanya karena ukiran nama.
Tidak ada yang bisa dilakukan Rexi ataupun Richard, sebab yang dapat menghapus nama Richard di jiwa Veronika hanyalah Veronika itu sendiri. Itupun pasti rasanya akan sangat menyakitkan bagai tergores belati terpanas di api neraka.
“Seandainya aku bisa, akan kuhapus namaku sendiri di jiwa vampir wanita itu. Masalahnya, aku tidak bisa … di dalam jiwa matiku, aku sudah mengukir nama Kemala. Dan dialah satu-satunya wanita yang kucintai lebih dari apapun. Aku mengerti perasaanmu, kita di posisi sama. Tapi tak seharusnya kita berseteru karena kau tak bisa menyalahkanku. Selesaikan masalah Veronika, aku tak mau menyakiti hati Kemalaku.” Richard menepuk pelan bahu kakaknya.
Rexi sendiri juga bodoh karena mau saja diperdaya oleh vampir wanita yang memaksanya untuk menghadiri hari bahagia Richard dan Kemala. Tadinya Rexi kira, dengan melihat kebahagiaan adiknya yang sudah berkeluarga, hati Veronika akan luluh dan menghapus nama Richard. Namun ternyata dugaannya salah besar. Rexi malah membawa masalah besar bagi keluarganya dengan membawa Veronika kemari.
***
Kemala sedang duduk di depan cermin. Setelah acara lamarannya selesai, ayahnya pergi entah ke mana. Sepertinya ia sedang bersama dengan besannya karena terakhir yang Kemala lihat ayah dan ibu mertuanya mengajak ayahnya masuk ke dalam istana megah suaminya.
Karena di mata masyarakat Kemala masih belum sah menjadi istri Ricard, gadis itu tidak bisa masuk ke dalam istana suaminya. Jadi, ia hanya menunggu ayahnya kembali di kamar seorang diri. Tidak benar-benar sendiri, sih. Karena Kemala selalu dijaga dan dikawal pasukan tak kasat matanya Richard.
Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh cincin berlian dan Kemala sangat tahu tangan siapa itu. Sudah pasti tangan Richard dan itu memang benar. Suaminya sudah ada dibelakangnya dan memeluk tubuh Kemala dengan sangat erat.
“Kau menungguku?” tanya Richard sambil mencium ubun-ubun istrinya. Ia menatap dirinya dan Kemala dalam cermin.
"Aku tidak menunggumu, aku menunggu ayahku."
"Kau marah karena aku pergi lama?" tanya Richard lagi.
"Tidak, kenapa aku harus marah?" Kemala menatap dirinya yang dipeluk Richard melalui cermin.
__ADS_1
“Kalau dilihat-lihat … kita serasi juga. Kau cantik dan aku tampan.”
Kemala langsung tertawa mendengar perkataan suaminya. Ia balik badan dan menatap wajah tampan suaminya. “Jadi, kalau aku jelek, kita tidak serasi?” tanya Kemala menggoda suaminya.
“Tidak juga, meskipun kau jelek kita tetap serasi. Kau tahu kenapa?” tanya Richard sambil berlutut dihadapan istrinya. Tangan Richard juga menggenggam kedua tangan Kemala.
“Kenapa?” tanya Kemala yang wajahnya ada di atas wajah suaminya.
“Karena aku sudah mengukir namamu di jiwa matiku. Nama yang ku ukir adalah Kemala. Tak peduli seperti apa Kemala itu, dia akan menjadi pasanganku dan akan jadi wanita satu-satunya yang kucintai.”
“Sekalipun aku jadi jahat, jelek dan gendut? Kau masih mau bersamaku?” goda Kemala lagi sambil menahan senyum.
“He’em, sekalipun kau jelek, jahat dan gendut, aku akan tetap mencintaimu dan aku juga akan berubah jadi sama sepertimu.” Richard menatap wajah Kemala yang tertawa. “Kenapa kau lakukan itu, Cagiya? Kenapa kau meminta ayah menerima Veronika di istana kita?” tanya Richard ingin mendengar langsung alasan istrinya menjadikan Veronika tamu.
“Kau sudah tahu jawabannya karena kau bisa membaca pikiranku,” ujar Kemala.
“Tetap saja aku tidak setuju. Aku tak mau kau terluka ataupun salah paham dengan kerumitan yang terjadi antara aku dan Rexi.”
“Justru itulah kau dan aku tidak boleh lari. Kau sendiri yang bilang kalau aku harus percaya padamu. Sebab itulah aku melakukan ini Suamiku. Veronika harus sadar bahwa dirinya tak berarti apa-apa untukmu. Walau seluruh dunia memberitahu akan hal itu, ia takkan pernah percaya karena namamu terukir dijiwanya sama seperti kau mengukir namaku dijiwamu. Veronika harus bisa melihat sendiri betapa besar dan kuatnya cinta kita sehingga ia takkan pernah bisa masuk ke dalamnya. Kau paham?”
Richard bangun berdiri dan menggendong tubuh Kemala lalu merebahkannya di atas ranjang berukuran satu orang itu.
“Jangan buat gempa di sini, rumahku bisa hancur,” ujar Kemala memperingatkan suaminya dan Richard hanya tertawa.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***