
Malampun tiba, suasana di desa tempat tinggal Kemala dan Richard masih tampak sangat heboh akibat gempa buatan yang diciptakan sang vampir tampan. Para penduduk desa tersebut masih penasaran bagaimana bisa di wilayah ini terjadi gempa, padahal di BMKG setempat tidak ada peringatan gempa apapun. Keadaan wilayah mereka juga sangat aman-aman saja. Sama sekali tak menunjukkan peringatan bakal ada bahaya akibat bencana alam yang bisa kapan saja melanda.
Namun semua orang bingung, darimana datangnya gempa itu. Makanya pada heboh dan bahkan beberapa orang penting di sana mulai menyelidiki kasus gempa dadakan yang menghebohkan warga desa. Sementara itu, Kemala dan Richard lebih memilih diam di rumah dan menyaksikan kehebohan orang-orang dari balik jendela rumah mereka.
“Semua ini gara-gara kau, lihatlah mereka sekarang jadi heboh?” Kemala mulai menyalahkan suaminya.
“Aku punya ide,” ujar Richard tiba-tiba.
“Ide apa?” alis Kemala terangkat menatap suaminya.
“Bagaimana kalau kita ciptakan gempa lagi supaya mereka bubar?” jawabnya dan langsung ditolak mentah-mentah oleh Kemala. Ide suaminya itu benar-benar menyesatkan. Bikin gempa lagi yang ada malah menambahi masalah. Bukannya menyelesaikan masalah.
“Jangan gila! Sudah cukup kekacauan yang kau ciptakan. Jangan ditambah lagi. Aku hanya ingin hidup damai di sini dan tak ingin meninggalkan kesan buruk bila kita meninggalkan tempat ini setelah kau benar-benar pulih. Sebaiknya duduk diam di sini dan jangan lakukan apapun.”
“Aku sudah pulih Cagiya, kita bisa pergi sekarang jika kau mau.”
“Oh iya?” pekik Kemala terkejut sekaligus senang mendengar kondisi suaminya. “Secepat ini? Kau yakin kau sudah pulih?”
“Iya. Mau coba?” Richard tersenyum dan ia menarik pinggang istrinya kedalam dekapannya, keduanya saling berhadapan satu sama lain dan Richard membimbing kedua tangan Kemala agar memeluk erat leher panjangnya. “Pegangan yang kuat ya, jangan sampai jatuh,” ledeknya.
Kemala masih bingung, tapi ia menurut saja. Dalam sekejap, Richard berpindah tempat dari satu tempat ke tempat yang lain. Kadang mereka ada di puncak gunung salju, lalu berpindah lagi ke Menara Eiffel, pindah lagi ke menara Pizza, pindah lagi ke patung Sphinx, pindah lagi ke patung Liberty dan yang terakhir, mereka pindah ke patung Garuda Kencana Wungu yang ada di Bali, Indonesia. Semua itu Richard lakukan dalam satu waktu.
Sayangnya, mereka tak bisa lama-lama di tempat yang mereka singgahi agar keberadaan mereka berdua tak dilihat orang. Tangan Kemala juga tetap ada di leher suaminya dan Richard memegangi tubuh istrinya seerat mungkin.
Selain itu, cuaca tempat yang didatangi dua sejoli ini tidak sama. Ada yang sedang memasuki musim dingin, ada yang memasuki musim hujan di mana matahari masih bersinar terang di tempat mereka. Jika sampai mereka terlihat, indentitas asli Richard terancam bahaya.
Kemala benar-benar terpukau melihat tempat-tempat yang ia datangi bersama Richard sampai ia tak bisa berkata-kata. Gadis itu bahkan sangat shock saat suaminya mengajaknya ke tempat-temat yang amat sangat disukai Kemala. Dan hal ini bagai serasa mimpi. Richard sungguh mewujudkan impian Kemala tanpa syarat.
__ADS_1
Enaknya jadi Kemala, bisa pergi kemana saja tanpa perlu ribet naik pesawat. Meskipun hanya sekejap, Gadis itu sangat bahagia karena akhirnya bisa datang ke tempat-tempat indah itu.
“Ini sih keren banget!” ujar Kemala girang setelah keduanya kembali ke rumah yang mereka singgahi sebelumnya. Saking girangnya Kemala sampai menciumi pipi dingin suaminya di kanan dan kiri berkali-kali.
“Kenapa cuma pipi? Bagaimana dengan yang ini?” Richard meletakkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri.
Dengan malu-malu tapi mau, wanita cantik yang sedang berbahagia itu mencium mesra suaminya. Namun, belum juga Richard membalas ciuman istrinya ia sudah selesai saja.
“Gawat!” ujarnya langsung berubah tegang.
“Aku belum selesai menciummu!” Richard memonyongkan bibirnya tapi gadis cantik itu langsung menghindar.
“Bukankah kita harus menghadiri undangan makan malam? Mereka pasti sedang menunggu kita!” Kemala bergegas menyiapkan sesuatu yang akan ia bawa ke keluarga emak-emak yang mengundangnya makan malam.
“Tak perlu repot membawakan buah tangan untuk mereka. Mereka hanya akan pamer kekayaan mereka saja dan bermaksud mempermalukanmu di sana.”
Richard mendekati istrinya dan mencium kening Kemala. “Kau baik hati sekali,” ujarnya.
“Kau juga sopan sekali,” balas Kemala sambil memeluk suaminya. “Kita berangkat sekarang supaya nanti pulangnya tidak kemalaman.”
“Kenapa kalau malam? Aku suka malam.” Richard masih memeluk istrinya dengan erat dan tak bergeming dari tempat mereka berpelukan.
“Bagaimana kalau ada begal, penjahat itu beraksi di malam hari.”
“Mereka akan kusingkirkan. Aku jauh lebih berbahaya daripada para kriminalitas yang beraksi di malam hari. Sekalian aku ingin tahu, seperti apa begal di daerah sini. apa mereka setampan aku?”
“Terserah kau sajalah!” Kemala jadi kesal sendiri bicara dengan vampir tampan yang satu ini. Gadis itu melepas paksa pelukan suaminya dan berjalan lebih dulu meninggalkan Richard di belakang.
__ADS_1
Tiba-tiba, Richard malah menggendong istrinya dan berjalan keluar bersama-sama menuju rumah emak-emak yang pernah julid pada Kemala tanpa peduli pada tatapan mata orang-orang yang sedang ada disekitar rumah mereka.
“Turunkan aku, kenapa pakai acara gendong-gendongan segala? Malu dilihatin mereka.”
“Biarkan saja, toh kita sudah menikah. Kau dan aku adalah pasangan suami istri yang sah, suka-suka aku mau gendong istriku kemana dan kapan saja.”
“Richard!” pekik Kemala kesal. Ia benar-benar malu dilihatin para emak-emak kompleks sekitar mereka yang memandang iri betapa romantisnya Richard dan Kemala.
“Iya, Cagiya! Diamlah, atau aku takkan pernah menurunkanmu dari gendonganku seterusnya.
“Mas vampirku Richard Sayang, ku mohon turunkan aku ….” Kemala terus memohon pada suaminya agar mau menurunkannya.
Akhirnya hari Richard luluh juga dan menuruti keinginan istrinya. Namun tetap saja, mereka berdua sudah menjadi perhatian banyak orang yang sukses bikin gigit jari para IJS alias Ikatan Jomblo Sejati.
Tak berselang lama, Tibalah Richard dan Kemala di rumah wanita yang mengundang mereka. Awalnya, pasangan suami istri itu disambut dengan baik bahkan mereka diperlakukan sangat sopan. Lama-kelamaan, ada yang aneh dengan gelagat kelurga wanita Yang bernama Beralda.
Tatapan mata semua anggota begitu dingin dan acuh pada Kemala, tapi mereka berusaha menutupinya. Istri Richard itu merasakan ada gelagat yang aneh, dan ia hanya bisa mengandalkan suaminya untuk melindunginya dalam keadaan apapun.
“Suamiku, sepertinya … ada yang tidak beres dengan keluarga ini. Tapi aku tidak tahu apa,” bisik Kemala saat ia dan suami vampirnya duduk di ruang makan tepat di depan banyaknya hidangan di meja makan.
“Jangan makan apapun makanan yang disuguhkan Cagiya. Mereka semua … adalah manusia Kanibal!” ujar Richard lirih bahkan bibirnya hampir tak terbuka saat bicara agar suaranya tak didengar para penghuni rumah ini.
Sontak Kemala langsung gemetar mendengar keterangan Richard. Tangannya bahkan mengeluarkan keringat basah saking shocknya karena ia telah salah masuk ke kandang singa. Untungnya Richard mengerti dan ia menenangkan istrinya dengan terus menggenggam tangan Kemala.
“Akhirnya, mereka kutemukan," ujar Richard sambil tersenyum sinis.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***