
Richard menghentikan mobilnya tepat di tepi jalan sepi. Tanpa sadar mereka tengah berada di selatan lautan California. Di sekeliling mereka hanya ada hutan lebat khas ala daerah sini. pemandangannya sangat indah sebenarnya, tapi untuk saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menikmati panorama alam walau Kemala sempat takjub melihat area lokasi secara langsung di mana tempat ini sering ia lihat di film kesukaannya.
Mata Kemala tak pernah lepas dari gerak gerik suaminya yang terus terpaku dibalik kendali setir mobil dan tak mau melihatnya. Dengan setia, Kemala menunggu Richard kembali tenang dan tak berani memulai pembicaraan lebih dulu. Suasana diantara mereka berdua sangat sepi dan sunyi, hanya terdengar suara binatang kecil dan derai angin yang menambah dingin udara di sekitar.
Ingin rasanya Kemala menggenggam tangan suaminya tapi tidak berani karena kondisi suaminya sangat labil. Percaya dan tidak percaya, kuku-kuku Richard mulai memanjang dengan sendirinya.
“Beritahu aku apa jawaban tebakanmu,” ucap Richard sambil menyalakan pemanas udara karena melihat Kemala menggigil kedinginan. Meski sudah sedikit tenang, Richard tak berani dekat istrinya untuk berjaga-jaga kalau ia kembali diserang emosi.
“Kau yakin kalau kau sudah tidak apa-apa? Apa keluargamu akan marah karena kita kabur begitu saja?” tanya Kemala mengalihkan perhatian Richard.
“Mereka tidak marah, ini diluar dugaan kita,” ujar Richard menatap lurus ke depan.
Kemala mengikuti arah pandang suaminya dan tidak menemukan apa-apa di sana. Hanya jalanan yang sangat sangat sepi seolah tak ada makhluk hidup apapun yang hinggap di sini.
“Gajah yang bersih adalah Gajahlah kebersihan, tapi aku tidak setuju dengan jawaban itu.” Kemala menundukkan kepalanya tidak tahu bagaimana cara meredakan amarah suaminya.
Misi ini tidak boleh gagal. Masalah Vinot harus cepat diselesaikan dengan baik sebelum vampir jahat itu menelan lebih banyak korban.
“Kenapa? Itu jawaban masuk akal meski aku tak tertawa.”
“Entahlah, menurutku … Gajah yang bersih adalah gajahlah hatiku untukmu. Gajahlah aku agar tetap bersamamu. Gajahlah aku dari mara bahaya apapun. Gajahlah aku supaya terus bisa mencintaimu lebih dari apapun.” Kemala mengangkat kepalanya dan menatap wajah suaminya yang langsung maju dan mencium mesra istrinya.
__ADS_1
“Itu namanya gajah sedang jatuh cinta, bukan gajah yang bersih," ucap Richard ikutan asal bicara setelah selesai mencium istrinya dan memberikan hadiah ciuman lagi lebih mesra serta hangat dari sebelumnya.
Keduanya saling bercumbu mesra sampai perasaan Richard benar-benar kembali tenang seperti sedia kala. Kuku Richard yang tadinya tumbuh memanjang tiba-tiba menghilang dengan sendirinya.
Mendadak vampir tampan itu jadi bergairah dan ingin membuat gempa di dalam mobilnya dengan Kemala. Namun, istrinya itu mengingatkan agar mereka kembali ke kota dan melanjutkan misi mereka hingga selesai. Barulah membuat gempa sepuasnya.
“Jangan sampai ayah dan ibu marah pada kita. Tangkap Vinot secepatnya dan kita berdua bisa bersenang-senang.” Kemala memeluk leher suaminya sembari mengingatkan kalau sekarang bukan saat yang tepat untuk bergulat mesra.
“Bagaimana ini? Aku sedang ingin?” gumam Richard agak menjauh dari Kemala tapi istrinya itu malah menempelkan kepalanya di dada Richard yang sama sekali tak memiliki detak jantung seperti dirinya.
“Aku juga, tapi aku tidak bisa tenang sebelum Vinot si pembuat masalah tertangkap. Aku tidak mau konsentrasi kita terganggu hanya karena vampir jahat itu. Ayo kita kembali dan tangkaplah dia secepatnya.” Kemala masih mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Richard.
Wajah gadis itu sudah merah merona karena malu. Tapi ia berusaha menutupinya dari sang suami meskipun Richard sudah mengetahui.
Dalam sekejap, mereka sudah sampai di tempat sebelumnya dan Richard menurunkan Kemala sendirian di tepi jalan. Richard yang berpakaian ala ninja hatori dengan memakai topi, turun dari dalam mobil dan mendekati istrinya. Ia menggenggam erat tangan Kemala lalu menciumnya.
“Aku akan selalu melindungimu. Maaf atas kekhilafanku yang membuatmu takut. Harusnya aku bisa lebih menahan diri, bukan ya bersikap brutal seperti tadi,” ujar Richard mencium mesra kening istrinya.
“Tidak apa-apa, kalau aku jadi kau, aku pasti akan melakukan hal yang sama. Pergilah sebelum Vinot menyadari kalau aku tidak sendiri. Aku juga harus menusuk tanganku dengan jarum dan aku tidak mau kau tergoda dengan bau darahku.” Kemala memegang kedua pipi dingin suaminya dengan kedua tangannya. Keduanya saling menatap penuh cinta. “Kau sangat tampan kalau tersenyum, tapi kau jarang tersenyum untukku.”
“Bagaimana bisa aku tersenyum sementara kau dalam bahaya. Kau terlalu cantik bagi semua pria bule yang ada di sini. Aku hampir gila jika mendengar pikiran mereka tentangmu. Ingin rasanya aku memangsa mereka semua.”
__ADS_1
“Baiklah, tuan vampir pencemburu. Aku akan lebih hati-hati mulai sekarang agar kau tak cemburu dan menjadi monster menakutkan. Aku tidak mau kau jadi seperti Vinot. Tetaplah jadi vampir sopan yang baik hati seperti sekarang ini. Karena gajah ini sedang jatuh cinta padamu.” Kemala tersenyum dan itu membuat Richard ikutan tersenyum juga.
“Aku mencintaimu, Gajah Cagiyaku.” Sebelum pergi, Richard memberikan ciuman manisnya sehingga Kemala jadi lebih bersemangat.
“Aku juga sangat mencintaimu, vampir tampanku yang sopan.” Kemala melambaikan tangannya saat Richard kembali masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu ,sang vampir sembunyi di tempat lain tapi masih tetap mengawasi ketat pergerakan istrinya.
Kalau boleh jujur, Kemala sangat takut, ia takut kalau kejadian sebelumnya terulang lagi. Ia juga merasa sangat bersalah karena bahaya itu datang atas ulahnya sendiri. Kalau saja ia tak datang ke tempat sepi, mungkin bule yang berpikiran jahat takkan mengambil kesempatan untuk berbuat jahat padanya.
Belajar dari pengalaman, Kemala akhirnya melanjutkan menebar darahnya yang ia tusuk sendiri dengan jarum di tempat-tempat keramaian tanpa kentara. Banyak orang yang melihat dan menyapanya, tapi Kemala berakting layaknya pelancong yang sedang jalan-jalan santai.
Sampai akhirnya, ia tiba di hutan tempat keluarga Richard menunggu kedatangannya. Gadis itu berharap, Vinot mencium bau darahnya dan mengikuti langkahnya.
Saat di tengah hutan inilah bahaya sebenarnya sedang mengintai Kemala. Gadis itu sedang berjalan sendirian dengan hati was-was, ia merasa seperti ada yang mengikuti. Dari aura yang Kemala rasakan, istri Richard itu tahu kalau yang mengikutinya bukanlah manusia ataupun suaminya. Apalagi, matahari sudah hampir terbenam dan inilah waktu yang ditunggu-tunggu makhluk seperti vampir keluar dari sarangnya.
“Jangan takut Kemala, kau tidak sendirian. Suamimu dan keluarganya bersamamu meski saat ini mereka tak terlihat. Jangan takut, buat Vinot menampakkan batang hidungnya, setelah itu tugasmu selesai,” gumam Kemala menguatkan dirinya sendiri. Ia menggenggam kedua tangannya erat-erat untuk mengusir rasa kecemasannya.
Tiba-tiba sekelebat bayangan hitam melesat cepat di belakang dan di samping Kemala sehingga gadis itu berhenti berjalan. “Siapa itu?” teriak Kemala lumayan kembali takut juga.
Sosok bayangan hitam itu mendadak muncul dari kejauhan dan mengejutkan Kemala sampai matanya hampir saja ikut melompat keluar.
BERSAMBUNG
__ADS_1
****