
Kedatangan Richard yang tiba-tiba dan mendadak melamar Kemala di pinggir jalan, jelas membuat semua wanita yang ada di sini kaget bukan kepalang. Meski lamaran Richard terkesan garing dan sama sekali nggak ada manis-manisnya, tetap saja Kemala dan yang lainnya shock juga mendengar pria setampan Richard, menyatakan lamarannya pada wanita sederhana yang dijuluki sebagai kembang desa.
Kemala menurunkan tangannya dan melepaskan cekalannya pada tangan Kartika. Ia menatap wajah tampan Richard yang sangat memesona lebih dari sebelumnya. Mata Kemala tak bisa berkedip saat sinar mentari menyinari wajah tampan suami vampirnya tapi kulit suaminya itu sama sekali tak menampakkan kilauan berlian.
Tentu saja gadis itu heran, bagaimana bisa suami vampirnya ini berubah jadi sama seperti manusia. Untuk memenuhi rasa penasarannya, Kemala berjalan pelan mendekat ke arah Richard dan menyentuh pipi tampan suaminya.
“Ka-kau … tidak berkilau?” tanya Kemala setengah percaya dan tidak. Ia mengira kalau suaminya ini berubah menjadi manusia walau itu sangatlah mustahil bisa dilakukan.
“Kau belum jawab lamaranku,” ujar Richard sambil memegang tangan Kemala yang menyentuh pipi lembutnya. Ia memberi kode untuk tidak membicarakan identitasnya karena mereka tidak berdua saja di sini.
Vampir memang memiliki ciri fisik yang sempurna melebihi manusia. Bahkan Kemala langsung insecure mengetahui betapa mulusnya kulit wajah suaminya walau si vampir ini tidak pernah pakai skincare atau alat make up manapun. Wajahnya ini asli murni dari sononya tanpa dipoles apapun.
Dua insan yang saling berhadapan itu sukses bikin baper 2 sahabat Kemala tapi tidak dengan Kartika yang langsung kesal seperti orang yang sedang kebakaran jenggot. Gadis sombong itu masuk ke dalam mobil bekasnya dan melajukan mobilnya dengan sangat kencang sehingga asap knalpot mobilnya mengepul kemana-mana.
Refleks, Richard melindungi wajah Kemala dengan memeluknya agar tidak terkena asap hitam yang keluar dari knalpot mobil Kartika yang melewatinya barusan. Sementara Susi dan Dewi terbatuk-batuk gara-gara menghirup asap tersebut.
“Duileh, manisnya … mau dong dipeluk juga biar nggak batuk kena asap mobil bekasnya Kartika,” ledek Dewi melihat mesranya Richard pada Kemala dan Susi ikut tersenyum.
Kemala langsung sadar dan menjauhkan diri dari suaminya, ia balik badan dan mengajak kedua temannya pergi dari sini tanpa bicara sepatah katapun pada Richard. Berterimakasihpun juga tidak. Gadis itu sangat cuek is the best pada sang vampir sehingga membuat dua teman Kemala jadi bingung sendiri.
“Nona Kemala, kau belum jawab lamaranku tadi? Mau kah kau menikah denganku? Aku serius loh.” Richard mengulangi pertanyaannya.
Kemala membuang napas dalam-dalam. Ia menatap lagi wajah tampan suaminya sambil berkata, “Maaf Tuan Athan. Aku tidak bisa menikah denganmu,” ujar Kemala dengan lantang dan jelas itu membuat dua sahabat Kemala kaget lagi.
Biasanya kalau lamaran seorang pria ditolak wanita, pria tersebut bakalan sedih dan kecewa bahkan putus asa seakan dunia runtuh seketika, tapi tidak dengan Richard. Vampir tampan yang menyamar sebagai manusia itu malah tersenyum senang.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu, lain kali aku akan melamarmu lagi. Kalian mau ke mana? Biar kuantar,” ujar Richard dengan senyum manisnya. Nggak ada sedih-sedihnya padahal lamarannya baru saja ditolak.
“Apa mobil Tuan muat untuk kami semua?” tanya Kemala balas tersenyum.
“Muat, asal kau mau duduk di sampingku dan mendampingiku menyusuri jalan bersamaku menuju tempat tujuan kita berdua. Mobil itu pasti muat. Bagaimana?” Richard mengulurkan tangannya supaya di sambut oleh Kemala.
Kemala menatap dua sahabatnya yang menatap bingung hubungan Kemala dan Richard ini. Pria tampan itu melamar Kemala, jelas-jelas ia menunjukkan pada semua orang kalau Richard sangat tertarik dengan Kemala. Tapi Kemala terus saja menolaknya bahkan terkesan acuh saja. Namun dibalik keacuhan itu, gadis itu semakin menunjukkan kalau Kemala juga sangat menyukai pria pemilik Toserba tersebut. Dewi dan Susi jadi bingung sebingung-bingungnya melihat situasi di sini, Kemala ini menerima Richard apa menolaknya.
“Akan melelahkan kalau kita jalan kaki, bagaimana kalau kita menumpang mobilnya, kalian tidak keberatan kan?” tanya Kemala pada Dewi dan Susi.
“E … tentu saja tidak, apa tidak apa-apa naik ke mobilnya, kan kau baru saja menolak lamarannya?” tanya Dewi jujur.
“Kan dia bilang mau melamar lagi nanti, iya kan Tuan Athan?” tanya Kemala pada Richard.
“Aku akan melamarmu setiap hari sampai kau mau menerimaku, Nona Kemala yang cantik Jelita sepanjang masa,” jawab Richard dan uluran tangannya tadi langsung disambut hangat oleh Kemala plus senyuman cinta pula.
“Mereka berdua itu pacaran atau apa sih? Aku bingung? Kemala menolak lamarannya tapi tatapan mata mereka berdua seolah sedang saling jatuh cinta.”
“Aku juga bingung, baru kali ini nemu pasangan seaneh ini. Kalau cinta ya cinta, kalau nggak ya nggak, ini yang satunya cinta yang satunya nggak, tapi kayak mereka udah menikah sejak lama. Kan aneh?” gumam Susi dan Dewi bisik-bisik di kabin belakang.
Baik Richard dan Kemala hanya senyam senyum saja mendengar pembicaraan dua wanita yang duduk dibelakang mereka. Selama perjalanan, baik Richard atau Kemala tak saling bicara tapi saling curi pandang. Dan yang menyaksikan adegan itu, siapa lagi kalau bukan Susi dan Dewi.
Agar tak menimbulkan huru hara, Kemala minta diturunkan di pinggir jalan dekat dengan pintu masuk toserba yang baru saja dibuka. Alasannya, ia tak ingin jadi perhatian banyak orang dan juga tidak mau mengganggu pekerjaan Richard sebagai pemilik toserba.
“Kami akan turun di sini, terimakasih sudah mengantar kami.” Kemala hendak membuka pintu tapi dicegah oleh Richard.
__ADS_1
“Tunggu, jangan keluar dulu!” seru Richard dan ia keluar dari dalam mobil diikuti pandangan mata Susi dan Dewi karena menanti, aksi apalagi yang bakal dilakukan Richard untuk Kemala.
Ternyata, vampir tampan itu memutari mobil dan membukakan pintu untuk Kemala. Richard bahkan menanggalkan jas silvernya lalu memakaikannya pada Kemala tepat dihadapan Susi dan Dewi yang langsung ngenes sendiri.
“Udara diluar dingin, kau lupa bawa jaket. Pakai saja jasku. Jangan sampai kau masuk angin. Jangan ditolak atau aku akan terus mengikutimu untuk menjagamu,” ucap Richard sok lirih padahal suaranya itu terdengar jelas ditelinga Dewi dan Susi yang juga ikut keluar dari dalam mobil.
Richard juga menyelipkan sebuah kartu emas untuk Kemala yang bisa istrinya itu gunakan saat masuk ke dalam toserba miliknya. “140223, itu paswordnya.” Mata emas Richard menatap sendu wajah cantik Kemala. Ingin rasanya vampir tampan itu mencium bibir merah delima Kemala tapi niatnya ia urungkan.
Melihat tatapan tajam penuh dendam dua teman Kemala, Richard memilih undur diri dan masuk duluan ke dalam toserba miliknya. Sementara Kemala mengeratkan jas yang baru saja dikenakan Richard padanya.
“Kau mau menikah denganku?” tanya Susi pada Dewi sengaja meledek Kemala setelah Richard pergi.
“Tidak terimakasih,” jawab Dewi tapi tangannya menggandeng tangan Susi seolah memperagakan apa yang dilakukan Kemala dan Richard.
“Kalian berdua ini apa-apaan sih?” tanya Kemala merasa tersindir tapi juga ngakak melihat akting temannya yang menirukan gayanya dan gaya Richard.
“Harusnya kami yang bertanya, ada apa dengan kalian? Sok cuek, tapi kalian berdua mesra banget sampai bikin kami cuma bisa gigit jari. Merasa sok baru kenal padahal kalian sudah kenal lama, kan? Pemilik toserba itu adalah kekasihmu yang kau rindukan itu, kan? Sampai kau harus banyak mengeluarkan air mata gara-gara rindu berat dengannya. Giliran orangnya sudah ada di depan mata kau malah acuh padanya,” cecar Susi dan tebakannya itu tidak salah.
Kemala tersenyum dan dia tidak mengelak dengan tebakan temannya soal siapa Richard dan hubungan keduanya. “Aku hanya sedang menghukumnya karena telah membuatku rindu padanya sampai seperti itu. Dia menerima kok, makanya kami jadi seperti ini.”
“Astaga, baru kali ini aku menemukan pasangan yang ribet dan se-njelimet kalian. Tinggal nikah aja susah amat. Mau sampai kapan kalian seperti orang aneh begini?”
“Tidak tahu, aku lagi bahagia sekarang. Jadi jangan merusak moodku. Jangan ember ke siapapun soal aku dan pemilik toserba itu.” Kemala tersenyum bahagia bahkan ia sampai bersenandung ria saat berjalan mendahului Susi dan Dewi masuk ke dalam toserba.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***