
Begitu bom itu meledak dan mengenai pak Po, sosok pocong tampan itu langsung berubah gosong akibat ledakan. Namun pak Po tidak mati karena pada dasarnya Pocong tampan itu sudah mati sebelumnya. Mana mungkin ia mati dua kali.
Vinot salah mengira kalau sosok yang mengejarnya adalah manusia sama seperti Refald dan Fey. Sebab penampilan pak Po tak memperlihatkan kalau ia adalah pocong. Pak Po lebih mirip CEO ataupun artis Korea papan atas ketimbang sosok berbentuk guling putih yang ditakuti seluruh warga +82.
Rupanya, prediksi Vinot salah, penampilan pak Po telah menipunya mentah-mentah. Tentu saja Vinot langsung tercengang, sebelumnya bom tersebut berhasil melumpuhkan raja dan ratu vampir sampai tubuh mereka rusak parah. Tapi ia bingung mengapa bom yang mengenai pak Po hanya membuatnya gosong saja meski bomnya sudah dirancang khusu untuk mengebom makhluk dunia lain.
Wajah pak Po yang tadinya tampan dan putih kinclong mendadak berubah hitam pekat. Hanya bola mata dan giginya pak Po saja yang tampak putih bersih.
Pak po keluar dari asap bom sambil mengibas-kibaskan pakaiannya yang menghitam dan mengelap wajahnya dengan tangan karena mukanya mirip seperti kecap.
“Kenapa kau tidak mati, ha?” teriak Vinot masih belum percaya karena usahanya telah gagal.
“Apa kau bodoh? Aku sudah mati, mana mungkin aku bisa mati lagi,” sengal pak Po kesal karena ia baru sadar dirinya telah dijadikan kelinci percobaan Refald.
Rajanya itu tahu kalau Vinot menyimpan granat yang bisa menghancurkan setan. Makanya ia diminta maju duluan. “Menyebalkan sekali si Raja, bisa-bisanya ia menjadikanku umpan!” gumam pak Po kesal.
“Aku bisa mendengar gerutuanmu pak Po! Karena kau berhasil, aku takkan memisahkanmu dengan Divani.” Refald melayang turun sambil menggendong Fey, sedangkan semua anak buahnya melayang di udara mengepung Vinot yang tak bisa kabur lagi dari sini.
Tak ingin membuang waktu Refald langsung menyerang Vinot dengan kekuatannya yang maha dahsyat. Tubuh Vinot seketika melayang dan dari dalam tubuhnya mendadak keluar cahaya akibat serangan Refald yang mengenainya dan tak prnah melesat. Cahaya itu terus menyakiti Vinot sehingga vampir jahat tersebut mengerang kesakitan.
“Siapa kau? Kenapa kau ikut campur urusanku! Aku tidak mengenalmu, kenapa kau mau membunuhku!” seru Vinot sambil terus mengerang kesakitan.
“Aku, raja demit dari dunia lain yang bertugas menjaga keseimbangan dunia ini. Kau hanyalah vampir buatan yang tak sengaja diciptakan dan sudah banyak membuat kekacauan. Aku tidak bisa ikut campur selagi para vampir dari klan yang sama bisa mengatasimu. Namun sepertinya mereka dalam masalah karena teknologi yang kau ciptakan itu. Terpaksa aku harus campur tangan agar niat jahatmu untuk menguasai dan memporak porandakan bumi ini tidak terlaksana. Kau harus dimusnahkan dan tidak boleh bereinkarnasi.” Refald merentangkan dua tangannya dan meminta Fey memeluk lehernya.
“Kiss me please Honey,” pinta Refald pada istrinya. Bisa-bisanya si Raja mesumm ini minta nutrisi.
__ADS_1
Richard yang menyaksikan kejadian itu dari kejauhan langsung mengernyitkan alisnya ketika melihat Refald meminta istrinya menciumnya ditengah-tengah pertarungan. Dan bukannya menolak, Fey malah dengan senang hati menuruti permintaan suaminya.
Ciuman itu bukan sembarang ciuman. Energi terbesar Refald adalah Fey. Dengan ciuman itu Refald bisa memusatkan kekuatannya dan menghancurkan tubuh vampir Vinot sehancur-hancurnya sehingga ia tak bisa lagi muncul ataupun bereinkarnasi.
Cahaya terang yang tadi menyerang Vinot menghilang dengan sendirinya seiring dengan tubuh Vinot yang hancur. Kini, masalah vampir meresahkan itu sudah teratasi berkat campur tangan Refald. Dan tugasnya juga belum berhenti sampai di situ. Ada hal yang harus Refald selesaikan juga,
“Usaha yang bagus pak Po! Aku suka penampilan barumu!” seru mas Gen ingin tertawa melihat rekan demitnya sudah seperti pantat panci.
“Penampilan baru kepalamu! Aku korban dari kebengekan sang Raja. Setelah ini aku mau ambil cuti kerja, mau semedi agar tidak jadi bodoh lagi!” ujar pak Po tapi malah diketawai sama Fey. Dipikir dunia perdemitan itu kayak perusahaan atau instansi apa? Pakai acara mogok kerja segala.
“Jangan tertawa Ratu, itu menyakitkan bagi hamba,” ujar pak Po sok sedih.
“Kami tidak bermaksud menjadikanmu umpan pak Po, diantara pasukan demit Suamiku, kaulah yang terkuat. Sementara aku dan Refald adalah manusia biasa. Coba bayangkan jika bom tadi mengenai kami atau rekanmu yang lain, pasti mereka akan musnah. Tapi berbeda bila bom itu mengenaimu, semua benda berbahaya yang ada dimuka bumi ini tak mempan padamu. Harusnya kau bangga karena kau diberkahi kekuatan seperti itu,” ujar Fey dengan tutur katanya yang lembut.
“Kalau begitu, saya tidak jadi semedi Ratu. Saya akan terus meningkatkan kekuatan saya untuk menjaga kalian semua. Mau dijadikan umpan juga nggak apa-apa.” Pak Po hendak memeluk Fey tapi Refald langsung berdiri dihadapan istrinya dan menghadang Pak Po sambil melipat kedua tangan di depan dada.
“Mau apa kau?” tandas Refald.
“E …” pak Po gelagapan karena takut melihat tatapan membunuh Refald. “Mau memeluk Anda Raja!” seru pak Po beralasan dan Refald langsung menghindar bersama dengan Fey ke udara. Alhasil pak Po hanya memeluk angin saja.
“Jangan coba-coba kau menyentuh istriku pak Po! Atau kukirim kau ke negeri antah brantah!” ancam, Refald tidak main-main dan meminta seluruh pasukannya untuk pergi dari sini karena tugas mereka berakhir.
Pasangan raja dan ratu demit itu datang menemui Richard. Refald bermaksud membantu memulihkan kedua orangtua Richard serta saudara-saudaranya serta beberapa dewan delegasi yang terluka saat membantu orangtua Richard. Richard sendiri, juga turut disembuhkan Refald dengan kekuatan demitnya dalam satu catatan, identitas asli Refald harus tetap tersembunyi dan tidak boleh diketahui oleh siapapun bahkan oleh ketua dewan delegasi vampir sekalipun.
Mereka semua setuju dan Refald langsung pamit undur diri sebelum ketua dewan delegasi datang kemari untuk memeriksa keadaan. “Kami harus segera pergi. Tapi … kami akan kembali seminggu lagi, itupun kalau kalian tidak keberatan,” ujar Refald.
__ADS_1
Raja Salvataro dan istrinya saling pandang agak heran dengan pernyataan Refald kali ini. Namun ia tampak senang bila orang yang membantunya sering datang berkunjung.
“Pintu kami akan selalu terbuka untukmu Raja, kami sangat berterimakasih atas bantuanmu, kau masih muda tapi kau sangat luar biasa,” ujar Salvataro. “Tetapi kalau boleh tahu, dalam rangka apa? Karena … dunia kita jelas sangat berbeda.”
Refald tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Richard. “Yang mulia,” ucap Refald dengan senang. “Kuucapkan selamat pada Anda dan seluruh keluarga besar Salvataro. Kalian akan segera mendapat anggota baru dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun!”
Awalnya semua keluarga Richard merasa senang saat mendengar kabar bahwa mereka akan mendapat anggota keluarga baru karena mereka bisa menebak pasti istri Richard alias Kemala sedang berbadan dua. Namun mereka agak kecewa setelah Refald menyatakan kalimat terakhirnya, yakni mereka baru mendapat anggota baru itu 2 tahun dari sekarang. Artinya itu masih lama.
Semua pada mengerutkan alis, karena waktu kehamilan dan melahirkan yang akan dilalui Kemala itu terlalu lama. Sebab yang mereka tahu, rata-rata kehamilan vampir tak lebih dari 3 bulan.
“Kenapa 2 tahun Raja?” tanya Salvataro penasaran.
“Richard adalah vampir yang sangat berbeda Yang mulia, dia perpaduan antara manusia dan juga vampir. Meski tubuhnya adalah vampir, tapi jiwanya merupakan jiwa manusia murni. Bisa dibilang, Richard adalah setengah manusia dan setengah vampir. Kehamilan Kemala otomatis juga berbeda dengan Bella atau vampir lainnya. Janin yang dikandungnya butuh waktu 2 tahun untuk bertahan di dalam Rahim sang ibu yang bertubuh manusia. Dan posisi Kemala sebagai manusia juga harus diperhitungkan.
“Ada baiknya, kisah mereka diputar ulang seperti kisah cinta manusia pada umumnya. Richard bisa menjadi manusia sejajar dengan Kemala tanpa perlu khawatir menyembunyikan identitas aslinya sebagai vampir. Kalian juga bisa menjadi mertua sempurna untuk Kemala dan tak perlu khawatir terkena sinar matahari bila datang ke sana.” Refald menjelaskan panjang dan lebar.
“Kami masih belum mengerti maksud ucapanmu Raja,” tanya Rexi. “ Maksudmu kami … bisa ke tempat panas seperti Richard?” tanyanya.
“Benar! Kalian semua bisa datang ke tempat menantu kalian berada saat ini. Tentu saja setelah menggunakan alat canggih ciptaan Vinot yang ia tinggalkan dan aku titipkan pada kalian. Alat itu aman bila kalian yang menjaganya dan pergunakanlah dengan sebaik-baiknya. Jika disalah gunakan, aku akan datang dan membawanya kembali.”
Salvataro langsung paham maksud Refald. Ia begitu senang dan bahagia begitu mendengar kabar tak terduga ini. Raja Salvataro mulai merencanakan kehidupan baru putra-putranya yang akhirnya bisa membaur dengan para manusia tanpa khawatir identitas asli mereka diketahui oleh orang lain.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1