Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 75 Dunia Cinta Refald dan Fey


__ADS_3

Perjalanan Kemala dan Richard, tidak terlalu panjang. Kebetulan, saat ini Refald dan Fey sedang ada di rumah neneknya Fey yang berlokasi di desa terpencil. Desa tersebut diapit banyak gunung.


Sekalipun memasuki musim kemarau, desa itu selalu memiliki curah hujan tinggi. Cuaca baru cerah kalau dipagi hari. Sedangkan di siang sampai sore hari, selalu saja hujan. Lokasi desa ini sangat pas dan sempurna untuk disinggahi vampir sekedar beristirahat sekaligus menikmati pemandangan pegunungan yang tak kalah menakjubkan dibandingkan panorama alam yang ada di benua Eropa maupun Amerika.


Sepanjang perjalanan, Richard benar-benar menjaga Kemala dengan sangat baik. Mereka sering istirahat agar Kemala tak terlalu lelah. Tentu saja, Veronika dan Rexi harus mengikuti Richard sekalipun mereka berdua keki juga melihat kemesraan keduanya.


“Dasar tukang pamer. Lihat saja … akan kupastikan kalau momen ini adalah momen terakhir kebersamaan mereka berdua,” guma Veronika setelah untuk kesekian kalinya ia melihat Ricard menggendong istrinya melesat cepat menuju kediaman Raja Refald.


“Kau mau kugendong?” tawar Rexi.


“Huh, jangan mimpi. Aku bukan manusia lemah seperti wanita itu,” Clcetus Veronika padahal ia juga ingin merasakan digendong seperti Richard menggendong Kemala.


“Tidak mau ya sudah, bye … aku duluan!” Rexi pun melesat cepat mengejar Richard dan Kemala yang sudah melesat lebih dulu. Si sulung itu sengaja meninggalkan Veronika yang langsung kesal padanya.


“Sialan! Kenapa aku malah ditinggal!” pekiknya dan ikut mengejar Rexi dari belakang.


Ditengah-tengah Richard terbang. Tiba-tiba ia langsung turun tepat di dasar jurang. Tak jauh dari jurang tersebut ada hutan lebat dan di balik air terjun yang indah itu terdapat sebuah goa. Richard langsung membawa Kemala masuk ke dalam goa tersebut dengan tujuan bersembunyi dari kejaran Rexi dan Veronika.


“Kenapa kau bawa aku ke sini? Bagaimana kalau kak Rexi dan Veronika nyasar?” tanya Kemala bingung dengan aksi suami vampirnya ini.


“Rexi tahu kita ada di sini. Bukankah ini yang kau rencanakan dengannya? membuat mereka berdua tersesat supaya mereka bisa lebih dekat? Ini waktu yang tepat. Selain itu, suara derasnya air terjun bisa menyamarkan suara dan hawa keberadaan kita karena air itu netral. Veronika tidak akan tahu keberadaan kita di sini sekalipun ia melintas diatas kita,” terang Richard masih menggendong istrinya. Tubuh keduanya basah kuyup terkena cipratan air terjun.


Dari kejauhan, Kemala bisa menyaksikan Veronika sedang melesat cepat mengejar Rexi yang lebih dulu pergi darinya. Dan benar apa yang dikatakan suaminya. Si velampir itu tidak sadar kalau Kemala dan mas vampirnya ada di goa tepat dibalik aliran air terjun yang mengalir deras.

__ADS_1


“Kau benar, mereka tidak tahu kalau kita ada di sini. tapi lihat pakaianku, basah semua kan? Turunkan aku sekarang,” pinta Kemala pada suaminya.


Bukannya menuruti permintaan istrinya, Richard malah terus menggendong Kemala masuk ke dalam goa lebih dalam.


“Kau mau bawa aku ke mana lagi? Bukannya kita harus keluar dari sini dan bertemu dengan raja dedemit Refald? Kalau kau mau buat gempa di sini, Veronika akan langsung tahu keberadaan kita.” Kemala protes pada suaminya.


“Siapa yang mau buat gempa Cagiya, otakmu mesuum sekali. Kalau mau buat gempa, aku takkan membawamu kemari, melainkan ke pulau persinggahan kita sebelumnya. Kau diam dan nurut saja, sebentar lagi kita sampai di dunia cinta Raja dan ratu demit,” terang Richard sambil senyam-senyum sendiri.


Karena Kemala tidak begitu paham dunia yang berbeda dengan dunianya, bumil cantik itupun menurut saja sama suaminya. Lagian Kemala jauh merasa lebih baik ada digendongan Richard ketimbang harus jalan kaki sendiri.


Semakin ke dalam, ruangan di dalam goa semakin gelap dan Kemala tak tampak apa-apa. Sempat ada rasa cemas karena ia tak bia melihat apapun disekitarnya saking gelapnya. Namun, Richard menenangkan Kemala dengan menciumi wajah istrinya berkali-kali sampai puas. Meski hal itu terbilang mesumm, tapi cukup menentramkan hati sampai akhirnya mereka berdua sampai diujung goa.


Cahaya terang dari bibir mulut goa mulai terlihat, Richard semakin mempercepat langkahnya sampai mereka berhasil keluar dari goa. Kemala langsung takjub sampai terbengong-bengong melihat pemandangan indah terhampas luas di depan matanya. Area perbukitan dan lembah hijau tampak begitu asri dan menyejukkan jiwa.


Saking terpesonanya, Kemala sampai minta turun dan berlarian diarea terbuka di mana sekeliling tempat tersebut ditumbuhi tumbuhan liar yang tertanam rapi dan tidak terlalu tinggi. Tempatnya benar-benar sangat indah, meski cuaca sedang mendung, tetap tak mengurangi area yang mirip dengan perbukitan di Swiss tempat syutingnya film CLOY.


“Harusnya sih, sang pemilik wilayah ini ada di sini. Entah ada di mana dia sekarang,” jawab Richard yang juga ikut menikmati pemandangan indah seperti yang dilakukan istrinya.


Sementara yang dicari-cari, malah asyik bersemedi, di bawah air terjun lainnya. Sesosok pria tampan bertelanjaang dada, duduk bersila tepat di bawah derasnya air terjun sambil memejamkan mata dan mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


Matanya baru terbuka ketika seorang wanita cantik datang menghampirinya dan berdiri di depan wajah sang pria betapa tadi.


“Mereka sudah datang, kau ingin menemui mereka sekarang … atau nanti?” tanya wanita cantik itu yang tak lain dan tak bukan adalah Fey.

__ADS_1


“Beri aku nutrisi dulu Honey, baru kita temui mereka. Lagian mereka butuh waktu untuk menikmati pemandangan alam yang indah dan wah di sini. Cukup untuk satu ronde.” Seseorang yang merupakan raja dari dedemit itu menarik tangan istrinya dan dengan kekuatan demitnya, Refald membuat suatu dinding pelindung dimana hanya ada dia dan istrinya di dalam pelindung kedap suara dan pastinya takkan bisa terlihat dari luar.


Raja demit yang terkenal dengan keencumannya inipun melancarkan aksinya untuk melangsungkan adegan maju mundur cantik seperti halnya Richard yang suka melakukan gempa tektonik. Adegan itu juga dilakukan secara tertutup dan hanya Fey dan Refald saja yang bisa melakukannya di tempat seperti ini.


Mentang-mentang mereka pasangan suami istri yang sah, mereka bisa bercocok tanam kapan dan di mana saja. Pastinya, hanya mereka berdua saja yang tahu seperti apa prosesnya. Dengan kekuatan Refald, ia bisa menciptakan bilik cintanya sendiri.


“Apa yang kau lakukan di sini, Ezi?” tanya wanita cantik bernama Divani dan mengagetkan demit yang biasa dipanggil pak Po. Keduanya sedang berdiri diantara semak belukar.


“Diamlah, Di. Jangan berisik. Nanti aku ketahuan kalau sedang mengintip mereka,” jawab pak Po masih sok serius memerhatikan air terjun tepat di tengah hutan lebat.


“Apanya yang kau intip, kau takkan pernah bisa melihat apa yang terjadi dibalik dinding pelindung Raja Refald. Sebaiknya kita pergi dari sini sebelum kau kena lempar sandal Ratu Fey.”


“Tanggung, Di. Aku penasaran, kali aja Raja Refald lengah terus dinding pelindungnya terbuka dan aku bisa tahu bagaimana cara raja bercocok tanam dengan ratu. Kan bisa kupraktekkan denganmu nanti,” ujar pak Po tanpa memerhatikan istrinya yang berdiri disampingnya dengan wajah merah saking kesalnya.


Divani sudah geram sekali dengan suami onengnya ini. Tak perlu banyak bicara, tangan kiri Divani langsung terulur dan dia menjewer telinga suaminya sehingga pria yang biasa dipanggil pak Po mengerang kesakitan. Sesama hantu kalau sudah terjadi kontak fisik bisa mengalami sakit juga seperti yang dirasakan pak Po sekarang.


“Aduh Di … sakit Di …,” erang pak Po berjalan menuruti langkah kaki Divani.


“Dasar pocong mesum. Harusnya kau itu pakai seragam pocong kebesaranmu supaya tidak sembarangan mengintip kesenangan orang lain. Apa kau tidak malu pada anak dan menantumu, ha? Apa kata Rhea dan pangeran Rey kalau mereka tahu bahwa seorang Ezi si pocong tampan mengintip raja dan ratunya yang sedang dimabuk asmara!” bentak Divani kesal pada suaminya.


"Kan ini momen langka, Di. Daridulu aku penasaran bagaimana Raja meluluhkan Ratu saat mereka ehm ... apa namanya Di?" Pak Po malah bertanya pada istrinya dengan polosnya.


"Dasar kau ini!" Divani semakin mengencangkan jewerannya sampai erangan pak Po terdengar oleh Richard dan Kemala.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2