Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 13 Perasaan Kemala


__ADS_3

Pengakuan Kemala yang menyatakan bahwa dirinya sudah bertunangan membuat siapapun yang mendengarnya jadi shock tak terkira termasuk ayah Kemala sendiri. Sebab, putrinya itu hanya bilang kalau Kemala sudah punya kekasih, bukannya tunangan. Selain itu, warga yang percaya akan pernyataan Kemala jadi berspekulasi yang bukan-bukan terhadap si kembang desa.


Sebenarnya, tak heran bila Kemala sudah punya tambatan hati lain karena ia adalah salah gadis desa berparas cantik rupawan. Hampir semua lelaki di desa ini mendambakan Kemala sebagai pendamping hidup mereka. Hanya saja, selama ini gadis cantik itu menolak mereka semua dengan alasan belum siap berumah tangga. Namun, jika kini Kemala kembali dengan membawa kabar mengejutkan seperti ini, jelas hal itu merupakan tanda besar bagi mereka.


Setelah sempat saling pandang satu sama lain, akhirnya kepala desa angkat bicara. “Nak Kemala, kami semua tahu, lamaran ini memang datang secara tiba-tiba dan secara pribadi aku paham, kau belum siap dengan lamaran ini. Makanya … kau beralasan kalau kau sudah memiliki tunangan …”


“Sekali lagi, maafkan saya pak Kepala desa,” ujar Kemala sopan dan lemah lembut, “tanpa mengurangi rasa hormat saya pada Anda dan juga yang lainnya, saya tetap tidak bisa menerima lamaran ini. Sungguh, saya memang sudah memiliki tunangan yang kini masih berada di luar kota. Dia akan datang menjemput saya nanti sekaligus melamar saya dihadapan ayah saya. Sekali lagi, maafkan saya.” Kemala menundukkan kepalanya dengan sopan. Tak lupa ia juga minta maaf pada Vinot yang ternyata adalah teman masa kecilnya.


Kemala amat sangat tidak enak hati melihat raut kecewa menyelimuti wajah mereka semua yang ada di sini. Terutama bagi Vinot yang langsung buang muka dan tak mau melihat Kemala lagi. Untunglah mereka tidak banyak bertanya tentang siapakah sosok tunangan Kemala saat ini. Mungkin karena mereka terlalu larut dalam kekecewaan sehingga lupa menanyakan siapakah sosok calon suami yang sebenarnya sudah menjadi suaminya.


***


“Ada apa ini, Nduk? Kenapa ayah baru tahu kalau kau punya tunangan?” tanya ayah Kemala saat semua tamu tak diundangnya sudah kembali pulang dengan sejuta rasa kecewa.


“Maafkan Kemala Ayah, Kemala tidak jujur pada Ayah.”


“Siapa tunanganmu? Bagaimana kalian bertunangan tanpa restu Ayah? Tidak bisa, Ayah harus bertemu dengan kekasihmu itu dan memutuskan apakah pertunangan kalian itu bisa dilanjutkan atau tidak!” tandas ayah Kemala agak sedikit emosi bercampur shock juga.


Sebagai seorang ayah, ia harus tahu dulu siapakah calon pendamping hidup putrinya. Daries tak menginginkan yang muluk-muluk. Ia hanya ingin tahu apakah calon menantunya itu Pantas atau tidak untuk Kemala, cocok atau tidak dengan putrinya, penyayang atau tidak, dan yang terpenting, bisakah orang itu membahagiakan Kemala lebih dari yang ia berikan. Itulah harapannya.

__ADS_1


“Ayah sudah tahu dia meski belum pernah bertemu dengannya,” ujar Kemala pelan dan menenangkan ayahnya yang terlihat resah dan gelisah.


“Oh iya? Siapa? Katakan pada Ayah!”


“Dia … adalah pria yang membantu menyelamatkan nyawa ayah, dialah yang memberikan uang sebanyak itu pada ayah dan membiayai semua operasi ayah. Kemala bekerja untuknya demi bisa menebus hutang-hutang itu. Seiring berjalannya hari, Kemala jatuh cinta padanya karena dia adalah pria yang baik. Dia memperlakukan Kemala dengan sangat baik, Ayah. Dan lihatlah, Kemala baik-baik saja, bukan?”


“A-apa?” Daries sangat shock mendengar penjelasan putrinya. Saking shokcnya ia sampai terduduk lemas di kursi. “Jadi … pria baik itu … adalah tunanganmu?”


“Iya, Ayah,” ujar Kemala sambil tersenyum.


“Kemala, apa … kau tidak menjual tubuhmu padanya? Kau tidak melakukan perjanjian dengannya, kan? Jangan bilang kalau pertunangan kalian ini karena terpaksa,” tuduh Daries meski tuduhannya tidak sepenuhnya salah.


“Tidak Ayah, tidak ada kesepakatan apapun, Kemala sangat mencintai pria ini. Kemala akan memintanya datang kemari setelah Kemala kembali ke kota. Ayah sabar dan tunggu kedatangan kami.”


“Kenapa tidak sekarang saja kau temui dia dan bawa kemari?” usul Daries sudah tidak sabar bertemu dengan menantunya yang ternyata adalah penyelamat hidupnya.


Kemala bingung, harus jawab apa. Tak perlu keluar kota untuk meminta Richard datang menemui ayahnya, hanya tinggal lompat pagar dan masuk ke dalam istana kosong itu. Namun, yang menjadi pertanyaan di sini adalah, apakah suami vampir Kemala yang sedang amat sangat merindukannya mau menemui ayahnya. Inilah yang sedang dipikirkan Kemala dan ia bermaksud untuk membujuk Richard agar mau bertemu ayahnya. Paling tidak, sang vampir harus minta izin Daries jika ingin membawa dirinya pergi.


***

__ADS_1


Tepat tengah malam, disaat semua orang telah tertidur dengan lelap, Kemala mengendap-endap memasuki istana gelap Richard. Anehnya, pintunya tidak dikunci sama seperti saat Kemala pertama datang kemari dulu sehingga ia bisa masuk ke dalam kediaman suaminya.


“Richard! Tuan vampir?” teriak Kemala hati-hati, sebenarnya ia agak takut karena ia belum selesai sepenuhnya datang bulan, anya saja siklusnya sudah mulai berkurang dan tidak sebanyak saat dirinya meninggalkan istana ini.


“Tuan vampir! Anda di mana? Tolong keluarlah karena ada yang ingin kukatakan pada Anda!” seru Kemala sekali lagi dan ia mencoba menelusuri keberadaan suaminya di lantai atas.


Sayangnya, tidak ada siapa-siapa di lantai dua maupun di lantai 3. Sekali lagi, Kemala jadi kecewa berat karena tidak menemukan keberadaan suaminya. Gadis itu yakin, pasti Richard telah pergi meninggalkannya.


“Ada apa ini … apa … dia meninggalkanku?” gumam Kemala sedih. Matanya mulai berkaca-kaca.


Gadis itu terduduk di tangga dan menelungkupkan wajahnya. Ia mengira, keberadaan Kemala adalah ancaman besar bagi Richard. Memulangkan dirinya hanyalah alasan agar Richard bisa pergi dari sini dengan tetap menjaga identitasnya yang tersembunyi. Jika memikirkan hal itu, Kemala jadi amat sangat sedih sekali.


“Jika memang dia harus pergi, kenapa tak bilang terus terang padaku? Atau setidaknya pamit padaku, bukannya menghilang tanpa jejak begini,” isak Kemala dan air matanya mulai terus mengalir membasahi pipi. “Aku … bahkan belum sempat mengatakan padanya, kenapa dia harus pergi dengan cara seperti ini ….” Kemala menangis. Ia benar-benar menangis sesenggukan karena tak bisa melihat suami vampirnya lagi.


Padahal, gadis itu baru saja mengumumkan pada semua orang bahwa ia tak bisa menjadi milik orang lain lagi selain milik Richard. Betapa perih hati Kemala mengetahui bahwa orang yang dicintainya pergi tanpa pamit padanya ataupun mengucapkan sepatah kata untuknya. Tanpa sadar istana ini jadi ricuh karena tangisan Kemala yang sesenggukan.


“Apa yang ingin kau katakan padaku … Kemala,” ujar seseorang dari balik punggung Kemala.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2