Pengantin Pangeran Vampir

Pengantin Pangeran Vampir
BAB 40 Rayuan Cinta Richard


__ADS_3

Dengan kemampuan bahasa Inggris Kemala yang lumayan baik, akhirnya ia bisa mendapatkan tempat tinggal di sini untuk sementara. Entah bagaimana caranya Richard suaminya bisa membayar uang sewa rumah sementara. Yang jelas bagi vampir tampan seperti Richard, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.


Untungnya pemilik rumah tidak curiga kalau Richard sangat berbeda dengan mereka. Sehingga mengizinkan pasangan suami istri itu tinggal di desa indah ini selama yang mereka mau.


“Kalian adalah pasangan pengantin baru yang serasi. Ciptakan banyak anak di sini. tempat ini sangat pas untuk pasangan seperti kalian berdua karena wilayah ini lebih banyak malamnya ketimbang siangnya. Pada siang hari matahari juga tak pernah menampakkan diri. Setiap harinya adalah malam indah untuk kalian. Semoga bahagia selalu,” ujar sang pemilik rumah sebelum berlalu pergi.


Kemala hanya tersenyum setelah mengucapkan terima kasih pada sang pemilik rumah yang baik hati itu. Iapun menutup pintu karena udara diluar sangat dingin akibat badai salju. Tiba-tiba dari belakang, Richard memeluk Kemala dari belakang.


“Kau dengar apa yang bibi itu ucapan barusan?” bisik Richard dengan suara tenornya yang merdu.


“Ehm, dia berharap semoga kita betah di sini,” jawab Kemala sangat senang dipeluk Richard.


“Bukan itu, yang lainnya …”


“Aku rasa … bibi itu benar. Tak ada matahari di sini. jadi rahasiamu pasti aman. Meskipun kau keluar di malam siang hari tanpa pelindung apapun, kulitmu tidak akan berkilauan seperti berlian. Tempat ini sangat cocok untuk memulihkan kondisimu.”


“Bukan yang itu …” Richard mulai merengek manja dan semakin mengeratkan pelukannya, kepala sang vampir malah disandarkan dibahu istrinya.


“Kenapa aku memintamu menyewa rumah ini? Bukan membelinya? Itu karena aku tidak mau kita terlihat mencolok di sini sekalipun kau bisa membeli seluruh dunia ini. Kita harus bertingkah seperti pasangan normal lainnya apalagi ini di negara orang.”


“Astaga Cagiya, bukan itu … aku tidak mempermasalahkan kau memintaku menyewa atau membeli rumah ini. Apapun yang kau mau, akan kuberikan tanpa syarat.” Richard mulai tepuk jidat karena istrinya masih belum mengerti maksudnya.


Kemala balik badan dan menatap wajah pucat suaminya. “Lalu apa? Sungguh aku tidak paham maksudmu.”

__ADS_1


“Bukankah bibi tadi bilang supaya kita menciptakan anak di sini sebanyak-banyaknya? Setiap hari di sini adalah malam panjang untuk kita dan sangat cocok bagi kita sebagai pasangan suami istri yang barus aja menikah. Aku ingin melakukan apa yang dibilang bibi itu tadi, itulah maksudku,” seru Richard panjang lebar tanpa jeda layaknya kereta api yang tak punya stasiun pemberhentian. Terus saja bicara tapa ada titik koma.


Wajah Kemala langsung berubah merah merona. Ia jadi malu sendiri karena ternyata suaminya sedang mengajaknya berindehoi ria.


“Tapi suamiku … masa di sini?”


“Lah terus di mana lagi? Untuk apa menyewa tempat ini kalau tidak kita pergunakan dengan sangat baik?”


“Bukan begitu. Setiap kali kita melakukan hubungan suami istri, bukankah selalu timbul gempa? Dan ranjang rumah ini bakalan rusak. Masa iya kita harus ganti ranjang setiap hari. Semua penduduk desa juga pasti merasa aneh kalau setipa kali melakukannya tiba-tiba terjadi gempa tektonik di sekitar sini. Kekuatanmu belum pulih. Bagaimana kalau kita tunggu sampai kau benar-benar sembuh seperti sedia kala.”


“Tidak, aku maunya sekarang. Aku rasa tidak aka nada gempa karena kekuatanku berkurang lebih dari setengah. Lagian siapa bilang kit aka melakukannya di ranjang. Kita bisa melakukannya di sana.” Richard menunjuk tempat perapian di mana di depan tempat tersebut tersedia Kasur kecil yang tampak sangat hangat bila digunakan.


Kemala mengikuti arah pandang suaminya dan mendekat ke dekat tempat perapian itu berada. Lumayan hangat juga.


Yang ada hanyalah suara-suara rintihan manja nan mesra dari pasangan suami istri yang menyalurkan hasrat birahi mereka masing-masing. Sama-sama saling menikmati, sama-sama saling memberikan kehangatan sampai keduanya berada di puncak asmara dan mengalami pelepasan bersama. Dua sejoli itu sama-sama saling memuaskan apalagi Kemala sudah berpengalaman gara-gara sering diajak menciptakan gempa tektonik bersama Richard.


Malam itu, malam hujan salju, menjadi malam syahdu sekaligus saksi bisu bagi pasangan Kemala dan Richard yang sedang asyik melaksanakan tugas mereka sebagai pasangan suami istri. Kemala langsung tertidur lelap dalam pelukan Richard dan sang vampir tampan memeluk istrinya dengan penuh cinta. Menjaganya sepanjang malam dan bahkan nyamukpun takkan Richard biarkan mendekati istrinya.


Sebagai seorang vampir, Richard tak perlu tidur. Ia sangat bahagia memiliki Kemala disisinya. Matanya tak pernah lepas dari wajah cantik istrinya yang tertidur lelap dalam dekapannya.


“Aku mencintaimu, Kemala. Lebih dari apapun.” Richard mencium kening Kemala dan tanpa sadar gadis itu tersenyum. Mungkin saat ini, Kemala sedang bermimpi indah karena ia juga sangat bahagia bisa memliki Richard sebagai bagian dari hidupnya meski mereka sebenarnya sangat berbeda alam.


***

__ADS_1


Keesokan harinya, Kemala bangun pagi dan melihat Richard memejamkan mata. Vampir tampan itu tidak benar-benar tidur sebenarnya, tapi ia tak ingin membuat Kemala cemas kalau sampai istrinya itu tahu bahwa dirinya terjaga semalaman.


Setelah sempat memberikan hadiah kecupan pagi, Kemala bangun berdiri dan melakukan rutinitas sebagai seorang istri. Kemala juga butuh makan dan ia ingin membaur seperti yang lainnya.


Kemala sudah terbiasa hidup sederhana, jadi gadis itu dengan cepat bisa beradaptasi dengan kehidupan di desa, ia berbelanja makanan di tempat yang tersedia seperti ibu-ibu dan para istri di desa tempat tinggalnya. Mengambil air bersih yang tersedia di depan rumah dan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pokoknya rutinitas yang dilakukan wanita di desa ini, diikuti oleh Kemala agar tidak ada yang curiga tentang siapa identitas asli Kemala dan Richard.


“Kau orang baru di sini, ya?” tanya salah satu ibu-ibu dalam bahasa Inggris saat Kemala pulang belanja untuk kebutuhannya.


Di negara ini, Kemala wajib berbahasa Inggris jika ingin membaur dengan yang lainnya meski bahasa asli mereka bukanlah bahasa Inggris. Namun bahasa Inggris adalah bahasa internasional di mana semua negara di seluruh penjuru di dunia bisa menguasainya untuk memudahkan komunikasi antara manusia dari berbagai macam kalangan.


“Iya Miss,” ujar Kemala sopan. Mereka pun berkenalan dan cepat sekali akrab.


“Kau tinggal di mana?” tanyanya lagi.


“Itu … di rumah ujung situ.” Kemala menunjuk rumah yang ia tinggali bersama suaminya dan ternyata sudah ada Richard yang menunggu kedatangan istrinya.


“Cagiya!” seru vampir tampan itu sambil melambaikan tangan.


Kemala tersenyum dan membalas lambaian tangan suaminya. Iapun pamit undur diri dan menghampiri suami vampir tampannya. Tak di sangka Richard memeluk Kemala dengan sangat erat dan menggendongnya masuk ke dalam sehingga membuat ibu-ibu yang menyapa Kemala tadi terbengong-bengong dan gigit jari melihat betapa romantisnya pasangan Kemala dan Richard.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2