PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA

PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA
Bab 1.


__ADS_3

PERKENALKAN VISUAL



BINTANG NATALIA ALVELIA


Gadis berumur 20 tahun, ceria, pekerja keras.



PUTRA BAGASKARA VERLANTO


Pria tampan berumur 25 tahun, cuek, jaim , dingin, memiliki hati bak seperti pahlawan, sering mengalah dalam hatinya yang akhirnya berujung dengan penyesalan.



SAMUDRA PUTRA ALVARIO


PRia berumur 28 tahun, sikap dingin, egois, keras kepala dan memiliki hati seperti batu yang akhirnya berujung dengan penyesalan terbesar.



ANINDYA CARMELIA PUTRI.


Gadis berumur 20 tahun yang sifatnya tak kalah jauh berbeda dengan Samudra, egois dan keras kepala.


Kediaman yang besar adanya sesosok wanita telah menangis diatas ranjang setelah kepergian sang kakak yang memutuskan pindah keluar Negri, terus saja menangis hingga salah seorang Pria tampan menghampiri tak lupa dekapan hangat telah pria itu lakukan pada sang pujaan hatinya.


"Apa kamu sudah selesai menangisi Bagaskara? Aku tidak akan marah jika kekasihku akan menangisi laki-laki lain, sadar dia bukanlah saudara kandung kamu tapi ketulusan dan kasih sayang yang ia berikan telah berhasil meyakinkan ku apa arti dia bagi kehidupan mu. Tapi disini aku sangat berharap kamu mengijinkan ku untuk menjadi menerus Bagas yang selalu perduli dan memberikan kasih sayang itu, entah mengijinkan atau tidak aku ingin melakukannya. Siang yang sangat indah dengan awan cerah yang sangat mendukung aku ingin kamu menjadi istri dari anak-anak ku nanti apa kamu bersedia?"


Menyodorkan sepasang cincin berlian tepat kearah kekasihnya, mulut Bintang seketika ia bungkam, tak percaya dengan tindakan apa yang dilakukan Samudra saat ini.


"Aku tidak tau harus mengatakan apa lagi sekarang. Jujur sudah lama aku menanti suasana seperti ini, percaya jika cinta kita tidak mungkin bersatu tapi sekarang aku sungguh-sungguh tidak percaya jika apa yang aku inginkan benar-benar akan terjadi dan kita akhirnya bisa kembali bersatu. Aku Wanita yang sudah sangat mengagumimu sejak SMA aku bersedia menikah denganmu?"


ucapan yang akhirnya Bintang mampu lontarkan. Hanya mampu mengangguk'kan kepalanya bersamaan dengan air mata yang terus saja berjatuhan membuat suasana terlihat berselimut haru pilu.


Sama-sama setuju kejenjang yang lebih serius, Samudra maupun Bintang yang sudah bersiap keduanya duduk berhadapan dengan penghulu yang sudah sedari tadi ikut menantikan ijab kabul akan pasangan yang sudah lama terpisahkan.


Menggenggam tangan penghulu.


"Saya terima, nikah dan kawinnya, Bintang Natalia Alvarelia Binti Putra Alexander Wijaya, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

__ADS_1


"Bagaimana para saksi, sah?"


"SAHHH!!!"


Samudra terdengar sangat tegas mengucapkan Ijab Kabul, diiringi tangis haru dari tamu dan anggota keluarga yang hadir di sana.


Ucapan Sah yang sangat semangat itu semakin mengharukan ruangan ini.


Ijab kabul yang akhirnya diucapkan oleh Samudra telah membuktikan jika keduanya sudah sah menjadi sepasang Suami-istri.


"Sekarang, sesi pemakaian cincin." Pak penghulu mengarahkan keduanya agar segera pasang cincin pernikahan secara bergantian.


Samudra duluan yang memegang tangan kanan Bintang, kemudian dengan lembut memasangkan cincin di jari manisnya Bintang.


Bergantian, Bintang yang menyematkan cincin pernikahan di jari tengah Samudra. Acara ini begitu berjalan lancar, membuat semuanya tak terasa sudah hampir selesai.


Dua pandangan yang tidak bisa dihindari lagi berhasil membuat mereka melamun dalam lamunannya.


"Semoga langgeng sampai kakek nenek ya Nak, doa terbaik buat kalian," ujar Mamanya Bintang dengan tulus dan memeluknya.


"Selamat ya sayang. Dan kamu ... saya harap kamu laki-laki yang bisa diandalkan dengan ucapan apa yang pernah kamu ucapan waktu dulu. Dan jika kamu sampai berani menyakitinya maka bersiaplah untuk berhadapan denganku," ledek Papanya Bintang dengan merangkul menantunya.


"Iya Pa ... Samudra janji Samudra akan menjaga dan melindungi Putri Papa, Samudra janji," balas samudra dengan membalas rangkulannya.


"Sekarang kita sudah jadi sepasang suami-istri, inilah yang aku nantikan sejak sedari lama tapi kenapa hatiku rasanya canggung seakan-akan tidak percaya dengan semua ini. Terima kasih Tuhan, terima kasih engkau telah memberikan kami kesempatan untuk bersatu dalam ikatan cinta ini terima kasih.


******"____________________*******


"Sekarang kita sudah jadi sepasang suami-istri apa kamu akan tidur diatas ranjang ini, denganku? Maksudnya jika kamu merasa canggung untuk tidur bersamaku kamu bisa tidur disini biar aku yang tidur di sofa aku tau kamu lagi grogi dan sangat canggung jadi cepat tidurlah aku tidak masalah jika harus tidur di Sofa ini!"


"Aku rasa sekarang ini yang merasa canggung bukanlah diriku, tapi aku malah melihat sebaliknya kamulah yang sangat canggung kamu serius tidak apa-apa?"tanya balik Samudra.


"Aku yang canggung?"tanyanya yang tidak percaya.


"Iya aku melihat kamu sangat canggung,"balasnya yang nahan tawa.


"Aku rasa aku tidak canggung sedikit pun. Aku tiba-tiba ingin kekamar mandi jadi permisi!" segera berlari masuk kedalam kamar mandi dan tak lupa dirinya langsung menguncinya dari dalam.


"Astaga ternyata kalau melihat dia lagi canggung seperti ini lucu juga ya? Tapi ngomong-ngomong perasaan apa ini, ini bukanlah hal yang pertama ketika aku harus tidur dengan seorang Wanita. Aku dulu sudah beberapa kali tidur bersama dengan wanita lain tapi kenapa baru malam ini hatiku serasa berdetak cukup kenyang? Apa mungkin aku sendiri juga sangat canggung?"batinnya dengan tersenyum.


Tak jauh seperti yang dialaminya. Bintang setibanya masuk kedalam kamar kecil, dirinya beberapa kali mengecek detak jantungnya dan benar saja jantungnya serasa akan copot dengan detakan jantung yang amat kencang ini.

__ADS_1


"Bintang ... Bintang ... Tenang! Oke tetap tenang kamu jangan terlalu cemas seperti ini tenang ... Tenang ...


Keluar dari kamar mandi tanpa banyak melakukan apapun didalam sana. Dirinya keluar melihat Samudra yang terlihat mengigit kuku jempolnya.


"Apa yang dilakukannya itu? Dia mengigit jarinya apa sungguh-sungguh dia tidak tahan lagi untuk melakukan malam pertama itu?"batinnya yang sesekali ia menelan air lud4hnya.


"Kamu kenapa bengong?"tanya Samudra spontan Bintang pun terkejut.


"Tidak! Tidak apa-apa cepat mandilah aku sudah mandi tadi!"


"Sungguh? Jika kamu sudah mandi kenapa kamu masih mengenakan kebaya itu?"ucap Samudra yang saat itu juga Putri melirik ujung kakinya.


"Sial!"gumamnya secara pelan.


"Baiklah aku rasa harus aku dulu yang mandi karena wanita cukup lama untuk melakukan ritual itu,"balasnya secara malu-malu Samudra pun masuk kedalam kamar mandinya.


Berada didalam kamar, Samudra sehabis melakukan ritual mandinya ia melihat Bintang yang masih mengenakan kebayanya, dirinya kesusahan membuka resleting yang tersangkut dan sudah untuk dilepaskan.


Berusaha menarik resleting kebelakang tapi nyatanya sangat susah untuk ia lakukan. Samudra yang melihat bintang nampak kesusahan ia langsung menghampirinya.


"Apa kamu butuh bantuan?"tanyanya yang seketika mengejutkan Bintang.


"Tidak! Aku bisa sendiri kok lagian ini juga sudah terlepas,"balasnya yang merasa canggung.


Dirinya yang melihat bintang masih sangat kesusahan ia nampak tersenyum puas melihat bintang yang nampak ikut tersipu malu dibuatnya.


Tanpa berkata maupun memberikan isyarat. Samudra yang dengan langsung, ia lantas menghampirinya dan membenahi resleting yang tersangkut. Terkejut akan apa yang dilakukannya.


"Sam kamu?"


"Jika butuh bantuan segeralah katakan padaku,"balasnya.


"Apa kamu sudah berhasil membukanya?"tanya Bintang.


"Iya aku sudah membukanya,"balas samudra, selangkah bintang yang berniat akan pergi masuk kedalam kamar mandi, dirinya dikejutkan dengan suara Samudra yang tiba-tiba mengatakan sesuatu.


"Kenapa kamu tidak ganti dihadapan ku saja bukankah kita sudah menjadi sepasang Suami-istri?"tanya samudra, bintang yang mendengarnya ia nampak bingung ingin mengatakan apa.


"Oh gitu ... Tidak! Dasar mesum!"balasnya yang langsung masuk kedalam kamar mandinya.


"Astaga lucu juga ya kalah ngerjain itu anak,"gumamnya tersenyum sendiri.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2